
Jam di atas dinding terus saja berdetak seakan tak lelah untuk bergerak membuat waktu terus berjalan dengan sendirinya tak ada yang bisa mencegah tak ada yang bisa memperlambat ataupun mempercepat seakan itu menjadi haknya sendiri
Seiring dengan berputarnya jarum jam kini waktu yang di tunggu sudah tiba yang mana kali ini timnya Randy akan bermain mereka mendapat giliran setelah pertandingan pertama usai
Nampak mereka sudah berembuk terlebih dahulu bersama dengan pak Harun dan yang lainnya kali ini yang harus mereka jaga adalah mentalitas karena cuma dengan itu tim Randy bisa kalah dengan lawan-lawannya terlebih mereka bermain di kandang sendiri
Ketika sedang asyiknya menjalankan strategi tiba-tiba panitia memanggil tim Randy untuk bersiap-siap karena sebentar lagi akan di mulai, akhirnya waktu itu sudah tiba mereka dan tim Randy sudah berada di lapangan untuk bertanding nampak tim Randy bermain melawan sekolah SMA Nurul Musthofa
Nampak serokan penonton terdengar dengan begitu lantangnya membakar semangat Randy dan kawan-kawan yang membuat lawan sedikit nervous ketika mendapat sorakan tersebut
Hingga akhirnya pak Rossi yang dari sekolah SMA Rembang meniup peluit panjang tanda di mulai pertandingan untuk babak pertama ini bola ada di penguasaan SMA Nurul Musthofa
Setelah peluit di bunyikan SMA Nurul Musthofa nampak mulai bisa mengendalikan rasa grogi itu terbukti ketika tim Randy sulit untuk mengambil bola dari mereka
Nampak mereka sangat dominan menguasai bola namun tidak sampai masuk ke pertahanan tim Randy karena di jaga dengan ketatnya hanya berputar-putar di daerah sendiri
Hingga akhirnya umpan panjang yang mampu melewati bek tim Randy yang tepat jatuh di kaki lawan membuat peluang terbuka dan di eksekusi dengan baik namun Angga yang menjadi kipernya dengan sigap menahan tendangan dari lawan yang membuat terjadi tendangan pojok
Nampak lima menit pertama tim Randy begitu sulit mengembangkan pertandingan hingga akhirnya sebuah gol terjadi pada menit ke tujuh skor pun berubah menjadi 0-1 untuk tim tamu
Karena merasa ada yang tidak berjalan dalam strateginya pak Harun mengganti Gilang dan di gantikan oleh Fery yang memang duet mautnya Randy dan itu terbukti dengan masuknya Fery serangan dari tim Randy makin hidup
Kini mereka balik menyerang dan dengan umpan-umpan pendek yang membuat lawan susah untuk merebutnya
Hingga akhirnya Randy bisa mencetak gol lewat umpan manis dari Fery skor pun berubah menjadi 1-1 dan babak pertama selesai dengan skor sama kuat
Di ruang ganti nampak pak Harun sangat kecewa dengan permainan mereka membuat semua pemain hanya bisa menundukkan kepalanya dia sadar kalau mereka tidak mampu menjalankan strateginya
"Ingat nggak boleh lagi melakukan kesalahan-kesalahan konyol jika kalian ingin menang kita ini tuan rumah masak kalah sama tim tamu" ucap pak Harun yang meleburkan semangat dari mereka, tak lama dari itu mereka kembali ke lapangan karena waktu istirahat sudah habis
Setelah peluit di bunyikan nampak tim Randy langsung menggempur pertahanan tim lawan habis-habisan seakan tak ingin memberi peluang sedikitpun kepada mereka
Dan tak lama dari itu Fery mencetak gol cantik yang mengelabui penjaga gawang tim lawan dan skor pun berubah menjadi 2-1 untuk kemenangan tim Randy
