
Nampaknya Andre memacu motornya dengan keadaan cepat karna dia ingin cepat sampai di rumah ibunya Benny, karna rumah ibunya Benny cukup jauh dari bengkel Randy,
Andre memacu motornya menembus lalu lalang nya kendaraan hingga tak terasa dia sudah sampai di tempat kejadian di sana sudah banyak orang yang memenuhi rumah Benny,
Andre yang melihat Benny berada di depan pemandian ibunya langsung menghampirinya ketika Benny sedang khusuknya membaca Burdah
"Yang sabar ya Ben" kata Andre seraya mengusap punggung Benny dua kali, Benny yang mendapat perlakuan seperti itu sedikit kaget namun ketika dia lihat ternyata sepupunya yang tak lain adalah Andre
"Makasih ya kak" kata Benny yang biasa memanggil Andre dengan sebutan kakak
"Ada salam dari Randy katanya maaf nggak bisa datang soalnya bengkel lagi rame" ucap Andre memberi tahu Benny
"Iya nggak apa,-apa kok" kata Benny yang mengerti akan keadaan Randy, Benny membaca Burdah mengikuti yang lainnya yang juga sedang membaca Burdah setelah Andre sudah memberi tahu salam dari Randy tadi
"Ayo angkat yang sana jangan sampai miring" kata seseorang laki-laki yang tak tau namanya ketika melihat jenazah sudah selesai di mandikan, kemudian orang yang sedang berada di sana berebutan untuk mengangkat keranda jenazah
"Yang belum punya wudhu silahkan ambil wudhu dulu" kata seseorang yang lainnya
"Allahuakbar" kata seorang yang bertindak sebagai imam sholat jenazah tersebut,
Memang wajib seseorang yang sudah meninggal untuk dishalati karena saking pentingnya sholat sehingga kita meninggal pun masih dishalati
Maka jangan pernah sekalipun untuk meninggalkan sholat karna kelak yang di hisab pertama nanti yaitu sholat kita karna sholat termasuk tiang agama sehingga penting bagi kita untuk selalu menguatkan agama kita lewat sholat,
Sungguh celaka bagi orang yang sengaja meninggalkan sholat apalagi sampai meyakinkan kalau sholat tidak wajib maka dalam Islam di suruh bertaubat dan kembali ke jalan yang benar,
Namun untuk sholat jenazah hukumnya hanya fardhu kifayah yang mana kewajiban akan gugur jika dalam satu kampung ada yang melakukannya namun satu kampung mendapatkan dosa jika semuanya tidak ada yang melakukannya satu pun dan tata caranya pun berbeda
Dimana cuma melakukan empat kali takbiran setelah itu salam tidak ada lagi ruku' maupun sujud dan dalam sholat janazah pun yang boleh melakukan sholat janazah hanya laki-laki dan perempuan tidak di perkenankan untuk melakukannya,
Berbeda dengan sholat pada umumnya seperti halnya sholat yang lima waktu yang mana hukumnya fardhu ain yang wajib di lakukan oleh setiap orang baik itu laki-laki ataupun perempuan,
Setelah selesai dishalati nampaknya Benny tak langsung pulang dia masih duduk di samping jenazah ibunya dan membaca surah Yasin yang di khususkan kepada almarhumah ibunya tersebut
"Andre temenin aku dong disini, biar aku ada temannya disini saya banyak yang nggak kenal" pinta Benny pada Andre ketika Andre bermaksud untuk pulang,
Mendengar permintaan dari Benny tadi membuat Andre jadi tak tega untuk meninggalkannya sendirian dan menemani Benny ngaji di samping ibunya Benny,
Pas ketika lagi khusyuknya ngaji tiba-tiba ada notifikasi pesan masuk ketika di lihat ternyata Randy mengirim pesan WhatsApp kepadanya
"Dre kamu ada dimana sekarang" begitulah isi dari pesan Randy yang di kirim kepada Andre
"Masih ada di rumah orang tuanya Benny lagi nemenin Benny ngaji" tulis Andre dan langsung di kirim ke Randy tak lama dari itu pesan masuk lagi kepadanya
"Share lokasi Dre soalnya saya mau nyusul" ketika membaca pesan itu tanpa panjang lebar Andre langsung mengirim lokasinya sekarang kepada Randy,
Setelah hampir setengah jam Randy akhirnya nyampe juga di sana dia tak melihat Andre maupun Benny di luar
"Ada dimana kamu" tulis Randy dalam sebuah pesan yang di kirim lewat WhatsApp,
Sedangkan Andre tak langsung membalas pesan dari Randy dia masih menuntaskan dulu ngajinya
