
Bel bertanda pulang sekolah sudah berbunyi membuat semua siswa berbondong-bondong keluar seakan mereka sudah tak ingin lagi berada lama-lama di kelas itu padahal esok mereka akan kembali ke tempat tersebut
Berbeda dengan Randy dia yang masih belum selesai menulis masih sibuk dengan tulisannya dia nampak tak terburu-buru dengan temannya yang menghilang satu persatu
"Kak mau di bantuin" tanya Amel siswa yang paling cantik dan pintar dia memang menyukai Randy yang tampan itu
"Oh nggak usah Mel makasih ya" ucap Randy hanya menoleh sebentar kemudian fokus kembali ke tulisannya
"Lagian ini mau hampir selesai kok" ucapnya lagi tanpa menoleh ke arah Amel berada yang berada di samping Randy
"Kenapa nggak pulang aja Mel" tanya Randy yang masih sibuk dengan tulisannya
"Nungguin kak Randy pulang" jawab Amel polos memang meski anak ini cantik dia begitu polos seakan cewek kutu buku namun dia tak maniak terhadap buku bahkan terkadang dia begitu males ketika harus membaca sebuah buku
Harus di akui Randy juga menaruh simpatik pada Amel namun dia malu untuk mengungkapkannya karena bukan hanya dirinya yang menyukai Randy melainkan banyak cowok yang juga menyukai Amel hingga membuatnya canggung dan tidak berani untuk mengungkapkan perasaan tersebut,
Tak lama dari itu Randy sudah selesai menulis dia pun bergegas setelah merapikan semua bukunya tak lupa mengajak Amel untuk pulang
"Kak, kak Randy pulang ma aku aja ya, soalnya aku takut pulang sendirian lagian kan kita se arah" ajak Amel meski tau rumah Randy agak jauh dari rumahnya namun untuk mendapat ruang di hati Randy dia rela melakukannya
"Ini nggak papa, nggak ada yang marah gitu" tanya Randy meyakinkan
"Oh nggak kok justru Amel merasa senang" kata Amel seraya tersenyum manis di depan Randy
"Ya udah ayok" ajak Randy menuju parkiran setelah nyampe di tempat parkir Amel langsung ngasih kontak motornya, motor Vario warna putih tahun 2017 yang dikendarai oleh mereka,
Roda motor berputar dengan cepatnya seiring dengan begitu cepat juga Randy mengendarai motor tersebut Amel yang berbonceng merasa takut hingga dia beranikan diri untuk memeluk pinggang Randy pas nyampe pertigaan yang menuju rumah Amel kemudian Randy berhenti
"Kenapa berhenti kak" tanya Amel penasaran, tanpa menjawab pertanyaan dari Amel Randy pun turun
"Aku sampai sini aja ya Mel lagian kan rumah kamu ke arah selatan sedangkan aku masih lurus, masih jauh pula" kata Randy menjelaskan
"Nggak papa kok kak sampek ke rumah kakak nanti aku tinggal balik" kata Amel meyakinkan, kemudian Randy pun kembali mengendari motor tersebut dengan cepatnya hingga tak lama dari itu mereka sudah sampai di rumah Randy
"Mampir dulu bentar Mel" ajak Randy
"Lain kali aja kak soalnya lagi ada urusan" kata Amel berbohong namun dirinya hanya sungkan saja untuk mampir ke rumahnya Randy padahal ini adalah kesempatan langka baginya
"Ya udah kak duluan ya" kata Amel seraya berbelok ke arah yang tadi
Senja merah di ufuk barat menggelantung indah di pelupuk mata bagi mereka yang melihatnya meski begitu tak ada ciptaan Allah yang tak sempurna semua yang Allah ciptakan adalah dengan keadaan sempurna dan paling bagusnya ciptaan Allah yaitu manusia karena manusia di lengkapi dengan akal,
