
Nampak semua siswa belajar dengan giatnya seakan mereka tidak ingin melewatkan sedikitpun pelajaran yang di kasih oleh gurunya begitu juga dengan kelas tiga meski ada juga yang malah tidur ketika malas mendengarkan pelajaran matematika
Beda halnya dengan Shofi yang mana sebelumnya dia selalu benci akan pelajaran tersebut namun kali ini malah mencintai pelajaran tersebut,
Cinta memang bisa merubah segalanya yang awalnya benci menjadi suka begitupun dengan Shofi yang awalnya benci terhadap matematika kini malah menyukainya hingga tak terasa waktu sudah habis dan kini di ganti kepada pelajaran selanjutnya,
Seiring dengan berjalannya waktu jam istirahat sudah tiba yang membuat mereka yang lulus seleksi langsung pergi ke lapangan setelah mereka berkumpul tak lama dari itu pak Harun datang dengan membawa catatan
"Assalamu'alaikum anak-anak" sapa beliau ketika sudah berada di depan anak-anak yang berbasis di lapangan futsal
"Wa'alaikum Salam Warahmatullahi WaBarokatuh" jawab mereka kompak
"Selamat atas kalian yang lulus seleksi namun jangan berbangga dulu ini masih tahap awal nanti akan ada seleksi selanjutnya di antara kalian jadi
Saya mohon untuk mengerahkan kemampuan kalian agar bisa terpilih nantinya, ok langsung saja nanti kelas kalian akan bermain dengan kelas lain secara bergantian,
Untuk yang pertama main kelas satu melawan kelas dua" setelah pak Harun selesai bicara mereka langsung menyusun strategi entah apa yang mereka susun seakan mereka sudah tau formasi dan kekuatan lawan,
Namun ketika pak Harun meniup peluit pertandingan pun di mulai nampak jual beli serangan terjadi di antara mereka kelas satu pun memberi perlawanan yang sengit terhadap kelas dua hingga membuat skor 0-0
Sesekali pak Harun memberikan arahannya kepada pemain yang bermain buruk agar bisa bermain lebih baik lagi sedangkan siswa yang lainnya memberikan dukungan di pinggir lapangan memberi semangat buat kelas mereka masing-masing
Dan tak lama dari itu permainan usai dan skor pun bertahan sama kuat hingga selesai dan kini di lanjutkan dengan kelas tiga melawan kelas dua pertandingan pun di mulai
Nampak awalnya berjalan dengan biasa hingga memasuki pertengahan babak pertama kelas tiga melancarkan serangan yang ciamik berawal dari serangan balik yang di kontrol dengan sempurna oleh Fery dia langsung memberi asis kepada Randy dan Randy menyelesaikannya dengan gol kelas tiga pun unggul 1-0
Nampak skor tersebut bertahan hingga pertandingan selesai dan kini di lanjutkan ke pertandingan selanjutnya yaitu kelas satu melawan kelas tiga nampak kali ini Randy memasang formasi yang berbeda
Dia memainkan pemain yang piawai memegang bola juga pandai dalam bertahan dan formasi tersebut sukses di jalankan hingga membuat tim Randy unggul 1-0 sedangkan dirinya masih belum main,
Setelah babak kedua barulah Randy bermain yang membuat pertahanan kelas satu kocar-kacir dengan skill yang di perlihatkan oleh Randy dan membuatnya bisa menambah ke unggulan tiga gol yang di cetak oleh dirinya, Fery, dan Angga, dan pertandingan pun selesai dengan skor 4-0
"Kami puas dengan permainan kalian terlebih untuk kelas tiga mereka pintar dalam bertahan maupun menyerang mereka mempunyai pemain yang komplit meski ada juga yang biasa-biasa saja
