Kisah Cinta Sang Yatim

Kisah Cinta Sang Yatim
Pertemuan Yang Mengesankan


__ADS_3

Tak bisa di pungkiri lagi kalau manusia di ciptakan oleh Allah dengan menggunakan tanah seperti halnya nabi Adam yang menjadi manusia pertama dalam muka bumi bahkan di langit pun dia menjadi manusia pertama,


Jauh sebelum terciptanya nabi Adam Allah sudah memperingatkan penduduk syurga waktu itu yang meliputi iblis, dan para malaikat


Bahwasanya Allah akan menjadikan seorang manusia dan kelak nantinya akan ada yang terusir dari syurga membuat para malaikat menjadi khawatir takut dirinya yang di usir oleh Allah


Hingga akhirnya para malaikat meminta doa kepada iblis yang mana waktu itu iblis tidak seperti yang sekarang iblis dulu terkenal dengan ibadahnya kepada Allah hingga membuat doanya selalu di terima oleh Allah dan tak pernah di tolak sedikitpun doanya


Mengetahui hal tersebut membuat para malaikat yang ada di langit berbondong-bondong untuk meminta doa kepada iblis agar Allah tidak mengusirnya akhirnya iblis sendiri lupa untuk mendoakan dirinya sendiri,


Seiring dengan berjalannya waktu Allah memberi tahu kepada para malaikat tentang niatnya untuk menjadikan Kholifah di muka bumi


Namun firman Allah tadi seakan menjadi tanda tanya bagi para malaikat yang mana mereka berpendapat kalau nantinya manusia tersebut hanya akan merusak dan menumpahkan darah disana


Sedangkan mereka para malaikat bertasbih memuji kebesaran Allah hingga akhirnya Allah berfirman


"Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak engkau ketahui" setelah itu Adam pun yang menjadi manusia pertama yang di ciptakan oleh Allah,


Allah mengajarkan kepada nabi Adam semua nama yang ada di bumi maupun di syurga hingga akhirnya di kumpulkan lah penduduk syurga dan Allah menyuruh malaikat untuk menyebut nama dari suatu benda


Namun mereka tidak bisa menjawabnya yang di ketahui oleh para malaikat hanya sesuatu yang telah di perintahkan oleh Allah kepadanya


Hingga akhirnya Allah menyuruh nabi Adam untuk menyebut nama dari benda-benda tersebut yang membuat nabi Adam menyebutkan satu persatu nama tersebut


Melihat hal tersebut para malaikat kagum akan kemampuan nabi Adam lantas Allah menyuruh para malaikat termasuk iblis untuk menyembah terhadap nabi Adam


Namun bukan menyembah seperti halnya menyembah kepada Allah melainkan menyembah sebatas menghormati akhirnya semua malaikat menyembah terhadap nabi Adam


Cuma iblis yang membangkang dia begitu sombong terhadap Allah dia merasa kalau penciptaannya lebih mulia ketimbang nabi Adam


Dirinya di ciptakan dari api sedangkan nabi Adam di ciptakan dari tanah hal tersebut yang membuat Allah murka dan mengusir iblis dari syurga


Namun iblis tidak langsung di berada di bumi memainkan hanya diam di pintu syurga dia ingin masuk namun tidak bisa karena sudah di usir langsung oleh Allah karena nabi Adam lah yang membuat iblis terusir sampai sekarang iblis dan sekutunya selalu menggoda anak cucu nabi Adam,


Meski nabi Adam nyaman hidupnya di syurga apa-apa pasti ada namun dirinya masih merasa kesepian dia di landa rasa galau yang membuat dirinya merenung,


Tak sadar nabi Adam tertidur dengan nyenyak nya Allah yang mengetahui isi hati nabi Adam akhirnya mengambil tulang rusuk nabi Adam yang paling kiri dan menjadikannya pendamping yang tak lain adalah Siti Hawa


Membuat nabi Adam terpana melihatnya tatkala nabi Adam terbangun namun ketika nabi Adam hendak memegangnya dia mendapat teguran dari Allah


Karena Siti Hawa masih belum menjadi istrinya dan membuat nabi Adam buru-buru menikahi wanita cantik tersebut dengan mahar bersholawat terhadap nabi Muhammad,


Setelah resmi menjadi suami istri nabi Adam dan Siti Hawa pergi mengelilingi syurga dan memakan makanan yang ada di dalam syurga cuma satu yang tak di makan oleh nabi Adam yaitu buah khuldi yang memang sudah di larang oleh Allah jangan sampai mendekati apalagi memakannya,


