
“Bu, Aisyah berangkat dulu ya sama Kak Lila,” pamit Aisyah dan mendapat anggukan dari sang ibu.
Nurma mengangkat tangannya, melambaikan ke arah Kalila menyuruh gadis cantik itu mendekatinya. Kalila menatap wajah Akbar yang mengangguk tersenyum dan ia pun mendekat ke arah calon ibu mertuanya itu. Nurma seketika mengambil tangannya dan menarik tangan anaknya hingga kedua tangan pasangan itu di satukan.
“Ibu berharap kalian segera meresmikan hubungan kalian, jangan lama-lama.” lagi-lagi kata- kata itu yang selalu saja keluar dari mulut ibunya, sehingga membuat Akbar langsung melirik ke arah Kalila merasa takut kalau Kalila terganggu dengan permintaan ibunya.
Kalila tidak melihat pandangan Akbar padanya, dia hanya tersenyum mengangguk membuat sang ibu merasa sangat senang. “Iya Bu, nanti aku bakal bicarain hal ini sama Akbar ya! Lila mau berangkat ke kampus dulu ya Bu, sambil nganterin Aisyah,” jawab Kalila sambil pamit' pada Nurma dan dijawab anggukan oleh wanita paruh baya itu.
Mendengar jawaban Kalila pada ibunya membuat Akbar tidak tenang, itu artinya Kalila menjanjikan sesuatu yang sebenarnya tidak akan terjadi. Saat Kalila sudah menyalakan mobilnya dan Aisyah juga sudah berada di dalam, Akbar mengetuk jendela pintu Kalila menyuruh kekasihnya itu untuk turun.
Kalila menatap Aisyah, “Sebentar ya, Syah!” gadis cantik itu mengangguk dan Kalila pun turun dari mobil.
__ADS_1
“Iya Mas, ada apa?” Kalila nampak heran dengan mimik wajah Akbar yang serius menatapnya hingga membuat ia sedikit ketakutan, pasalnya baru pertama kali ini Akbar menatapnya seperti itu.
“Harusnya kamu tadi jangan bilang seperti itu sama ibu, kalau nyatanya memang kamu tidak mau menikah muda. Ibu sangat berharap kita menikah La, dengan kamu memberikan harapan seperti itu malah akan membuatnya terluka.” mendengar itu Kalila menggelengkan kepalanya.
“Terus aku harus bagaimana? Sekarang kalau aku langsung menolak, pasti kamu juga akan marah padaku, menyalahkan aku! Aku binggung, selalu serba salah di mata kamu! Apa yang aku lakukan, tidak pernah ada harganya di depan kamu!” Kalila masuk ke dalam mobil dan membanting pintunya dengan keras sehingga membuat Aisyah kaget.
Aisyah tahu kalau kedua kakaknya itu sedang berdebat. Selama perjalanan wajah Kalila nampak kesal. Ia sama sekali tidak mengeluarkam suaranya hingga sampai ke depan gerbang pintu sekolah.
“Ada apa?” tanya Kalila yang masih tersenyum.
“Kak, apapun masalah kakak dengan Mas Akbar jangan pernah tinggalin dia ya! Mas Akbar cinta banget sama Kakak dan aku juga menyukai Kakak. Aku mau kakak selamanya bersama dengan Mas Akbar.” Kalila tertawa kecil sambil menarik tangan Aisyah.
__ADS_1
“Kamu tenang saja, kakak tidak akan pergi meninggalkan Mas Akbar. Sudah sana keburu gerbang sekolahnya di tutup.” Aisyah mengangguk tersenyum dan melambaikan tangan pada Kalila.
Gadis cantik itu perlahan melajukan mobilnya. Tidak jauh dari sekolah Aisyah, akhirnya Kalila sampai di tempat kuliahnya. Setelah memakirkan mobinya, Kedua manik mata Kalila tertuju pada ponselnya yang bergetar dasbor mobil.
“Ya Mi, ada apa?” tanya Kalila langsung to the point saat mengangkat kepalanya.
“Bagaimana keadaan ibu Nurma? Apa sudah baikan? Rencananya siang ini ibu mau ke snaa, bisakah kamu pulang lebih cepat?”
“Banyak amat Mi pertanyaannya kaya kereta api tanpa putus,” jawab Kalila sambil tertawa. “Hari ini aku ada kuliah satu kelas aja Mi, nanti kita ketemu di rumah sakit aja ya!”
“Ya sudah, kalau gitu sampai ketemu di rumah sakit.
__ADS_1