Sedangkan untuk kelas dua kemampuan mereka bisa di asah lagi tapi tidak mengecewakan dan untuk kelas satu pertandingan yang bagus namun mental kurang apalagi setelah Randy masuk seakan mereka tidak tau cara menghentikan pergerakan Randy
Namun dari segi permainan tidak mengecewakan" kata pak Harun mengomentari permainan mereka tadi sedangkan mereka sendiri setuju terhadap komentar pak Harun tadi
"Saya sudah mengantongi nama untuk yang lulus, besok akan di umumkan akan di taruh di Mading dan bagi yang tidak lulus jangan patah semangat teruslah asah kemampuan kalian suatu saat nanti kalian pasti akan jadi pemain yang profesional jika terus giat berlatih" ucap pak Harun lagi
"baiklah cukup sampai disini pertemuan kita disini sampai ketemu lagi besok di jam yang sama dan tempat yang sama Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh"
Ucap pak Harun dan langsung pergi meninggalkan mereka setelah kepergian pak Harun nampak mereka tak langsung pulang
Mereka menyaksikan kejadian langka yang tidak pernah terjadi sebelumnya di sekolah mereka, dimana waktu Shofi yang datang menemui Randy seraya memberinya minuman membuat Randy langsung bangkit
"Fi mungkin aku salah dalam mengungkapkan perasaan ini namun apakah aku salah jika aku mempunyai rasa terhadapmu aku tau aku orang yang tak pantas buat kamu"
Mendengar omongan Randy tersebut nampak Shofi mulai deg-degan dia tau kalau Randy bakalan nembak kepadanya membuatnya salah tingkah di depan Randy terlebih dirinya di saksikan oleh orang banyak
"Aku hanya seorang montir dan kamu anak sultan namun dengan cintaku ini terhadap kamu yang begitu besar aku yakin cinta ini tak salah memilihmu kamu memang bukan cinta pertamaku namun aku harap kamu menjadi cinta terakhirku kamu mau gak jadi pacar aku"
Ucap Randy dengan wajah serius menatap tajam bola mata Shofi seraya memegang tangan Shofi yang lembut itu,
Shofi tak langsung menjawab perasaan Randy meskipun sorakan terima terus saja mengaung dia hanya menatap mesra Randy seakan membuat drama tersebut menjadi dramatis
"Iya aku mau" jawab Shofi dengan tersenyum manis kepada Randy yang membuat Randy sedikit lega dan bahagia bukan main Randy pun tak sungkan-sungkan untuk memeluk Shofi dan mengangkatnya seraya berputar berkali-kali yang membuat Shofi juga ikut bahagia,
Melihat pemandangan itu nampak semua yang menyaksikan juga ikut bahagia tepuk tangan mengiringi keberhasilan Randy dalam menaklukkan hati Shofi termasuk juga Syifa yang melihat langsung kejadian tersebut
Dia yang sebelumnya deg-degan takut kakaknya tidak di terima dirinya menjadi lega ketika Shofi menerima perasaan kakaknya dan bertepatan waktu itu bel masuk berbunyi membuat mereka bubar dari tempatnya dan masuk ke kelas masing-masing
"Mandi dulu gih bau" ucap Shofi seraya menyumbat hidung
"Ya udah aku mandi dulu" kata Randy seraya mengusar rambut Shofi yang kebetulan waktu itu Shofi tidak memakai hijab namun sebelum Randy pergi dia terlebih dahulu mencubit kedua pipi Shofi yang membuat Shofi tersipu malu terhadap tindakan Randy tadi
Itu terbukti dengan wajahnya yang memerah dan pipinya yang kembung penuh dengan nafasnya dan itu membuat Randy gemes dan membuatnya ingin kembali mencubit pipinya untuk yang kedua kalinya
Namun dirinya malah di pelototi oleh Shofi yang membuat Randy mengurungkan niatnya untuk melakukannya lagi,