Namun tak lama dari itu mereka kembali menambahkan keunggulan lagi-lagi lewat Randy yang memanfaatkan umpan panjang dari Asep dan membuat skor berubah menjadi 3-1 dan itu bertahan hingga peluit di bunyikan
Nampak mereka sangat puas atas kemenangan mereka namun beda dengan pak Harun yang masih kecewa dengan permainan mereka baginya seharusnya timnya bisa mencetak gol lebih banyak dari itu
Meski begitu pak Harun mengapresiasi perjuangan mereka yang terus semangat meski kebobolan terlebih dahulu setelah pak Harun selesai memberi motivasinya kemudian beliau pergi yang di ikuti oleh yang lainnya yang juga pergi entah kemana
Sedangkan Randy sendiri langsung pergi ke kelasnya berharap dirinya mau langsung pulang setelah tak ada lagi pertandingan bagi tim mereka
Namun ketika sampai di kelas Randy malah langsung di peluk oleh Shofi nampak dia begitu bahagia akan kemenangan Randy terlebih ketika Randy mencetak dua gol dari kemenangan timnya
"Selamat ya" ucap Shofi sambil melepaskan pelukannya nampak dari raut wajahnya terpancar kebahagiaan yang sangat mendalam
"Makasih ya sudah menyemangati aku" kata Randy sambil menatap tajam ke arah tunangannya itu
Sedangkan Shofi sendiri hanya menganggukkan kepalanya saja kemudian Shofi kembali memeluk Randy dengan eratnya dan mereka pun larut dalam pelukan
"Nanti malam keluar yuk" ajak Shofi setelah melepaskan pelukannya
"Kemana" tanya Randy seraya berjalan menuju tempat duduk yang di ikuti oleh Shofi di sampingnya
"Ojo lali" kata Shofi nampak Shofi mengajak Randy dan keluarganya untuk makan di luar itu terbukti ketika dia menyebutkan Ojo lali
Yang mana Ojo lali adalah salah satu restoran yang terkenal di daerahnya dengan menyuguhkan keindahan pantai yang terletak di sampingnya
Membuat restoran tersebut tidak pernah sepi dari pengunjung terlebih ketika malam Minggu pasti restoran tersebut akan rame
"Terserah kamu aja aku ngikut" kata Randy seraya mengambil tasnya
"Aku pulang duluan" ucapnya lagi dan pergi meninggalkan Shofi yang nampak sendirian di kelas itu sedangkan Syifa sendiri berada di lapangan futsal untuk menonton pertandingan dengan teman-temannya yang lain
Malam itu ketika Randy selesai shalat Isyak dia duduk sebentar sambil nonton tv dengan adiknya yang lain sesekali dia lihat layar HP-nya entah apa yang dia lihat tak lama dari itu mobil Fortuner milik Shofi berhenti di depan rumahnya
"Assalamu'alaikum" sapa Shofi ketika melihat Randy yang sedang asyiknya nonton tv menemani adiknya yang lain
"Wa'alaikum salam, mbak cantik" ucap Salsa menjawab salam dari Shofi tadi seraya berlarian ke arahnya ketika melihat kedatangan Shofi
Sedangkan Shofi sendiri tersenyum kecil mendengar ucapan dari Salsa tadi Shofi langsung jongkok dan memeluk Salsa yang mendatanginya seraya mencium pipi kanan dan pipi kirinya secara bergantian
"Udah makan" tanya Shofi
"Belum" jawab Salsa sambil menggelengkan kepalanya, kemudian Shofi dan pergi seraya bergandengan tangan menuju arah Randy berada
"Berangkat yuk" ajak Shofi sambil duduk di samping Randy berada dan di ikuti oleh Salsa yang duduk di pangkuannya "mana Syifa" tanya Shofi ketika dirinya tak melihat keberadaan Syifa
"Ada di dapur" jawab Randy yang masih fokus dengan kegiatannya yaitu nonton tv, kemudian Shofi bangkit untuk pergi menemui Syifa yang sedang ada di dapur