Disinilah kecerdasan iblis beraksi dia terus menggoda nabi Adam untuk memakannya akhirnya nabi Adam pun memakan buah tersebut yang membuat Allah sangat marah terhadapnya


Dan akhirnya dia juga di usir ke bumi oleh Allah namun bukan hanya di usir saja beliau juga di pisahkan dengan Siti Hawa sang istri tercinta,


Iblis dulu adalah sosok yang taat beribadah kepada Allah namun karena dia sombong akhirnya dia menjadi yang paling di benci oleh Allah,


Maka dari itu angan jadi orang yang sombong karena seseorang yang taat ibadah pun bisa di laknat oleh Allah apalagi yang ibadahnya hanya setengah-setengah


Terlepas dari semua itu bahwa manusia yang ada di bumi memang di ciptakan secara berpasangan bahkan sekelas nabi Adam yang beliau adalah seorang nabi itupun beliau ada di syurga masih merasa galau ketika hidupnya sendirian atau jomblo


Apalagi sekelas manusia biasa yang ada di bumi maka tak heran jika banyak para jomblo yang hidupnya sering galau seperti halnya yang terjadi pada Randy dirinya galau menentukan nasibnya sendiri


Dia takut masa lalu terulang kembali karena Shofi orang kaya sedangkan dirinya orang yang biasa-biasa saja hal tersebut lah yang membuat Randy galau


"Kenapa cak" tanya Syifa yang melihat Randy terus menatap tajam ke arah bintang nampak di base camp sendiri sepi entah pada kemana teman-temannya yang lain


"Mikirin siapa" tanyanya lagi


"Aku takut dek" jawab Randy simple tanpa mengalihkan pandangannya


"Takut kenapa" tanyanya lagi yang ikut melihat ke arah bintang Randy tak langsung menjawab pertanyaan Syifa dia diam sebentar lalu berkata


"Aku takut tragedi bersama Amel terulang kembali" kata Randy seraya mengalihkan pandangannya kepada Syifa


"Jangan khawatir kak saya tau sendiri sikap ibunya Shofi" kata Syifa menyemangati kakaknya tersebut yang membuat Randy sedikit tersenyum


"Kamu cuma tau ibunya kan nggak tau bapaknya" tanya Randy yang membuat Syifa hanya menganggukkan kepalanya


"Dulu ibunya Amel kayak gitu dek, tapi bapaknya tidak, yang aku takutkan seperti itu, meskipun ibunya setuju tapi kalau bapaknya tidak kita mau berbuat apa" kata Randy yang membuat Syifa tak tau mau jawab apa


"Udahlah ayok masuk kedalam" ajak Randy yang di setujui oleh Syifa kemudian mereka pun masuk kedalam dan langsung menuju kamar masing-masing,


Sedangkan Randy langsung tidur ketika sudah larut malam, namun beda halnya dengan Syifa dia malah chatan dengan Shofi entah apa yang mereka omongin hingga akhirnya Syifa tertidur dengan lelapnya,


Hari itu hari Minggu dimana sekolah Randy dan adik-adiknya yang lain libur membuat Randy fokus terhadap pekerjaannya karena akhir-akhir ini Randy sibuk dengan sekolahnya dan jarang bekerja namun ketika sedang asyik berkerja tiba-tiba Shofi datang menemuinya


"Cak boleh bicara sebentar nggak" pinta Shofi yang membuat Randy berhenti dari pekerjaannya dia heran dengan perkataan Shofi tadi

__ADS_1


"Ada apa" tanya Randy ketika sudah berada di depan Shofi


"Papa mau ketemu sama kamu" kata Shofi yang membuat Randy menjadi kaget entah bahagia atau sedih dia tak tau mau berekspresi seperti apa


Bahagia karena dia undang langsung oleh orang tua Shofi sedih takut tragedi masa lalu terulang kembali namun dirinya percaya diri kalau yang sekarang lebih baik dengan yang sebelumnya, karena Randy sadar cepat atau lambat semua itu akan terjadi


"Ya udah tunggu aku mau mandi dulu" kata Randy seraya pergi meninggalkan Shofi sedangkan Shofi sendiri malah mengikutinya dari belakang


Nampak Shofi ingin menemui Syifa berada namun ketika nyampek di dalam rumah Shofi tak menemukan siapa-siapa dia hanya menemukan rumah yang kosong dan membuatnya menunggu Randy sendirian


"Nggak usah bawa motor kak, pakek mobil aku aja" kata Shofi ketika melihat kedatangan Randy yang sudah tampil dengan rapinya terlebih dengan ketampanannya yang pasti akan di sukai oleh orang tua Shofi


