Kisah Cinta Sang Yatim

Kisah Cinta Sang Yatim
suasana camping


__ADS_3

Malam itu sangat menggembirakan buat mereka semua tak hanya mereka yang mempunyai pasangan bahkan mereka yang jomblo pun ikut merasakan kebahagiaan tersebut


Seakan masalah mereka hilang seketika terlebih mereka juga memiliki teman baru yang membuat tali silaturahmi tetap terjalin antara satu sama lainnya karena demikian silaturahmi sangat penting bagi kita umat Islam


Selain karena anjuran dari nabi Muhammad untuk mempererat tali silaturahmi terdapat hikmah yang terkandung di dalamnya yaitu mencegah permusuhan antar sesama, terlebih silaturahmi juga menambah umur kita


Malam itu ketika waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 mereka yang cewek satu persatu masuk kedalam tenda masing-masing sedang yang cowok sebagian dari mereka berjaga-jaga takut terjadi yang tidak diinginkan


Mereka bergantian berjaga karena mereka sudah mengatur semuanya dengan baik tinggal mereka melaksanakan apa yang telah mereka rembuk sebelumnya


Nampak yang berjaga untuk malam ini adalah Riqie, Randy, Arif, Dandy dan Gilang mereka berjaga sambil bercanda ria tak lama dari itu tiba-tiba Tasya datang dan ikut ngumpul bersama mereka


"Boleh gabung nggak" tanyanya seraya duduk di sebelah Randy


"Boleh-boleh" kata Gilang antusias


"Kenapa belum tidur" tanya Arif ketika Tasya sudah duduk di sebelah Randy


"Nggak tau mungkin karena banyak nyamuk padahal sudah pakek Baygon dan losion" kata Tasya memberi tau


"Mungkin bukan nyamuk yang membuatku susah tidur tapi bayangan yang tak kunjung hilang dari ingatan" sambungnya lagi seraya memandang ke arah Randy berada sedangkan Randy sendiri menanggapinya biasa-biasa saja


"Jangan rindu mbak rindu itu berat" kata riqie ikut nimbrung perkataan mereka


"Kayak film surat cinta untuk starla aja" jawab Tasya ketus


"Yang salah Virgoun mbak, surat cinta bukan untuk starla surat cinta itu untuk kamu" tambah riqie lagi membuat Tasya sedikit tersenyum namun pandangannya tetap sama memandang ke arah Randy tanpa berkedip.


"Mungkin Virgoun membuat surat cinta untuk starla, aku juga ingin membuat surat cinta untuk Randy" gombal Tasya buat Randy yang di sambut gemuruh oleh yang lainnya


Sedang kan mereka yang sudah tidur nampak begitu pulas dalam tidurnya seakan tak mendengar gurauan mereka yang begitu lantangnya, entah mungkin karena terlalu capek seharian.


Keesokan harinya setelah semua selesai mandi mereka di sibukkan dengan kegiatannya masing-masing yaitu masak bersama meski mereka kebanyakan dari golongan pria namun tidak ada kata gengsi untuk melakukannya


Satu persatu dari mereka melaksanakan yang sudah menjadi tugasnya ada yang menanak nasi ada yang memasak ikan dan yang lainnya


Sedangkan Randy sendiri yang semalaman tidak tidur karena menjaga semua anggota dia masih terbaring di dalam tenda, setelah semua suda selesai Randy di bangunin untuk makan bersama


Meski makan dalam ala kadarnya mereka seakan menikmati sesuap demi sesuap nasi yang masuk ke kerongkongannya, ketika pas lagi asyiknya makan tiba-tiba Tasya mendekat ke arah Randy dan membuang butir yang ada di dekat bibirnya seraya memandang tajam mata Randy


Sekilas Randy terkejut dengan perbuatan Tasya yang begitu nekat itu seakan tak tau malu padahal dirinya baru kenal Randy terbawa suasana dengan ikutan memandang bola mata Tasya yang memang inda itu


Hingga membuat suasana menjadi hening menantikan apa yang akan terjadi selanjutnya


"Ehem..... Ehem" kata Shofi berdehem dengan kerasnya dia nampak mulai cemburu dengan perlakuan Tasya kepada Randy hal itu membuat pandangan mereka berdua buyar sedangkan Tasya malah diam di dekat Randy


"Resiko jadi orang ganteng kayak gini, direbutin cewek cantik" kata Benny yang memang suka pada Tasya sejak pertama melihatnya di bengkel waktu itu


Perkataan Benny membuat Randy tersenyum kecil tak tau mau berkata apa, setelah semua selesai makan semuanya langsung sibuk untuk merapikan tempat yang ada agar bisa di buat bercanda lagi


"Guys, guys, aku punya tebakan nih" kata Ferry yang waktu itu sedang duduk secara berbentuk melingkar


