Kisah Cinta Sang Yatim

Kisah Cinta Sang Yatim
Kisah Asmara


__ADS_3

Malam sudah berdiri kokoh membentang luas di langit yang membuat langit menjadi kelam gelap gulita hanya di bantu dengan sinar lampu Philips yang membuat dunia menjadi lebih bercahaya,


Waktu itu Randy seperti biasa yang sedang memperbaiki mobil tiba-tiba HP-nya berbunyi dengan cepat kilat dia langsung mengambil dan mengangkat telepon tersebut yang tak lain dari Amel dengan menggunakan headset yang dia beli tadi waktu sore membuatnya bisa leluasa teleponan sambil bekerja namun meski begitu Amel tak curiga akan perbuatan Randy,


Disisi lain pak Rahmat yang melihat Randy sedang berbicara sendirian menjadi bingung setelah dilihat dari dekat ternyata Randy sedang teleponan dengan orang lain yang membuat pak Rahmat bingung dapat dari mana Randy hp setelah itu pak Rahmat pergi ke ruang tengah sambil nonton TV di sana sudah menunggu keluarganya yang lain


"Sif, kakaknya dapat HP dari mana" tanya pak Rahmat penasaran yang membuat Syifa bingung mau jawab apa karna selama ini cuma dia yang tau tentang semua itu


"Anu pak dari pacarnya mbak Amel" jawab Syifa agak ketakutan karna dia merasa gak enak dengan kakaknya


"Yang pernah kesini kemaren itu ya" tanya pak Rahmat menyelidik


"Iya pak"


"Gini nak, aku nggak melarang anakku bergaul dengan siapa bahkan mau pacaran pun bebas tapi ingat bergaul lah dengan orang yang tepat dan jika ingin pacaran pilih lah orang yang sesuai dengan keadaan kita, yang bisa menerima kita apa adanya"


Ucap pak Rahmat menasehati anak-anaknya yang sedang berada di sana sedangkan Syifa hanya bisa menundukkan kepalanya bertanda bahwa dia takzim dengan apa yang di katakan oleh bapaknya tersebut


"Bapak bukan nggak mampu nak beli motor, bahkan beli mobil sekalipun bapak mampu tapi bapak cuma mengajari Randy mengajari kalian hidup mandiri hidup susah karna seandainya kelak saya nggak ada kalian tidak kaget dengan kondisi yang ada karna sebelumnya udah di ajari susah


Seandainya kalian oleh bapak tidak di ajari mandiri apa yang kalian mau saya turuti kelak jika bapak tidak ada kalian akan kaget kalian nggak terima dengan keadaannya karna belum terbiasa,


Dan ingat Sif kalau tidak kepepet jangan pernah minta kepada siapapun selama kita masih bisa berusaha, berusahalah semaksimal mungkin dan jangan gampang menerima pemberian orang karna takut suatu waktu orang tersebut malah minta timbal balik kepada kita,


Harus berfikir cerdas harus berfikir positif, hidup di dunia ini cuma sementara kita semua pasti mati cuma amal kita nantinya yang akan menjadi bekal maka dari itu perbanyaklah amal mumpung kita masih hidup jangan lupa bersedekah memberi kepada yang lain,


Jangan tunggu orang lain untuk minta tolong, tolonglah dia sebelum dia minta tolong kepada kita biar kita akan di tolong oleh orang lain sebelum kita kena musibah" kata pak Rahmat memberi wejangan kepada Syifa dan yang lainnya


Sedangkan Syifa mendengarkan secara seksama Syifa yang tadinya sibuk dengan TV nya langsung berubah haluan dan mendengarkan perkataan bapaknya tadi sempat pak Rahmat berhenti dari pembicaraannya


"Berbuat baiklah kepada siapapun tanpa mengharap imbalan apapun karna perbuatan baik kita bukan manusia yang membalasnya melainkan Allah" kata pak Rahmat melanjutkan


"Ingat Sif, apa yang saya ucapkan tadi" katanya lagi mengingatkan Syifa


"Iya pak" ucap Syifa seraya menundukkan kepalanya


"Aku tidur dulu ngantuk" ucap pak Rahmat seraya pergi meninggalkan yang lain


"Nak apa yang di katakan bapaknya itu benar, selama ini bapak kamu mengajari kamu cuma secara halus dia tidak langsung menegur meskipun kita salah cuma jika kesalahan itu terlanjur berlebihan maka akan di peringatkan bukan di marahin, biar kalian bisa belajar dari kehidupan bapaknya"