Setelah melihat Syifa nampak Shofi langsung pergi menemuinya
"Lagi ngapain Siv" tanya Shofi ketika melihat Syifa yang sedang sibuk
"ini lagi masak ikan" kata Shofi sambil mengangkat wajan yang berisi ikan setelah memasaknya tadi
Setelah selesai nampak Syifa langsung mencuci tangannya yang kotor tersebut dan pergi menemui Kakaknya seraya mengajak Shofi yang sedari tadi menemaninya
Syifa langsung duduk di samping Rendy dengan kening yang penuh dengan keringat kecapean setelah melakukan aktivitasnya tadi
"Ayo berangkat" ajak Shofi setelah semuanya sudah berkumpul
"Tunggu" kata Syifa yang membuat kening Shofi berkerut
"Tungguin kak Abi sebentar lagi akan datang" ujar Syifa memberitahu nampaknya dia mengajak tunangannya tersebut untuk ikut makan bareng di luar membuat Sofi kembali duduk di kursi sebelahnya Randy
Tak lama dari itu Abizar datang menggunakan motornya hingga tak usah lama-lama lagi mereka langsung pergi membawa mobil Fortuner milik Shofi
Dan seperti biasa Randy yang menyetir nya nampak dari mereka sesekali berbincang-bincang kecil antara satu sama lainnya hingga tak terasa mereka sudah berada di restoran Ojo lali yang mana tempat itu yang mereka tuju
Setelah memarkirkan mobilnya Randy dan yang lainnya langsung masuk ke dalam dan duduk di kursi kosong tak lama dari itu pelayanannya datang seraya memberi daftar menu yang ada di sana juga tertera dengan harganya
"Mohon di tunggu ya mas" kata mbak tadi dengan tersenyum ringan ke arah Randy, sedangkan Randy sendiri membalas senyuman tersebut
"Apa senyum-senyum" ketus Shofi seraya memonyongkan kedua bibirnya dia nampak cemberut ketika mbak tersebut tersenyum ke arah Randy
Namun tindakan Shofi tadi hanya di sambut dengan dingin oleh Randy seraya mencubit pipi kirinya yang kebetulan berada di kirinya Randy dengan Salsa yang ada di tengah-tengahnya
"Gitu aja ngambek" kata Randy sambil mencubit pipi Shofi sambil menunggu pesanan tiba mereka berbincang kecil sesekali Alin dan Arin tertawa ketika ngerti tentang guyonan mereka
Akhirnya pesanan yang di tunggu-tunggu datang juga beserta dengan minumannya
"Dimakan Lin" suruh Shofi ketika pesanannya sudah datang semua, mereka satu persatu memakannya dengan lahap
"Oh iya cak kapan ada camping lagi kayak dulu tuh" tanya Syifa di sela-sela memakannya
__ADS_1
"Kangen nih pengen camping lagi" lanjutnya lagi menambahkan
"Ayok dong aku juga ingin ikut dulu kan aku nggak ikut kalian camping" ajak Shofi yang juga pengen merasakan camping bersama terlebih dirinya dulu tidak bisa ikut setelah ada acara keluarga
"Ya kalau itu terserah persetujuan anak-anak yang lain kalau mereka setuju ayok berangkat kalau tidak kan nggak enak juga kalau cuma segini" kata Randy memberi tahu
"Mungkin seandainya dulu aku ikut maka aku pasti sudah kenal dari dulu sama cak Randy" ucap Shofi yang menyesali dirinya tidak bisa ikut namun apalah daya semua sudah berlalu
Mereka terus saja berbincang membahas tentang kelanjutan rencana tersebut baik Syifa maupun Shofi sangat berharap hal itu akan terjadi lagi nampak mereka berdua sudah rindu akan suasana luar
Setelah mereka menghabis semua makannya Shofi berteriak memanggil pelayan tadi untuk meminta bill
"Berapa bill nya mbak" tanya Shofi ketika pelayan tadi berada di depannya
"Totalnya tiga ratus dua puluh mbak" kata pelayan tadi seraya memberi bill nya