"Ini" kata Shofi lagi seraya memberikan kunci mobil yang di bawa oleh Shofi


"Kan aku nggak tau jalan rumah kamu" ucap Randy kepada Shofi ketika menerima kunci mobilnya


"Udahlah ayok berangkat" kata Shofi seraya bangkit menuju mobilnya di parkirkan,


Nampak Randy begitu gugup ketika menyetir mobil dia masih merasa deg-degan takut hal-hal buruk akan terjadi lagi kepadanya yang membuat tangannya bergetar dengan hebatnya bertanda dirinya sedang gugup


"Tenang cak, bapakku nggak kayak bapaknya Amel kok" kata Shofi yang membuat Randy sedikit heran karena Shofi mengetahui kisah cintanya ketika bersama Amel,


Setelah nyampek di rumah Shofi Randy tak langsung masuk dia masih bingung antara lanjut atau mau balik,


Akhirnya dia turun dari mobil tersebut ketika terus di paksa oleh Shofi ketika Randy berjalan menuju pintu rumah Randy begitu tercengang akan keindahan rumah Shofi


Bahkan rumah Amel tak ada apa-apanya di bandingkan dengan rumah Shofi yang bak istana negara


Setelah nyampek di depan pintu nampak semua doa sudah di baca oleh Randy dzikir pun tak luput dia baca dia berdoa jika nanti tak sesuai harapan setidaknya tak sesakit seperti dulu karena dia sudah pasrah jika harus tersakiti


Randy nampak berjalan dengan menundukkan kepalanya dia merasa hatinya yang berkecamuk masih belum bisa diam


"Loh Randy" kata seorang yang Randy sendiri tak asing dengan suara tersebut yang membuat Randy mengangkat wajahnya yang sedari tadi di tekuk


"Om Faisal" sapa Randy ketika dirinya masih mengingat sosok Om Faisal yang telah menabrak bapaknya dulu


"Tunggu-tunggu kalian sudah saling kenal" tanya Shofi heran ketika mereka saling menyapa dengan menyebut nama mereka


"Ceritanya panjang nak" kata Om Faisal simple


"Jadi ini pacar kamu, yang katanya belum nembak karena takut orang tuanya nggak merestui" tanya Om Faisal kepada Shofi namun Randy sendiri yang dengar pertanyaan tersebut yang membuat Randy hanya bisa menundukkan kepalanya


"Ya sudah duduk dulu Rand" kata Om Faisal seraya duduk di kursi di samping Om Faisal duduk tadi nampak dunia begitu sempit pak Faisal yang dulu menabrak bapaknya kini anaknya malah pacaran dengan Randy


"Iya pak" hanya kata itu yang keluar dari mulut mungil Randy dengan menundukkan kepalanya seakan beban tersebut masih ada meskipun mengetahui kalau Om Faisal adalah orang yang sangat berjasa dalam kehidupannya


.


"Benar Rand, kamu pacar Shofi tapi kamu tidak berani nembak Shofi karna takut pada masa lalu" tanya Om Faisal menyelidik


"Iya Om karna sebelum tragedi itu aku habis pulang dari rumah mantan untuk pertama dan terakhir setelah mendapat penolakan terhadap saya karena saya orang yang biasa-biasa saja" ucap Randy yang masih menundukkan kepalanya sedangkan Shofi hanya mendengarkan mereka berbicara


"Rand, aku tau kamu orang baik maka tak perlu ada ke khawatiran lagi untukku supaya menyetujui hubungan kalian, bahkan aku sangat bahagia kalau kamu sampai bisa jadian dengan anak saya Shofi"


Ucap Om Faisal yang membuat hati Randy lega seakan beban ratusan ton yang dia pikul tadi kini semuanya sudah hilang seketika ketika mendengar ucapan Om Faisal tadi dia tau kalau Om Faisal orang baik


"Shofi sering cerita sama aku sama ibunya juga" lanjut Om Faisal memberi tahu


"Ih papa apaan sih nggak usah kasih tau dong" rengek Shofi manja yang tak di respon oleh papanya


"Emang cerita apaan Om" tanya Randy penasaran dengan cerita Shofi tentangnya


"Ya mulai dari baru kenal yang katanya kamu cuek...."


