
Mungkin kita tak sadar kalau selama ini kita sering melakukan hal-hal yang di larang oleh agama karna sebuah dosa kecil sekarang sudah lumrah terjadi dimana-mana terlebih melalaikan kewajiban sholat itu sering terjadi apalagi di kota-kota karna mereka di sibukkan dengan kerjaan mereka,
Suatu ketika di sekolah SMA Abizar yang memang sudah naksir kepada Syifa selalu memepet Syifa agar supaya lebih dekat lagi dengannya meski sehari dua hari usahanya selalu sia-sia karna selalu di cuekin oleh Syifa
Namun Abizar tidak pernah berhenti dari situ bahkan dirinya rela berhari hari mengejar Syifa meski Syifa tak ngomong sepatah kata apapun terhadapnya seakan Syifa menjadi orang bisu ketika bertemu dengan Abizar
Namun meski begitu Abizar selalu berusaha tak pernah lelah hingga akhirnya Syifa bersuara juga dengan tindakan Abizar
"Jika kamu serius suka sama aku temui aku di rumah ngomong langsung ke kakak aku" kata Syifa seraya pergi dari hadapan Abizar meski mendapat perkataan seperti itu
Abizar malah semakin tertantang akan perkataan Syifa tadi diapun bertekad untuk bertemu dengan Randy kakak dari Syifa sendiri
"Emang dimana rumah kamu" tanya Abizar dengan cara mengejarnya ketika dia tadi di tinggal oleh Syifa
"cari bengkel ranger disitulah rumahku" kata Syifa dan berlalu di hadapan Abizar
Sedangkan Abizar yang berjalan mundur ketika berada di samping Syifa tadi tersenyum puas karna usahanya kini tidak sia-sia untuk mendapatkan Syifa
Beda halnya dengan Shofi meski dirinya termasuk paling cantik di sekolahnya laki-laki malah enggan untuk mendekatinya itu karna Shofi yang terlalu keras padahal dirinya seorang cewek
Bahkan dirinya tak segan untuk menamparnya jika seseorang masih nekat mendekatinya sudah beberapa orang yang menjadi korbannya hingga akhirnya cowok satu persatu mundur untuk mendapatkan cintanya Shofi yang terkenal galak itu.
Suatu malam hari ketika Randy dan kawan-kawan sedang ngumpul di base camp ranger tiba-tiba ada pemuda yang datang terhadap mereka sedangkan diantara mereka tidak ada yang kenal
"Assalamu'alaikum apakah benar disini rumahnya Syifa" tanya seorang laki-laki tersebut yang tak lain adalah Abizar,
Sedangkan Randy yang mendengar laki-laki tersebut mencari Syifa langsung turun dari gardu
"Wa'alaikum salam, iya benar ada apa" tanya Randy seraya menemuinya
"Tidak kak cuma mau main saja, soalnya tadi sama Syifa di suruh main kesini" jawab Abizar sedikit kikuk ketika berada di samping Randy dia yakin kalau yang menemuinya itu adalah kakaknya Syifa
"Siapa namanya" tanya Randy judes
"Abizar kak" jawab Abizar dengan sedikit canggung setelah itu Randy mengambil HP-nya dan langsung menelpon adiknya Syifa
"Dek ada orang yang nyariin kamu" kata Randy ketika via telepon tersebut tersambung, mendengar perkataan Cacak nya tadi
Siva langsung teringat akan sosok Abizar karna cuma dirinya yang tau alamat rumahnya dan cuma dirinya yang disuruh datang menemuinya
"Siapa namanya cak" tanya Syifa
"Katanya Abizar, apa benar itu teman kamu" tanya Randy balik setelah menjawab pertanyaan Syifa tadi, sangkan dugaan Syifa pun benar adanya memang Abizar yang datang menemuinya,
Kemudian Syifa bercerita sesingkat mungkin yang intinya dia menyuruh Abizar datang menemuinya hanya lantaran karna Abizar yang terus menerus mendekatinya
"Oh ya udah Dek" kata Randy seraya menutup sambungan telepon tadi
"Ya udah ngumpul disini Syifa lagi sibuk katanya" ucap Randy seraya menyuruh Abizar untuk gabung bersama dengan yang lainnya
"Abizar" kata Abizar seraya memperkenalkan dirinya dan bersalaman dengan orang yang sedang berada disana nampak semua teman Randy menyambutnya dengan ramah dan setelah bersalaman semuanya Abizar hanya berdiri tidak tau mau berbuat apa-apa