"Ini" kata Shofi seraya memberi uang pas seperti yang pelayan tadi katakan
"Sekalian nomer wa nya mbak" pinta Randy seraya bangkit dan mengeluarkan HP yang ada di kantongnya
Namun ketika Shofi mendengar perkataan Randy tadi dengan segera Shofi mencubit pahanya
"AW" jerit Randy ketika mendapat cubitan dari Shofi seraya melihat ke arah Shofi berada nampak dia di pelototi oleh Shofi
Randy sendiri hanya mengusap paha bekas cubitan dari Shofi tadi sedangkan pelayanan tadi hanya tersenyum ketika Randy meminta nomer wa nya
Mungkin seandainya Randy sendiri dia akan ngasih nomer wa nya karna dia kagum akan ketampanan Randy
"Lagian cuma bercanda juga" ucap Randy ketika mereka berjalan menuju mobil mereka namun Shofi hanya menanggapinya dengan judes dan tak mendengarkan apa yang di katakan oleh Randy tadi
Randy langsung memeluk Shofi dari belakang seraya mencium pipi Shofi yang membuat Shofi tersenyum akan tingkah Randy tadi
"Ih malu tau banyak anak-anak" ucap Shofi seraya mengusap pipinya tadi yang di cium oleh Randy tadi
"Gitu dong" kata Randy ketika melihat Shofi tersenyum lagi
"Kalau gini kan keliatan cantiknya" gombalnya yang membuat Shofi lagi-lagi tersenyum ke arahnya
"Cie-cie" kata Alin sambil menunjuk ke arah Shofi yang di cium oleh kakaknya
"Kamu mau nggak kayak gitu" tanya Abizar berbisik kepada Syifa namun bukan ciuman yang dia dapat melainkan sikutan yang kena ke perutnya
Membuatnya menjerit kecil namun tak kedengaran oleh yang lainnya tak terasa mereka sudah berada di parkiran tempat mobil mereka berada
Setelah membayar uang parkir Randy langsung menancapkan gasnya membuat roda mobil Fortuner tadi berputar dengan cepatnya
Namun ketika sampai di persimpangan jalan Randy tiba-tiba ngerem mendadak ketika ada motor langsung masuk tanpa menoleh terlebih dahulu membuat penumpang yang lainnya kaget
"Ada apa cak" tanya Syifa seraya melihat ke depan
"Itu ada yang main nyelonong aja emang dia pikir jalan milik nenek moyangnya apa" kata Randy kesal untung dia bisa ngerem mendadak membuatnya terhindar dari kecelakaan
Kemudian Randy kembali melanjutkan perjalanannya namun kali ini dia memacunya dengan keadaan biasa
Nampak Randy terus ngomel terhadap pengemudi motor tadi Randy seakan trauma akan yang namanya kecelakaan setelah tragedi yang menewaskan kedua orang tuanya
"Kak berhenti di sana" pinta Shofi seraya menunjuk ke arah tukang jual gorengan, setelah Randy memarkirkan mobilnya Shofi langsung turun dan menemui penjual gorengan tadi
"Pak beli gorengannya" ucap Shofi seraya memberi uang sebesar lima puluh ribu hingga membuat yang ada di warungnya habis dan harus menggorengnya lagi dan membuat Shofi harus menunggunya
"Ayok cak" kata Shofi setelah kembali masuk kedalam mobilnya yang membuat Randy langsung menyalakan mobil tersebut sambil sesekali berbincang-bincang membuat mereka tak terasa sudah nyampe di rumah Randy
Nampak setelah di lihat kebelakang Salsa dan adik kembarnya sudah tidur ketika di perjalanan tadi membuat Syifa dan Randy harus membawanya ke dalam
Sedangkan Shofi juga ikut membantu membawa Salsa yang juga tidur di dalam mobilnya, setelah selesai Randy langsung duduk di kursi ruang tamu seraya memakan gorengan yang di beli Shofi tadi
