Kisah Cinta Sang Yatim

Kisah Cinta Sang Yatim
Teman Baru


__ADS_3

Keesokan harinya Rendy nampak puas hari itu setelah semalam suntuk dia tidur dengan nyenyak nya kini dia siap untuk menyambut hari baru dengan semangat lebih pada hari itu Randy dengan semangatnya bekerja


Sedangkan Andre dan Faris nampak malu-malu untuk mengatakan hal yang tadi malam tentang klub tersebut Faris dan Andre nampak saling melirik kearah arah Randy dia begitu sungkan terhadap Randy begitu juga dengan Benny dia meski termasuk orang baru sama dengan yang lain


"Ada apa" tanya Randy yang mengetahui gelagat dari semua karyawannya yang nampak ingin mengucapkan sesuatu namun malu untuk mengatakannya


"Anu Rand" kata Andre namun masih merasa malu untuk mengatakannya


"Ada apa" tanya Randy lagi, namun masih tetap saja mereka masih diam saling melirik satu sama lainnya


"Ngomong aja gak usah malu" tanyanya lagi


"Anu Rand, tadi malam kami semua berembuk..." kata Andre mulai berani berkata namun masih merasa sungkan


"Terus"


"Kami ingin mengadakan klub" kata Randy berterus-terang seraya menundukkan kepalanya tatkala berbicara dia merasa sungkan terhadap Randy padahal dari segi umur Andri jauh lebih tua dari pada Randy


"Lah terus apa urusannya dengan saya" tanya Randy seraya menghentikan pekerjaannya


"Kalau aku fine-fine aja asalkan jangan sampai melanggar syariat" ucap Randy mengingatkan karena kebanyakan dari mereka yang masih anak muda yang mana darahnya masih panas


"Mereka menginginkan kamu sebagai ketua" kata Andre lagi sedangkan yang lain hanya diam pura-pura bekerja sedangkan dirinya mendengarkan pembicaraan Andre dan Randy


"Lah kok aku" tanya Randy kaget karena dia di angkat sebagai ketua


"Soalnya kamu mempunyai pikiran yang dewasa, Royal dan bertanggung jawab" ucap Andre sedangkan Randy hanya menggelengkan kepalanya terheran-heran dengan perkataan Andre tadi


"Gini Dre, kalau untuk sebuah klub tidak hanya dewasa atau pun royal tapi yang di utamakan adalah pengalaman di alam luar karena klub ini pasti ada hubungannya dengan dunia luar sedangkan saya tidak ada pengalaman di bidang itu"


Ujar Randy, perkataan Randy memang ada benarnya membuat Andre hanya menganggukkan kepalanya dia juga setuju dengan apa yang di katakan oleh Randy tadi


"Saran saya ketuanya adalah kamu Dre, selain kamu termasuk yang paling tua kamu termasuk orang yang berpengalaman di alam luar dan juga kamu bertanggung jawab orangnya" usul Randy kepada Andre


"Saya setuju itu" kata Faris yang sedari tadi hanya diam memperhatikan Randy dan Andre bicara


"Gini aja deh, kita tentukan nanti pas ada anak-anak" usul Benny yang juga mulai berani bicara setelah Faris berbicara


"Ide yang bagus tuh" kata Randy, kemudian mereka pun lanjut dalam pekerjaannya, tak lama dari itu ada motor Supra datang ke bengkel Randy


"Assalamu'alaikum mbak, ada yang bisa kami bantu" sapa Randy ketika sang empunya motor turun dari motornya namun ketika sang pemilik tadi membuka helm Randy sedikit tercengang melihat kecantikan wanita tersebut yang membuat wanita tersebut merasa malu ketika di tatap demikian oleh Randy


"Ini mas, mau ganti kampas" ucap wanita tadi mengenai keluhan motornya


"Oh iya silahkan di tunggu mbak, kalau haus di sana di sediakan air dingin secara gratis" ucap Randy se ramah mungkin memberi kesan baik kepada pelanggan seraya menunjuk ke arah kulkas berada


"Oh iya makasih mas" kata mbak tadi yang tak tau namanya


"Mas beneran boleh mengambil minuman nih" tanya mbak tadi seraya ingin membuka kulkas tersebut yang mana di dalam isinya terdapat Ale-Ale dan minuman seger lainnya di sana tak hanya air mineral saja melainkan yang lainnya juga ada


"Iya mbak" teriak Randy yang mulai lagi dalam pekerjaannya


"Ben, itu benerin Ben" teriak Randy memanggil Benny yang sedang sibuk membantu Faris mengerjakan sesuatu