"Papa jangan gitu dong malu aku nih" pinta Shofi lagi


"Sampek dia yang menjadi cuek pun kami tau Rand, pokoknya dia selalu terbuka kepada orang tuanya karena kami selalu menganggap dia mutiara, selalu memanjakannya namun dia tidak pernah menjadi manja orangnya" ucap Om Faisal yang membuat Shofi menjadi malu,


Tak lama dari itu ibu Shofi yang bernama Bu salma datang nampak dia datang dari dapur ketika dirinya membawa makanan ringan dan juga minumannya


"Dimakan nak" ucap beliau setelah menaruh semua makannya di depan Randy


"Makasih bu"


"Jangan sungkan-sungkan kalau disini Rand anggaplah rumah sendiri pintu ini selalu terbuka buat kamu dua puluh empat jam" kata Om Faisal yang membuat Randy tersanjung akan ucapannya


"Di makan Rand" kata Om Faisal seraya menyuruh Randy untuk memakan hidangan yang ada


"Iya Om" ucap Randy seraya mengambil salah satu kue dan memakannya "oh iya Om kok lama gak ke rumah lagi padahal dari kemaren di tunggu kedatangannya" tanya Randy yang dari lupa mau nanya apa


"Nggak tau Rand, saya selalu sibuk akhir-akhir ini dan sekarang terkadang masih sibuk ini aja karena Shofi yang minta kalau nggak sekarang aku ada di kantor" terang Om Faisal tentang dirinya yang tak lagi main ke rumah Randy yang mana biasanya beliau selalu main meski hanya sebentar

__ADS_1


"Gimana kabarnya si kembar siapa tuh namanya" tanya Om Faisal tentang kabar adiknya Randy yang tak tau siapa namanya


"Alin sama Arin" jawab Randy


"Ah iya Alin sama Arin gimana kabarnya"


"Alhamdulillah baik pak sekarang sudah saya masukin ke sekolah paud" ucap Randy yang membuat Om Faisal mengangguk-angguk


"Kalau Salsa kabarnya gimana"


"Alhamdulillah baik, kalau dia sudah kelas satu sekarang" nampak mereka terus saja berbicara terkadang Shofi yang juga ikut nimbrung dalam pembicaraan tersebut terkadang pula Bu Salma hingga tak terasa waktu sejam sudah berlalu


"Ya sudah Om saya mau balik dulu" kata Randy seraya ingin bangkit dari duduknya


"Eh makan dulu sudah di siapin disana" kata Bu Salma yang melarang Randy untuk langsung pulang


"Duh saya sudah kenyang Bu sudah makan dari rumah" jawab Randy dengan sungkan menolak permintaan Bu Salma tadi


"Aku aja waktu ada di rumah kamu nggak pernah nolak cak, masak di rumah aku kamu nolak" kata Shofi yang membuatnya tak bisa berbuat apa-apa dia hanya bisa menuruti apa permintaan Bu Salma,


Setelah itu mereka pun pergi ke dapur yang nampak sangat luas bahkan untuk se ukuran rumah Randy mungkin hanya separuhnya saja melihat itu Randy sedikit tercengang baru kali ini dia melihat dapur se luas itu kemudian Randy pun duduk di kursi tempat makan


"Ayo di makan Rand terserah mau makan apa aja" kata Bu Salma nampak disana hidangannya begitu lengkap baik dari daging maupun ikan membuat Randy bingung,


Shofi sendiri langsung bangkit dan mengambil piring buat Randy seraya mengisi piring tersebut dengan nasi yang lumayan banyak membuat Randy bingung cara ngabisin nya mau di kembalikan lagi dirinya tidak enak


"Loh Randy diambilin kok aku gak" kata Om Faisal yang membuat Randy tersipu malu di buatnya begitu pula dengan Shofi yang salah tingkah akan ucapan papanya tersebut


Kemudian Shofi bangkit untuk mengambil nasi buat papanya sedangkan piring milik ibunya sudah terisi dan tak perlu diambilin lagi setelah itu mereka makan dengan lahapnya.


Hari sudah mulai gelap matahari sudah kembali ke tempat peraduannya yang membuat tugasnya di gantikan oleh bulan yang nampak kali ini tidak datang membuat malam menjadi suram yang hanya di temani oleh bintang di jauh sana


Malam itu Randy mengingat kejadian tadi pagi yang membuat hatinya berbunga-bunga dia tidak menyangka kalau Om Faisal yang dulu menabrak bapaknya Randy tak lain adalah papanya Shofi


Yang mana Om Faisal sudah kenal betul dengan keluarga Randy bahkan yang menanggung biaya selamatan almarhum dan almarhumah orang tua Randy adalah Om Faisal


Mengetahui hal tersebut Randy yakin betul kalau cintanya kali ini tidak bertepuk sebelah tangan seperti yang sebelumnya,