"Sini" ajak Randy seraya menyuruhnya untuk duduk di dekatnya, kemudian Abizar pergi menemui Randy
"Udah berapa lama kenal sama Syifa" tanya Randy menyelidik
"Sejak pertama kali masuk sekolah kak"
"Kamu teman kelas Syifa" tanya Randy lagi seakan ingin mengintrogasi Abizar
"Kakak kelasnya kak, saya sudah kelas dua cuma saya pindahan kak"
"kok bisa kenal sama Syifa" tanya Randy lagi kemudian Abizar bercerita awal dirinya ketemu dengan Syifa yang waktu itu dia tak sengaja berpapasan dengan Syifa pas lagi mendaftar jadi siswa baru
Yang mana waktu itu Syifa keluar dari kantor sedangkan Abizar masuk kedalam kantor dan dari situ Abizar menjadi penasaran terhadap Syifa
Hingga akhirnya setelah masuk sekolah dia tak sengaja melihat Syifa dari kejauhan sedang melihat Syifa masuk kelas membuat Abizar langsung berlari ke arah kelasnya Syifa dan melihat Syifa lewat jendela,
Nampak Abizar sangat terpukau waktu itu ketika melihat Syifa meski hanya dari jendela namun pandangan itu harus segera berakhir ketika bel masuk,
Pas di dalam kelas Abizar menjadi tidak konsen terhadap apa yang di sampaikan oleh gurunya dia terus teringat akan Syifa dan ketika di kelasnya sudah pulang yang kebetulan di kelasnya pulang duluan Abizar menunggu kelas Syifa pulang
Dan akhirnya yang di tunggu-tunggu telah tiba Abizar langsung masuk kedalam kelas Syifa dari situlah Abizar selalu berusaha untuk kenal lebih jauh lagi tentang Syifa hingga membuat Syifa menyuruhnya untuk menemui kakaknya,
Detelah mendengar cerita Abizar tadi Randy hanya diam dia masih berfikir sesuatu entah apa yang dia pikirkan
"Gini, siapa tadi namanya" kata Randy seraya menghentikan apa yang dia ingin katakan karna tidak tau nama pemuda tadi, kemudian Abizar menyebutkan namanya
"Saya panggil Abi aja ya" pinta Randy yang hanya di sambut dengan anggukan oleh
"Gini By, saya tidak melarang adik saya pacaran cuma saya melarang adik saya salah memilih pasangan, jika kamu serius dengan adik saya maka kamu harus siap dengan semua konsekuensinya" kata Randy
"Tidak ada malam mingguan tidak ada apel malam atau yang lainnya, dan juga saya dan Syifa yatim piatu tidak punya bapak tidak punya ibu" lanjutnya lagi
"Ya kak saya siap" ucap Abizar dengan mantap, nampak Abizar orangnya
"Abi sekarang umur berapa" tanya Randy seraya melihat kearahnya
"Delapan belas kak" jawab Abizar, nampak dia begitu kaku ketika selalu di cecar oleh Randy dengan pertanyaan-pertanyaan namun meski begitu dia menjawab pertanyaan tersebut dengan lancar
"Lebih tua kamu dong ketimbang saya, saya aja umur tujuh belas" kata Randy memberitahu
"Nggak apa-apa kak saya tetap manggil kamu kakak sebagai rasa takzim saya karna sampean kakaknya Syifa" kata Abizar yang membuat hati Randy jadi bergetar dengan sendirinya
"Ya udah nggak apa-apa itu terserah kamu aja, kamu kalau mau gabung disini silahkan pintu terbuka lebar untukmu disini ada klub motor namanya klub ranger" kata Randy memberitahu pada Abizar
"Jadi kalau saya gabung disini nggak apa-apa kak" tanya Abizar memastikan
"Silahkan kami menyambutnya dengan tangan terbuka" setelah itu obrolan mereka menjadi cair kembali tak seperti sebelumnya yang terkesan canggung dan takut untuk berbicara sepatah kata apapun dari mulut mereka
Namun kini obrolan berlanjut seperti biasanya hingga tak terasa hari sudah mulai larut malam dan membuat satu persatu pamit pulang termasuk Abizar
Ada juga yang masih berada disana dan tidur disana termasuk Andre yang sudah seminggu dia tidak pulang dari rumahnya dia malah lebih betah tinggal disini ketimbang di rumahnya.