"Apa???" Tanya yang lainnya menunggu tebak-tebakan dari Ferry


"Hewan, hewan apa yang sederhana" tanya Ferry yang membuat yang lainnya diam berfikir


"Aku tau aku tau" kata Benny seraya mengacungkan jarinya

__ADS_1


"Apa coba" tanya Fery


"Hewan yang sederhana adalah kadal, apa ala kadalnya" kata Benny yang membuat Fery sedikit cemberut karena pertanyaan berhasil di jawab


"Yah lu kok tau sih" kata Fery cemberut


"Sekarang gantian, kota, kota apa yang banyak ojeknya" tanya Benny kepada yang lainnya membuat mereka terdiam sejenak tak lama dari itu mereka satu persatu menjawab dengan asal-asalan ada yang menjawab bandung, ada yang jawab jakarta dan yang lainnya


Namun jawaban itu masih salah hingga membuat mereka menyerah karena semua kota hampir mereka sebut namun tidak ada yang benar


"Kota yang banyak ojeknya adalah Bangkalan" kata Benny yang langsung di sanggah oleh Ferry


"Kok bisa" tanya Fery tak percaya akan jawaban Benny


"Bangkalan ojek" kata Benny yang di sambut dengan gelak tawa yang lainnya


"Aku juga ada" kata riqie yang langsung di sambut antusias oleh yang lainnya


"Hewan, hewan apa yang mulia" tanya riqie


"Hewan yang mulia ada rajawali" kata Ferry namun jawaban itu tidak di benarkan oleh riqie


"Salah" kata riqie singkat, membuat yang lainnya bingung mau jawab apa lantas mereka asal nyebut hewan berharap jawaban mereka ada yang benar namun sayang semuanya salah, meraka pun menyerah setelah tak menemukan jawabannya


"Hewan yang mulia adalah kutu" jawab riqie yang membuat yang lainnya bertanya-tanya


"Kok bisa" kata yang lainnya kompak


"Iya lah buktinya kutu hidup di kepala makan di kepala berak di kepala berkembang biak di kepala" kata riqie yang di sambut anggukan oleh yang lainnya,


Riqie begitu semangat mengikuti tebak-tebakan itu seakan dia tidak ngantuk sama sekali padahal semalam suntuk dia tidak tidur untuk menjaga piket malam


"Boleh gabung guys" tanya Benny namun dia tak langsung duduk diantara mereka dia masih diam menunggu persetujuan dari mereka


"Boleh kak, mari gabung" kata Siva yang juga ada dalam gerombolan tersebut


Tak lama dari itu mereka yang tau gerak-gerik Benny satu persatu dari mereka pergi dengan alasan yang berbeda hanya meninggalkan Benny dan Tasya


"Kamu suka ya sama Randy" tanya Benny mengawali pembicaraan


"Cuma sayang dia udah punya tunangan" kata Tasya tak menjawab pertanyaan Benny tadi "Tunangannya malah lebih cantik dari aku lagi ya kalah saing aku" sambungnya lagi dengan nada gurau samb tersenyum


"Sudahlah nggak usah di pikirin, kamu itu cantik, di luar sana pasti banyak yang suka sama kamu" ucap Benny memuji Tasya yang memang benar adanya


"Tapi aku sendiri males kak kalau tidak suka sama laki-laki itu"


"Mungkin belum suka, lambat laun pasti suka dengan sendirinya" ucap Benny nampak pembicaraan mereka begitu cair seakan Tasya lupa akan rasa kecewanya setelah mengetahui kalau Randy sudah mempunyai tunangan


Benny begitu pandai dalam berkata membuat Tasya terbuai dan mengikuti alur pembicaraannya, namun meski begitu Tasya masih belum sadar kalau orang yang berada di dekatnya sekarang lagi jatuh cinta terhadapnya


Waktu terus saja berlalu detik terus saja bergerak tanpa kenal lelah, seiring dengan berjalannya waktu tak terasa adzab Dzuhur sudah berkumandang di hp mereka yang mengaktifkan adzan berkumandang


"Guys sekarang memasuki waktu Dzuhur silahkan yang tidak punya wudhu wudhu dulu kita sholat berjemaah" kata Randy dengan mengeraskan suaranya agar yang lain dengar akan pembicaraannya


satu persatu di antara mereka membubarkan diri dari tempatnya untuk mengambil wudhu begitu juga dengan Shofi yang tak ketinggalan ingin sholat berjemaah juga


"Kamu beruntung ya bisa mendapatkan kak Randy" suara itu tiba-tiba ada membuat Shofi sedikit terkejut dan memalingkan pandangannya kepada suara itu berasal

__ADS_1


Shofi hanya tersenyum ketika mengetahui siapa yang berkata yang tak lain adalah Tasya


