Kisah Cinta Sang Yatim

Kisah Cinta Sang Yatim
Dunia Baru


__ADS_3

Siang sudah berlalu dan kini tugasnya di ganti oleh malam seakan hari ini berlalu begitu cepat entah apa karna sang insan yang sibuk dengan pekerjaannya hingga merasa waktu cepat berlalu


Padahal jika di hitung dengan hitungan semuanya sama aja tetap dua belas jam untuk siang dan dua belas jam untuk malam namun seakan manusianya yang terlena akan kesibukan dunia sehingga dia merasa waktu cepat berlalu,


Malam itu ketika Randy sedang berduaan dengan Syifa bertanya tentang sosok wanita yang berkenalan dengannya tadi


"Dia itu siapa Dek" tanya Randy


"Yang mana cak" tanya Syifa balik


"Itu tadi di kelas yang pengen kenalan dengan aku"


"Oh Shofi kenapa kak"


"Ngebet banget pengen kenalan"


"Sebenarnya dia orangnya galak cak sama cowok tapi entah kenapa sama Cacak malah ngejar-ngejar" kata Syifa memberi tahu tentang Shofi


"Tapi cantik juga sih Dek" komentar Randy tentang Shofi


"Ya udah kalau gitu kini saatnya Cacak untuk move on, karena sejak hubungan sama mbak Amel berakhir Cacak nggak lagi berhubungan sama cewek"


"Boro-boro Dek ingat untuk pacaran, jika tiap harinya selalu mikirin kalian" kata Randy


"Maaf ya cak kalau aku hanya menjadi beban bagi Cacak" pinta Syifa yang merasa telah mengganggu kesenangan Randy


"Ih apaan sih, aku bahagia mempunyai adik seperti kalian" kata Randy seraya memeluk Syifa dengan hangatnya


Setelah kejadian tadi Randy pergi ke tempat base camp sedangkan Syifa langsung tidur karna sudah merasakan ngantuk disana Randy tak melihat Abizar yang biasanya tiap malam selalu ngumpul bareng namun malam ini dia tidak kelihatan batang hidungnya,


"Andre, Faris, sama Benny ikut saya" kata Randy seraya pergi ke depan teras rumah nampak ada yang ingin di bicarakan kemudian yang di sebut tadi langsung pergi menuju Randy berada


"Ada apa Rand" tanya Andre ketika Andre dan yang lainnya berada di dekat Randy


"Duduk dulu Dre" kata Randy seraya menyuruhnya untuk duduk "gini Dre, Faris, sama Benny, kalian mungkin sudah tau kalau saya sekarang mulai sekolah lagi" ucap Randy seraya menghirup udara lewat hidungnya dan di dikeluarkan lewat mulutnya


"Singkat saja saya sekarang sudah memasuki dunia baru dan tentunya dunia baru ini membuat saya tidak selalu berada di bengkel jadi saya memohon kepada kalian untuk menjaga bengkel ini selama saya sekolah,


Menjaga rumah saya, dan menjaga adek-adik saya kalau mereka sudah pulang" pinta Randy yang membuat Andre dan yang lainnya mengerti kenapa mereka di panggil


"Rand, aku sudah menganggap kalian sebagai keluargaku percaya lah aku akan melakukan sebaik mungkin untuk bengkel ini" ucap Andre selaku karyawan paling senior di bengkel Randy


"Apalagi aku Rand, aku berhutang budi kepada kamu kalau bukan karena kebaikan kamu mungkin sekarang aku cuma bisa numpang terus sama bapaknya Andre" kata Benny menambahkan


"Gini aja Ben, kamu tinggal di sini gimana tidur di kamar base camp" usul Faris agar bisa menjaga rumah dan bengkel ranger


"Ide bagus tuh" kata Andre mendukung apa yang di sampaikan Faris tadi


"Ya kalau saya terserah Randy sekarang aku kan nggak ada siapa-siapa jadi bebas mau tinggal dimana" kata Benny dengan surau mulai parau