"Ada di dalam lagi ngaji sama Benny" balas Andre ketika sudah membaca surah Yasin sedangkan dirinya tak hanya berhenti disitu dia masih baca lagi
"Silahkan masuk nak kalau mau sholat jenazah" kata seorang laki-laki yang mungkin itu adalah bapak tiri Benny
"Iya pak" Randy menjawab apa yang di katakan oleh orang tadi dan langsung masuk kedalam namun dirinya tak langsung melakukan sholat dia masih menunggu yang lainnya takutnya ada yang belum melaksanakan sholat jenazah tersebut
__ADS_1
Tak berselang lama ada tiga orang yang baru datang langsung melakukan sholat janazah hingga membuat Randy dan Faris bangkit
Ya Randy kesini bersama Faris sedangkan bengkelnya terpaksa dia tutup ketika sudah tidak rame lagi, setelah sholat Randy dan Faris tak langsung pulang dia masih menunggu proses pemakaman jenazah tersebut,
Waktu terus saja berlalu sejam lebih Randy menunggu hingga akhirnya beberapa orang bangkit untuk membawa keranda jenazah tersebut ke pemakaman setelah penggaliannya sudah selesai membuat yang lainnya ikut bangkit dari duduknya
Warga setempat dengan kompaknya membawa keranda mayat tersebut sambil mengucapkan kalimat tauhid berkali-kali
Hingga akhirnya mereka sudah sampai ke pemakaman tersebut ketika waktu jenazah mau di masukkan kea sekitar mengiringinya dengan pembacaan Yasin,
Disisi lain Randy yang melihat Benny sedang berada dalam kubur untuk mengebumikan jenazah dia teringat kepada orang tuanya hingga membuatnya tak kuasa menahan tangisnya matanya menjadi sembab hingga akhirnya menetes ke bawah
Dia teringat kepada orang tuanya dia merasa orang tuanya masih bersamanya kenangan itu tiba-tiba muncul dalam benaknya hingga membuatnya menyepi dari kerumunan orang dia menenangkan diri terlebih dahulu sebelum dirinya kembali ke pemakaman,
Dan ketika dirinya sudah merasa agak tenang Randy kembali ke pemakaman tadi di sana jenazah sudah di kuburkan dan kini proses pembacaan Talkin buat jenasah tersebut
Tak lupa sang kyai yang memimpin acara tersebut meminta permohonan maaf untuk almarhumah supaya di bebaskan dosanya dan meminta kesaksian baik dari warga supaya terbebas dari saksi kubur dan tak lupa beliau selaku perwakilan keluarga almarhumah meminta bantuan surah Yasin dan tahlil yang nanti di adakan setelah sholat Isyak
"Ben, kami pulang dulu, yang sabar ya" Randy berpamitan kepada Benny ketika melihat Benny juga ikut pulang setelah acara pemakaman selesai seraya memberikan semangat kepada kawannya tersebut
"Makasih banyak Rand, Faris, Andre" ujar Benny seraya bersalaman khas sahabat yang di sambut dengan sumringah oleh mereka semua
Hari sudah mulai gelap bintang gemintang sudah bermunculan satu persatu nampak angin segar terkadang datang kepada sang insan yang merasakannya begitu pula dengan Randy dan temannya yang sedang berada di gardu
"Kasian Benny dulu keluarganya broken home sekarang harus di tinggal ibunya" kata Andre mengawali pembicaraan ketika sedari tadi semuanya sibuk pada HP masing-masing
"Iya kasihan Benny kalau saya jadi Benny sudah tak kuat aku" Arif berkata karna dirinya tidak tau seluk beluk keluarga Randy yang lebih parah lagi dari pada Benny
"Kalau cuma itu Randy lebih parah, dia sekarang harus di tinggal orang tuanya padahal dirinya masih remaja masih umur tujuh belas tahun sedangkan adik-adiknya masih kecil semua" Faris berkata seperti itu karna sudah mengenal akan keluarga Randy
"Iya sih kalau di pikir-pikir" timpal Arif lagi, mereka berkata seperti waktu itu karna Randy yang masih berada di dalam rumahnya
"Makanya dia bisa mengembangkan bengkel ini karna didikan orang tua Randy yang sangat keras kepadanya" timpalnya lagi
"Mungkin kalau saya jadi Randy sudah kabur dari rumah" ucap Rangga yang sedari tadi hanya diam seraya menekuk kedua lututnya,
Mereka nampak membayangkan apa yang terjadi pada Randy dan pada Benny seakan mereka membayangkan kalau dirinya harus menjadi salah satu dari mereka
