Kisah Cinta Sang Yatim

Kisah Cinta Sang Yatim
Camping Bersama


__ADS_3

Tiga hari sudah berlalu kini kondisi Syifa sudah mulai membaik di waktu Syifa sakit Randy kewalahan mengurusinya karna semuanya harus Randy yang menghandle


Namun jika urusan dapur Randy memilih untuk membeli makanan ketimbang menanak sendiri baik untuk keluarganya sendiri maupun untuk ketiga karyawannya karna lebih praktis,


Ketika Syifa sudah membaik pekerjaan dapur kini sepenuhnya tanggung jawab dia, dia kini lebih bersemangat untuk menjalani hidup ketimbang dari hari kemaren


Bahkan dirinya mulai aktif berbicara dengan karyawan bengkel baik dari Andre Faris dan Benny hingga membuat Syifa sudah akrab dengan ketiganya


Namun beda halnya dengan Abizar, Syifa masih saja cuek meski Abizar selalu berusaha memberikan yang terbaik untuknya


Namun di mata Syifa itu semua belum cukup membuka hatinya karna Syifa sadar bahwa dirinya orang yatim piatu dia takut salah memilih pasangan dan dia ingin orang yang mencintainya benar-benar mencintainya dan takut untuk kehilangannya


Karna Syifa tidak ingin dirinya sakit hati nantinya, sudah cukup penderitaannya ketika kehilangan orang tuanya dan dia tidak ingin menderita lagi apalagi dengan hal-hal yang konyol,


Disisi lain Abizar bagi Randy sosok cowok yang teguh pendirian apabila dia menginginkan sesuatu maka dia harus mendapatkannya di samping itu selain orangnya baik dia juga bertanggung jawab


Itu terbukti ketika Abizar tak sengaja menjatuhkan HP milik Ubaid yang membuat layar HP-nya pecah namun oleh Abizar di gantiin yang baru sebagai bentuk tanggung jawabnya karna telah merusak milik orang lain padahal untuk sekelas Ubaid HP tersebut tidak ada apa-apanya


Itu yang membuat Randy suka terhadap Abizar sosok yang tangguh baik dan bertanggung jawab namun Randy tak langsung memberikan nilai plus terhadap Abizar dia takut kalau itu dia lakukan hanya sementara dan berubah seketika ketika dirinya merasa bosan,


Suatu ketika waktu itu hari Minggu dimana hari libur Shofi mengajak Syifa main kerumahnya ketika melihat keindahan rumah Shofi, Syifa begitu mengagumi akan keindahan interior rumah Shofi yang luas


Disertai taman dan juga kolam renang bak istana bahkan dirinya bermimpi untuk mempunyai rumah sebesar itu Syifa belum pernah apalagi sampai mempunyainya


Disana Syifa disuguhkan dengan makanan yang enak yang belum pernah dia makan sebelumnya hingga membuatnya merasa enggan untuk pulang


Terlebih ketika melihat kamar Shofi yang begitu indah menakjubkan seakan dia tidak ingin berhenti untuk menatap semua keindahan itu beneran adanya bukan dalam mimpi ataupun dalam khayalan semata


"Ternyata kamu anak sultan ya" kata Syifa ketika melihat keindahan semua itu


"Apaan sih biasa aja kok, ini mah usaha bapak bukan usaha aku sendiri" kata Shofi merendah karna memang Shofi orangnya rendah hati dia tidak bangga dengan hasil usaha orang tuanya


"Ya kamu kan sebagai anaknya pasti menikmati juga dong"


"Udahlah gak usah bahas itu males aku" kata Shofi yang enggan berbicara tentang harta yang memang dirinya paling nggak usa jika bicara tentang harta,


Ketika hari sudah mulai sore Syifa pamit untuk pulang setelah naik menggunakan angkutan umum karna Syifa tidak ingin untuk di anterin oleh Shofi meski terus dipaksa olehnya


Sejak kejadian itu Shofi menjadi lebih dekat lagi dengan Syifa seakan telah menjadi keluarga kecil baginya namun meski begitu Syifa tidak pernah mengajak Shofi main ke rumahnya meski Shofi tidak pernah bilang ingin main ke rumahnya,


Sedangkan di paud dimana Salsa sekolah gurunya terkadang memberi kebebasan untuk Salsa bukan karna dirinya yatim piatu melainkan kepintarannya yang melebihi anak-anak pada umumnya