Setelah kepergian Randy Shofi langsung kembali ke kelasnya dengan Syifa nampak mereka sambil bergurau Syifa selalu memojokkan Shofi dengan membenturkan bahunya ke bahu Shofi
"Cie cie" kata Syifa seraya membenturkan bahunya kepada bahu Shofi di saat mereka sedang berjalan
__ADS_1
"Ih apaan sih Siv" hanya kata yang keluar dari mulut Shofi ketika dirinya tak tau mau berkata apa-apa lagi
"Tapi senang kan" tanya Syifa yang hanya di sambut dengan anggukan kepala oleh Shofi seraya tersenyum manis ke arahnya nampak mereka terus berjalan hingga tak terasa mereka sudah sampai di kelas disana mereka sudah di tunggu oleh gurunya yang sudah dari tadi datang
"Kemana saja kok terlambat" tanya pak Ical yang mengajar bahasa Inggris
"Habis dari toilet pak" kata Syifa seraya menunduk kamu dia takut kalau pak Ical tau kalau dirinya berbohong
"Ya udah duduk" ucap beliau yang tak memberi sangsi terhadap Shofi dan Syifa yang telat tersebut memang pak Ical adalah termasuk guru yang tidak gampang menghukum siswanya tersebut itu yang membuat pak Ical di segani oleh siswa dan siswi di SMA Nurul Huda,
Tak lama dari itu satu persatu siswa yang tadi ikut seleksi futsal datang namun ketika Randy juga datang semua mata tertuju kepadanya terlebih bagi cewek seakan paras wajah Randy menyihir semua cewek yang ada di kelas tiga
Terlebih Shofi yang baru saja menjadi pacarnya tak berkedip memandangnya dia merasa beruntung memiliki pacar setampan Randy
Namun dia memilih Randy sebagai pasangan bukan karna ketampanannya namun banyak kriteria yang cocok buatnya terlebih Randy yang bertanggung jawab dan bisa di jadikan imam buatnya
Kedatangan siswa yang lainnya tak membuat pak Ical menghentikan penjelasannya namun dia tak menanyakan alasan mereka terlambat karna pak Ical juga tau kalau mereka sedang berlatih futsal untuk lomba yang akan datang,
Setelah semua sudah kembali pak Ical kembali melanjutkan penjelasannya namun Randy malah tiduran karena dia sendiri paling males dengan bahasa Inggris yang tak dia mengerti bahasanya
Hingga tak terasa seiring dengan berjalannya waktu bel pulang berbunyi dengan lantangnya membuat hati Randy bersorak gembira karena itu yang di tunggu-tunggu oleh Randy dari tadi setelah pak Ical menutup pelajarannya dengan doa dan pergi dengan mengucapkan salam
Semua siswa langsung keluar menuju kendaraannya masing-masing begitu juga dengan Shofi dan Syifa setelah dia menaruh bukunya ke dalam tas mereka langsung bangkit dan pergi keluar
"Siv tipe idaman Randy kayak apa" tanya Shofi kepada Syifa secara berbisik-bisik takut kedengaran sama Randy yang berada di belakangnya
"Siv, nitip nih ada urusan" kata Randy seraya menyerahkan tas dan HP-nya nampak dia membelok entah pergi kemana
"cewek yang berhijab" jawab Syifa yang membuat Shofi sedikit kaget dan menelan ludahnya sendiri haruskah dia menjadi orang yang di idam-idamkan oleh Randy atau dia menjadi diri sendiri namun itu resiko buatnya takut malah di tinggal oleh Randy
Sebenarnya Shofi bukan tidak tau berhijab melainkan jarang menggunakannya terlebih juga jika make seakan itu musuh terbesar dalam kehidupan Shofi dalam lemari Shofi pun tak ada yang namanya make up kecuali hanya parfum dan body liotion agar badannya tidak lengket hanya dua benda tersebut yang di miliki oleh Shofi dalam,