"Cak kasih ke anak-anak juga" kata Shofi ketika berada di samping Randy nampak dirinya enggan memakan gorengan tersebut ketika dirinya merasa kenyang setelah makan tadi
Begitu pulan dengan Syifa yang baru datang setelah mengantar adiknya yang tidur itu ke dalam kamarnya
"Ini nggak ada yang mau" tanya Randy seraya bangkit dari tempat duduknya
"Nggak cak kenyang" jawab Syifa yang juga di susul dengan ucapan Shofi yang sama
Kemudian Randy langsung mengambil gorengan tersebut dan membawanya ke luar di sana sudah ada anak-anak rangers
"Loh kok ada kamu Fer", tanya Randy ketika melihat Fery berada di gardu yang biasa di buat anak-anak rangers nongkrong
"Saya dari tadi disini nunggu kamu nggak datang-datang" ucap Fery
"Welcome my friend" kata Randy seraya memeluk temannya yang bernama Angga tersebut yang juga ikut dalam lomba futsal dan satu tim dengan Randy sedangkan Angga menyambutnya dengan pelukan hangat khas seorang sahabat
"Maaf ya setiap ada kamu aku selalu pergi" pinta Randy pada Fery karena sudah dua kali Fery datang ke base camp namun tidak ada Randy di sana
"Nggak apa-apa kok lagian aku ngerti kondisi kamu" kata Fery
"Oh iya ini makan" ucap Randy seraya memberi gorengan yang tadi di beliin oleh Shofi
"Oh iya Rand, dengar-dengar kamu tunangan sama Shofi" tanya Fery tak percaya dengan rumor yang menyebar di sekolahnya
"Ya gitu lah" jawab Randy seraya mengangguk membenarkan apa yang di tanyain oleh Fery tadi
"Sumpah Rand, kamu beruntung banget Shofi itu idaman aku sejak kelas satu SMA namun aku selalu di tolaknya berkali-kali" kata Angga curhat kepada Randy yang ternyata dirinya juga sempat suka terhadap Shofi bahkan dirinya sering nembak Shofi namun malah tak di respon olehnya
Boro-boro di respon di bentak ia nya kemudian mereka ngumpul di gardu tersebut dan ngobrol ngawur-ngidul terkadang tawa mereka pecah ketika ada yang berbuat lucu, akhirnya hari sudah larut malam ada yang pulang ada juga yang nginep di base camp mereka
Hari telah membuka pintu kehidupan dunia pagi yang cerah dengan semilir angin ber sepoi perlahan
Pagi yang baru kehidupan yang baru dan harapan yang baru berharap hari ini lebih baik dari hari kemarin,
Pagi itu setelah Randy mengantar adiknya ke sekolah dia buru-buru memacu motornya dengan keadaan cepat karna dia ingin cepat sampai ke sekolahnya
Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai terlebih motor yang mereka pakai adalah PCX pemberian dari Om Faisal calon mertua Randy
Randy langsung pergi ke kelas dua yang menjadi tempat istirahat bagi timnya Randy di sana nampak mereka sudah ngumpul semua karna hari ini jadwal pertandingan Randy selanjutnya yang akan melawan SMS Nurul Ulum
Nampak pak Harun sudah mewanti-wanti ke anak didiknya kalau SMA Nurul Ulum adalah juara bertahan tahun lalu tentu permainan mereka tak bisa di anggap sebelah mata
Dengan tekad yang tinggi semangat mereka berkobar ketika pak Harun terus menyemangatinya, mereka pun di panggil untuk bertanding satu persatu mereka keluar dari kelas tersebut sambil tos satu sama lainnya
Ketika mereka sudah sampai di lapangan dan tak lama dari itu wasit yang memimpin pertandingan meniup peluit di mulainya pertandingan
Awalnya berjalan seperti biasa namun tak lama dari itu nampak pertandingan berjalan seru jual beli serangan terjadi peluang-peluang mereka ciptakan silih berganti skor 0-0 mengakhiri babak pertama
