Kisah Cinta Kalila

Kisah Cinta Kalila
Bab 36 Pesan


__ADS_3

Bab 36 Pesan


Semua persiapan untuk dibawa Kalila pergi liburan ke Anyer sudah siap. Ana juga ikut membantu menyiapkan semua keperluan sang Anak.


“Sudah semua, De?” tanya Ana untuk memastikan tidak ada yang tertinggal. Kalila hanya mengangguk tersenyum sambil melihat semua barang-barang yang ada di kopernya.


“Mi, makasih ya! Sudah bantu Lila.” Ana mengangguk sambil membelai rambutnya. Hari sudah semakin larut, Kalila pun memilih untuk istirahat, karena besok dia akan berangkat pagi hari.


Keesokan harinya, Kama sudah siap akan mengantarkan kembaranya ke sekolah. Terlebih dahulu Kalila pada kedua orangtuanya dan meminta doa agar dirinya selamat sampai tujuan.


“Ingat pesan Papi, selalu kirim kabar sama Papi ya! Jangan berduaan di tempat yang gelap, karena yang ketiganya pasti setan.” Kalila mengangguk sambil membuang napasnya dengan kasar.


Sejak tadi Kama sudah siap menunggu Kalila yang masih saja mengucap kata pisah sambil memeluk tubuh Ana. Kama hanya mendengus kesal melihat kelakuan kembarannya yang menurut dia sangat berlebihan. Akhirnya Kamanpun menekan klakson mobilnya membuat dia mendapar lirikan tajam dari Kalila. Melihat wajah kaget dari Kalila, Kama terus saja tertawa tanpa henti.

__ADS_1


“Mi, abang rese udah enggak sabar, Kalila berangkat dulu Mi, Pi. Love you!” **dengam cepat Kalila pun berlari masuk ke dalam mobil.


“Lama amat sih! Cuma mau ke Anyer tiga hari doang malah seperti mau bergi bertahun-tahun,” ucap Kama sambil melajukan mobilnya. Selama perjalanan, Kalila sibuk dengan ponselnya, karena dia sedang mengirim pesan pada Akbar kalau dirinya sudah menuju ke sekolah.


“De, awas ya kalau kamu berani macem-macem! Abang di sana ada mata-mata tersembunyi.” mendengar itu Kalila langsung tertawa. Dia tahu siapa yang di tugaskan Kama untuk mengawasi dirinya selama di Anyer, yaitu tidak lain adalah Hesti. Karena dia tahu kalau Hesti tidak akan pernah menolak kalau ada hubungannya dnegan Kama.


“Iya Abang! Emmm ... pada enggak percayaan banget dsih sama aku!” kesal Kalila sambil melipat kedua tangannya di atas dada. Kama yang melihatnya tersenyum dan mengacak-acak rambut Kalia.


“Abaaang! Aku butuh lama untuk merapihkan rambutku!” kesal Kalila dan langsung turun dari mobil saat mereka sudah sampai di depan parkiran sekolah.


Kedua wanita itu pun saling berpelukkan membuat Kama yang yang melihatnya kembali menggelengkan kepalanya.


“Apa setiap wanita kalau bertemu akan se-lebay ini 'kah?” kembali Kama mendapat lirikan tajam dari keduanya.

__ADS_1


“... perasaan dari tadi gue salah ngomong mulu deh,” ucap kama sambil menunduk dengan wajah yang memelas. Kalila yang melihatnya langsung merangkul tubuh kembarannya, “Habisnya lu bawel sih!” ucap Kalila mengundang tawa.


Akbar bersama satu orang guru senior yang ikut dalam rombongan ke Anyer sudah bersiri si depan bis dan menyuruh semua murid untuk berkumpul.


“Oke semua, selamat pagi! Hari ini akhirnya kita bisa berkumpul di sini untuk pergi ke pulau Anyer,” ucap Akbar mendapat serukan tepuk tangan dari semua murid yang ada di sana.


Setelah menggunakan berbagai macam penggumuman dan peraturan yang harus di taati, semua siswa pun naik ke atas mini bis itu sesuai dengan teman bangku masing-masing saat berada di dalam kelas. Kalila pun melambaikan tangannya pada Kama saat dirinya naik ke atas bis. Saat Hesti melewati Kama, dia hanya tersenyum genit sambil mengangguk dan membuat Kama ingin sekali tertawa melihat kelakuan Hesti yang menggemaskan menurutnya.


Melihat semua siswa yang sudah masuk dan Absen pun tidak ada yang terlewat, kini giliran Akbar yang naik ke atas bis.


“Pak, titip Kalila ya!” ucap Kama dan Akbar pun tersenyum menganggu.


“Kamu tenang saja, Lila aman sama saya!” Kama tersenyum kecil.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2