Pagi ketika matahari sudah mulai menampakkan sinarnya Randy bersiap-siap untuk mengantarkan kedua adiknya sekolah yang tak lain Salsa dan Syifa Salsa memang masih paud namun sekolahannya dan Syifa searah hingga tak perlu lagi untuk putar arah,
Setelah mengantar Salsa ke sekolah Randy melanjutkan mengantarkan Syifa ke sekolahnya sampainya disana Randy langsung balik pulang ketika Syifa sudah turun dari boncengannya namun sebelum dia memacu kendaraannya dia bertemu dengan pak Dayat selaku wali kelasnya dulu
"Gimana kabarnya Rand" sapa pak Dayat ketika berpapasan dengan muridnya sedangkan Randy langsung turun dari motornya menjaga adab kepada guru
__ADS_1
"Alhamdulillah baik pak" jawab Randy setelah sungkeman terhadapnya
"Kapan balik ke sekolah" tanya pak Dayat lagi
"Kurang tau pak soalnya disana masih mempunyai tanggung jawab" kata Randy seraya menundukkan kepalanya, pak Dayat yang mengerti akan kondisi Randy tak banyak bertanya lagi
"Yang sabar ya semoga kamu akan di tinggikan derajat kamu di sisi Allah" kata pak Dayat mendoakan Randy seraya menepuk pundak Randy
"Amin" hanya itu yang bisa di ucapkan oleh Randy "terimakasih pak" lanjutnya lagi
"Ya udah bapak masuk dulu" pamit pak Dayat
"Iya pak terimakasih banyak" ucap Randy yang hanya di sambut dengan senyuman oleh pak Dayat,
Randy kembali memacu motornya ketika pak Dayat sudah jauh darinya kali ini dia memacunya dengan keadaan lumayan cepat karna disana aduk kembarnya nggak ada yang jagain
Setelah dilihat Alin dan Arin sudah di gendong oleh Andre dan Faris nampak air mata mengalir di pelupuk matanya
"Adik sudah bangun" tanya Randy seraya menggendong Alin yang tadi di gendong oleh Faris sedang Arin malah merengek meminta di gendong juga oleh kakaknya Randy
Hingga membuat Randy harus mengalah dan menggendong kedua adiknya yang menangis itu tak lama dari itu Alin ada Arin diam dari tangisnya
Nampak dia sangat membutuhkan sosok orang tua untuk merawatnya dan itu dia temukan dalam diri Randy meskipun Randy kewalahan ketika menggendong dua adiknya sekaligus
Randy tetap melakukannya demi kenyamanan sang adik membuat Randy rela tak bekerja hari itu dan menemani adiknya bermain namun ketika mendekati pukul setengah sepuluh Randy mengajak adiknya keluar untuk menjemput Salsa dari sekolahnya,
Sesampainya disana nampak sekolah paud baru saja pulang hingga membuat Randy tak perlu lagi untuk menunggunya, disisi lain waktu itu sekolah SMA Nurul Huda yang sedang istirahat nampak Shofi dan Syifa yang sedang makan di kantin sekolah di datengin oleh Abizar
"Boleh gabung" tanya Abizar ketika Syifa melihatnya namun yang menjawab malah Shofi
"Silahkan" ucap Shofi yang nampaknya ingin menyatukan Syifa dan abizar
"Kakak kamu ternyata baik juga ya" kata Abizar memulai pembicaraan sedangkan Syifa hanya diam seraya memakan nasi yang dia pesan tadi
"Oh jadi udah pernah main nih ceritanya kok aku nggak tau" kata Shofi yang penasaran akan kisah selanjutnya
Sedangkan Syifa malah dia seribu bahasa seakan enggan untuk berkomentar dia masih berpikir dua kali untuk membalas cinta Abizar karna dia takut salah dimata kakaknya
Meskipun sudah jelas Randy menyetujui kalau seandainya dirinya boleh pacaran dengan siapapun namun itu bukan jaminan bagi Syifa untuk bersenang-senang di luar jangkauan Randy