Manusia bisa lebih mulia dari pada malaikat hanya karna akal namun sebaliknya manusia bisa lebih hina dari pada hewan pun juga karna akal maka dari itu pergunakanlah akal kita sebaik mungkin jangan sampai akal kalah dengan nafsu karena jika demikian maka kita tak ubahnya seperti hewan jika nafsu lebih tinggi derajatnya ketimbang akal,
Lewat akal kita bisa membedakan mana yang baik mana yang buruk mana yg boleh mana yang tidak mana yang bagus mana yang jelek tinggal kitanya saja yang menentukan asalkan jangan sampai kita salah dalam memilih
Meski demikian semua itu sudah di atur oleh Allah kita bak pemain film sedang Allah adalah sutradaranya kita hanya mengikuti skenario yang Tuhan berikan kepada kita tak ada yang boleh menolak dan tak ada yang bisa menolak terhadap titah yang Tuhan berikan,
Seperti biasa Randy yang sibuk soal mesin meski hari sudah malam karna jika siang bapaknya yang bekerja namun jika menjelang malam dirinya yang bekerja namun meski begitu dia tidak di beri upah sepeserpun oleh bapaknya karna bapaknya selalu bilang
"Toh kamu juga yang makan hasil kerja bapak, ngapain harus minta gaji kalau butuh apa-apa tinggal minta aja" begitulah kata bapaknya yang selalu terlintas namun meski begitu Randy yakin kalau tindakan bapaknya tersebut bermaksud untuk mendidik dirinya supaya menjadi pribadi yang lebih dewasa
Dan mempunyai rasa tanggung jawab terhadap keluarga bahkan jika dia minta sekalipun jarang di kasih oleh bapaknya dengan alasan inilah dengan alasan itulah hingga membuat Randy jarang minta ke bapaknya
Dari situlah Randy menjadi anak yang tangguh dari segala medan dia sudah siap terjun meskipun harus menjadi bapak keluarga sekalipun karna didikan keras bapaknya sedari dini yang membuatnya menjadi pribadi yang kuat pribadi yang dewasa,
Setalah jam menunjukkan pukul sebelas malam Randy berhenti dari pekerjaannya dia pun beristirahat sejenak setelah mencuci tangan yang penuh dengan oli, dirinya dikagetkan oleh Siva adiknya yang masih belum tidur nampaknya sedang asyik dalam belajarnya
"Belum tidur Dek" tanya Randy seraya mendekat ke arah Siva berada
"Belum kak" kata Syifa yang masih sibuk dengan buku-bukunya
"Persiapan Unas ya" tanya Randy lagi
__ADS_1
"Iya kak, tinggal dua hari lagi nih" kata Syifa
"Doain ya kak semoga sukses" kata Syifa lagi seraya menoleh ke arah Randy berada
"Pasti dek, tapi jangan lupa minta doa juga ke ibu karna doa ibu melebih doa para wali" kata Randy mengingatkan
"Udah kok, Syifa udah ngomong ke ibu udah Minda Donya juga" ucap Syifa
"Ya udah kakak mau tidur dulu capek banget ngantuk juga" kata Randy sambil meninggalkan Siva sendirian sedangkan Syifa hanya menganggukkan kepalanya saja dan dia masih sibuk dengan pelajarannya,
Setelah nyampe di kamarnya Randy langsung merobohkan badannya di kasurnya tidak lama dari itu dia sudah terbuai dalam lautan mimpinya
Jarum jam terus saja berdetak hingga berubah menjadi ribuan detik, detik pun berlalu dengan begitu cepatnya hingga tak sadar detik tersebut sudah berubah menjadi ratusan menit, menit pun terus saja bergerak seiring dengan berjalannya jarum jam hingga berubah menjadi puluhan jam
Seiring dengan berjalannya waktu Unas untuk kelas tiga SMP sudah di mulai mereka yang sudah mempersiapkan semuanya dengan baik tak khawatir dengan hasilnya namun mereka yang bimbang akan hasilnya malah merasa nervous sebelum bertanding