Begitu pula dengan babak kedua mereka seakan buntu menembus pertahanan lawan segala cara mereka lakukan bahkan sering mengganti pemain namun tetap hasilnya nihil
__ADS_1
Hingga akhirnya ketika waktu tinggal satu menit Randy, Fery dan Bayu berhasil melakukan umpan tiki-taka yang membuat lawan kebingungan
Yang berawal dari Bayu yang di umpan kepada Fery dan dengan cepatnya Fery langsung memberinya kepada Randy hingga membuat Randy langsung menceploskan bola ke gawang lawan dan membuat mereka unggul 1-0
Dan itu menjadi skor akhir pertandingan Randy dan yang lainnya menang dengan skor tipis 1-0
Dengan ke unggulan tersebut tim Randy berhasil melaju ke babak selanjutnya yaitu perempat final dan akan di langsung kan besok lusa
Setelah pertandingan usai mereka langsung menuju kelas dua yang menjadi tempat istirahat mereka nampa di sana mereka merayakan seakan telah berhasil meraih juara karena bagi mereka setiap pertandingan layaknya final
Sorak-sorai terdengar dengan jelas membuat pak Harun menghentikan mereka dalam merayakan kemenangan baginya ini bukan final jadi sepatutnya saja dalam merayakannya
Hari terus saja berlalu nampak pertandingan satu persatu sudah usai tim A dari sekolah SMA Nurul Huda juga di pastikan lolos ketika berhasil memenangkan pertandingan di pertandingan terakhir yang di huni oleh tim Randy berhasil menyapu bersih pertandingan babak penyisihan
Pertandingan terakhir mereka menang dengan skor meyakinkan yaitu 4-0 yang di ciptakan oleh Randy dua gol Fery dan Asep dengan kemenangan itu tim Randy menjadi tim yang berhasil menyapu bersih semua pertandingan
Kini Randy dan yang lainnya hanya perlu siap-siap untuk pertandingan selanjutnya,
Waktu itu ketika Randy dan anak-anak rangers sedang ngumpul bareng akhirnya Randy mengutarakan keinginan adiknya yang ingin melakukan camping lagi
"Ayok saya setuju kita sudah lama tidak camping lagi" kata Benny menyetujui perkataan Randy tadi, satu persatu mereka menyetujui perkataan Randy tadi dan waktu pun di tentukan yaitu setelah selesai ujian tengah semester
Setelah itu mereka kembali berbincang-bincang mengingat masa lalu di saat camping seakan semua itu terung kembali di memori mereka
Ada juga yang tertawa di saat mengingat kejadian lucu waktu itu tak terasa hari sudah malam dan saatnya tubuh ini untuk beristirahat
Waktu terus saja berlalu tak terasa pertandingan perempat final sudah tiba di pertandingan kali ini menggunakan sistem gugur
Bagi mereka yang kalah harus angkat koper dari perlombaan dan jika skor sama kuat maka langsung di adakan adu penalti untuk menentukan siapa pemenangnya,
Nampak mereka yang sudah lolos dari babak seleksi sudah menyiapkan dengan matang-matang strateginya dan mengevaluasi kelemahan yang terjadi di tim mereka
Satu persatu pertandingan sudah selesai dan kini pertandingan yang mempertemukan tim Randy melawan SMA Darul Ulum
Pertandingan pun di mulai di saat wasit yang memimpin pertandingan tersebut meniup peluitnya bola yang bundar kini berpindah-pindah di antara kaki mereka
Dan sesuatu yang tak di duga tiba-tiba terjadi tendangan keras dari lawan malah di blok oleh Asep yang berujung dengan gol bunuh diri akhirnya tim Randy tertinggal 0-1