Bahkan seumuran Salsa yang kebanyakan belum tau membaca Salsa sendiri malah tau matematika termasuk pembagiannya bahkan nulis pun termasuk cepat untuk seusianya hingga membuat Salsa sedikit bebas ketika sedang sekolah terkadang juga dirinya hanya main-main di sekolahnya tersebut,


Salsa memang anaknya cerdas selain cantik dirinya juga cerdas melebih anak-anak pada umumnya dia cepat mengerti terhadap penjelasan yang di berikan terhadapnya


Sebelum dia masuk paud Syifa sudah mengetahui bakat yang dimiliki oleh Salsa hingga membuatnya terus mengembangkan bakatnya yang hampir tiap malam Salsa mendapat pelajaran baru dari mbaknya itu


Bahkan jika di bandingkan dengan anak SD yang mungkin kelas empat Salsa mungkin masih lebih unggul namun karna umur yang masih belia akhirnya Salsa di masukkan ke paud,


Disisi lain Abizar yang makin hari makin akrab dengan anak-anak klub ranger sedikit demi sedikit dirinya belajar tentang mesin motor maupun mobil jika ada yang sedang memperbaiki motor ataupun mobil hingga membuatnya sedikit mengerti tentang mesin.


Pernah suatu ketika waktu Abizar sedang berada di base camp ranger dia tak sengaja melihat Syifa hingga membuatnya beranikan diri untuk menemuinya yang sedang menyiram tanaman


"Hay ganggu nggak" sapa Abizar namun bukan mendapat sapaan balik dari Syifa dia malah mendapat siraman darinya hingga membuatnya basah kuyup dan membuat Faris yang melihat kejadian tersebut tertawa terbahak-bahak,


Setelah melakukan hal tersebut Syifa malah nyelonong masuk seakan tak bersalah ketika telah menyiram Abizar "tega banget kamu Sif" kata Abizar seraya berlalu dari tempat tersebut,


Randy sendiri yang melihat tersebut hanya menggelengkan kepalanya terheran-heran dengan sikap Syifa kepada Abizar


Suatu ketika disaat Randy bersama Syifa Randy bertanya tentang perasaan Syifa terhadap Abizar


"Emang kamu tidak suka terhadap Abizar" tanya Randy waktu itu ketika dirinya sedang bersama Syifa


"Siapa sih cak yang nggak suka sama kak Abizar orang tampan badan atletis baik cerdas pula" kata Syifa mengagumi


"Kok kamu jahat banget sama Abizar cuekin dia sampek menyiraminya segala" tanya Randy lagi


"Aku cuman tidak ingin menjadi cewek yang gampang di miliki, jika cewek gampang di miliki maka gampang pula di tinggalin, aku ingin kak Abizar benar-benar ingin memiliki aku dan tidak ingin meninggalkan aku" jawab Syifa panjang lebar


"Aku ingin melihat sampai mana dia berjuang untuk mendapatkan aku" lanjutnya lagi,


Ketika mendengar seperti itu Randy hanya dia membenarkan apa yang adiknya katakan tadi bahwa mutiara memang sulit untuk di dapatkan,


Setelah berbicara panjang lebar pembicaraan tersebut harus terhenti ketika Arin menangis di ruang tengah pas nonton TV tadi membuat Syifa dan Randy langsung lari menuju adiknya berada nampak Arin menangis karna kejedot kursi


"Kenapa Dek" tanya Syifa seraya menghampiri Arin yang sedang nangis tersebut,


Sedangkan Arin sendiri tak menjawab pertanyaan Syifa tadi dia hanya memegang kepalanya yang benjol akibat kejedot tadi hingga membuat Syifa sedikit kaget karna benjolan tersebut lumayan besar dan langsung memijitnya dengan keras membuat Arin menangis sejadi-jadinya


Sampai harus mengelinjang karna kesakitan ketika merasa benjolannya mulai mengecil Siva menghentikan pijitannya seraya menggendong adiknya tersebut hingga tak terasa Arin tertidur dalam gendongan Syifa.