Ucap Bu Resti melanjutkan, tak lama itu Randy datang nampaknya dia sudah selesai mengerjakan tugasnya mungkin kali ini hanya cuma sedikit yang perlu di perbaiki, setelah kedatangan Randy tiba-tiba keadaan menjadi sunyi cuma suara TV yang ada diantara mereka


"Rand" sapa Bu Resti sambil melihat ke arah anaknya berada


"Iya Bu"


"Jaga adik-adiknya ya jangan sampai mereka merasa kehilangan" ucap Bu Resti yang membuat bulu kuduk Randy jadi berdiri seakan semua itu tanda kalau tak lama lagi dia akan di tinggalkan oleh orang tuanya


Namun dia optimistis bahwa semua itu cuma khayalannya semata dan itu tak akan terjadi di waktu singkat namun pembicaraan itu tak berselang lama Randy berhasil mengubah topik pembicaraan dari mulai orang yang dekat dengan Randy yang tak lain adalah Amel dan yang lainnya


Hingga akhirnya jam sudah menunjukkan pukul sebelas dan mereka pergi ke kamarnya masing-masing sedangkan adik Randy yang ketiga udah tidur dari tadi


"Allahuakbar Allahuakbar, Allahuakbar Allahuakbar" tiba-tiba saja Randy dikagetkan dengan bunyi suara adzan yang terdengar merdu di corong masjid hingga membuatnya terbangun dari tidur lelapnya diapun bangkit menuju kamar mandi yang berada di sebelah dapur paling timur


"Assholatu Khairun minannaum" teriak sang muadzin yang membangunkan sang insan dari tidur lelapnya dia mengingatkan bahwa sholat lebih utama dari pada tidur karna banyak zaman sekarang yang lalai ketika waktunya sholat subuh


Terkadang mereka mendengar suara adzan tersebut namun bangun bukan untuk sholat melainkan untuk membenahi selimutnya yang berserakan kemana-mana akibat tidur lelapnya beda halnya dengan Randy setelah mengambil wudhu dia langsung pergi ke kamar yang biasa di gunakan untuk keluarganya sholat


Nampaknya di sana sudah di tunggu oleh orang tuanya serta adiknya Syifa mereka sudah biasa melakukan sholat berjamaah karna bagi mereka selain menambah pahala yang berlipat-lipat ganda dari sholat sendiri itu menambah khusyuk mereka dalam beribadah, setelah melakukan sholat Sunnah Randy langsung mengumandangkan Iqamah bertanda sholat berjamaah sebentar lagi akan di mulai


"Allahuakbar" kata pak Rahmat yang menjadi imam bertanda bahwa sholat berjemaah sudah di mulai, setelah selesai sholat dan selesai dzikir Randy kembali ke kamarnya sembari tiduran


Dia ambil HP-nya dan langsung membuka aplikasi YouTube dan menonton video yang lucu hingga membuatnya sakit perut karna ketawa tiba-tiba saja dia teringat pada Amel kemudian dia langsung mencari kontak yang bernama my sweetie dan memanggilnya,


Disisi lain Amel yang sedang tidur dengan nyenyak nya tiba-tiba terpaksa harus bangun ketika mendengar deringan bunyi HP tanpa harus melihat siapa yang nelpon dia langsung mengangkatnya


"Halo siapa ini" ucap Amel setelah mengangkat telpon tadi Amel seakan males untuk berbicara itu terbukti dengan suaranya yang berat bertanda dia masih ngantuk


"Assalamu'alaikum sweetie ini saya" kata Wahyu seraya mengawali pembicaraannya dengan salam


"Eh sweetie, tumben nelepon jam segini" tanya Amel yang tak biasanya nelepon di waktu subuh


"Kalau Islam jawab dong, jawab salam wajib loh" kata Wahyu mengingatkan Amel ketika salamnya nggak di jawab tadi


"Eh maaf Wa'alaikum salam, ada apa sweetie" ucap Amel dengan berat hati karna dirinya masih merasakan ngantuk