"Iya Rand sebentar nanggung nih" kata Benny, setelah selesai membantu faris Benny kemudian pergi menuju motor tadi berada


"Kampas depan apa kampas belakang mbak" tanya Benny yang tidak tau yang mana yang mau di ganti


"Kampas belakang mas, sekalian tap oli" kata wanita tadi, dan dengan cekatan Benny mengerjakannya dengan sebaik mungkin telaten dan begitu sempurna dalam mengerjakannya namun semua pekerjaan itu tak membutuhkan waktu lama bagi Benny


"Sudah selesai mbak" kata Benny memberi tahu, kemudian si mbak tadi langsung bangkit dari duduknya


"Berapa mas" tanya wanita tadi


"Rand, berapa semua ini Rand" tanya Benny kemudian pergi mendekat ke arah Randy berada, sedangkan Randy langsung menanyakan apa aja yang harus di perbaiki


"Tujuh puluh ribu mbak" kata Benny dengan sopan, kemudian wanita tadi menyerahkan uang selembar pecahan seratus ribu


"Ini mbak kembaliannya, kalau ada masalah dalam motornya mbak atau masalah mobil, silahkan hubungi nomer ini tanpa ada biaya tambahan mbak" kata Benny seraya memberi kartu bengkel yang mana di sana tertera nama bengkel ranger dan juga nomer wa yang bisa di hubungi


"Oh iya makasih banyak ya mas" kata mbak tadi dengan tersenyum membuat Benny tak kuasa menahan senyum manisnya


"Sama-sama mbak" ucap Benny dengan profesional seraya menyambut senyuman wanita tadi dengan membalas senyumannya,


Setelah kepergian mbak tadi kini bengkel motor silih berganti berdatangan ada yang hanya ingin menambal ada yang mengganti lampu depan yang mati ada juga yang tap oli sehingga membuat Benny kewalahan sedangkan dirinya di tugas untuk melayani bagian motornya


Sedangkan untuk urusan mobil bagian Randy, Andre, dan Faris kecuali ketika Benny sepi dengan pelanggan baru dia ikut membatu memperbaiki mobil,


Kebanyakan dari mereka yang pernah di perbaiki motor atau mobilnya di bengkel Randy semuanya merasa puas akan pelayanan selain ramah di sana lengkap dengan WiFi dan minuman gratis yang di sediakan oleh Randy


"Ini dimakan" kata Randy seraya menaruh jajan di depan anak-anak waktu itu mereka sedang ngumpul pas ketika jam menunjukkan pukul delapan malam untuk membahas kelanjutan membentuk klub


"Loh itu siapa" tanya Randy ketika melihat orang baru di hadapannya


"Ini Hamid Rand, sepupunya Arif" kata Faris memberitahu


"Oh iya welcome di gubuk yang sederhana ini jangan sungkan-sungkan anggap saja kami sebagai saudara" ucap Randy yang hanya di sambut dengan senyuman oleh Hamid

__ADS_1


"Oh iya gimana masalah semalam" tanya Rangga mengawali pembicaraan karena dirinyalah yang memberikan usulan


"Yang masalah apa" tanya Randy pura-pura tidak tau


"Kami berencana untuk membentuk klub Rand" terang Rangga pada Randy


"Oh itu, tadi Andre sudah ngomong kepada saya dan katanya kalian menunjuk aku sebagai ketua" tanya Randy


"Iya Rand" jawab Arif dan Rangga bersamaan


"Gini untuk urusan klub ini di butuhkan leader


yang faham tentang dunia luar dan bebas dari tanggung jawab yang lainnya sehingga bisa fokus pada satu jabatan dan sedangkan aku,


Saya ini untuk pengalaman luar saya nol lagian saya sibuk dengan keluarga takutnya nanti kalian malah terbengkalai karena saya mementingkan urusan keluarga, jadi lebih baik cari yang lain saja"


Usul Randy yang membuat semuanya ngerti akan kondisi Randy dia tidak memaksa jika seandainya Randy tidak mau dengan semua itu


"Terus siapa Rand yang cocok jadi ketua" tanya Rangga penasaran


"Menurut saya Andre" usul Randy" yang pertama Andre ini yang paling tua di antara kita, yang kedua Andre ini faham tentang dunia luar, yang ketiga Andre bebas dari tanggung jawab selain klub ini, yang ke empat Andre orangnya amanah dan bisa bertanggung jawab"


Terang Randy mengenai dirinya memilih Andre sebagai ketua


"Saya setuju dengan usulan Randy tadi" kata Faris


"Iya saya juga setuju" kata Benny memperkuat perkataan Randy


"Ya kalau semua sepakat kita resmikan klub ini dan ketuanya adalah Andre, gimana setuju" tanya Rangga