Malam sudah tiba menggantikan singgasana siang yang sedari tadi kokoh mengarungi bahtera kehidupan sang insan namun entah mengapa manusia lebih suka pada kehidupan siang dari pada malam mungkin karna capek seharian bekerja hingga membuat malam menjadi tempat istirahat bagi mereka


Membuat lupa akan kewajibannya sebagai ummat Islam terlebih ketika sholat Subuh nampak sebagian besar mereka melalaikannya padahal sholat subuh yang lebih banyak pahalanya namun banyak yang tidak melakukannya,


Suatu ketika disaat Syifa dan adik-adiknya gabung bersama klub ranger karna bosan dengan acara TV tiba-tiba Abizar datang karna tiap malam dia selau hadir di base camp tersebut namun ketika Abizar datang Syifa langsung pindah duduknya ke samping Randy


"Kak, kenapa sih adik kamu cuek banget sama aku" tanya Abizar heran


"Jika kamu ingin mendapatkan mutiara maka kamu harus menyelam ke dasar laut, namun jika kamu hanya ingin mendapatkan sekuntum bunga mawar maka kamu cukup pergi ke toko bunga" perkataan Randy itu langsung di mengerti oleh Abizar


"dan tentunya jika kamu sudah mendapatkan mutiara tersebut maka tidak akan kamu buang begitu saja" tambahnya lagi yang membuat Abizar mengangguk bertanda mengerti apa yang di katakan oleh Randy tadi kemudian entah ide dari mana tiba-tiba Rangga mengatakan sesuatu

__ADS_1


"Kalau ada waktu lowong kita touring yuk" ajak Rangga disaat suasana mulai hening


"Terus kita mengadakan camping gitu" lanjutnya menambahkan yang membuat sebagian dari mereka berfikir lagi


"Setuju" kata sebagian lagi yang tak banyak pikir lagi hingga akhirnya satu persatu dari mereka mengatakan setuju dengan ide Rangga tadi


"Terus aku gimana dong, kan aku cewek sendirian" tanya Syifa karna cuma dirinya yang cewek sedangkan jika dirinya tidak ikut maka di rumahnya terasa sepi kalau Cacak nya ikut


"Gini aja deh, yang punya pacar bawa nggak apa-apa asalkan jangan pacaran di tempat kemah nanti, boleh bawa teman asalkan yang baik-baik tapi itu teman cewek untuk menemani Syifa kalau teman cowok jangan soalnya ini sebuah klub" usul Andre yang di setujui oleh yang lain


"Setuju tuh kalau gitu aku ajak teman aku saja" kata Syifa lagi sedangkan Abizar hanya memperhatikan Syifa berbicara dengan perasaan senang karna bisa mendengar suaranya


Akhirnya waktu telah di tentukan yaitu setelah selesai ujian semester setelah mendapat persetujuan dari semua anggota klub,


Membuat Syifa tak sabar untuk mengajak Shofi untuk ikutan touring.


Keesokan harinya ketika Syifa sudah berada di dalam kelasnya waktu itu pelajaran biologi sedang tidak ada gurunya karna lagi sakit akhirnya Syifa mengajak Shofi


"Fi, mau gk ikut touring bareng kami" ajak Syifa antusias berharap Shofi mau ikut touring "nanti juga kita akan mengadakan camping di deket sungai gitu yang sudah menjadi langganan orang-orang" lanjutnya lagi


"Kapan itu Sif" tanya Shofi


"Liburan semester, mau ikut nggak" kata Syifa namun ketika Shofi mendengar ucapan Syifa tadi wajah Shofi di tekuk seakan ada rasa kecewa


"Kalau liburan semester aku nggak bisa Sif, soalnya ada acara di rumah nenek" kata Shofi seraya menekuk wajahnya dia tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya karna juga ingin ikut gabung dengan mereka


"Emang acara apa Fi" tanya Syifa penasaran


"Pernikahan Sif, Om aku yang paling terakhir mau nikah dan kita di suruh datang seminggu sebelum acara" kata Shofi memberi tahu hingga membuat Syifa juga kecewa karna Shofi tidak bisa ikut


"Ya pikir-pikir dulu Fi, siapa tau kamu mau ikut" kata Syifa lagi berharap Shofi bisa ikutan dalam acara touring tersebut.


Waktu terus saja berlalu siang dan malam silih berganti seiring dengan berjalannya waktu hingga tak terasa waktu yang di tentukan sudah tinggal beberapa hari,


Nampak mereka semua sudah menyiapkan apa yang harus dibawa peralatan-peralatan camping sudah di sewa seperti halnya tenda dan yang lainnya ada yang sudah tidak sabar lagi menunggu hari itu tiba,


Sedangkan di bengkel Randy para pelanggan sudah di beri tahu tiga hari sebelum acara touring tersebut dan bagi pelanggan yang sudah terlanjur menaruh mobilnya di bengkel Randy terpaksa harus lebih lama lagi berada di bengkel tersebut karna bengkel akan di tutup sementara di sebabkan semua karyawan termasuk yang punya bengkel akan melakukan camping,