"Bangun dong udah subuh nih, sholat dulu gih" suruh Randy pada Amel yang masih males untuk bangun


"Iya sweetie, ya udah ya aku mau sholat dulu" kata Amel dengan berat hati diapun bangun dari tidurnya yang seakan berat untuk mengangkat tubuhnya sendiri,


Sejak punya hubungan dengan Randy Amel menjadi sedikit berubah yang awalnya jarang sholat kini sudah rajin untuk sholat karna perubahan itulah Amel menjadi sayang padanya yang bisa membuatnya berubah menjadi lebih baik lagi, setelah mengambil wudhu Amel tak sengaja berpapasan dengan ibunya


"Alhamdulillah anakku sudah berubah" kata Bu Hana ketika melihat anaknya yang bangun untuk mengambil wudhu dia bersyukur dengan perkembangan anaknya yang mulai berubah secara perlahan

__ADS_1


"Apaan sih ma, lebay banget" Amel berkata sambil meninggalkan mamanya sedangkan Bu Hana hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dia juga ikutan senang melihat perubahan anaknya,


Namun Bu Hana masih sedikit ragu itu takutnya hanya di depan dirinya bertingkah begitu namun di belakangnya lain hingga akhirnya membuatnya pelan-pelan untuk masuk ke kamarnya Amel dan membuka pintunya sedikit demi sedikit agar tak ketahuan sama Amel setelah melihat langsung Amel yang lagi sholat dirinya hanya bisa mengusap dadanya bertanda sangat bersyukur akan perubahan yang terjadi pada anaknya itu,


Setelah selesai sholat Amel langsung membuka mukena yang dia pakai dan mengambil HP yang dia taruh tadi serta langsung memanggil Randy yang telah menunggunya


"Halo sweetie, lagi apa" sapa Amel sambil tiduran di kasurnya


"Assalamu'alaikum sweetie, jangan lupa salamnya ya dibiasakan mengucapkan salam sebelum memulai obrolan meskipun hanya dengan saya" ucap Randy seraya mengingatkan Amel akan pentingnya salam


"Wa'alaikum salam, ya deh sweetie maaf makasih ya udah ngingetin aku dan jangan bosen ya untuk selalu ngingetin aku jika aku salah, aku ingin kamu bisa merubah aku secara perlahan" terang Amel yang meminta kekasihnya itu untuk selalu mengingatkannya jika berbuat salah


"Ok sweetie, itu mah pasti aku kan cinta sama kamu, oh iya sweetie adik katanya nggak sekolah hari ini katanya kelas tiga udah libur"


"Oh gitu ya sweetie ya udah nanti aku bawa motor aja ya"


"Terserah kamu lah" setelah berbincang-bincang Amel pun pamit untuk membantu ibunya masak, selain dari kecantikan Amel, Randy juga menyukai sifat Amel yang mau untuk membantu mamanya memasak bahkan dirinya yang menyuruh orang tuanya untuk tidak memakai jasa pembuatan karena dirinya siap untuk melakukan semuanya itulah yang membuat Randy menyukai Amel.


Mentari pagi sudah keluar dari peraduannya suara bising kendaraan bermotor sudah mulai terdengar membuat polusi dimana-mana, setelah selesai memasak Amel langsung pergi untuk mandi menuju sekolah,


Setelah selesai mandi Amel langsung menuju ke kamar mamanya di sana dia langsung menuju ke tempat make up mamanya karna dia sendiri hanya sedikit make up-nya, setelah selesai make up Amel langsung pergi dari kamar mamanya pas ada di depan pintu Amel berpapasan dengan mamanya


"Eh tunggu dulu" sapa mamanya ketika melihat perubahan wajah Amel karna tak biasanya Amel pergi ke ke sekolah dengan berdandan


"Tumben anak mama pakek make up" katanya lagi memojokkan Amel yang membuat Amel salah tingkah sambil menatap tajam mulai dari kakinya sampai ke wajahnya serta di bolak-balik yang sukses membuat Amel malu akan sikap mamanya tersebut


"Apaan sih ma" jawab Amel ketika mendapat perlakuan demikian dari mamanya


"Siapa, kenalin dong ke mama" ucap mamanya lagi yang mengerti akan sikap Amel yang berubah total tersebut yang biasanya jarang sholat subuh kini mulai aktif sholat subuh yang biasanya jarang dandan kita mulai dandan tindakan Amel tersebut membuat mamanya tau kalau Amel sedang jatuh cinta