"Itu terserah Benny mau tinggal dimana aku malah lebih senang jika Benny tinggal disini" kata Randy yang membuat Benny ingin segera pindah karna sudah nggak nyaman lama sama omnya selalu ngerepotin


"Nanti kalau lapar tinggal ambil di dapur, karena gini kalian sudah aku anggap saudara sendiri apa yang aku makan maka itu yang kalian makan" ucap Randy lagi yang membuat ketiganya menjadi terharu dengan kebaikan Randy seakan Randy berkata cukup dirinya yang menderita yang lain jangan,


Karna Randy belajar dari rasa sakit di tinggal orang yang dia sayang hingga akhirnya membuat hatinya tergerak dengan sendirinya untuk berbuat lebih baik untuk orang yang membutuhkan,


Setelah selesai dengan urusannya Randy dan yang lainnya langsung kembali ngumpul dengan yang lainnya ada pula yang pergi menuju bengkel untuk benerin mobil yang tadi belum kelar.


Gelapnya malam sudah berlalu kini digantikan oleh terangnya siang hal yang menakutkan kini telah hilang untuk sementara karena dia akan balik lagi untuk menjalankan tugasnya karena hari tak selamanya siang


Begitu pula hari tak selamanya malam mereka silih berganti itu sudah menjadi takdir yang di titah kan dari sang Ilahi Robbi tak bisa mengelak apalagi berkata tidak,


Waktu itu Shofi yang melihat Randy berboncengan dengan Syifa di parkiran menjadi curiga akan kedekatan Syifa dan Randy hingga akhirnya ketika dia menunggu Randy


"Kamu ada hubungan apa sama Syifa" tanya Shofi penasaran dengan apa yang dia lihat tadi sedangkan Syifa nampaknya langsung pergi ke toko milik sekolah entah mau beli apa


"Dia pacar aku" jawab Randy berbohong kepada Shofi karna tidak ingin di ganggu terus olehnya

__ADS_1


"Nggak mungkin, nggak mungkin Syifa menusukku dari belakang" kata Shofi yang tak percaya akan perkataan Randy tadi


"Terserah" ucap Randy seraya meninggalkan Shofi sedangkan Shofi sendiri nampak membiarkan Randy pergi dia ingin memastikan terlebih dahulu kepada Syifa tentang kebenarannya,


Tanpa membuang waktu lagi Shofi langsung pergi menemui Syifa berada


"Sif, apa benar Randy pacar kamu" tanya Shofi memastikan kebenaran tentang hubungan Randy dan Syifa, sedangkan Syifa sendiri yang tak pandai berbohong mengatakan semuanya


"Sebenarnya.... dia kakakku" ucap Syifa jujur sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu


"What??? impossible" teriak Shofi kaget tidak percaya akan semuanya


"Kenapa" tanya Syifa heran ketika Shofi kaget saat mendengar kalau dirinya adalah adiknya Randy


"Berarti kamu adik ipar aku dong" kata Shofi kepedean yang membuat Syifa tersenyum ketika mendengar ucapan Shofi tadi,


Pembicaraan mereka harus terhenti ketika bel masuk berbunyi dan mereka pergi ke kelas berbarengan,


Waktu terus saja berputar seakan tidak ada kata lelah untuk bergerak Randy yang waktu itu teringat akan bengkelnya menjadi tidak konsen terhadap mata pelajarannya biasanya jika jam segini dia sudah sibuk berkerja kotor dengan oli


Sekarang berbeda bukan kotor dengan oli lagi melainkan kotor dengan tinta biasanya jam sekarang pegang obeng sekarang pegang pulpen semua itu tiba-tiba muncul dalam benak Randy hingga tak terasa bel istirahat berbunyi itupun tanpa di sadari oleh Randy


"Makan yuk" ajak Shofi seraya duduk di samping Randy membuat Randy kaget akan lamunannya tentang bengkelnya, Randy yang melihat Shofi berada di sampingnya langsung bangkit dan pergi meninggalkannya