Nampak Shofi mulai berfikir apakah harus merubah penampilannya atau tetap menjadi diri sendiri hingga akhirnya mereka harus berpisah di tempat parkir karena Shofi menggunakan mobil sedangkan Syifa bersama Randy menggunakan motor
Nampak Syifa menunggu kedatangan Randy tak kunjung datang hingga akhirnya Shofi berhenti tepat di depan Syifa
"Cak Randy belum datang" tanya Shofi ketika melihat yang Syifa
"Belum" jawab Syifa sambil melihat-lihat kedatang Randy namun tak kunjung datang
"Lah gimana mau telepon Cacak wong HP-nya aja ada di aku" ucap Syifa seraya menunjukkan hp milik Randy yang dia pegang setelah lama menunggu akhirnya Randy datang juga dia nampak berlari kecil karna tau Syifa sedang menunggunya
"Maaf kalau lama, tadi pak Harun nyuruh aku menghadapnya setelah pulang sekolah" terang Randy tentang kepergiannya tadi
"ya udah aku duluan" pamit Shofi seraya melambaikan tangannya
Sore sudah menjemput sang insan menyadarkannya agar berhenti dari kesibukannya ada yang berhenti namun ada juga yang masih melanjutkan pekerjaannya hingga tak terasa hari sudah malam,
Waktu itu Shofi tiba-tiba datang dengan menggunakan Pajero nya dengan penampilannya menggunakan hijab sedangkan Randy yang berada di basecamp yang sedang ngumpul langsung bangkit dan pergi menemui Shofi yang sudah berada di dalam nampak dia membawa oleh-oleh buat adik-adiknya
Nampak Shofi begitu cantik nan anggun saat menggunakan hijab kecantikannya seakan terlindungi oleh hijabnya Randy sendiri orang yang senang dengan cewek yang menggunakan hijab selain menjaga dirinya dari penglihatan cowok-cowok mesum hijab juga menghindar dari sebuah dosa
Karena selembar rambut jika terlihat oleh cowok yang bukan muhrim itu siksaannya sama dengan tujuh puluh tahun di neraka dan itu bisa berlipat ganda terhitung dengan banyaknya rambut yang tergerai bebas yang bisa di lihat oleh orang yang bukan muhrimnya
Sungguh celaka baginya jika seseorang meninggalkan hijab yang membuka auratnya dengan bebas parahnya lagi orang yang gk berjilbab termasuk yang menantang kepada Allah jika orang mencuri saja masih ngumpet untuk mencuri karena takut ketahuan oleh orang banyak dan merasa malu jika ketahuan
Begitu juga dengan perbuatan-perbuatan dosa lainnya pelaku pasti diam-diam dalam melakukannya agar tidak kelihatan oleh yang lainnya namun membuka aurat tidak, dia dengan entengnya melakukan dosa seakan itu hal yang biasa dan lumrah adanya
Sedangkan Allah menyuruh hambanya agar menutup auratnya namun malah di abaikan maka begitu pedih siksaannya bagi orang yang tidak menggunakan hijab yaitu selembar rambut bisa membuatnya berada di dalam neraka selama tujuh puluh tahun
Hal inilah yang tidak di ketahui oleh orang banyak hingga mereka menganggap enteng sebuah dosa,
Satu hari berada di neraka sama dengan seribu tahun berada di dunia memang benar surga di ciptakan untuk orang sesat yang akhirnya bertaubat bukan orang sok suci yang akhirnya tersesat
Maka diri itu perbanyaklah minta ampun kepada Allah selagi pintu pengampunan masih terbuka lebar karena sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang,
Waktu itu ketika Shofi sedang duduk di kursi tiba-tiba Salsa langsung duduk di pangkuannya tak lama itu Syifa dan si kembar datang nampak mereka datang dari dapur entah apa yang di perbuat
"Ini" kata Shofi seraya memberi oleh-oleh tersebut yang tak lain adalah jajan buat anak-anak dan membuat si kembar dan Salsa berebutan hingga Alin yang kalah cepat dengan saudaranya menangis di buatnya