"Nanti aku kenalin ke mama" kata Amel seraya pergi meninggalkan mamanya dengan tersenyum bahagia karna mendapat dukungan dari mamanya,


Tak lama dari itu Amel keluar dari kamarnya dengan penampilan yang beda nampak begitu cantik dengan make up yang sempurna membuatnya bak bidadari tak bersayap, kemudian dia pergi menuju mamanya untuk pamitan pergi ke sekolahnya yang sudah berada di ruang tengah sedang nonton TV sedangkan papanya sudah pergi ke kantornya,


Amel langsung pergi menuju tempat parkir dan langsung menyalakan motor nya dan mengendarai dengan keadaan standar sambil menikmati sepoian angin yang menerpanya hingga tak sadar dirinya sudah sampai di rumah Randy


"Assalamu'alaikum" kata Amel seraya mengucap salam ketika melihat tak ada siapa-siapa di luar


"Wa'alaikum salam" jawab seseorang wanita yang tak lain adalah ibunya Randy


"Cari siapa" tanya Bu Resti ketika melihat Amel di depannya


"Kak Randy nya ada gak Bu" tanya Amel setelah sungkeman terhadap Bu Resti


"Oh Randy ada di dalam masuk dulu saya panggilkan" ajak Bu Resti seraya masuk ke dalam sedangkan Amel mengikutinya dari belakang


"Eh ada mbak Amel" sapa Syifa ketika melihat Amel berada di ruangan tamu bersama adik-adiknya


"Lucu ya adiknya" kata Amel ketika melihat si kembar Alin dan Arin sambil mencubit pipi Alin dan Arin


"Siapa dia mbak" tanya Alin yang baru pertama kali melihat Amel


"Kenalin adik cantik nama saya mbak Amel" ucap Amel seraya mengulurkan tangannya yang di sambut dengan uluran tangan dari Alin


"Nama saya Alin" katanya lucu


"Yang ini siapa namanya tanya Amel seraya berlutut di depan Arin


"Nama saya Alin" ucap Arin malu-malu dengan logat yang masih belum bisa mengucapkan huruf R


"Kok Alin semua" tanya Amel penasaran ketika mendengar nama keduanya yang sama-sama Alin


"Yang ini Alin yang ini Arin" kata Syifa seraya menjelaskan mana yang Alin mana yang Arin tak lama dari itu Randy datang dengan memakai seragam coklat karna sekarang hari Sabtu


"Amel" sapa Randy yang melihat perubahan dari Amel dari penampilannya "dek kamu sadar gak ada perubahan dari Amel" tanya Randy kepada Syifa


"Perubahan apaan sih" kata Amel ketika mengetahui pasti akan menyinggung masalah make up-nya


"Iya kak, kak Amel pakek make up" jawab Syifa yang juga menyadari perubahan Amel


"Apaan sih biasa aja namanya juga cewek pasti pakek make up lah" ucap Amel membela diri


"Tapi ada yang kurang dek"


"Apaan kak" tanya Syifa yang merasa bahwa Amel sudah pas dengan penampilannya yang sekarang


"Coba dong belajar pakek hijab nyobain gitu" pinta Randy seraya menatap tajam ke arah Amel berada


"Tapi aku nggak biasa sweetie" kata Amel canggung ketika mendengar perintah dari Randy karna dari dulu dia tidak pernah pakek hijab


"Coba aja, aku yakin kamu akan tambah cantik dengan balutan hijab"


"Betul itu mbak" ujar siva mendukung apa yang di katakan kakaknya tadi, karna mendapat paksaan dari Randy akhirnya dengan terpaksa Amel mengiyakan permintaan Randy tadi

__ADS_1


"Tapi aku nggak punya hijab" kata Amel jujur sambil cengengesan


"Pakek punya aku dulu mbak" kata Syifa seraya bangkit dari duduknya "ayok" kata Syifa seraya menarik tangan Amel menuju kamarnya sedangkan Amel pasrah ketika di tarik tangannya sambil melihat ke arah Randy berada Amel hanya melihat Randy menganggukkan kepalanya meyakinkan Amel melihat semua itu Amel jadi pasrah mau dibuat seperti apa dirinya nanti


