Kisah Cinta Sang Yatim

Kisah Cinta Sang Yatim
Misi Balas Dendam


__ADS_3

Malam itu ketika semua sedang ngumpul sambil bernyanyi-nyanyi tiba-tiba Hamid yang memainkan gitarnya menyanyikan lagu ayah yang membuat Randy meneteskan air mata tiba-tiba suasana berubah menjadi hening seakan mereka larut dalam nyanyian tersebut


"Bapak...." lirihnya dalam tangis yang membuat semuanya diam tak melanjutkan nyanyiannya ketika Randy sudah terhanyut dalam perasaannya cukup lama mereka terdiam hingga akhirnya


"Duar...." tiba-tiba ada orang yang melempari batu ke arah bengkel Randy yang membuat semuanya kaget dengan ulah tersebut sedangkan Reza yang berada di pinggir langsung lari menuju motornya dan mengejar siapa yang melakukan hal tersebut,


Disisi lain mereka yang kaget langsung berdiri, nampak pandangan mereka langsung tertuju ke orang yang melempari batu tersebut yang sudah lari dengan motornya, sedangkan Andre sendiri langsung turun dan mengambil batu tersebut karna dia yakin pasti ada sesuatu


"Tunggu tanggal mainnya" begitulah pesan yang ada dalam kertas yang di lilitkan kedalam batu tadi seakan memberi tahu mereka bahwa mereka harus waspada dengan semuanya dengan ulah geng motor yang tak terpuji itu


"Rand, coba liat" pinta Andre seraya menyerahkan selembar kertas yang bertulisan nada ancaman tersebut


"Ternyata mereka bukan ngumpet untuk lari, melainkan ngumpet untuk mensiasati kita harus cerdas jangan sampai salah satu dari mereka jadi korban" pinta Randy seraya mengepal kuat tangannya dengan wajah yang penuh amarah tak lama dari itu Reza datang dengan wajah penuh amarah


"Maaf aku nggak bisa mengejar mereka" kata Reza seraya mengontrol amarahnya


"Trus gimana ini Rand, kita aja tidak tau mereka siapa markas mereka dimana tempat persembunyian mereka dimana" tanya Andre yang tak lagi bisa berfikir


"Jangan kita yang menghampiri mereka tapi mereka yang menghampiri kita" ucap Randy dengan rencananya yang matang


"Caranya" tanya Andre heran


"Pesan ini bilang, tunggu tanggal mainnya ya udah kita tunggu aja" kata Randy dengan santai seakan sudah tau cara menghadapinya seakan kesedihannya sirna begitu saja akibat tragedi tadi


"kita tidak tau musuh kita, seberapa kuat mereka tapi kita yang mempunyai tempat ini jadi kita gunakan tempat ini sebagai senjata kita" ucap Randy yang masih belum di mengerti oleh yang lainnya


"mari ngumpul sini" lanjutnya lagi kemudian Randy pun memberi tahu idenya untuk menghadapi musuh yang tak di ketahui itu


hingga akhirnya mereka tersenyum puas ketika mereka sudah tau apa yang harus mereka perbuat,


Setelah itu mereka kembali ke tempat tongkrongan mereka dan kembali bernyanyi bersama seakan mereka menikmati semua alur cerita dari semua itu hingga tak terasa hari sudah mulai larut malam.


Mentari pagi sudah mulai terbit menyinari alam semesta dengan sinar keemasan yang menguntit malu di ufuk timur, kabut putih menyeruak dimana-mana membuat pandangan mata tak mengenakkan embun pagi sedikit demi sedikit mencair seiring dengan menghilangnya kabut putih tersebut


Nampak dari kejauhan mentari sudah mulai menyingsing dari tempat peraduannya, tak terasa jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan sebentar lagi bel masuk berbunyi


Nampak Randy akan telat hari ini namun untungnya ketika dia sudah berada di parkiran bel berbunyi dengan lantangnya hingga membuat dirinya berlarian kecil dengan Syifa karena takut terlambat,


Sesampainya di dalam kelas nampak Shofi tak menoleh sedikitpun ke arahnya ketika Randy lewat di depannya Shofi hanya menunduk pura-pura tidak melihat akan kedatangan Randy yang membuat Randy merasa tak nyaman melihat kondisinya yang sekarang


Pelajaran pun di mulai biasanya Shofi yang selalu melihat kearah nya pas lagi pelajaran dimulai kini sudah tidak lagi terjadi membuat Randy merasa kesepian bahkan sekarang Randy sendiri yang melihat ke arah Shofi berada membuatnya merasa tidak nyaman berada di posisi seperti itu