Hanya sesekali dia melihat ke arah Abizar yang selalu memerhatikan Syifa yang sedang makan namun Syifa sendiri malah semakin cuek dengan tindakan Abizar tersebut
"Boleh minta nomer HP kamu nggak" pinta Abizar yang tidak di jawab oleh Syifa, Syifa masih saja cuek terhadap Abizar meskipun Abizar telah melakukan segala cara untuk meluluhkan hatinya
Bahkan pergi menemui kakaknya pun dia lakukan ketika Syifa menyuruhnya namun semua itu masih kurang di mata Syifa,
Hingga akhir bel masuk pun berbunyi namun Syifa tak mengatakan sepatah kata apapun kepada Abizar yang sedari tadi mencecarnya dengan pertanyaan
"Kenapa kamu tega banget kepada Abizar" tanya Shofi ketika Abizar sudah masuk ke kelasnya
"Aku cuman ingin tau sampai mana dia menghadapi aku karna aku butuh laki-laki yang sabar terhadap sikapku" kata Syifa sedangkan Shofi hanya menggelengkan kepalanya berkali-kali
"Kamu sendiri kenapa kasar banget sama cowok" tanya Siva balik
"Nggak ada yang cocok makanya aku kasar takut kalau aku lembut pada mereka malah dikira ngasih harapan" terang Shofi yang membuat Syifa ngerti akan sikap Shofi yang kasar terhadap semua cowok,
Abizar kini nampak serius dalam menyerap ilmu yang di berikan oleh gurunya hingga tak terasa bel pulang sudah berbunyi membuat semua siswa saling berhamburan untuk pulang setelah buku mereka di taruh ke tas masing-masing
"Mau pulang sama aku nggak" tawar Abizar seraya berada di samping Syifa yang terus melangkah tanpa sedikitpun menoleh ke arahnya meskipun segala acara Abizar lakukan terkadang ada di depannya dengan cara melangkah ke belakang terkadang pula berbuat home agar Syifa bisa merespon dirinya
Namun semua itu sia-sia hingga akhirnya Syifa sudah berada di parkiran sedangkan Abizar yang tak menyadari akan kedatangan Randy menjadi malu akan tindakannya sendiri
"Eh kak Randy" sapa Abizar ketika melihat kedatangan Randy seraya bersalam terhadapnya, sedangkan Randy sendiri langsung menyambut uluran tangan dari Abizar,
Sejak kejadian itu suasana kembali normal Randy yang dulu di pusingkan dengan kondisi yang baru dia jalani sebagai bapak sekaligus ibu ketika Syifa berangkat sekolah kini dirinya telah bisa menghadapi semua itu
Hingga pernah suatu ketika waktu itu Syifa yang lagi mencuci piring tak sengaja dia menjatuhkan piring tersebut namun ketika dia ambil piring yang berserakan tadi tangannya malah teriris sedikit
Membuat jarinya sedikit terluka dan tak terasa air mata Syifa mengalir dengan sendirinya dia merasa merindukan sosok ibu
Dia merasa bukan saatnya dirinya mengemban amanah itu membuatnya teringat akan sosok ibunya yang biasanya selalu ada ketika dalam kondisi genting seperti itu
Namun kali ini dia harus menghadapinya sendirian membuat tangisnya semakin menjadi-jadi dia sudah tak kuat lagi menanggung rasa rindu terhadap sosok ibunya yang sangat dia sayangi,
Disisi lain Randy yang tak sengaja masuk ke dapur kaget ketika melihat adiknya yang menangis dan membuat Randy langsung berlari ke arahnya serta memeluknya memberi rasa nyaman terhadap adiknya yang sangat membutuhkan sosok ibu
"Adik kenapa" tanya Randy sambil mengusap punggung Syifa untuk menenangkan pikirannya yang sedang berkecamuk
Namun Syifa malah semakin menjadi tangis tak bisa dia bendung lagi air matanya kini dia tumpah di dada kakaknya dengan menyebut ibunya berkali-kali baru kali ini Syifa seperti itu tak biasanya itu terjadi karna yang dia tau Syifa adalah sosok yang kuat