"Kenapa sih kakak cuek padaku" tanya Shofi seraya mengejar Randy yang menjauhi


"Karena aku nggak suka sama kamu" kata Randy seraya berhenti dan memandang Shofi dengan sekilas


"Kakak bukan nggak suka, tapi belum suka" kata Shofi membela diri yang membuat Randy kesal dengan sikap Shofi


"Kakak sukanya makanan apa" tanya Shofi lagi mengiringi langkah kaki Randy


"Bisa nggak sih nggak ganggu aku" pinta Randy seraya berhenti dari langkahan kakinya


"Bisa asalkan Randy mau jadi pacar aku" katanya yang membuat Randy geram bukan main, kemudian Randy kembali melanjutkan perjalanan menuju kantin


"Boleh minta nomer HP-nya nggak" pinta Shofi seraya duduk di samping Randy ketika Randy sudah tiba di kantin


"Lah itu punya" kata Shofi yang membuat Randy jengkel akan sikap Shofi terhadapnya, setelah Randy liat di layar HP ternyata Andre yang menelponnya


"Rand, mobil Ayla ini apanya yang rusak" tanya Andre via sambungan seluler


"Itu sudah di perbaiki Dre" jawab Randy memberitahu


"Iya udah Rand cuma nanya itu kok"


"Oh iya" kata Randy seraya mematikan sambungan telepon tadi namun ketika Randy hendak menaruh HP-nya Shofi malah memberi HP-nya sendiri kepada Randy memberi kode untuk minta nomernya


"Apa ini" tanya Randy sok bego dengan tindakan Shofi


"Ih masak kakak nggak ngerti sih" ucap Shofi seraya memindahkan kursinya dan duduk di dekat Randy


"Ngapain" tanya Randy ketika melihat Shofi yang semakin dekat dengannya


"Biar kita kelihatan seperti orang pacaran"


"Pindah" suruh Randy namun bukan pindah menjauh malah pindah semakin mendekat dan ketika berada tepat di sampingnya Shofi langsung mencubit pipi Randy yang imut itu


"Jangan pegang-pegang" pinta Randy ketika Shofi tadi mencubit pipinya, namun ucapan Randy tadi tak di respon oleh Shofi dia malah melakukan tindakan tersebut untuk kedua kalinya


"Jangan pegang-pegang" pinta Randy lagi ketika yang pertama tak di respon oleh Shofi


"Makanya kirim nomer kamu"


"Ogah" hanya kata itu yang keluar dari mulut Randy namun Shofi tak patah arah dia melakukannya lagi untuk mencubit pipi Randy hingga membuat Randy menyerah


"Iya-iya, tapi jangan pegang-pegang lagi" pinta Randy seraya mengetik nomernya di ponsel milik Shofi,

__ADS_1


Setelah selesai Randy langsung memberikan HP-nya tadi ke pemiliknya, namun Shofi tak langsung percaya begitu saja dia langsung menelpon nomer yang Randy kasih tadi dan dia mematikannya ketika memang benar bahwa itu nomer Randy karna pas di telpon tadi HP Randy berbunyi


"Makasih" ucap Shofi dan kali ini makin parah jika tadi Shofi hanya mencubit pipi kanan Randy tadi kali ini malah mencubit kedua pipi Randy yang membuat Randy kesal


"Shofi" teriak Randy kesal sambil melihat ke arah Shofi pergi dan tak lama dari HP Randy berbunyi bertanda ada notifikasi masuk ke ponselnya


"Love you" begitulah pesan yang di kirim dari nomer yang barusan telepon Randy yang tak lain adalah Shofi yang membuat Randy jadi jengkel ketika menerima pesan tersebut


Nampak Shofi begitu serius dalam mengejar cintanya kepada Randy meski dia tau kalau Randy orang yang cuek hingga tak terasa bel masuk berbunyi dan membuat semua siswa yang ada di luar masuk ke kelasnya masing-masing,


Namun kejadian unik terjadi di kelas tiga waktu itu Bu Melly yang mengajar geografi berhalangan hadir hingga membuat kelas tiga menjadi gaduh