"Aku nggak tau caranya" kata Amel ketika berada di dalam kamar Syifa


"Mbak diam ya biar aku yang masangin" kata Syifa seraya menyuruh Amel untuk menurut apa yang di katakan oleh Syifa, setelah semua selesai Amel pun degdegan dia takut mengecewakan Randy dengan penampilannya yang sekarang dengan percaya diri Amel langsung menuju Randy berada,


Sedangkan Randy sendiri ketika melihat Amel dengan balutan hijabnya terpesona akan kecantikannya membuatnya tak berkedip ketika Amel sudah berada di depannya berkali-kali Amel memanggilnya namun Randy tetap dengan tatapan takjubnya


"Sweetie" teriak Amel lagi yang membuat Randy kaget


"Sumpah kamu lebih cantik dengan balutan jilbab seperti ini sweetie" nilai Randy ketika melihat Amel memakai jilbab yang begitu anggun serta nampak pesona kecantikannya yang akan menyihir para laki-laki yang akan melihatnya nanti


"Masak sih" tanya Amel memastikan sambil bolak-balik melihat badannya sendiri sedangkan dia sendiri masih merasa canggung untuk menggunakan hijab karna sebelumnya dia tidak pernah pakek hijab baru sekarang pertama kali dia memakainya


"Sumpah aku nggak bohong" kata Randy memastikan ucapannya tadi


"Ayok ah berangkat nanti malah terlambat" ajak Amel ketika melihat jam sudah menunjukkan pukul tujuh setengah jam lagi waktunya masuk kelas, merekapun berangkat dengan mengendarai motor Vario milik Amel di tengah perjalanan Amel mengungkapkan rasa canggungnya dia merasa gak PD dengan penampilannya sekarang namun Randy meyakinkan Amel dan akan selalu mendukungnya hingga tak terasa mereka sudah nyampe di sekolah mereka,


Pas ketika masuk ke dalam kelas dua semua mata tertuju pada Amel karna perubahan penampilannya ada rasa takjub di antara mereka yang melihatnya terlebih para cowok yang melihatnya mereka terpesona akan perubahan Amel yang sekarang mereka merasa bahwa Amel lebih cantik menggunakan hijab dari pada tidak menggunakannya


"Amel" sapa Cindy teman dekat Amel dia heran dengan penampilan Amel yang sekarang sambil membolak-balikkan tubuh Amel membuat Amel malu


"Tumben pakek hijab" tanya Cindy heran dengan perubahan Amel karna tak biasanya Amel pakek hijab terlebih ketika pergi ke sekolah, sedangkan Amel tak menjawab pertanyaan Cindy tadi dia hanya melirik ke arah Randy berada yang berada di samping Cindy yang membuat Cindy ngerti akan lirikan Amel tadi


Tak terasa bel pulang sudah berbunyi hingga membuat semua siswa langsung menjadi gaduh akan aktivitas mereka masing-masing sementara Amel yang masih baru dalam berhijab merasa kalau hijabnya pindah posisi dari sebelumnya


"Sweetie, pas nggak hijabnya" tanya Amel pada Randy sambil nyamperin Randy berada kemudian menunjukkan hijabnya yang seperti berubah posisinya, kemudian dengan romantisnya Randy membetulkan hijab yang agak miring ke kanan


"Sweetie aku harap kamu terus memakai hijab, dan aku sangat bahagia jika kamu pakek hijab" ucap Randy sambil memegang kedua bahu Amel setelah membenarkan posisi hijabnya yang miring tadi


"Insyaallah akan aku usahakan sweetie, tapi bilangin ya ke Dek Syifa untuk mengajari aku caranya berhijab" ucap Amel seraya meminta Randy untuk ngomongin pada Syifa kalau Amel mau belajar pakek hijab


"Siap buk bos cantik" kata Randy seraya tersenyum ke arah Amel membuat Amel malu mendapat perlakuan seperti itu dari Randy hingga membuat Randy menjadi gemes dan mencubit kedua pipinya


"Ah sakit" ucap lirih Amel seraya memegang kedua pipinya yang di cubit Randy tadi dan mengusapnya berkali-kali


