Kisah Cinta Sang Yatim

Kisah Cinta Sang Yatim
pdkt


__ADS_3

Malam itu setelah selesai sholat mereka dengan kompaknya langsung bergerak untuk memasak nasi agar perut mereka yang kosong bisa terisi, satu persatu mereka membagi tugas ada yang cari kayu bakar ada yang mencuci berasnya


Mereka begitu niat untuk melakukan camping itu terbukti dengan kompor dan gas yang mereka bawa untuk mempermudah mereka menanak nasi nantinya


Waktu itu Randy yang sedang mencari kayu bakar dengan temannya yang lain malah di ikuti oleh Tasya nampak dia begitu lengket terhadap Randy, wanita itu tidak tau kalau Randy sudah mempunyai tunangan sedangkan Randy sendiri tidak memberitahunya


"Kak, kakak masih sekolah apa kuliah" tanya Tasya


"Baru lulus tapi tidak tau mau lanjut apa nggak" jawab Randy sambil mengambil ranting pohon


"Niatnya kakak gimana, mau lanjut apa nggak"


"Nggak tau mau di pikir-pikir dulu"


Perbincangan di antara mereka terus berlanjut hingga Randy tau kalau Tasya juga termasuk orang yang kaya bapaknya yang pebisnis dan juga memiliki showroom mobil dan motor


Berbanding terbalik dengan Reza sepupu Tasya namun hidupnya pas-pasan namun bisa juga di katakan kayak tapi nggak terlalu kaya


Setelah merasa cukup mereka kembali dengan membawa tumpukan kayu bakar ketika nyampe di tempat mereka langsung menaruh kayu tersebut namun kejadian tak terduga terjadi


Entah dengan sengaja atau tidak Tasya terpeleset hingga dirinya mau jatuh namun Randy yang berada di sampingnya dengan sigap memegang Tasya hingga membuat mereka saling tatap-tatapan


Ada sorakan kecil dari mereka ketika melihat apa yang terjadi ada juga yang berdehem yang agak keras tapi ada juga yang cemburu melihatnya yang tak lain adalah Shofi


Wajahnya begitu terpancar api cemburu dia mengepal tangannya dan dengan wajah cemberut Shofi pergi dari tempat itu yang di ikuti oleh Siva


Sedangkan Randy sendiri yang tak mengetahui kalau Shofi pergi entah kemana bersikap biasa seakan tak terjadi apa-apa di antara mereka


"Shofi pergi entah kemana, kayaknya dia cemburu melihat kamu tadi" kata Reza sedikit berbisik kepada Randy


Mendengar penuturan Reza tadi membuat Randy resah dia takut kalau Shofi marah kepadanya


"Kamu liat nggak pergi kemana" tanya Randy


"Kayaknya ke arah selatan" jawab Reza sedangkan Randy langsung pergi ke arah di katakan Reza tadi


"Nggak baik loh malam-malam keliaran apalagi di tengah hutan" kata Randy seraya memeluk Shofi dari belakang


"Apaan sih lepas" ucap Shofi seraya berusaha melepas pelukan Randy, Siva yang melihat kedatangan Randy langsung pergi meninggalkan mereka berdua

__ADS_1


"Kenapa tadi main peluk-pelukan" tanya Shofi dengan mata melotot


"Kan dia mau jatuh ya aku tolongin lah"


"Apa harus dengan pelukan" mendengar perkataan Shofi tadi Randy tak menjawabnya namun dia langsung memeluk Shofi awalnya Shofi menolaknya karena masih marah pada Randy


Namun karena pelukan Randy yang begitu kuat dia pun pasrah juga hingga akhirnya dia juga ikut memeluk Randy


Di lain sisi mereka satu persatu sibuk dengan tugas mereka masing-masing ada yang menanak nasi ada juga yang memasak sambal dan yang lainnya mereka melakukannya dengan kompak


tak terasa satu persatu masakan mereka sudah matang mulai dari ikan sambel dan juga nasinya mereka memasaknya dengan cepatnya karena mereka melakukannya dengan kompak


"Randy telepon suruh kesini nasinya udah siap" kata Andre menyuruh yang lainnya yang pada waktu itu dirinya sedang sibuk dengan yang lainnya


Setelah itu Siva langsung meneleponnya dan tak lama dari itu Randy dan Shofi datang dengan berpegangan tangan Tasya yang melihat semua itu hanya bisa diam dan menundukkan kepalanya


Sekarang dia mengerti mengapa Randy mengejarnya dia mengira kalau Randy dan Shofi mempunyai hubungan hanya sebatas pacar


Namun meski begitu cintanya kepada Randy yang cukup besar tak menyurutkan niatnya untuk mendapatkan cinta Randy suatu saat nanti hanya waktu yang akan menentukan


Setelah itu mereka memakan nasi hasil jerih payah mereka sendiri nampak mereka sangat lahap dalam memakannya, namun tatkala sedang asyik makan ada sorot mata tajam sedang melihat ke arah Randy dan Shofi


Satu persatu dari mereka mulai merasa kekenyangan setelah perutnya terisi oleh nasi ada yang langsung mencuci piring yang mereka pakai ada juga yang langsung pergi


Setelah makan mereka dengan kompaknya membereskan tempat tadi ada yang mencuci piring yang masih kotor ada juga yang membuang bekas makanan mereka


Di lain sisi Randy yang sedang sendirian langsung di dekati oleh Tasya


"Maaf ya kalau aku membuat kalian bertengkar" kata Tasya mengawali pembicaraannya