Waktu yang sudah di tentukan pun sudah tiba mereka semua sudah ngumpul di bengkel Randy semua peralatan sudah di masukan ke dalam mobil Ubaid hanya Ubaid yang membawa mobil sedangkan yang lainnya membawa motor


Namun Ubaid tak menyetir sendiri dia lebih memilih bersama yang lainnya naik motor itu di karenakan mobil tersebut di butuhkan untuk membawa peralatan,


Nasib baik bagi Syifa karna bukan hanya dia ceweknya saja melainkan ada juga dari mereka yang membawa pasangan yang tak lain adalah Hamid, Arif, dan Rangga,


Membuat Syifa mempunyai teman disana nampak mereka memperlambat perjalanan mereka hingga membuat mereka nyampek agak lama mereka ingin menikmati momen tersebut seraya mengabadikan lewat ponsel mereka masing-masing


Dan pada saat waktu sholat mereka berhenti di masjid terdekat hingga tak terasa mereka sudah sampai di tempat yang sudah di tentukan bertepatan jam empat sore,


Ketika sampai disana Andre dan Randy langsung menemui penjaga wilayah tersebut karna wilayah tersebut memang langganan orang-orang untuk melakukan camping di karenakan pemandangan yang sangat indah dan tidak berbahaya bagi siapapun


Akhirnya mereka sudah menemukan tempat yang di inginkan disana Randy tak ikutan dalam pemasangan tenda dia di sibukkan dengan adiknya yang tertidur dalam gendongannya


Begitu pula dengan Syifa sedangkan Salsa sendiri dia ikut membantu yang lainnya karna membuatnya merasa bahagia, setelah semua selesai mereka diam sejenak sebelum akhirnya Randy berkata


"Ok kawan-kawan sebelumnya minta waktunya sebentar, Alhamdulillah kita sudah sampai di tempat ini dan semoga camping kali tidak ada kendala apapun selalu menjaga diri menjaga kebersihan jangan sampai berbuat gaduh dan hal-hal yang tidak di inginkan


Patuhi apa yang di perintahkan ketua jangan sampek keluar tanpa izin jika semua itu di langgar kami tidak akan bertanggung jawab jika ada sesuatu yang tidak di inginkan" kata Randy panjang lebar


"Mengerti" lanjutnya lagi


"Mengerti" kata mereka kompak


"Ok alangkah baiknya kita sebelum menempati tempat berdoa untuk keselamatan kita masing-masing berdoa dimulai" kata Randy memimpin semua anggota klub ranger padahal dirinya bukan ketua dan ketika Randy selesai berbicara tadi semua khusuk dalam doa mereka masing-masing


"Berdoa selesai" kata Randy seraya mengangkat kepalanya yang dari tadi menunduk karna berdoa,


Setelah itu mereka kembali ke tenda masing-masing yang mana cewek-cewek dan cowok-cowok hingga tak terasa hari sudah mulai gelap hingga membuat Randy dan yang lainnya bersiap untuk menyalakan api unggun.


Setelah sholat Isyak mereka nampak berkumpul di depan api unggun tadi disana mereka berkumpul melingkar sedangkan di tengahnya ada apa yang menyala begitu pula Alin dan Arin dia juga ikut ngumpul


Nampak dia sangat bahagia sekali ketika melihat api tersebut itu terlihat dari rona wajahnya yang riang sekali dilain sisi ada yang bercerita serius ada juga yang ngelawak sehingga momen tersebut begitu membuat mereka bahagia


Disisi lain tanpa sengaja Syifa duduk di samping Abizar yang tak dia ketahui saking asyiknya dengerin yang lainnya bercerita


"Seru nggak" tanya Abizar yang membuat Syifa kaget ketika menyadari bahwa dirinya berada di samping Abizar membuatnya langsung pindah namun sialnya dirinya semua tempat sudah terisi hingga membuat dirinya harus terpaksa duduk di samping Abizar


"Kenapa nggak di jawab" kata Abizar lagi namun tetap tak di respon oleh Syifa, sedangkan Syifa sendiri yang merasa ada yang menjalar di tubuhnya kaget ketika melihat kecoak di depannya


Hingga tak sadar dia langsung memeluk Abizar dengan kuat membuat Abizar tak menyangka akan mendapat durian runtuh agak lama juga Syifa memeluk Abizar dia merasa kalau dirinya sedang memeluk Randy hingga membuat kesadarannya pulih ketika


