Kisah Cinta Kalila

Kisah Cinta Kalila
Bab 38 Orang Misterius


__ADS_3

Bab 38 Orang Misterius


Waktu sudah menunjukan pukul 12:00, semua siswa sudah berhamburan ke luar kamar untuk menuju restoran menyantap makan siang. Semua orang sudah berkumpul di resto, sedangkan Kalila masih siap-siap. Sejak tadi hatinya masih bertanya-tanya siapa pengagum rahasia yang mengirimkan surat padanya.


‘Apa itu Mas Akbar? Tapi tidak mungkin! Dia akan mengirimkan aku chat atau langsung menghubungi aku, kalau memang mau bertemu, tidak perlu melalui surat. Apa sebaiknya aku bicarakan ini pada Mas Akbar ya?’ pikir Kalila sambil menyisir rambutnya.


Ponsel Kalila sejak tadi berdering, dia tidak menyadarinya, karena sejak tadi pikirannya berada pada amplop pink tadi. Setelah berkali-kali berdering Kalila baru sadar dan langsung mengangkat teleponnya.


Akbar :“Kamu di mana? Semua orang sudah berkumpul di restoran. Cepat turun dan makan!”


Kalila :“Ah ... iya Mas, aku baru selesai, aku akan segera turun ke bawah!” Kalila pun mematikan teleponnya.


‘Ah ... benar, tidak mungkin Mas Akbar. Dia pasti akan langsung menghubungi aku kalau memang dia benar-benar ingin bertemu nanti malam.’ gumam Kalila. Dia mengambil amplop pink itu dan di masukan ke dalam tas kecilnya dan langsung turun ke lobby untuk menyantap makan siang.


Saat menunjukkan tiket ke bagian penjaga resto, Kalila langsung menghampiri Hesti yang sejak tadi melambaikan tangannya saat melihat Kalila yang baru datang. Sambil berjalan ke arah Hesti, Kalila melihat teman-temannya yang sedang asik makan dan mengobrol, satu pun tidak ada orang yang membuat Kalila curiga. ‘Siapa dia?’ gumam Kalila. Saking sibuknya dia melihat sekitar, Kalila tidak menyadari kalau sejak tadi Akbar terus melihatnya. Bahkan Akbar sempat melempar senyumannya, tapi Kalila sama sekali tidak menggubrisnya membuat Akbar sedikit aneh dan bertanya-tanya pada dirinya sendiri ada apa yang terjadi dengan kekasihnya.


Sebelumnya Kalila mengambil makanan dan beberapa cemilan yang disediakan oleh pihak hotel. Semua pun sibuk menyantap makanan dan menikmati semua hidangan yang ada. Saat Kalila sedang asik mengobrol dengan teman-temannya, ponselnya pun bergetar membuat Kalila langsung menyalakan layar ponselnya.


Akbar :“Sayang, apa kamu sedang tidak enak badan? Aku memperhatikan kamu sejak tadi seperti orang yang kebingungan. Atau sedang ada masalah?” Setelah membaca pesan dari Akbar, Kalila langsung mengangkat wajah dan melirik ke arah Akbar sambil melemparkan senyumannya.


Kalila :“Aku tidak apa-apa, Sayang. Habis ini acaranya apa?”


Akbar :“Berenang sayang. Mau di laut atau di kolam renang boleh. Nanti malam kita bikin api unggun di pinggir pantai, aku sudah mendapatkan ijin dari pihak hotel. Kamu makan yang banyak ya!” Kalila melirik kembali ke arah akanr sambil mengangguk.

__ADS_1


‘Benar! Tidak mungkin dia Mas Akbar. Siapa orang itu?’ kembali Kalila melihat sekitanya dan sama sekali tidak ada orang yang mencurigakan.


Selesai makan siang, teman-teman kalila langsung kembali ke kamar untuk mengganti pakaian, bersiap untuk berenang. Kalila sendiri tidak mengganti pakaian membuat kedua temannya merasa heran.


“La, lo enggak akan berenang?” tanya Hesti.


“Males gue!”


“Lo pasti masih memikirkan orang misterius itu ya?” Kalila hanya mengangguk.


”Guys, gue duluan gabung sama yang lainnya ya!” pamit Annisa dan kedua temannya hanya mengangguk tersenyum. Setelah Annisa keluar dari kamar, barulah Hesti dan Kalila bebas berbicara.


“Mungkin itu Pak Akbar, La.”


“Terus siapa dia ya! Jadi lo mau ketemu?”


“Entalah ... gimana nanti saja. Ya sudah sekarang kita ke bawah saja yuk!” ajak Kalila san Hesti mengangguk tersenyum.


Saat sampai di lantai bawah, mereka berjalan ke belakang hotel untuk berenang dan menikmati angin pantai yang berhembus. Kalila memilih duduk di kursi yang ada di pantai, merebahkan tubuhnya. Kalila tersenyum melihat teman-temannya yang nampak sangat bahagia bercanda di kolam renang. Mereka juga mengajak Kalila untuk bergabung, tapi berulang kali Kalila menolak.


Kalila melihat sekitar kolam renang, dia sama sekali tidak melihat Akbar di sana. Kalila pun bangun dan berdiri mencari keberadaan Akbar di pinggir pantai tapi 'tak juga nampak. ‘Mas Akbar kemana?’ gumamnya. Kalila sebenarnya ingin memberitahukan surat yang dia terima pada kekasihnya, tapi dia tidak juga menemukannya.


“Maaf Kak, ini ada titipan dari orang buat kakak,” ucap salah satu waiters restoran memberikan amplop yang kini berwarna kuning.

__ADS_1


“Mas, dari siapa?” tanya Kalila penasaran.


“Katanya penganggum rahasia, Kak. Kalau gitu saya permisi dulu ya!”


“Eh Mas tunggu! Saya mau tanya, apa orang yang mengirim surat ini adalah rombongan dari sekolah aku?” Waiters itu hanya menggelengkan kepala, “Maaf Kak, saya tidak tahu!”


“Oh ... ya sudah Mas, makasih ya!” Kalila melihat semua teman-temannya asik berenang di kolam berenang sambil tertawa. Itu yang membuat Kalila tidak bisa menebak siapa orang misterius yang mengirimkan surat ini padanya.


Kalila tidak membuka surat itu dan memilih memasukkan ke dalam tasnya. Dia kembali mencari keberadaan Akbar yang sejak tadi tidak nampak dalam pandangannya. Kalila pun menuruni tangga sebagai pembatas kolam renang dan juga pantai. Seketika langkah dia terhenti, jantungnya terasa sangat sakit saat melihat kekasihnya bersama dengan wanita lain.


~Berasambung~


Hai makasih sudah setia membaca Novel Author.


Jangan lupa


• Like


• Komen


• Vote ya...


Aku Padamu ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2