"Dek nanti boleh nggak main ke rumah kamu" pinta Shofi kepada Syifa


"Tumben kamu manggil aku adik, sejak kapan" tanya Syifa ketika Shofi memanggilnya dengan sebutan adik


"Sejak Randy jadi pacar aku" kata Shofi mengarang cerita


"Emang kalian sudah jadian" tanya Syifa lagi


"Belum jadian tapi pasti akan jadian" kata Shofi seraya melihat kearah Randy berada yang membuat Randy menggelengkan kepalanya terheran-heran akan sikap Shofi tadi


Dia begitu yakin kalau nantinya Randy akan menjadi miliknya, Shofi nampak melihatnya dengan serius dengan sungging senyum di bibir manisnya


Namun itu tak membuat hati Randy tergerak untuk membalas cinta Shofi padahal jika dilihat dari segi fisik Shofi jauh lebih cantik dan manis ketimbang Syifa namun itu belum cukup bagi Randy entah kriteria apa yang masih kurang dalam diri Shofi sedangkan Shofi sendiri nampak sempurna bagi yang lainnya


Belum puas Shofi liat Randy dari kursinya Shofi malah mendekat dan duduk di samping Randy seraya memandang tajam ke arah Randy hingga membuat Randy menjadi risih


"Woi" kata Randy seraya memukul kening Shofi dengan bukunya


"Nanti kesambet" kata Randy mengingatkan Shofi yang sedari tadi terus memandangnya tanpa henti yang membuat Shofi sedikit kaget


"Nggak apa-apa kok kesambet asalkan kesambet cintanya kak Randy" ucap Shofi dengan tersenyum yang membuat Randy tak bisa berkata apa-apa lagi selain hanya bisa menggelengkan kepalanya heran dengan sikap Shofi


"Dek, Dek Syifa" panggil Shofi yang membuat Syifa menoleh ke arahnya berada "Syifa aja setuju kalau kita pacaran masak kamu nggak" kata Shofi lagi


"Kapan Syifa bilang"


"Itu tadi menoleh waktu aku panggil adik itu bertanda Syifa setuju" ucap Shofi kekeh


"Terserah" kata Randy judes yang membuat Shofi tersenyum


"Randy tau nggak kalau Shofi suka sama Randy sejak pertama kali melihat Randy di depan kantor"


"Nggak ngurus"


"Randy kayak gravitasi deh"


"Maksudnya"


"Iya kayak gravitasi membuat aku tertarik"


"Nggak lucu" Shofi tak hanya berhenti di situ saja semua usaha dia lakukan agar Randy bisa tertarik kepadanya


Namun semua itu sia-sia meski begitu Shofi tak menyerah sampai disitu dia yakin kalau Randy pasti bisa dia taklukkan hanya butuh waktu saja untuk menjawab semua itu.


Hari sudah mulai gelap kini tugas malam untuk menggantikan siang setelah seharian penuh menaungi dunia bulan purnama nampak membentuk sempurna di malam itu sehingga membuat dunia sedikit terang dari pada malam-malam biasanya


Waktu itu Randy yang sedang ngumpul dengan yang lainnya dikagetkan dengan bunyi HP-nya bertanda ada orang nelpon


"Malam kakakku sayang" kata seseorang tak asing lagi suaranya bagi Randy


"Apa" teriak Randy yang membuat Shofi sedikit kaget dan menjauhkan HP-nya di telinganya tadi


"Galak banget sih"


"Ada apa kalau nggak aku tutup nih"

__ADS_1


"Nggak cuma mau telepon kakak doang soalnya...." belum sempat Shofi berbicara tiba-tiba sambungan telepon tadi sudah di matiin oleh Randy,


Namun Shofi tak berhenti di situ saja dia kembali menelpon Randy namun malah di reject Shofi coba lagi hingga akhirnya telpon Randy tak bisa di hubungi nampak Randy merasa kesal karna selalu di teror oleh Shofi hingga membuatnya mematikan HP-nya


__ADS_2