"Cie cie" kata yang lainnya memanasi Syifa yang sok cuek terhadap Abizar


"Syifa sok cuek padahal sayang terhadap Abizar" kata Faris yang berhadapan langsung dengan Syifa


"Apaan sih aku cuma reflek doang" kata Syifa membela diri yang membuat dirinya malu bukan main


"Kenapa sih aku harus memeluk dia" lirihnya dalam hati


"Reflek kok lama banget meluknya" ucap Reza memojokkan Syifa


"Ih apaan sih, mana yang lama coba gaje banget" kata Syifa masih membela diri nampak Syifa terus saja di ejek oleh yang lainnya dirinya menyikapinya biasa saja


Nampak tanpa Syifa sadari Abizar duduknya makin mepet ke samping Syifa membuat Abizar senang bukan main karna baru kali ini dia bisa berdekatan dengan Syifa

__ADS_1


Disisi lain Hamid yang berada di samping Faris langsung mengambil HP-nya dan memfoto momen langka yang belum pernah terjadi


Dimana Syifa dan Abizar duduk berduaan tanpa di sadari oleh Syifa tindakan Hamid tadi dia lakukan secara diam-diam agar Syifa tak curiga akan tindakannya namun tak lama dari itu Syifa sadar kalau yang ada di dekatnya itu Abizar membuatnya mendorong Abizar sampai jatuh


"Ih ngapain sih deket-deket dengan saya" kata Syifa seraya mendorong tubuh Abizar sampai jatuh


"Tega banget kamu Sif" kata Abizar seraya bangkit dari duduknya dan kembali menjauh sedikit dari tempat duduknya tadi


"Biarin" kata Syifa judes


"Jangan cuek-cuek nanti jadi sayang loh" kata Ricky yang sedari tadi hanya diam memperhatikan tingkah laku Syifa dan Abizar


"Amin" teriak Abizar sekeras mungkin membuat yang lainnya tertawa beda halnya dengan Syifa


"Ih amit-amit" katanya sok jual mahal


"Abi sebenarnya aku sayang sama Lo cuma aku tidak ingin menjadi orang yang gampang kamu miliki sehingga gampang kamu tinggalin" kata Syifa dalam hati seraya melirik sekilas ke arah Abizar berada yang tak di ketahui oleh yang lainnya,


Sedangkan Randy tak mampu berkata apa-apa setelah apa yang terjadi begitu cepat dia hanya mengikuti alur ceritanya saja,


Setelah itu suasana kembali normal lagi gelak tawa kembali pecah di antara mereka disaat ada yang berbuat lelucon hingga akhirnya satu persatu nampak ngantuk di antara mereka sedang Salsa dan adiknya sudah tidur sedari tadi


"Oh iya karna hari mulai malam jadi saya ingin ada yang gantian jaga malam siapa yang ingin tidur duluan nanti kalau udah waktunya gantian untuk jaga" kata Randy seraya bangkit dari duduknya


"Rand saya full semalam" kata Ricky mengacungkan tangannya memang Ricky biasanya tidak tidur malam meski di bengkel pun jarang dia tidur malam


"Saya juga Rand" kata Hamid juga


"Ya udah saya tidur duluan nanti bangunin kalau udah gilirannya" ucap Andre begitu pula dengan Faris


"Ok gini aja saya pilih untuk piket nya nanti yang nggak setuju bisa komen" usul Randy yang disepakati oleh yang lainnya


"Setuju" katanya kompak


"Ricky dan Hamid nggak usah di hitung lagi karna mereka mau begadang, Andre, Faris, Benny Ubaid, Reza, Adnan, Rahmad, isbat tidur duluan dan sisanya nemenin Hamid begadang setelah itu gantian"


"Setuju" kata yang lainnya


"Dan itu berlaku untuk malam selanjutnya cuma di balik jika yang saya panggil tadi tidur duluan maka besok malam yang tidak saya panggil tadi yang tidur duluan" ucap Randy menambahkan


"Setuju" kata mereka lagi kompak seraya langsung masuk ke tenda masing-masing setelah suasana menjadi sepi dan api unggun tadi mulai mengecil Randy berbicara dengan Abizar secara empat mata


"Emang kamu suka beneran sama adik saya" tanya Randy serius


"Iya kak" jawab Abizar yang tak berani melihat langsung wajah Randy dia hanya menundukkan kepalanya


"Jangan pernah sakiti adik saya kalau tidak kamu tau akibatnya, karna dia sudah menderita dari dulu" kata Randy mengingatkan Abizar untuk tidak main-main dengan Syifa


"Jika memang kamu serius lanjutkan tapi jika kamu cuma main-main tinggalkan dari sekarang" kata Randy menambahkan


"Iya kak saya serius dengan cinta saya insyaallah dalam waktu dekat kalau kakak mengizinkan aku akan melamar Syifa biar nggak ada yang menggangunya lagi" kata Abizar dengan wajah serius dan dengan keyakinan penuh,


Mendengar itu Randy menjadi yakin kalau Abizar benar-benar tulus mencintai Syifa


"Yang semangat" kata Randy menyemangati Abizar seraya tersenyum ke arahnya yang di sambut dengan senyuman oleh Randy.