Waktu dua jam serasa lama baginya dia ingin pelajaran kali ini cepat berlalu karna menunggu memang membosankan, tak lama dari itu jam pergantian pelajaran berbunyi yang membuat Randy sedikit lega karna sedari tadi dia menunggu waktu itu tiba,


Setelah kepergian gurunya Randy langsung pergi menuju Shofi berada Randy langsung berada di depannya


"Maafin aku ya" pinta Randy serius seraya menatap tajam ke arah Shofi namun Shofi sendiri malah cuek terhadap Randy Shofi malah tak melihat ke arah Randy dia melihat kearah lain ketika Shofi mengubah arah pandangnya


Randy terus berusaha untuk meminta maaf kepada Shofi dia kembali pindah kearah pandangan Shofi namun dengan secepatnya Shofi kembali memalingkan wajahnya hingga akhirnya guru yang mengajar bahasa ekonomi datang


"Fi" panggilnya lagi namun Shofi tetap tidak menoleh ke arahnya hingga membuat Randy harus kembali ke tempat duduknya


"Buka halaman sepuluh" kata Bu Endah kemudian Bu Endah menjelaskan pelajaran yang ada di halaman tersebut namun bagi Randy penjelasan Bu Endah tadi bagaikan angin kosong yang tak dianggap keberadaannya hanya bagi mereka yang membutuhkan terhadap angin tersebut.


"Fi, maafin aku dong" kata Randy seraya memegang tangan Shofi yang hendak pergi ketika waktu istirahat tiba


"Lepasin" kata Shofi seraya menghempaskan tangannya yang membuat pegangan Randy terlepas kemudian Randy langsung berlari dan menghadang Shofi yang hendak keluar dari kelas tersebut

__ADS_1


"Plis maafin aku ya" pinta Randy memohon terhadap Shofi tentang apa yang sudah dia perbuat kemaren namun Shofi tak mengindahkan ucapan Randy Randy dia coba pergi dari hadangan Randy namun tetap saja tidak bisa


"Rand, aku bukan tidak ingin memaafkan mu aku cuma ingin kamu tau sakitnya di cuekin" kata Shofi seraya berlalu di hadapan Randy namun kali ini Randy tak mencegah kepergian Shofi dia hanya bisa menatap punggung Shofi yang berjalan menjauhinya


"Sabar cak, semua akan indah pada waktunya" kata Syifa menyemangati Randy yang nampaknya mulai rapuh dia sadar kalau selama ini dia salah telah bersikap cuek terhadap Shofi kini dia harus terima konsekuensinya,


Permintaan maaf tak lagi di indahkan kini yang ada hanya penyesalan berpikirlah yang positif sebelum melakukan sesuatu karena penyesalan akan datang disaat kita menyia-nyiakan kesempatan


Gunakan kesempatan yang ada karna kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya sama halnya seperti Randy setelah kejadian tersebut Randy nampak begitu kesepian ketika Shofi bersikap cuek terhadapnya


Hari terus saja berlalu sikap Shofi kepada Randy tetap saja sama pernah waktu ketika Randy pergi ke perpustakaan yang kebetulan Shofi juga ada disana sehingga membuat Randy ingin menghampirinya namun sebelum niat itu terjadi Shofi malah pergi ketika melihatnya berada,


Hal tersebut sering terjadi terhadapnya yang selalu di cuekin membuat Randy merasa sudah tidak ada harapan lagi padahal dari lubuk paling dalam Randy juga cinta terhadap Shofi dalam dirinya masih teringat masa lalu yang membuatnya cuek pada Shofi dulu


"Ulangan kali ini beda dengan yang dulu yang paling rendah nilainya nantinya akan menjadi tanggung jawab dari yang paling tinggi nilainya" kata pak Hendra waktu itu ketika dirinya sedang mengajar dengan mata pelajaran matematika,


Perkataan pak Hendra tadi membuat Shofi sedikit tercengang dia takut kalau dirinya termasuk yang paling rendah dalam ulangan kali ini


Karena jujur Shofi paling lemah dalam bidang matematika berbeda sebaliknya dengan Randy yang paling pintar dalam urusan matematika maka dari itu Shofi takut nantinya malah dia yang di suruh untuk belajar kepada Randy,


Setelah pak Hendra memberikan soal ulangan Shofi bingung mau jawab apa karna tak ada satupun yang di mengerti oleh Shofi tentang pertanyaan tersebut sesekali Shofi melirik ke arah Syifa yang begitu cepatnya mengerjakan tugas tersebut


Namun karena memang sudah tak mengerti tentang matematika meskipun melirik ke arah Syifa membuat Shofi pasrah dengan hasil yang akan dia dapat nantinya,


Bel berbunyi yang membuat semua siswa sedikit bingung karena ada juga yang belum selesai namun karena waktu sudah habis membuat hasilnya tersebut harus di kumpulkan,


Shofi sedikit cemberut karena takut hasilnya paling buruk karena soalan tadi tak ada yang dia tau kini dia harus menerima nasib dengan apa yang akan terjadi padanya, setelah mengumpulkan hasilnya Shofi kembali duduk di kursi paling depan dengan Syifa.


