
Hari itu sangat terik sekali seakan menusuk ke ubun-ubun, waktu itu Rendy yang sudah pulang sekolah berjalan dengan langkah gontai sendirian karena teman-temannya sudah pulang duluan ada yang di jemput ada juga yang naik angkot, namun ada pula yang naik sepeda motor,
Beda dengan Randy yang sehari-harinya harus jalan kaki supaya sampai ke sekolahnya meski terkadang dia di jemput temannya untuk berangkat bareng,
Randy adalah anak pertama dari lima bersaudara ayahnya bekerja menjadi montir mobil sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga,
Randy mempunyai empat adek yang pertama sudah kelas tiga SMP sedangkan yang kedua masih kecil masih usia lima tahun sedang yang ketiga dan keempat kembar dan mereka masih berusia tiga tahun semua adiknya Randy cewek,
Hanya Randy sendiri yang cowok. biasanya sehari-hari Randy membantu bapaknya kerja hingga tak heran jika dirinya bisa memperbaiki mobil yang rusak meski masih usia remaja karna sejak kecil dia di didik oleh bapaknya,
Keluarganya yang sederhana dan tak bergantung sepenuhnya pada tetangganya, meski terkadang Randy sering minta di beliin motor namun semua itu tak di indahkan oleh bapaknya bukan karna tidak mampu untuk membeli namun ingin mengajarkan Randy supaya mandiri sejak masih kecil,
Dari situlah Randy tidak pernah minta apa-apa pada orang tuanya apalagi sama orang lain kecuali sangat butuh dan dirinya tidak punya lagi,
Tak terasa Randy sudah sampai di rumahnya tempat dimana dia tumbuh besar rumah yang tak begitu besar namun bagaikan istana baginya di tempat inilah dia dilahirkan di tempat ini juga dia memperoleh kebahagiaan yang sesungguhnya
Meskipun Randy terlahir dari keluarga yang sederhana dia tidak mengeluh bahkan Randy tergolong anak yang mandiri dia pontang penting mencari uang sendiri dengan membantu bapaknya bekerja
Terkadang jika ada mobil rusak dirinya yang memperbaiki dan upahnya di ambil sendiri oleh Randy terkadang juga dia hanya mengambil tatkala dia butuh saja,
Setelah merobohkan badannya di kasur yang sudah tidak lembut lagi dia di sana tidur berdua dengan adiknya yang nomer dua namanya Anis Salsabila yang biasa di panggil Salsa, mungkin karna lelah dan letih tak terasa Randy langsung tertidur dengan nyenyak nya
Randy bingung apa yang terjadi di rumahnya ada getaran hebat seakan gempa terjadi namun ketika keluar rumah Randy menjadi bingung karna hanya rumahnya sendiri yang gempa dia teringat akan saudaranya yang ada didalam karena getaran semakin dahsyat
Diapun kembali masuk kedalam maksud hati ingin menolong saudara-saudaranya yang ada didalam hingga akhirnya semuanya sudah berhasil keluar namun dia bingung kemana bapaknya kemana ibunya kok gak ada???
Pertanyaan itu membuat Randy panik hingga akhirnya dia masuk lagi namun sebelum dirinya melangkah rumahnya sudah ambruk
Dia bingung harus berbuat apa sedangkan adik-adiknya menangis sejadi-jadinya ketika melihat rumahnya terbengkalai Randy hanya bisa menahan badannya dengan lutut karna dia sendiri tidak mampu untuk sekedar berdiri
__ADS_1
"Kak" kata adek nya yang paling tua yang tak lain namanya adalah Syifa membuatnya kaget Randy yang ternyata semua itu cuma mimpi,
Namun meski begitu bisa membuat Randy ketakutan itu terbukti dengan keringat yang mengalir di badannya dan dengan nafas yang ngos-ngosan bertanda bahwa dia sedang mimpi buruk,
"Ada apa kak, kakak mimpi buruk ya" tanya Syifa seraya duduk di sampingnya, pertanyaan Syifa tak langsung di jawab oleh Randy akalnya masih terngiang dengan mimpi tadi dia masih takut kalau mimpi itu benar-benar menjadi kenyataan,
"Kak" kata Syifa lagi mengagetkan Randy dari lamunannya
"Iya Sif" kata Randy kaget seraya menyeka keringatnya yang memenuhi keningnya itu
"Ada apa kak, kakak mimpi buruk ya" tanya Syifa lagi penasaran dengan keningnya yang mengkerut