Namun kali ini beda Syifa yang dia kenal tak seperti dulu namun itu di maklumi oleh Randy hingga akhirnya tangisnya Syifa semakin mereda dan membuatnya melepaskan pelukannya
"Ada masalah apa dik" tanya Randy penasaran karna tak biasanya Syifa seperti
"Nggak kok kak aku cuma kangen sama ibu" jawab Syifa seraya menyeka air matanya
"Ya udah yang sabar ya kita doakan aja semoga ibu dan bapak ada di surganya Allah" ucap Randy seraya menyeka air mata Syifa
"Iya cak" kata Syifa seraya bangkit dari duduknya, namun ketika Syifa mau bangkit dari duduknya Syifa malah kram karna terlalu lama dia duduk tadi
"Kenapa Dek" tanya Randy yang melihat ekspresi wajah Siva
"Nggak kak cuma kram aja kaki aku"
"Sini aku bantu" kata Randy seraya memapahnya untuk berjalan
"Udah cak nggak apa-apa kok" kata Syifa kembali berjalan seperti biasa dan melanjutkan kegiatannya yang tadi sempat terhenti ketika dirinya teringat ibunya,
Sedangkan Randy kembali lagi ke bengkel namun disana dia tak melihat adiknya disana dan membuat dia sedikit cemas
"Ben, adik kemana" tanya Randy cemas ketika tak melihat adiknya
"Main sama temannya tadi kayaknya pergi ke tetangga sebelah" ucap Benny seraya memperbaiki motor yang harus ganti ban luar,
Mendengar perkataan Benny tadi Randy langsung pergi mencari ketiga adiknya namun ketika dia melihat adiknya berada di tetangga sebelah hatinya pun menjadi lega
Dia tidak ingin mengganggu adiknya yang sibuk bermain Randy pergi meninggalkan adiknya berada di rumah tetangganya kemudian dia kembali melanjutkan pekerjaannya
Malam sudah tiba dengan memancarkan sinar kegelapan yang terpancar luas seantero dunia hingga membuat dunia menjadi gelap hanya diterangi oleh pancaran sinar lampu yang benderang dimana-mana,
__ADS_1
Dunia memang semakin akhir semakin rusak dengan perilaku manusia itu sendiri bahkan sekarang menjaga adab sudah tak berlaku seakan musnah di telan oleh waktu
Terlebih ketika akhlak kita terhadap orang tua itu terjadi di kalangan anak muda yang terkadang sampai membentak orang tua ketika keinginannya tidak terpenuhi bahkan terkadang ada juga yang berkata kasar kepada orang tuanya membuat orang tuanya menangis
Itu sudah lumrah terjadi di jaman sekarang karena merasa tidak sama dengan yang lainnya si anak sampai berani berbuat seperti itu padahal dalam Al-Qur'an sudah jelas
Bahwa kita sebagai anak harus menjaga sopan santun terhadap orang tua jangan sampai berkata kasar berdecak pun dilarang keras oleh agama saking mulianya orang tua terlebih ibu yang melahirkan kita, pernah suatu ketika nabi Muhammad di tanyai oleh salah satu sahabatnya
"Ya Rasulullah kepada siapa aku harus berbakti" tanya salah satu sahabat terhadap nabi Muhammad kemudian nabi Muhammad menjawab
"Ibumu" kemudian sahabat tersebut bertanya lagi "kemudian siapa lagi" Rasulullah menjawab
"Ibumu" kemudian sahabat bertanya lagi
"Kemudian siapa lagi" Rasulullah menjawab
"Ibumu" kemudian sahabat tadi bertanya lagi
"Kemudian siapa lagi" lantas nabi Muhammad menjawab
"Kemudian ayahmu" hadist ini di riwayat kan oleh imam Bukhori Muslim
Dari hadits inilah begitu mulianya seorang ibu sampai nabi Muhammad menyebutnya tiga kali itu tanda kalau kita harus benar-benar berbakti kepada ibu kita setelah itu baru ayah kita