"Nggak apa-apa namanya sebuah hubungan pasti ada bertengkar nya" Shofi yang pada waktu itu sedang sibuk tak memikirkan Randy yang sedang di dekati oleh Tasya meskipun terkadang pikirannya masih terbayang kejadian tadi waktu Randy memeluk Tasya


Karena bagaimanapun Tasya orangnya cantik bisa saja Randy tertarik dengannya tanpa sepengetahuannya namun pikiran negatif itu segera dia buang karena dia yakin kalau Randy orang yang setia terhadap satu pasangan, dan tak akan menyakiti pasangannya


Namun ketika melihat Randy dan Tasya sedang berduaan Shofi langsung menghampiri mereka


"Sayang temenin aku dong" pinta Shofi dengan panggilan sayang baru kali ini dia memanggil Randy dengan panggilan itu


sedangkan Randy yang di panggil sedikit kaget karena tak biasanya di di panggil dengan sebutan itu, namun dia segera mengerti kalau Shofi sedang cemburu terhadapnya dia ingin memberitahu kepada Tasya yang ada di sampingnya kalau Randy miliknya

__ADS_1


"Ayok" kata Randy tanpa bertanya mau kemana meninggalkan Tasya sendirian


"Mereka sudah tunangan" ucap Benny sambil mendekati Tasya yang sedang melihat Randy dan Shofi pergi, mendengar hal itu Tasya sedikit kaget dia mengira kalau Randy dan Shofi hanya pacaran saja


Wanita itu menanggapi ucapan Benny tadi dengan senyuman kecut namun meski begitu tampak manis bagi Benny laki-laki itu begitu terpesona akan kecantikan wajah Tasya namun karena perbedaan ekonomi dirinya memilih mundur Alon Alon takut malah kecewa yang dia dapat


"Oh iya kak, kalian sering melakukan camping" tanya Tasya seraya melangkahkan kakinya entah kemana


Nampak dirinya mencari tempat yang jauh dari keramaian dia ingin menikmati waktu malam dengan sendiri seraya di ikuti oleh Benny


"Hanya setiap liburan sekolah, karena rata-rata anggota camping masih sekolah" jawab Randy sesekali melihat ke arah Tasya sedangkan Tasya sendiri tak menampik kalau Benny orangnya tampan juga namun hatinya sudah terisi nama Randy


tapi sayangnya harapan itu harus pupus ketika mendengar kalau Randy sudah bertunangan, perasaan itu harus segera dia buang jauh-jauh sebelum mengakar kuat di dalam hatinya


"Emang sudah berapa kali kak" tanya Tasya lagi, seraya duduk di suatu tempat di bawah pohon yang di ikuti oleh Benny,


Nampak perbincangan mereka terus berlanjut hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 mereka tak sadar sudah sejam mereka berada di sana


"Ke basecamp yuk" ajak Benny yang di ikuti oleh Tasya entah kenapa Tasya merasa kalau Benny orangnya baik dan perhatian terhadapnya namun itu masih belum cukup buat untuk membuka hatinya buat Benny


"Oh iya kawan, ingat jangan ada yang tidur lain jenis laki-laki dengan laki-laki dan perempuan dengan perempuan" kata Andre mengingatkan mereka karena takut ada yang melanggar akan aturan yang sudah mereka perbuat


Hari sudah mulai nampak mencekam waktu terus saja berjalan hingga tak terasa waktu subuh sudah tiba Randy yang memang tiap malam tidak tidur untuk menjaga piket malam langsung membangunkan mereka agar sholat subuh


Satu persatu dari mereka langsung bangun dan pergi ke sungai untuk mengambil wudhu, setelah melaksanakan sholat berjemaah nampak Randy langsung berkata


"Kawan saya berharap dengan adanya camping kali ini akan memperkuat rasa saudara kita supaya kita bisa mengenal lebih jauh lagi antara satu sama lainnya, ingat kawan kita dalam berteman ada aturannya


Setidaknya ada dua hal penting yang tidak boleh di langgar oleh kita dalam berteman, kita boleh mengucilkan satu sama lainnya hanya dengan niatan cuma bercanda bukan untuk menyakiti perasaan yang lain, kita boleh bergurau seenaknya kita


Tapi jaga yang dua ini jangan sampai terjadi di antara kita, yang pertama jika kita ingin bergurau jangan bawa-bawa orang tua kita karena orang tua bukan buat mainan sesabar apapun orangnya tetap akan merasa tersakiti jika itu berkaitan dengan orang tua


Dan yang kedua mengenai hati seseorang atau perasaan seseorang jika diantara kita yang memiliki perasaan dengan yang lainnya kita tidak boleh merebutnya dengan alasan apapun karena itu akan membuat perpecahan diantara kita dan akan merenggangkan hubungan pertemanan kita


Jadi saya mohon kepada kalian untuk menjaga dua hal ini setidaknya dua hal ini agar tak terjadi di antara kita, faham" kata Randy panjang lebar yang membuat mereka langsung berkata faham dengan kompaknya


Randy berkata seperti itu hanya untuk agar hubungan silaturahmi antara mereka terus terjaga tanpa adanya perpecahan terlebih mereka masih anak muda yang masih minim dalam aturan berkehidupan hanya nafsu yang mereka ikuti tak memikirkan perasaan yang lainnya


Dan tak memikirkan salah apa tidaknya yang mereka pikirkan dirinya sendiri maka dari itu Randy berpesan dua hal itu karena cuma dua hal tersebut yang sering terjadi dalam berteman terlebih ketika sedang bergurau yang tak tau akab tempat dan waktu

__ADS_1


__ADS_2