"Sini-sini" pinta Syifa kepada adiknya dan membagikan jajan tersebut kepada adiknya dengan rata
"Cak, saya kesini di suruh jemput kamu sama yang lainnya di suruh kerumah" kata Shofi sambil menoleh ke arah Randy berada
__ADS_1
"Loh kok tumben emang ada acara apa di sana" tanya Randy curiga sekaligus heran karena baru kali ini Om Faisal mengundangnya sekeluarga
"Katanya kangen" ucap Shofi yang membuat Randy hanya mengangguk-angguk
"Ya udah Siv, siap-siap dulu" suruh Shofi yang langsung pergi ke dalam kamar tak lama dari itu dia datang nampak dia membawa baju buat adik-adiknya dan memasangnya karena sedari tadi mereka hanya menggunakan kaos saja
"Yuk berangkat biar nggak kemalaman" ajak Shofi seraya langsung bangkit menuju mobilnya
"Ini cak kamu yang nyetir" pinta Shofi seraya langsung memberi kunci mobilnya kepada Randy sedangkan Shofi sendiri duduk di belakang bersama Syifa dan yang lainnya,
Nampak Salsa begitu nyaman ketika bersama Shofi itu terbukti ketika dirinya selalu berada di pangkuan Shofi seakan tak ingin lepas darinya Randy sendiri menyetirnya dengan keadaan standar dia nampak sudah faham jalan menuju rumah Shofi
Padahal dirinya cuma nyampek sekali namun meski begitu dia bisa tau hingga akhirnya mereka sudah sampai di rumah Shofi bak istana itu sedangkan Salsa yang melihat semua dengan perasaan takjub
Dia merasa rumah ini hanya ada di tv-tv namun sekarang dirinya malah bisa melihat langsung kebesaran dan keindahan rumah tersebut yang layaknya seperti istana
"Ayok masuk" ajak Shofi yang melihat Salsa hanya melihat keindahan rumah Shofi yang membuatnya hanya tersenyum kemudian mereka masuk kedalam rumah yang membuat Salsa lagi-lagi terpana ketika melihat keindahan interior rumah Shofi
"Assalamu'alaikum" ucap Randy ketika sudah berada di depan Om Faisal seraya sungkeman terhadapnya yang di susul oleh Syifa dan adiknya Randy yang lain
"Wa'alaikum salam" jawab Om Faisal seraya menyambut uluran tangan mereka
"Ih lucu banget" kata Bu Salma yang baru melihat si kembar yang tak lain adalah Alin dan Arin "sini nak duduk sama bibi" ajak Bu Salma namun Alin dan Arin malah malu dia terus saja berada di samping Syifa dan Randy sedangkan Salsa nampak begitu betah bersama Shofi
"Gimana kabarnya Siv" tanya Om Faisal kepada Siva
"Alhamdulillah baik Om" jawab Syira dengan malu-malu, setelah itu perbincangan mereka terus saja mengalir Randy yang bicara sama Om Faisal ngomongin soal bisnis sedangkan Syifa yang bicara dengan Bu Salma dan Shofi ngomongin tentang cara merawat adiknya,
Sedangkan Om Faisal setelah membahas masalah bisnis nampak dia membahas tentang keseriusan Randy dengan Shofi
"Terus rencana kmu gimana tentang hubungan kamu dengan Shofi" tanya Om Faisal yang membuat Randy kebingungan mau jawab apa
"Kalau rencananya sih Om setelah lulus mau langsung nikah aja, biar ada yang ngurus adik-adik saya itu pun kalau Shofi mau" kata Randy dengan malu-malu
"Gini aja, besok malam saya ke rumah kamu, nanti suruh Om kamu itu hadir juga untuk membahas kelanjutan hubungan kalian" kata Om Faisal yang membuat Randy hanya mengangguk-angguk
Setelah ngomong panjang lebar bahas sana bahas sini kemudian Randy pamit untuk pulang namun lagi-lagi dirinya di halang oleh Bu Salma,