Namun sekarang malah terbalik kita malah lebih takut kepada bapak kita sedangkan sama ibu malah berani bahkan terkadang membentaknya namun karna saking baiknya seorang ibu,
Ibu tersebut malah mendoakan kita untuk menjadi yang lebih baik lagi beda halnya dengan seorang bapak ketika dirinya di lawan sedikitpun oleh anaknya dirinya malah memukul bahkan terkadang ada juga yang sampai menyiksanya
Maka tak salah jika nabi Muhammad menyebutkan bahwa kita harus berbakti kepada ibu terlebih dahulu lalu setelah itu kepada bapak
Malam itu seperti biasa anak-anak club ranger ngumpul di base camp seraya bercanda gurau ada pula yang sedang asyiknya main gaple ada pula yang sedang asyik teleponan sama pacarnya
Disana juga ada Abizar yang tiap malam rutin ngumpul di base camp tersebut setelah kejadian malam itu begitu juga dengan Randy yang ikut bergabung dengan mereka hingga akhirnya dia kembali ke kamarnya setelah merasa ngantuk,
Namun ketika dirinya melewati kamar Syifa dia mendengar ada orang nangis hingga tak perlu berpikir panjang lagi Randy langsung membuka pintu kamarnya disana dia menemukan Syifa yang sedang menangis seraya menyebut ibunya berkali-kali
Di sampingnya ada Salsa yang kebetulan sudah tidur di saat seperti ini Randy tak bisa berbuat apa-apa dirinya hanya bisa melakukan sebaik mungkin untuk menenangkan pikiran Syifa yang terus mengingat ibunya setelah Randy liat bantalnya sudah basah oleh air mata Siva
"Cak aku kangen ibu cak" kata Syifa seraya menangis sesenggukan membuat Randy juga melinangkan air matanya juga ikut sedih ketika melihat Syifa menangis
"Kenapa ini terjadi kepada kita cak" tanya Syifa dengan tangisnya yang masih menderu
"Yang sabar ya dek aku juga nggak kuat dengan semua ini, namun kakak masih ingat Salsa, Alin, dan Arin mereka butuh kita dek"
Kata Randy yang membuat Syifa sedikit teringat akan adik-adiknya ketika melihat Salsa yang tertidur pulas di sampingnya membuat hatinya menjadi lebih baik lagi dan kini tangisnya semakin berkurang
"Adik kalau mau menangis, menangislah sekarang jika itu membuat beban adik semakin berkurang" kata Randy kemudian Syifa memeluk Cacak nya tersebut dengan pelukan hangat
"Cak entah kenapa akhir-akhir ini aku rindu pada ibu" kata Syifa bercerita mengenai dirinya yang selalu merindukan ibunya
"Jika adik rindu sama ibu kirimin beliau Fatihah" kata Randy
"Nggak tau cak aku masih merasa belum saatnya ibu meninggalkan aku kayak gini"
"Itu semua sudah di atur oleh Allah Dek, bahkan sebelum bapak meninggal aja beliau sudah memberi kode kepada kita kalau mereka tak akan lama lagi meninggalkan kita" kata Randy menenangkan adiknya Syifa
"Iya aku tau cak tapi kenapa secepat ini" tanya Syifa heran
"Udah lah dek sekarang adek tidur udah malam udah pukul satu nih" kata Randy menyuruh Syifa untuk cepat tidur
"Iya cak" ucap Syifa seraya bergeser ke kasurnya dan kembali tidur dan Randy sendiri langsung masuk ke dalam kamarnya dan tidur bersama adek kembarnya hingga tak butuh waktu lama dia sudah berada dalam dunia lain yaitu dunia mimpi,
Disisi lain Syifa yang tidak bisa tidur seakan ingin pergi ke kamar Cacak nya namun dia takut mengganggu Cacak nya yang sedang beristirahat dia berusaha semaksimal mungkin untuk terlelap dalam dunia mimpi