Teman-teman Randy yang melihat Randy sedang tersenyum sendiri malah curiga apa yang terjadi padanya namun mereka tidak berani mengganggu Randy membuat mereka menyibukkan diri dengan ponselnya,


Tiba-tiba saja Randy yang sedang asyiknya melamun tiba-tiba di kejutkan dengan ringtone HP-nya yang bertanda ada yang wa dirinya


"Cak besok pelajaran matematika gimana nih aku takut nggak lulus lagi" bunyi sms tersebut yang di kirim via WhatsApp nampak dari nama pengirim tertera my angel yang tak lain adalah Shofi


"Yakinlah dengan kemampuanmu bahwa kamu pasti bisa aku saja yakin dengan kemampuanmu" tulis Randy via pesan wa tersebut


"Oh iya makasih ya atas pertemuannya tadi aku nggak nyangka dunia sesempit ini" tulis Randy lagi dan di kirim langsung ke Shofi


"Maaf ya cak, aku gak tau kalau papa yang membuat orang tua kamu meninggal" begitulah balesan dari Shofi namun Randy masih menunggu lagi karna di atas layar masih tertera tulisan mengetik


"Tapi yakinlah kalau cintaku nggak akan mati" begitulah SMS selanjutnya yang membuat Randy tersenyum dan tak lama dari itu Shofi malah membuat panggilan video yang langsung di angkat oleh Randy


"Assalamu'alaikum" sapa Shofi di seberang sana


"Wa'alaikum salam" jawab Randy dengan sedikit senyuman nampak mereka terus saja video call pembicaraan terus saja berjalan tanpa henti


Hingga tak sadar kalau sudah sejam lebih mereka melakukan video call terkadang Randy mendapat ciuman dari Shofi begitu pula sebaliknya Shofi yang mendapat ciuman dari Randy


"Ya sudah sana tidur dulu sudah malam" suruh Randy ketika melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas


"Iya imam" kata Shofi dengan tersenyum


"Loh kok imam" tanya Randy heran dengan panggilan dari Shofi


"Ya kan kamu imamku" gombal Shofi yang membuat Randy tersenyum namun dia tahan dan tak lama dari itu panggilan video pun terputus ketika Randy mematikannya,


Setelah melakukan video call Randy langsung balik ke kamarnya dan langsung tidur bersama Salsa.


Randy nampak langsung berangkat ke sekolahnya setelah mengantar adik-adiknya dia memacunya dengan begitu cepat setelah memarkirkan kendaraannya Randy langsung menuju Mading untuk melihat hasil seleksi pada hari Sabtu lalu setelah dia lihat disana nama Randy tertera paling atas yang membuatnya sedikit girang


Begitu pula dengan nama kawannya Fery yang berada di bawahnya nampak susunan nama yang tertera di urut dari kreatifitas permainan mereka mulai dari yang sangat cerdas hingga yang biasa namun sudah cukup untuk di katakan lulus tes, nampak di bawah hasil tertera tulisan


Nb : bagi siswa yang lulus seleksi nanti jadwal latihannya setiap jam istirahat dan akan di adakan seleksi selanjutnya,


Begitulah pesan yang membuat sedikit dari mereka yang berkecil hati takut tidak lulus seleksi selanjutnya meski terkadang ada juga yang optimis hingga tak lama dari itu pak Hendra datang nampaknya bel sudah berbunyi sedari tadi yang membuat siswa yang ada di Mading tersebut berlarian takut terlambat masuk ke kelasnya


"Silahkan di isi untuk yang sudah menerima soal ujian dan bagi yang berani memberi contekan maka namanya langsung berubah menjadi merah" kata pak Hendra setelah memberi soal Remedy untuk siswa yang tak lulus ulangan termasuk Shofi,


Waktu terus saja berjalan setalah mereka selesai mengisi nampak pak Hendra langsung menjawab soalan tersebut dan beliau kaget ketika melihat hasil milik Shofi seakan tak percaya akan hal tersebut


"Hasil yang bagus buat Shofi nampak ada perkembangan yang sangat pesat" ujar pak Hendra ketika sudah melakukan Remedy untuk siswa yang tidak lulus ulangan

__ADS_1


Nampak pak Hendra sangat memuji Shofi terlebih kepada Randy yang bisa membuat Shofi berubah yang dulu nilainya cuma nol sekarang malah sembilan puluh seakan berbanding terbalik dengan hasil ulangan sebelumnya,


Sedangkan Shofi yang mendengar nilainya tersebut girang bukan main baru kali ini hasil matematika melampaui nilai sembilan puluh biasanya dirinya hanya mentok di angka lima puluh itupun termasuk nilai paling tinggi


__ADS_2