Waktu itu Randy yang libur sekolah karna kelas tiga SMP mengadakan ujian nasional atau Unas menyempatkan liburannya dengan pergi bersama teman kelasnya mereka sudah janjian sebelumnya tak terkecuali Amel,
Amel juga ikut dalam rombongan tersebut bahkan dia yang mengajak keluar bareng Randy namun sayang Randy malah ngajak temannya yang lain juga padahal maksud Amel biar bisa bersama dengan Randy selama mungkin namun meski begitu Amel sangat senang bisa jalan dengan Randy
Di tengah perjalanan Amel tak canggung lagi untuk memeluk Randy karna sebelumnya dia pernah memeluknya tatkala mengantarnya pulang dan tak ada penolakan dari Randy hingga membuat leluasa Amel untuk memeluknya
Hingga tak terasa mereka sudah berada di tempat yang di tuju nampak mereka pergi ke hutan yang sangat indah akan pemandangannya hutan tersebut tak terawat namun begitu indah untuk di lewati begitu saja dengan angin yang ber sepoi dan keasrian alam semesta yang sungguh menyejukkan mata
Momen tersebut mereka abadikan dengan handphone mereka masing-masing kecuali Randy yang tidak punya Hp namun dirinya masih bisa berfoto dengan yang lainnya termasuk dengan Amel
Amel selfi bersama Randy terkadang berpose memeluk terkadang berpose sok cuek terkadang berpose yang sok romantis mereka terus saja berjalan menulusuri hutan tersebut sedangkan Randy dan Amel berjalan sambil berpegangan tangan nampak mereka berdua tambah dekat kian harinya itu di rasakan oleh temannya Rangga
"Sejak kapan kalian begitu dekat" tanya Rangga ketika melihat begitu dekatnya Amel dan Randy bak orang sedang pacaran,
Mendapat pertanyaan itu mereka berdua bingung mau jawab apa mereka hanya saling tunjuk satu sama lainnya Rangga yang tidak mendapat jawaban dari pertanyaannya itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya karena setahunya mereka akhir-akhir ini biasa-biasa saja namun kini malah seakan pacaran
"Kak mau minum" tanya Amel pada Randy yang seakan kehausan akibat menulusuri hutan tersebut, Randy pun langsung mengambil minuman yang Amel kasih tadi, setelah minum Amel mengambil tisu dan menyeka keringat Randy terlebih di daerah dahinya
Setelah selesai Amel menatap tajam ke arah mata Randy yang menatapnya dengan serius pandangan suci itu tak bisa dielakkan lagi sedangkan teman-temannya sudah menjauh dari mereka dan tak tau apa yang telah mereka perbuat
Entah mengapa pandangan itu kian mendekat seakan ada magnet yang membuat mereka makin mendekat sedangkan Randy keringatnya keluar lagi ketika mendapat perlakuan seperti itu namun ketika Randy hendak ingin mencium Amel,
Amel malah duluan yang mencium pipinya dan langsung pergi begitu saja menuju ke arah temannya dengan tersenyum dia sendiri tidak percaya kenapa dirinya senekat itu pada Randy,
Namun ketika dirinya memperlakukan Randy seperti itu dirinya begitu yakin kalau Randy juga mencintainya kalau Randy juga suka terhadapnya itu terbukti dengan arti tatapan tadi yang begitu tajam pandangan yang mana hanya mereka yang tau arti pandangan tersebut,
Setelah mendapat perlakuan seperti itu Randy tersenyum seakan dia kalah telak terhadap Amel dia pun mengejarnya yang sudah berlari duluan namun pas ke tangkap Randy langsung memapah Amel seraya berjalan ke arah temannya berada Amel