Dia menyuruh Randy dan yang lainnya untuk makan terlebih dahulu sehingga membuat Randy tak bisa menolak permintaan tersebut
"Ayok nak makan" suruh Bu Salma seraya menaruh nasi ke piring dan memberinya satu per satu, nampak adiknya Randy memakannya dengan lahap seakan baru kali ini dia memakan makanan khas Sulthan dengan makanan yang serba ada,
Setelah makan Randy nampak tak langsung pulang dia masih ngobrol sebentar hingga membuat adiknya Alin dan Arin ketiduran dan membuat Syifa mengajak pulang
"Tdur sini aja kasian adiknya sudah tidur" kata Bu Salma menyuruh Randy untuk bermalam di rumahnya namun di tolak dengan halus oleh Randy
"Kapan-kapan aja Bu" kata Randy seraya tersenyum, kemudian mereka pamit untuk pulang setelah selesai bersalaman kepada Om Faisal dan Bu Salma,
Nampak Randy juga ngantuk di saat menyetir tak biasanya dia ngantuk ketika jam masih menunjukkan pukul sepuluh malam hingga akhirnya membuat Randy memacu mobil tersebut dengan keadaan cepat karena jalanan yang sepi mendukung Randy untuk terus gas pol hingga tak lama dari itu mereka sudah sampai di rumah Randy
"Makasih buat malam ini" kata Randy ketika Shofi hendak balik lagi ke rumahnya sedangkan Shofi sendiri yang sudah berada di dalam mobilnya hanya tersenyum manis ke arahnya yang membuat Randy sedikit gemes melihat wajah manis Shofi dan membuatnya langsung mencubit pipi kanan Shofi
"Aw, ih kebiasaan deh" rengek Shofi manja yang membuat Randy tersenyum
"Kamu sih gemesin banget manis pula" puji Randy
"Gombal" kata Shofi dengan tersenyum "ya udah aku balik dulu cak" kata Shofi seraya menyalakan mobilnya,
Setelah kepergian Shofi Randy langsung masuk kedalam nampak di gardu yang biasa buat nongkrong tidak ada orang disana mungkin mereka sudah tertidur di dalam basecamp hingga membuat Randy langsung masuk dan merebahkan tubuhnya
Namun sayang yang awalnya Randy ngantuk kini wajahnya malah berbinar seakan rasa ngantuk tadi hilang, tiba-tiba bayangan Shofi hadir dalam khayalannya Randy nampak beruntung memiliki wanita seperti Shofi tak hanya cantik dia juga penurut terhadap Randy
Tak cuma itu keluarganya pun mendukung hubungan mereka bahkan keluarga Shofi juga sangat mendukungnya
Meskipun termasuk orang terkaya di daerahnya mereka tak seperti orang kaya pada umumnya yang rata-rata sombong,
Om Faisal yang tak lain adalah bapaknya Shofi termasuk donatur paling banyak ketika ada acara santunan anak yatim dan dhuafa terlebih mereka tidak pernah lupa kalau sebelumnya mereka berangkat dari nol hingga akhirnya sukses seperti sekarang
Dan itu yang membuat Om Faisal disegani di daerahnya bahkan siapapun yang minta bantuan terhadapnya pasti akan di kasih
Begitu pula terhadap keluarga Randy yang mana Om Faisal yang telah merenggut nyawa kedua orang tuanya begitu baik terhadapnya seakan dia merasa Om Faisal adalah sebagai ganti dari orang tuanya yang sudah meninggal,
Nampak Randy begitu gelisah dalam tidurnya sebentar balik kanan sebentar lagi balik kiri hingga tak terasa jam sudah menunjukkan pukul satu malam bayangan Shofi tak kunjung hilang dalam ingatannya,
__ADS_1
Seakan ingin terus bermain dalam imajinasi Randy yang membuat sedikit gelisah hingga akhirnya dengan tekad yang bulat disertai dia sebelum Randy memejamkan matanya dengan erat agar bisa tertidur dan usaha tersebut berhasil karna tak lama dari itu Randy tertidur dengan pulas nya