Tertinggal satu gol membuat Randy dan kawan-kawan langsung berkobar semangatnya mereka langsung memborbardir pertahanan tim lawan dan akhirnya Fery berhasil menceploskan bola ke gawang lawan dan skor pun berubah 1-1 yang bertahan sampai babak pertama selesai
Ketika babak kedua di mulai jual beli serangan kembali terjadi membuat Angga harus susah payah menangkis tendangan lawan
Namun meski begitu gawangnya tetap aman dari kebobolan dan skor pun tak berubah hingga akhir pertandingan kini di lanjutkan dengan adu penalti
Tendangan pertama sama-sama masuk baik dari tim Randy maupun tim lawan namun tendangan kedua Asep yang menendang malah bisa di blok
Kini beban berada di pundak Angga yang harus bisa mengantisipasi tendangan dari lawan, dengan mental yang kuat Angga berhasil menepis tendangan pinalti dari lawan dan skor pun sama-sama kuat
Kini di lanjutkan tendagan yang nomer tiga yaitu Bayu dia mengeksekusinya dengan cantik yang mengelabui penjaga gawang lawan dan skor berubah 2-1
Kali ini keberuntungan terjadi bagi tim Randy Angga kembali berhasil menepis tendangan penalti lawan dengan berhasilnya Angga menepis tendangan lawan kini mereka semakin bersemangat untuk melanjutkan adu penalti tersebut
Penendang selanjutnya yaitu Rian juga berhasil mencetak gol lewat penalti tersebut sedangkan lawan lagi-lagi tidak berhasil mencetak gol tendangannya bisa di mentahkan oleh Angga
Dengan ini tim Randy sudah di pastikan menang dengan skor 3-1 karena hanya tinggal menyisakan satu penendang lagi dan itu tidak bisa di kejar oleh lawan,
Setelah pertandingan itu mereka sangat bahagia karena telah melewati pertandingan yang sulit nampak sangat bahagia dengan hasil itu mereka terus saja merayakan kemenangan tersebut
Mereka tak sadar kalau jam sudah menunjukkan pukul dua belas hampir dua jam mereka merayakan kemenangan itu,
Namun keesokan harinya hal yang tidak di inginkan terjadi tim B dari sekolah SMA Nurul Huda malah kalah oleh SMA Nurul Ulum yang juga lolos dari perempat final membuat sekolah Randy hanya menyisakan timnya saja
Dan di saat pertandingan selanjutnya di mulai yang mempertemukan sekolahnya sama SMA Pati
Kali ini mereka bermain dengan santainya mereka menguasai pertandingan sejak peluit di bunyikan hingga dengan mudahnya Randy mencetak gol di menit ke tiga di susul dengan gol kedua Randy pada menit ke tujuh hingga
Membuat babak pertama di tutup dengan hatrick dari Randy di menit ke empat belas karena dalam kompetisi ini setiap pertandingan berlangsung tiga puluh menit dengan setiap babaknya lima belas menit
Setelah babak kedua di mulai tim Randy kembali menambah gol kali ini lewat sundulan Fery dan pertandingan di tutup oleh gol kedua dari Fery memanfaatkan umpan dari Randy yang di konferensi menjadi gol dan dengan kemenangan ini mereka sudah di pastikan menuju ke final
Hari yang menegangkan pun tiba mereka kembali bertemu dengan SMA Nurul Ulum setelah pertandingan sebelumnya mereka mengalahkan SMA Manggar 1
Kali ini akan menjadi ajang balas dendam dari SMA Nurul Ulum nampak mereka sudah mempelajari pertandingan SMA Nurul Huda hingga mereka bisa mengantisipasinya
Itu terbukti ketika pertandingan sudah di mulai nampak Randy sangat kesulitan mengembangkan pertandingan mereka terus saja di gempur habis-habisan
Hingga akhirnya membuat Angga harus memungut bola dari gawangnya dan Randy pun tertinggal 1-0 hingga babak pertama usai