Nampak mereka begitu bahagia ketika melakukan camping disana bahkan adiknya Randy pun nggak ada yang rewel sama sekali apalagi ketika di ajak ke sungai nampak wajahnya yang berseri-seri karna belum pernah Salsa dan adiknya yang lain melihat sungai secara langsung


"Ganggu nggak" kata Abizar yang langsung duduk di samping Syifa sedangkan Syifa sendiri langsung mendorong


"Kenapa sih Sif kok kamu kayak benci banget sama aku" tanya Abizar karna selalu mendapat penolakan dari Syifa setiap usahanya mendekati Syifa


"Terserah aku lah" ucap Syifa judes


"Siapa dia mbak" tanya Salsa ketika melihat Abizar datang


"Bukan siapa-siapa kok" jawab Syifa simple, di lain sisi Abizar yang melihat kedekatan Hamid dengan pacarnya menjadi cemburu


"Kamu tidak ingin kayak gitu" tanya Abizar yang melihat Hamid sedang suap-suapan dengan pacarnya


"Ogah" kata Syifa dengan nada yang sama dia tidak melihat apa yang di perbuat oleh Hamid dan pacarnya,


Begitulah yang di lakukan oleh Abizar untuk selalu berusaha mendapatkan hati Syifa sedangkan yang punya pacar ini kesempatan mereka untuk terus berduaan dengan pacarnya seperti halnya yang di lakukan oleh Hamid tadi.


Tak terasa waktu yang terus berlalu hingga membuat mereka harus terpisahkan oleh waktu itu sendiri itu di karenakan mereka sudah genap tiga hari berada disana waktu yang begitu cepat yang akan selalu mereka kenang dalam kehidupan mereka


"Tak terasa sudah tiga hari kita berada disana, Alhamdulillah semuanya berjalan lancar kini saatnya kita harus balik ke rumah kita, namun sebelum balik jangan pernah ada yang ketinggalan jangan pernah membuang sampah sembarangan dan kalau ada sampah yang berserakan kita bersihin dulu kalau sudah benar-benar bersih baru kita balik"


Kata Randy mengingatkan yang lainnya untuk menjaga kebersihan dan juga untuk menjaga barang masing-masing agar tidak ada barang yang ketinggalan,


Setelah semua di bersihin dan tidak ada sampah yang berserakan mereka kembali ngumpul bersama


"Baik untuk kelancaran dalam perjalanan marilah kita berdoa semoga kita di berikan keselamatan sampai di rumah nanti dan tidak mengalami kendala apapun doa di mulai" ucap Randy memimpin teman-temannya yang lain agar di permudah nantinya di perjalanan dan tidak mendapatkan kendala apapun


Setelah itu mereka kembali ke tempat parkiran dan membayar semua uang parkir sama dengan waktu berangkatnya Andre yang memimpin rombongan tersebut memacu kendaraannya dengan keadaan standar


Hingga tak terasa mereka sudah sampai di bengkel atau tepatnya di basecamp mereka dengan selamat tanpa ada kendala apapun di perjalanan


Nampak mereka sangat lelah setelah melakukan perjalan kurang lebih satu jam sedangkan adek-adiknya Randy tertidur dengan pulasnya ketika di perjalanan karna mereka menaiki mobil milik Ubaid


"Capek" teriak Andre seraya tiduran di gardu sambil menikmati sepoyan angin yang menerpanya karna di samping gardu terdapat pohon rindang yang sangat besar,


Sedangkan yang lain ada yang langsung pulang ada juga yang masih diam di base camp mereka termasuk yang langsung pulang yaitu yang membawa mereka pacar seperti Hamid dan yang lainnya

__ADS_1


Sedangkan mereka yang masih diam sebentar di basecamp sambil tiduran tak terasa mereka terlelap dalam tidurnya ketika di temani oleh desiran angin yang menyejukkan raga mereka


__ADS_2