"Cak Randy memang laki-laki sempurna bagi siapapun cewek yang mendapatkan hatinya" kata Shofi seraya mengambil wudhu tak memperhatikan lagi apa yang di katakan oleh Tasya


Sedangkan Tasya sendiri juga ikutan mengambil wudhu di dekat Shofi, setelah selesai mereka pergi dengan berjalan pelan


"Sejak kapan kalian tunangan" tanya Tasya ingin tau tentang hubungan mereka berdua


"Mungkin kurang lebih tujuh bulan yang lalu" pembicaraan mereka terus berlanjut hingga tak sadar mereka sudah sampai di tempat kemah di sana mereka sudah kumpul semua tinggal beberapa lagi yang belum datang


Faris pun Iqamah setelah semuanya sudah berkumpul nampak yang menjadi imam adalah Randy, sedangkan Alin dan Arin adek Randy bersama mbaknya Syifa karena kebetulan dia lagi halangan sedangkan Salsa ikutan sholat berjamaah


"Gimana dek seru nggak ikut camping" tanya Syifa kepada adiknya yang berada tak jauh dari tempat itu


"Seru banget mbak, kayak nggak ingin pulang" jawab Arin yang begitu ceria itu terbukti dengan pancaran wajahnya yang sangat gembira


Mereka bertiga terus saja bercanda gurau hingga tak terasa sholat berjamaah sudah selesai namun Syifa masih berada di tempatnya tidak ingin melewatkan momen sedetikpun dengan adik-adiknya


"Syif, kalau butuh aku, aku berada di tenda mau tidur dulu" kata Randy memberitahu adiknya Syifa


"Iya cak" berbarengan dengan itu Salsa juga ikut gabung bersama mbaknya dan adiknya yang kembar mereka bertiga nampak mereka langsung pergi ke sungai menikmati aliran sungai yang begitu menyejukkan


"Mbak liat ini ada ikan bagus banget" kata Alin memberitahu Salsa yang ada di dekatnya


"Mana-mana" tanya Salsa langsung mendekat ke arah Alin berada, Alin pun langsung memberitahu mbaknya itu setelah berada di dekatnya nampak Salsa sendiri langsung berusaha untuk menangkapnya namun sayang ikan itu langsung kabur dan menghilang entah kemana


"Yah hilang deh" kata Salsa dengan raut wajah kekecewaan


"Hai lagi ngapain" tanya Shofi yang baru datang


"Sini mbak ikutan main air seru loh" ajak Alin seraya melambaikan tangannya ke arah Shofi berada


"Hati-hati ya dek nanti jatuh" ucap Shofi seraya duduk di dekat Syifa yang hanya menyaksikan adiknya bermain air


"Seru ya liat mereka bahagia" kata Shofi sambil memperhatikan si kembar dan Salsa bermain air, tiba-tiba saja Syifa langsung memeluk Shofi yang membuat Shofi kaget akan perubahan sikap dari Syifa


"Kenapa" tanya Shofi ketika melihat Syifa meneteskan air matanya


"Aku kangen ortu mbak, kenapa di saat bahagia seperti ini ortuku sudah tidak ada" kata Syifa menangis di pelukan Shofi yang tak di ketahui oleh adiknya yang lainya


Sedangkan Shofi hanya mengusap punggung Syifa seraya menenangkan hati Syifa yang sedang sedih dia tak melepaskan pelukan itu membiarkan Syifa menangis di pelukannya


"Yang sabar ya ada aku kok di sini, yang di butuhkan sekarang doa dari kamu buat orang tua kamu" ucap Shofi sambil menyeka air mata yang menetes di pelupuk mata Syifa kemudian Syifa memeluknya lagi kali ini hatinya mulai tenang


"Mbak balik yuk aku kedinginan nih" ajak Salsa dan yang lainnya yang sudah berada di dekat Syifa dan Shofi sedangkan Syifa langsung mengusap air matanya takut di ketahui oleh adiknya yang lain


"Ih kok basah semua sih" kata Syifa kaget ketika melihat ketiga adiknya yang basah kuyup sedangkan mereka hanya tersenyum ada juga cengengesan


Lantas mereka pun berbalik ke arah kemah dan menunggu tenda mereka untuk mengambil baju


"Loh loh dari mana nih kok basah semua" sapa Abizar ketika melihat adik iparnya basah kuyup


"Main-main di sungai tadi bang" jawab Alin karena dia yang ada paling depan


"Kok Abang nggak di ajak" gerutu Abizar sambil ikut mengantarkan Alin ke tempat tenda


"Abang sih nggak ada jadi nggak di ajak"

__ADS_1


Susana siang itu nampak begitu sunyi ada yang tidur di tenda masing-masing ada yang main gitar ada yang keliling sambil berfoto di daerah perbukitan hingga tak terasa sore mulai datang dengan senja yang menggelantung indah di ufuk barat


__ADS_2