"Pulang yuk" ajak Randy seraya menggenggam tangan Amel dengan eratnya mereka pun berjalan menuju tempat parkir nampak siswa sudah pada pulang hanya sedikit yang masih berada di sekolah mungkin karna ada keperluan hingga mereka masih tetap berada di sekolah itu terbukti dengan motor di parkiran yang hanya menyisakan beberapa saja


"Amel" sapa mamanya Amel ketika melihat Amel yang menggunakan jilbab tersebut sambil menghampiri anaknya yang berusaha menghindari mamanya tersebut


"Kamu harus kenalin cowok kamu ke mama saya mau tau cowok seperti apa yang membuat anak mama berubah total kayak sekarang" pinta mamanya yang sudah tak sabaran ingin bertemu dengan Randy yang telah membuat Amel berubah menjadi lebih baik dari pada sebelumnya


Bahkan dia sendiri tidak bisa mengubah Amel sedemikian cepatnya meskipun dia sendiri sadar dia terlalu memanjakan Amel


"Pokoknya aku kasih waktu kamu tiga hari untuk mengajak cowok kamu itu main kesini" perintah mamanya itu yang mau tak mau harus di turutin oleh Amel


"Iya ma aku usahain" kata Amel seraya pergi meninggalkan mamanya menuju kamarnya.


Disisi lain Syifa yang sedang asyiknya main sama adiknya langsung di samperin oleh Randy sedangkan Arin langsung pergi menuju kakaknya berada dia memang lebih nurut pada kakaknya ketimbang mbaknya Syifa seakan dia lebih sayang terhadap kakaknya


"Dek, kata Amel dia mau belajar berhijab sama kamu" sapa Randy seraya duduk di samping Syifa yang di ikuti oleh Arin


"Emang sudah ada hijabnya kak" tanya Amel sambil memangku adiknya yang bernama Arin sedangkan Salsa duduk di antara mereka


"Nggak tau juga sih" di waktu mereka berbincang-bincang tiba-tiba ada telpon masuk dari Amel itu terbukti ketika Randy melihat layar hp-nya yang bernama my sweetie


"Assalamu'alaikum sweetie" sapa Amel di seberang sana melalui sambungan telepon


"Wa'alaikum salam sweetie" jawab Randy


"Ada apa sweetie" tanya Randy maksud Amel meneleponnya


"Ada Syifa nggak saya ada perlu nih ke Syifa" tanya Amel balik perihal dirinya menelpon Randy, tanpa menjawab pertanyaan Amel Randy langsung memberikan hpnya pada Syifa


"Assalamu'alaikum mbak, ada apa mbak" sapa Syifa dengan salam ketika hpnya sudah pindah tangan ke dirinya


"Wa'alaikum salam, Sif nanti sibuk nggak"


"Nggak mbak, ada apa ya" tanya Syifa memastikan akan pertanyaan Amel tadi


"Temenin aku beli hijab dong, kakak kamu nyuruh aku pakek hijab tapi aku nggak punya, mau beli sendiri tidak tau model yang bagus, sekalian ajarin aku caranya berhijab" pinta Amel pada Syifa dia nampak begitu serius ingin berubah ingin hijrah dari sebelumnya


"Oh itu mbak, iya mbak saya siap lagian tadi kak Randy udah ngomong ke saya, ya udah nanti kalau mau berangkat kabarin lagi ke saya mbak biar saya sambil siap-siap disini"


"Ok Sif, ya udah dulu ya aku cuma butuh itu"


"Oh iya mbak, Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam" ketika sambungan telepon tadi terputus Randy langsung pergi menuju bengkel dengan meninggalkan HP-nya yang masih di pegang oleh Syifa,


Di Sana dia sudah di tunggu oleh karyawan pekerja dari bapaknya yang berjumlah dua orang jadi total yang bekerja di bengkel bapaknya Randy berjumlah empat orang sama Randy dan bapaknya

__ADS_1


"Sudah makan" sapa Randy pada salah satu karyawannya yang bernama Faris


"Sudah Rand" tak lama dari itu Randy langsung ganti baju dan ikut bekerja juga dengan yang lainnya hingga tak terasa hari sudah mulai sore dan membuat mereka menghentikan pekerjaannya untuk sholat sekaligus menutup bengkel tersebut


__ADS_2