Namun ketika dirinya terlelap sosok ibunya datang dalam mimpinya dengan pakaian yang serba putih dan sinar yang begitu terang hingga membuat Syifa menjadi silau dalam mimpinya ibunya berpesan
"Jagalah adik kamu sekarang itu tanggung jawab kamu jangan sampai adek kamu merasa kesepian" pesan beliau singkat dan setelah itu ibunya pergi dalam mimpinya membuat Syifa kaget dari tidurnya
Setelah mengingat mimpi tadi Syifa lantas memeluk Salsa yang ada disampingnya hingga tak terasa membuatnya tertidur
Tak terasa adzan sudah berkumandang dimana-mana namun entah mengapa baik Randy maupun Syifa terlelap dalam tidurnya mungkin masih merasa ngantuk karena kejadian semalam
Pas ketika pukul lima Randy terperanjat dari tidurnya seraya mengucapkan istighfar ketika dia tidak bangun pas adzan subuh tadi setelah dia lihat jam HP-nya ternyata sudah menunjukkan pukul lima dia langsung buru-buru menuju kamar mandi
Setelah selesai mengambil wudhu dia terlebih dahulu membangun adiknya Syifa namun dia kaget ketika melihat badan Syifa yang panas bak api yang membuat Syifa menggigil karna kepanasan
"Dek sholat dulu yuk" ajak Randy ketika melihat Syifa yang masih menggunakan selimut
"Iya cak, Cacak sholat duluan aja saya lagi datang bulan" kata Syifa seraya bangkit dari tidurnya berusaha tegar di depan Cacak nya ,
Setelah selesai sholat dan berdzikir Randy langsung menuju kamar adiknya disana Syifa yang masih merasakan panas yang luar biasa
"Mau di kompres dengan air hangat Dek" tanya Randy yang hanya di bales dengan anggukan oleh Syifa dan membuat Randy langsung pergi menuju dapur untuk mempersiapkan semuanya
Setelah selesai Randy pergi kembali ke kamar adiknya tadi seraya mengompres Siva
"Nanti periksa ke dokter ya" kata Randy
"Iya cak"
"Sekarang kamu istirahat dulu" kata Randy setelah selesai mengompres Syifa dan pergi ke luar untuk memanasi motornya
"Gimana kabarnya adik saya dok" tanya Randy khawatir akan adiknya tersebut setelah membawa adiknya ke puskesmas terdekat dengan menggunakan mobil milik Ubaid karna cuma dia yang punya mobil diantara teman-teman yang lain
"Nampaknya adek kamu mengalami stress dan kelelahan, jiwanya begitu terguncang seakan merindukan sosok yang sudah tidak ada" kata dokter tersebut menjelaskan tentang kondisi Syifa
"Terus gimana ini dok" tanya Randy lagi
"Untuk sementara pasien jangan terlalu banyak bergerak jangan terlalu memikirkan sesuatu yang membuatnya stress sebisa mungkin dia harus terhibur agar mentalnya tidak down" pinta dokter tersebut kepada Randy
"Bisa di obati secara medis dok"
"kami disini cuma berusaha semaksimal mungkin, ini silahkan kamu tebus di ruang depan, kalau mau di bawa pulang nggak apa-apa asalkan jangan sampai melakukan hal-hal yang membuatnya teringat masa lalu karna jiwanya masih belum stabil" pinta dokter tersebut yang di sanggupi oleh Randy,
Setelah menebus obat yang di beri dokter tadi Randy langsung membawa Syifa pulang ke rumahnya dengan cara memapahnya untuk berjalan hingga akhirnya dia sudah berada di dalam mobil tersebut
"Dik ini di minum obatnya ya" pinta Randy seraya memberi Syifa setumpuk obat tadi setelah mereka sampai di rumahnya,
Kemudian Randy pergi ke luar untuk melihat adik-adiknya yang sedang sibuk bermain tidak mengerti kalau mbaknya sedang sakit
__ADS_1