"Setuju" jawab semuanya kompak cuma Andre yang diam tak tau mau berkomentar apa


"Terus mau di kasih nama apa klub ini" tanya Rangga lagi


"Gini sebelumnya terima kasih telah mempercayai saya sebagai ketua kalian tapi jangan sampai saya berjalan sendiri artinya kita harus kompak satu dan yang lainnya, untuk mengenai nama gimana kalau kita beri nama sesuai dengan bengkel ini yaitu ranger" kata Andre memberi usulan tentan penamaan klubnya tersebut


"Setuju banget, karna saya juga berpikiran seperti itu" ucap Benny


"Yang lain setuju" tanya Rangga lagi


"Setuju" jawab mereka dengan kompak, setelah itu mereka meresmikan klub motor yang mereka beri nama klub ranger untuk sementara anggotanya hanya delapan orang


Namun dengan seiring berjalannya meski sedikit klub tersebut sangatlah kompak dari semua bidang pernah suatu ketika Ubaid yang kehilangan HP-nya karna di curi orang yang membelikan HP baru adalah teman-temannya hasil gotong royong sesama teman dan kegiatan klub ranger tak hanya nongkrong atau bepergian tanpa tau arah mau kemana


Yang mana setiap selesai sholat Isyak lebih tepatnya setelah pukul delapan semuanya berkumpul untuk mendengarkan kajian kitab kuning yang bernama kitab Safina mereka memilih kitab tersebut hanya semata untuk memperbaiki tata cara beribadah


Terkadang Randy yang memberi penjelasan jika salah satu dari anggota tidak mengerti akan penjelasan sang ustadz yang mereka saksikan lewat rekaman setelah itu baru mereka ngumpul membahas kelanjutan klub tersebut


"Ini namanya Adnan, yang ini Reza, yang ini Fahri, yang ini Samsul, yang ini Dandy, ini Riki, yang ini Hanif dan yang terakhir Gery" kata Andre mengenalkan satu persatu anggota baru tersebut yang berjumlah delapan orang


Kemudian satu persatu di sambut dengan tangan dingin oleh Randy seraya mengenalkan diri kepada mereka


"Welcome buat anggota selamat datang semoga kalian betah di klub ini yang memprioritaskan kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi tak ada kata tersinggung dalam bercanda namun jangan terlalu parah dalam bercanda agar keharmonisan diantara kita tetap terjaga,


Jangan sungkan-sungkan jika butuh apa-apa intinya kami disini mengucapkan welcome buat anggota baru" ucap Randy panjang lebar yang membuat semua tepuk tangan ketika dirinya selesai berbicara setelah acara penyambutan kecil-kecilan itu Andre berkata


"Tanya Rand" kata Riki seraya mengangkat tangan kanannya


"Iya apa"


"Ini kan klub motor, terus motor yang harus kami pakek itu motor apa apa harus sama atau gimana" tanya Riki dengan nada yang tak canggung lagi meski termasuk anggota baru


"Pertanyaan yang bagus, untuk motor yang kami pakek bebas mau motor apa pun kalau kalian punya matic silahkan bawa punya motor gede silahkan bawa, apapun jenis motor kalian kami menerimanya gak ada saling ledek atau semacamnya,


Asalkan kalau kalian nggak punya motor jangan sampai maksa ke orang tua untuk beliin motor, biar boncengan ke teman yang punya motor faham"


"Rand kami ingin mengadakan penggalangan dana untuk anak yatim piatu dan janda-janda serta orang yang kurang mampu" kata Andre dengan rencananya yang bagus


"Asalkan niat kalian bagus pasti Allah merestui kalau aku ikut kalian aja, kalau kalian kompak aku ikut" ucap Randy


"Lantas nanti siapa yang akan melakukan hal tersebut" tanya Randy ingin tau


"Rencana kami semuanya ikut melakukannya kecuali karyawan bengkel, kalau karyawan bengkel nanti akan di bagi saling bergantian, kalau untuk anak-anak yang kuliah juga gantian" terang Andre panjang lebar


"Dan ini sudah di rembuk sebelumnya oleh kita semua tinggal nunggu persetujuan dari kamu" lanjutnya


"Loh kok nunggu aku sih" tanya Randy heran


"Nggak tau Randy kami merasa kurang lega hati ini jika belum bicara dulu ke kamu"