"Iya Dek, kakak mimpi di rumah ini ada gempa kakak sempat menyelamatkan semuanya namun sebelum kakak menyelamatkan ibu sama bapak rumah ini sudah roboh
Yang anehnya lagi dalam mimpi itu cuma rumah ini yang terjadi gempa sedangkan yang lain tidak, kakak takut dek ada apa-apa nya nanti"
"Sudahlah kak mimpi itu cuma bunga tidur tidak usah di takuti" kata Syifa sambil memegang tangannya kakaknya tersebut menguatkan hati kakaknya yang sedang mimpi buruk itu
"Sudahlah kak lebih baik kakak mandi dulu kemudian sholat minta kepada Allah supaya di beri perlindungan sama Allah" kata Syifa seraya pergi dari kamarnya Randy
"Jam berapa sekarang" tanya Randy seraya bangkit dari tidurnya
"Jam empat" jawab Syifa seraya pergi dari hadapan kakaknya tersebut
Setelah selesai mandi Randy langsung pergi untuk sholat dia nampak bermunajat sama Allah meminta perlindungan dia berdoa dengan khusyuknya hingga membuat linangan air mata tak bisa lagi dia bendung karna dia takut jika mimpi itu benar-benar terjadi,
Setelah selesai Randy langsung menuju bapaknya berada di sana bapaknya sedang sibuk memperbaiki mobil yang rusak
"Itu minyak remnya habis kamu isi dulu" kata bapaknya yang melihat kedatangan Randy sedangkan dirinya masih sibuk dengan pekerjaannya sendiri,
__ADS_1
Setelah selesai memperbaiki minyak rem Randy langsung pergi memperbaiki mobil yang kemaren belum selesai tinggal finishing saja yaitu bagian dempul nya saking asyiknya bekerja tak terasa hari sudah mulai larut malam
Hari sudah mulai gelap bintang gemintang kini bermunculan satu persatu malam itu keluarga Randy yang sedang ngumpul setelah selesai makan bercanda gurau sambil nonton TV
"Rand, suatu saat nanti jika bapak sama ibu sudah tiada jaga adiknya baik-baik iya jangan sampai bertengkar satu sama lain, jangan bikin mereka merasa kehilangan...." ucap pak Rahmat yang tak lain adalah bapak Randy
"Apaan sih pak kok ngomong kayak gitu..." potong Randy ketika mendengar penuturan bapaknya tersebut seakan mengindikasikan bahwa hal itu akan terjadi cepat atau lambat
"Seharusnya kita harus bersyukur pak dengan apa yang terjadi jangan ngomong macam-macam pak omongan itu doa loh" kata Randy melanjutkan
"Bukan gitu Rand bapak khawatir adik kamu ini nantinya malah merasa kehilangan kalau nggak ada bapak"
"Sudah lah jangan ngomong kayak gitu" ucap Randy lagi
"Benar pak kata kakak omongan itu doa jangan ngomong aneh-aneh dong pak, kami belum siap kehilangan" kata Syifa menimpali
"Bukan gitu Rand maksud bapak kamu baik loh kita sebagai orang tua hanya bisa mengingatkan kalau kita semua pasti akan kembali ke yang maha kuasa" ucap ibunya Randy yang tak lain namanya ibu Hana
"Ih kok bahas itu sih udah lah pindah lain topik aja" kata Randy lagi, disisi lain adik Randy yang lain sedang asyiknya bercanda gurau dengan saudara yang lainnya nampak mereka begitu bahagia dengan keadaan tersebut,
Waktu terus saja berlalu waktu itu Randy yang sedang tiduran terus terngiang akan ucapan bapaknya tadi di tambah dengan mimpinya yang tadi pagi seakan semua itu tanda bahwa cepat atau lambat dia akan di tinggalkan oleh orang tuanya pikiran negatif tersebut selalu terngiang dalam pikiran Randy hingga membuatnya sulit untuk tidur
Jarum jam terus saja berdetak satu persatu hingga tak terasa Randy tertidur saat jam memasuki pukul 02:37
Mentari pagi sudah tampak di ufuk timur dengan warna keemasan yang mengintip malu seakan masih belum waktunya untuk keluar waktu itu Randy sudah bersiap-siap untuk pergi ke sekolah bersama adek nya
Mereka harus pergi lebih pagi dari yang lain karna jarak yang harus mereka tempuh lebih jauh untuk menuju sekolah dan mereka sendiri harus jalan kaki untuk nyampe ke sekolah mungkin butuh lima belas menit untuk sampai ke sekolah,
Sesampainya di sana Randy dan adiknya Syifa langsung pergi ke kelasnya masing-masing
__ADS_1