Nampak begitu bahagia mendapat perlakuan seperti itu dari Randy dia bak ratu bagi sang pangeran yang sangat menyayanginya di perlakukan bagaikan bidadari kayangan yang selalu menyanjungnya lewat kata-kata mutiaranya Randy pun menurunkan Amel tepat dimana yang lainnya pada istirahat,
Hutan ini memang tak terawat meski begitu hutan ini tidak berbahaya namun ketika malam sangat menakutkan dengan hal-hal berbau mistis, di tempat mereka istirahat lagi-lagi Randy melakukan hal-hal yang romantis dia mengambil roti yang di kasih Amel tadi dan membukanya seraya menyuapinya pada Amel
"Sejak kapan kalian pacaran" tanya Tasya penasaran
"Kami nggak pacaran kok" jawab Amel seraya memakan roti yang tadi disuapin oleh Randy
"tidak pacaran kok tingkahnya seperti orang pacaran" kata Tasya lagi namun perkataan Tasya tadi tak diindahkan oleh Amel dan Randy
"Gantian" ucap Amel seraya mengambil roti yang di pegang oleh Randy dan kini mereka gantian yang menyuapi kini giliran Amel yang menyuapi Randy sungguh serasi sekali mereka satunya tampan satunya cantik
"Guys, balik yuk udah mulai siang nih lapar pula" ajak Randy pada yang lainnya ajakan Randy kali ini di setuju oleh yang lainnya terbukti mereka langsung bergegas untuk balik ke tempat parkiran motor mereka
"Gendong" pinta Amel pada Randy yang berada di depannya tanpa harus minta dua kali Randy langsung menggendong Amel hingga sampai pada tempat parkiran motor berada
"Kita langsung balik apa mau mampir dulu" tanya Rangga pada Tasya dan yang lainnya
"Terserah lah aku ikut kalian" kata Raihan
__ADS_1
"Aku mau balik aja, bosen paling cuma liatin Randy sama Amel pacaran" ucap Ricky, sebenarnya mereka berpasangan sejak berangkatnya Rangga sama Tasya, Raihan sama Hilda, Ricky sama Anis, dan Randy sama Amel
"Iri banget Lo" kata Amel sambil melihat kearah Ricky berada
"Ya udah deh aku juga cabut" ucap Raihan mengikuti Ricky kemudian mereka pun pulang ke rumah masing-masing namun beda dengan Randy dia masih mampir sebentar di sebuah cafe langganan Amel
Setalah nyampe Amel langsung turun dari boncengannya dan melepas helm yang dia kenakan pas di buka nampak para laki-laki yang ada di sekitar cafe langsung melihat kerahnya
Mereka terpana akan kecantikan Amel yang memang sangat cantik itu nampak Amel tau kalau dirinya menjadi tontonan laki-laki langsung saja dia memegang tangan Randy dengan erat sambil berjalan menuju tempat yang kosong
Kemudian mereka menuju tempat pemesanan makanan dan mereka pun memesan makanan yang mereka inginkan
"Kita duduk di sana aja" kata Amel sambil menunjuk ke arah yang begitu jauh dari keramaian nampaknya dia tidak ingin menjadi tontonan laki-laki tersebut
Namun meski begitu tempat tersebut sangatlah strategis apalagi ketika pas mau Maghrib duduk di sana sambil melihat pemandangan matahari yang mau terbenam,
Setelah pesanan mereka datang mereka pun memakannya dengan santainya sesekali mereka saling suap
"Kak kenapa kamu tidak minta aja ke bapak kamu buat beliin hp gitu" tanya Amel seraya memakan makannya
"Boro-boro mau di beliin hp kadang minta uang saku aja saya tidak di kasih" kata Randy yang juga memakan makanannya tersebut,
Sambil memakan mereka ngobrol saling nanya satu sama lainnya tentang kesukaannya hal-hal yang paling di benci dan yang lainnya hingga tak sadar makanan mereka sudah habis di makan setelah selesai mereka pun pergi seraya membayar makanan yang tadi mereka pesan.