"Gini Dre dan untuk yang lainnya jika hal tersebut sebuah kebaikan nggak usah minta persetujuan dari aku, asalkan kita samua sama-sama tau itu aja intinya" setelah berbicara hal itu Andre dan yang lainnya langsung menyusun rencana untuk penggalangan dana tersebut


Yang mana untuk yang akan terjun langsung pertama kali adalah Arif, Hamid, Gery, dan Faris, dan untuk selanjutnya Rangga, Benny, Adnan dan Reza untuk yang selanjutnya Riki, Hanif, Ubaid, dan Andre dan selanjutnya Samsul, Dandy, Fahri dan Umam susunan itu telah mereka sepakati dan waktu pun telah di tentukan


"Ini dari saya pribadi" kata Randy seraya memberi uang sebanyak satu juta rupiah hingga membuat yang lain ikut bergerak hatinya untuk juga ikut menyumbang,


Dan setelah di hitung hasil untuk anggota klub ranger sementara empat juta dua ratus lima puluh nampak semua anggota sudah memberi sumbangan mereka,

__ADS_1


Namun untuk sementara uang tersebut di pegang oleh Randy karna kini Randy telah di angkat sebagai bendahara,


Keesokan harinya penggalangan dana pun di mulai mereka yang mendapat tugas pertama tak canggung lagi turun ke lapangan awalnya mereka turun langsung ke jalanan hingga akhirnya mereka masuk ke rumah-rumah untuk minta bantuan tersebut,


Hingga tak terasa hari sudah mulai gelap dan merekapun balik dengan membawa setumpuk uang ada yang pecahan seribu ada yang pecahan lima ribu bahkan ada pula yang pecahan seratus ribu sebanyak empat lembar, dan setelah di total untuk hari ini terkumpul tujuh ratus lima belas ribu,


Kemudian di hari selanjutnya terkumpul uang sembilan ratus empat puluh ribu, hari ketiga terkumpul sembilan ratus dan hari keempat terkumpul delapan ratus sepuluh ribu,


Mereka terus saja silih berganti hingga akhir total yang telah mereka kumpulkan dengan sumbangan dari anggota sebanyak enam belas juta seratus sepuluh dan uang sebanyak itu di pegang oleh Randy tanpa sedikitpun Randy mengambilnya meskipun hanya serupiah


"Terus kapan ini akan di bagikan" tanya Rangga setelah menghitung semua uang tadi


"Secepatnya" kata Randy "sekarang kita semua harus bergerak mencari data siapa saja di daerah-daerah yang ada anak yatim nya, janda dan fakir miskin" ucap Randy menambahkan


"Terus kita nanya kepada siapa itu" tanya Arif


"Kepada pak RT atau kepala desa, terus tetangga sekitar" ucap Randy


"Rand ada anggota baru dua orang sekarang mereka lagi di jalan" ucap Andre setelah menerima telepon tadi dan tak lama dari itu datanglah anggota baru yang ternyata berjumlah tiga orang


"Loh katanya dua orang" tanya Andre ketika yang datang tiga orang bukan dua orang


"Saya bilang tiga orang bukan dua orang mungkin kamu salah dengar" kata salah satu dari orang tersebut


"Ayok ikut" ajak Andre yang di ikuti oleh mereka bertiga


"Oh iya untuk yang lainnya kenalin, Isbat, Rahmad, dan Fani" kata Andre seraya menunjuk ke orang yang di sebut namanya kemudian mereka bersalaman satu persatu seraya menyebutkan namanya


"Oh iya welcome buat kalian anggota baru semoga betah di klub ini, ingat ini klub motor bukan geng motor" ucap Randy seraya mengingatkan anggota baru tersebut yang di sambut dengan senyuman oleh mereka bertiga


"Semoga betah ya kawan disini" kata Faris ketika bersalaman dengannya


"Makasih kawan" kata Rahmad dengan senyuman kemudian mereka kembali ngobrol, ada pula yang sedang memperbaiki motor dari salah satu anggota yang mana lampu belakangnya mati


Tak terasa waktu yang sudah di tentukan tiba waktu untuk membagikan hasil dari penggalan dana yang mana selain berupa uang ada juga bantuan berupa beras sebanyak tiga kilo dan beras itu sebagian besar sumbangan dari Rangga dan Hamid


Sedangkan separuh nya lagi sumbangan dari semua anggota, dan juga rempah-rempah berupa bawang merah dan bawang putih satu kilo,


Separuh dari hasil tersebut di bagi ke anak yatim dan separuhnya lagi buat janda-janda dan fakir miskin itu semua tuntunan dari Rasulullah yang harus kita mengayomi nya,