Manusia memang cepat bosen setelah apa yang dia inginkan tercapai maka akan timbul keinginan lain yang harus mereka capai hingga tak ada kata pas bagi mereka kecuali bagi mereka yang selalu bersyukur dengan pemberian dari sang maha kuasa jika kita selalu melihat keatas maka kita akan merasa kurang


Namun jika hambanya ingkar dengan apa yang Allah beri maka sesungguhnya adzab Allah sangatlah pedih itu sudah termaktub dalam Al-Qur'an yang selalu di baca oleh sang insan namun tak pernah di amalkannya,


Waktu itu ketika jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam tiba-tiba segerombolan orang datang dan menghancurkan bengkel Randy membuat semua anggota langsung berhamburan untuk mencegah geng motor tersebut pertengkaran pun terjadi hingga akhirnya tiba-tiba


"Dika" sapa Randy yang mengenali salah satu anggota geng motor tersebut


"Randy" kata Dika ketika dirinya disapa oleh Randy


"Stop" teriak Dika dengan kerasnya membuat anggota geng motor tersebut menghentikan serangannya


"Kita salah sasaran" teriak Dika yang ternyata adalah ketua dari gang motor hell angels yang selama ini mengganggu club rangers dan juga orang yang mengeroyok Abizar dulu


"Saya kenal dengan ketuanya" kata Dandy lagi yang menyangka kalau Randy adalah ketuanya menurut informasi yang dia dapat,


Setelah mendengar kata Dandy tadi anggota geng hell angels langsung membuang kayu yang mereka bawa untuk mengobrak-abrik bengkel Randy


"Maaf Rand" kata Dika seraya bersalaman terhadap Randy sedangkan Randy sendiri menyambut hangat permintaan Dika tadi


"Dia yang aku ceritakan dulu" kata Randy memberi tahu yang lainnya


"Maksudnya gimana ini bos" tanya salah satu anggota yang heran akan kejadian tersebut


"Kita kan kesini dalam misi balas dendam, tapi kita salah sasaran justru dia yang menyelamatkan nyawaku dari pengeroyokan dulu" jawab Dika yang membuat semua anggota geng hell angels mengerti


"Sebenarnya gini Rand" kata Dika seraya bercerita kalau gengnya sudah berdiri lama dan mereka memberi nama gengnya tersebut mengambil dari salah satu geng yang di takuti di dunia karna prinsip mereka sama yaitu


"Ketika kita melakukan hal baik, tak satu pun seseorang mengingatnya. namun ketika kita melakukan hal yang buruk semua orang tak lupa" prinsip itu yang di pegang oleh geng mereka dan mereka mempunyai musuh bebuyutan terlebih di arena balap

__ADS_1


Namun suatu ketika Dika di keroyok oleh orang tak di kenal dan mereka semua pakek masker hingga wajah mereka di tutupi yang membuat Dika koma tiga hari sedangkan anggota gengnya tidak tau dengan pengeroyokan terhadap Dika yang mereka tau Dika pulang ke rumahnya namun tak dicari oleh teman-temannya


Karena sebelum pulang Dika sudah berpesan untuk jangan ganggu dulu dan disaat itulah Randy yang waktu itu masih bocah perkiraan umur enam belas tahun datang menyelamati Dika yang koma sampai Randy yang membayar biaya rumah sakitnya yang tak sedikit itu,


Setelah kondisi Dika pulih dia langsung menyuruh salah satu anggotanya untuk menangkap ketua geng motor the black power dengan misi balas dendam,


Setelah ketuanya di tangkap ternyata pelaku pengeroyokan buka anggota the black power akhirnya mereka terus mencari dan menemukan club rangers


Namun mereka tak langsung menyerangnya mereka mewanti-wanti terlebih dahulu hingga akhirnya mereka mengeroyok Abizar sebagai pancingan agar club rangers muncul dengan watak aslinya yang mereka kira adalah pelaku pengeroyokan terhadapnya,