Tak terasa jam sudah menunjukan pukul satu siang mereka berdua pun pergi menuju ke rumah Randy untuk mengantar Randy pulang
"Makasih ya Mel" kata Randy seraya mau melepas helmnya namun malah sulit hingga dengan romantisnya Amel pun membantu membuka helm tersebut "makasih ya Mel" ucapnya lagi yang di sambut dengan senyuman serta anggukan dari Amel
Malam nampak mencekam bintang gemintang hadir satu persatu di iringi oleh rembulan yang seperti buah pisang, malam itu keluarga Randy yang sedang ngumpul sambil memakan makanan ringan yang ada di toples
"Bagaimana ujiannya Sif" tanya Bu Hana seraya memakan apa yang masih ada di dalam toples tadi
"Alhamdulillah Bu lancar ini semua berkat doa ibu" jawab Syifa seraya memangku adiknya yang paling kecil yang tak lain namanya alin
"Sampai kapan ujiannya" tanya bapaknya yang tak lain bapak Andi
"Empat hari pak, terhitung dari tadi"
"Mbak minta itu" kata alin yang ada di pangkuan Syifa seraya merengek manja karna berada di pangkuan kakaknya kemudian Syifa pun mengambil apa yang alin maksud
"Ya intinya Sif, nanti kalau aku sama ibunya sudah nggak ada jaga adiknya baik-baik jangan sampai bertengkar jangan sampai merasa kehilangan...." kata pak Andi
"Apaan sih bapak itu terus yang di omongin, tau ah aku mau belajar aja" kata Syifa seraya pergi dari hadapan orang tuanya karena merasa aneh akan pembicaraan bapaknya tadi dia takut pembicaraan bapaknya tadi memang benar adanya,
Sedangkan Randy masih sibuk dengan mesin mobil yang belum di perbaiki sama sekali nampak Randy begitu teliti dalam memperbaikinya seakan tak bisa di ganggu jika dia sudah bekerja,
Disisi lain Amel yang sedang tiduran sambil terlentang menatap tajam langit-langit kamar tersenyum dengan sendirinya dia nampak mengingat kejadian tadi pagi yang sangat bersejarah bagi kehidupannya
Baru kali ini ada cowok yang masuk dalam pikirannya hingga membuatnya berkhayal agar bisa memiliki Randy dia teringat pas waktu Randy menggendongnya, pas waktu Randy menatapnya, pas waktu Randy menyuapi roti terhadapnya,
Semua kejadian tadi pagi seakan terulang kembali dalam benaknya seakan menjadi film bagi memory ingatannya dan kejadian tersebut tidak akan bisa dia lupakan dalam dirinya mengingat Randy
Membuat Amel tidak sadar kalau dirinya sudah tengkurap sebentar terlentang lagi sebentar tengkurap lagi hal tersebut selalu terulang seakan jika ada semut menggigit pun gak bakal membuatnya kaget saking asyiknya memikirkan Randy
"Mending aku telepon kak Randy aja deh" kata Amel seraya bangkit dari tidurnya namun dia baru ingat kalau Randy tidak punya hp
"Oh iya kak Randy kan nggak punya hp" katanya lagi
"Terus gimana kalau aku lagi kangen sama dia" kata Amel dalam hatinya
"Besok aku belikan aja deh biar bisa teleponan sama dia" katanya lagi kemudian kembali tiduran dan memencet hp nya sambil melihat hasil foto-foto namun pas ada Randy kemudian di zoom oleh Amel dan di cium melalui layar hp-nya
Tidak cuma foto tersebut yang demikian seakan semua foto yang ada Randy tak luput dia cium bertanda kalau dirinya memang mencintai Randy dengan tulus dia pun kembali tiduran terlentang sambil mengingat kejadian tadi pagi hingga tak terasa dirinya sudah masuk kedalam alam mimpi
__ADS_1