Mereka pun rame-rame pergi ketempat yang ditentukan dengan kompak mereka bergiliran memenuhi jalan pas ketika nyampe di salah satu rumah Andre berhenti yang di ikuti oleh yang lainnya


"Ini pak sumbangan dari anak-anak" kata Andre seraya menyerahkan uang sebesar seratus ribu yang di taruh dalam amplop dan sembako buat anak yatim


"Makasih ya Dik semoga kebaikan adik di terima oleh Allah dan di balas dengan yang lebih besar" kata bapak tersebut yang ternyata adalah kakeknya karna ibunya menikah lagi dan tinggal bersama suaminya sedangkan sang anak di tinggal bersama kakeknya


"Makasih pak, kami langsung pergi ya pak karna masih banyak lagi yang mau di kasih" ucap Andre seraya pergi dari hadapan beliau,


Kemudian mereka kembali melanjutkan perjalanannya dan berhenti ketika sudah sampai di tempat yang di tentukan yang mana harus ada salah satu daftar dari penerima bantuan tersebut


Satu persatu bungkusan tersebut sudah habis nampak dari mereka lebih suka membagi bantuan tersebut ke rumahnya para janda terlebih ketika janda tersebut masih mudah dan cantik namun semua itu hanya sebatas guyonan agar lelah mereka terobati dan menjadi illah


Hari sudah mulai malam namun bantuan tersebut masih tersisa meski begitu mereka tetap melanjutkan sampai bantuan tersebut habis,


Mereka semua istirahat sebentar dan pergi menuju masjid terdekat untuk sholat Ashar terlebih dahulu nampak mereka membawa bantuan tersebut dengan menggunakan Viar yang di bawa oleh Randy sendiri,


Mereka melakukan sholat Ashar dengan berjemaah yang di pimpin langsung oleh ketua mereka yaitu Andre, setelah selesai sholat mereka tak langsung bubar melainkan masih dzikir dulu dan berdoa demi kebaikan mereka bersama baik dunia maupun di akhirat,


Setelah itu mereka masih mampir dulu ke warung untuk makan sore yang membuat pemilik warung kewalahan dalam melayani pembeli karna hampir dua puluh orang yang ada di sana,


Setelah semua selesai makan mereka diam sejenak dan melanjutkan kembali memberikan sisa bantuan tersebut hingga tak terasa hari sudah malam,


Ketika selesai sholat Isyak mereka kembali melanjutkan perjalanannya dan pas pukul setengah delapan semua sudah habis di bagikan karna begitu banyak bantuan tersebut sehingga penerimanya juga banyak setelah selesai semuanya mereka langsung balik ke base camp mereka yaitu di rumah Randy


"Capek...." kata Andre seraya tiduran terlentang di kamar base camp sedangkan yang lain berada di gardu


"Seneng juga ya ketika melihat orang bahagia atas pemberian kita" ucap Randy yang juga kecapean dengan keringat yang terus mengalir


"Iya apalagi mereka yang begitu bahagia sampai menangis, terharu saya melihatnya" kata Rangga menambahkan,


Kemudian dirinya mengingat kembali momen tadi pagi ketika ada salah satu dari mereka yang sampek menangis karna mendapat bantuan dari mereka karna sebelumnya gak ada pemuda yang melakukan tindakan sosial seperti itu,


Boro-boro untuk membantu sesama kebanyakan pemuda sekarang malah menghabiskan uang orang tuanya ada juga kejadian dimana salah satu janda cantik yang menangis yang hampir di peluk oleh Rangga namun di halang oleh yang lainnya


Hal itu terulang kembali di memori ingatannya seakan itu baru saja terjadi terhadapnya,


Nampak setelah di lihat satu persatu sudah banyak yang tidur mungkin karna kecapean ada juga yang tidur di gardu ada juga yang tidur di kamar hingga membuat Randy masuk kedalam dan Rangga sendiri ikut tidur di gardu tersebut


"Gimana cak acaranya sukses" tanya Syifa ketika masih nonton TV setelah di lihat ternyata jam masih menunjukkan pukul sepuluh malam


"Alhamdulillah sukses" kata Randy seraya duduk di samping Syifa


"Si kembar rewel nggak tadi" tanya Randy balik


"Nggak cuma Salsa nanyain kamu terus" jawab Syifa yang masih fokus dengan pandangannya di layar TV


"Tapi nggak nangis kan"

__ADS_1


"Nggak kok" ucap Syifa seraya menoleh ke arah Randy berada


"Ya udah aku tidur dulu ngantuk nih" kata Randy seraya pergi meninggalkan Syifa sendirian sedangkan Syifa sendiri hanya diam tak berkata


__ADS_2