Nampak cerita Dika yang panjang tersebut di simak dengan seriusnya oleh mereka yang ada disana termasuk geng motor hell angels


"Maaf ya kawan-kawan atas kesalahpahaman yang terjadi karna kami lagi mencari yang tak kami kenali" pinta Dika dengan membungkukkan badannya karena benar tulus minta maaf atas kesalahan tersebut,


Sedangkan anggota club rangers langsung berdiri dan menyalami mereka satu persatu padahal yang salah adalah geng motor hell angels yang yang bersalaman duluan adalah club rangers


"Mulai saat ini kita sahabat" kata Dika kepada Randy seraya bersalaman khas seorang sahabat, setelah kejadian tersebut suasana kembali normal mereka seakan tak ada rasa takut lagi ketika keluar,


Terkadang pula Dika atau anggota geng motor hell angels main ke base camp rangers begitu pula sebaliknya anggota club rangers main ke base camp hell angels karna mereka menganggap saudara dan bengkel langganan hell angels pun berubah ke bengkel Randy.


Seminggu sudah berlalu dari kejadian tersebut, seminggu pula sudah berlalu dari ulangan matematika dan kini hanya menunggu hasilnya dan dalam seminggu tersebut sikap Shofi terhadap Randy masih sama seperti biasanya yang cuek bahkan terkesan dingin terhadapnya


Randy masih saja berharap kalau Shofi berubah seperti semula karena dirinya sudah kangen terhadap gombalan Shofi namun semua itu hanya kenangan semata yang mungkin sulit untuk terjadi lagi


"Hasilnya sudah keluar dan peringkat pertama adalah Randy dan peringkat kedua adalah Syifa dan peringkat ketiga adalah Salma sedangkan peringkat terakhir adalah...."


Ketika pak Hendra mengumumkan hasil ulangan kemaren hati Shofi berdebar dengan cepatnya dia takut kalau dirinya berada di peringkat terakhir terlebih ketika pak Hendra masih mencari lembaran dengan nilai paling bawah


"Peringkat terakhir adalah Shofi" kata pak Hendra yang membuat hati Randy seperti tersengat aliran listrik yang sangat dahsyat seakan dia tak bisa lagi berkata apa-apa


Namun dia hanya bisa memasrahkan semuanya karena memang harus dia akui kalau Shofi paling lemah diantara yang lainnya


"Jadi untuk Randy agar memberi les tambahan kepada Shofi selama seminggu" kata pak Hendra melanjutkan yang membuat Shofi kaget karena selama itu dan dalam waktu seminggu pula dia harus bertemu dengan Randy


"Dan setelah jangka waktu seminggu tersebut Shofi harus mengikuti ulangan" lanjut pak Hendra menambahkan


"Pak apakah cuma aku yang mengikuti ulangan" tanya Shofi heran apakah cuma dirinya yang tidak tau sama sekali tentang matematika


"Yang ikut ulangan enam orang" kata pak Hendra memberi tahu


"Loh kok cuma aku pak yang harus mengikuti les tambahan" protes Shofi karna cuma dirinya yang harus mengikuti les tambahan kepada Randy


"Karena kamu paling rendah nilainya, dan jawaban kamu tidak ada yang benar satu pun" ucap pak Hendra yang membuat Shofi tertunduk malu


Dia mengakui kalau nilainya akan jeblok di ulangan kali ini karena tak ada satupun yang dia mengerti, akhirnya Shofi menerima apa yang di perintahkan oleh pak Hendra tadi


"Lesnya terserah kamu Rand kapan mau di mulai" kata pak Hendra yang membuat Randy sedikit bernafas lega karna dirinya mempunyai kesempatan untuk bicara langsung terhadap Randy


"Pak kalau Shofie nya males untuk les gimana pak" tanya Randy yang menyudutkan Shofi yang membuat Shofi menoleh kearah Randy berada dan melotot kearahnya,


"Terserah kamu mau di hukum seperti apa" kata pak Hendra, setelah kepergian pak Hendra Randy langsung pergi menemui Shofi seraya berkata


"Nanti malam di mulai lesnya" kata Randy memberi perintah kepada Shofi


"Tapi..." kata Shofi yang sedikit tak terima dengan waktu yang Randy tentukan


"Eits jangan membantah" ucap Randy yang nampaknya itu menjadi andalannya untuk bisa bersama dengan Shofi yang membuat Shofi tak bisa melawan dia hanya bisa diam menuruti apa perkataan Randy tadi meski dalam hatinya itu sangat membuatnya tersiksa

__ADS_1


__ADS_2