Di babak kedua nampak pak Harun mengganti formasi karena Randy kali ini tidak bisa mengembangkan pertandingan sama sekali dia terus di jaga dengan ketatnya oleh pemain lawan dan di saat babak kedua di mulai
Nampak Randy malah berada di pinggir lapangan dan di ganti oleh Rian yang juga memiliki skill mempuni namun meski begitu permainan mereka menjadi berkembang bahkan beberapa kali mengancam gawang
Dan pada akhirnya gol yang di tunggu-tunggu tiba yang membuat sorak penonton pecah menyambut gol tersebut yang di cetak oleh Rian di menit ke empat di babak kedua yang membuat skor sama-sama kuat 1-1
Setelah gol tersebut nampak jual beli serangan terjadi sesekali gawang Angga terancam namun sering juga gawang tim lawan juga terancam
Pada menit ke sepuluh di babak kedua Randy kembali masuk menggantikan Fery
Dan dengan masuknya Randy tak lama dari itu Randy mencetak gol lewat serangan balik yang sangat mematikan yang membuat tim Randy unggul sementara 2-1
Nampak Randy dan kawan-kawan tak puas di situ mereka terus saja menggempur pertahanan sekolah SMA Nurul Ulum namun malah buntu segala macam cara terus di lakukan
Nampak waktu terus berjalan di pinggir lapangan pun semakin deg-degan ketika tim Randy tertekan di menit-menit akhir yang membuat Angga terus bekerja keras untuk menahan gempuran tim lawan
Begitu pula dengan pemain yang lain yang berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari dari kesalahan-kesalahan sekecil mungkin
Dan di saat peluit di bunyikan Randy langsung berteriak histeris ketika dirinya berhasil memenangkan pertandingan dan meraih jura turnamen sekabupaten pada tahun ini
Sedangkan pemain lain dan pemain cadangan langsung menemui Randy dan memeluknya karena berkat kontribusinya yang besar terhadap tim yang membuat mereka bisa menyapu bersih semua pertandingan tanpa kekalahan
Sorak penonton tiba-tiba pecah ketika wasit telah meniup peluit panjang pertandingan nampak mereka juga ikut bahagia ketika sekolah mereka menang dalam turnamen kali ini
Sedangkan Shofi sendiri langsung memeluk Syifa sejadi-jadinya ketika melihat kemenangan Randy dia begitu bahagia yang membuat matanya berkaca-kaca menahan tangisnya
Satu persatu dari semua siswa sekolah SMA Nurul Huda memberikan selamat kepada Randy ketika dia sedang merayakan dengan teman futsal yang lainnya
Yang tergabung di grup A teriakan itu yang membakar semangat Randy seakan dirinya begitu di hargai keberadaannya
Setelah proses untuk persiapan pemberian hadiah selesai kini sang MC dengan lantangnya terus berkata bahkan terkadang mengumandangkan sholawat dengan merdunya
Dan pada saatnya tim Randy di panggil untuk menerima piala turnamen tahun ini semua tim ikut bahagia
Sedangkan Randy langsung pergi ke atas podium ketika namanya di panggil untuk penyerahan piala hanya di wakilkan saja karena di samping juara satu terdapat juga juara dua dan juara tiga
Setelah selesai Randy langsung menuju ke teman-temannya yang lain di sana dia merayakannya dengan penuh bahagia sambil berjingkrak-jingkrak saking bahagianya mereka
__ADS_1
Karena baru kali ini mereka bisa meraih piala tersebut tak hanya mereka yang senang semua siswa SMA Nurul Huda juga ikut senang ketika tim Randy berhasil meraih juara pertama pada ajang turnamen tersebut