"Kita harus bersyukur dengan kedua orang tua kita yang masih hidup, jangan sampai membentak mereka, melawan mereka apalagi sampai menyakiti hati mereka terlebih kepada ibu kita yang melahirkan kita,
Kita harus takzim kepada beliau jika kita melihat apa yang terjadi kepada Benny dan Randy seharusnya itu menjadi pelajaran buat kuat rawatlah orang tua kita jangan sampai mereka sedih mempunyai anak seperti kita buktikan kepada orang tua bahwa mereka pantas mempunyai anak seperti kita"
Kata Andre bijak karna di antara mereka hanya dia yang paling tua berkisaran umur dua puluh empat sedangkan yang lainnya mendengarkan dengan seksama seraya menganggukkan kepalanya bertanda mengerti apa yang di katakan oleh Andre
"Loh kok tegang gini ada apa nih" tanya Randy tiba-tiba sedangkan mereka yang berada di sana tak menyadari akan kehadiran Randy
"Nggak Rand kita hanya membayangkan bagaimana kalau kita menjadi salah satu dari kamu dan Benny apakah kita kuat menghadapi cobaan seperti itu" ucap Andre yang tak menyadari kedatangan Randy begitu juga dengan yang lainnya
"Gini Dre, semua itu sudah di atur oleh Allah, buktinya saya dari kecil di didik oleh orang tua saya selayaknya didikan orang dewasa, yang harus mencari uang sendiri bahkan dulu kalau saya mau sekolah tidak pernah di kasih uang jajan seribu pun oleh bapak,
Dulu saya selalu menggerutu kepada beliau saya kira bapak saya tidak adil adik saya semua di beri uang cuma saya yang tidak namun sekarang saya mengerti didikan bapak yang keras terhadap saya supaya saya menjadi pribadi yang tangguh
Karna nantinya akan mengahadapi kejadian yang lebih sulit lagi" kata Randy panjang lebar bercerita tentang kehidupannya di masa lalu
"Kalau seandainya dulu saya di manja oleh bapak mungkin sekarang saya tidak akan seperti ini palingan saya juga mati menyusul beliau dengan cara bunuh diri"
Lanjutnya, tiba-tiba saja suasana menjadi hening mereka semua terdiam membayang apa yang terjadi pada Randy harus terjadi pada dirinya mampukan dirinya menjadi sosok yang kuat seperti Randy
__ADS_1
"Sudahlah nggak usah bahas kayak gini yang lalu biar berlalu biar saya tidak ingat lagi pada orang tua saya" ucap Randy ketika melihat suasana yang menjadi sepi
"Oh iya besok tahlil yuk ke orang tua Benny" ajak Andre
"Setuju tuh, tapi kita harus berangkat setelah sholat Maghrib" ucap Randy memberi saran karna rumah orang tua Benny yang lumayan jauh
"Kita ngumpul disini nanti dan berangkat dari sini gimana" usul Rangga
"Setuju" kata yang lainnya
"Oh iya kemana Ubaid" tanya Randy ketika dirinya tidak melihat Ubaid sedari tadi
"Lagi sakit dia, tadi waktu saya ajak kesini kata ibunya lagi sakit" kata Arif yang rumah berdekatan dengan Ubaid
"Oh gitu tah, rokoknya ada" tanya Randy lagi ketika tidak melihat bungkusan rokok
"Oh ini ada" ucap Arif seraya mengeluarkan rokoknya di dalam sakunya yang di ikuti oleh yang lainnya
Seminggu sudah berlalu sejak kematian ibu Benny kini aktifitas mulai normal kembali dan Benny sudah mulai masuk lagi ke bengkel suatu waktu ketika Randy sudah tak bersemangat dalam bekerja karna selalu teringat akan bapaknya ketika sedang berkerja ketika sedang ngumpul ketika sedang bercanda gurau
Semua itu terekam jelas dalam benaknya Randy begitupun juga dengan bayangan ibunya ketika sedang bermain dengan adiknya ketika sedang makan malam ketika sedang minta di pijitin kakinya kepada Randy semua itu terekam jelas dalam pikiran Randy hingga tak terasa air matanya menetes dengan sendirinya,
Disisi lain Andre yang melihat itu tak berani untuk menyapa Randy dia merasa kasihan ketika melihatnya sedang bersedih dia hanya bisa membisikkan semua itu kepada Faris dan Benny,
Sedangkan Randy sendiri yang tak kuasa dengan tangisnya dia memutuskan untuk mengambil wudhu dan pergi ke pemakaman orang tuanya tersebut tanpa pamitan terlebih dahulu kepada yang lainnya di sana Randy menumpahkan kesedihannya lewat air mata yang terus mengalir
Hingga membuat tangis tersedu-sedu sesekali dia memanggil ibu dan bapaknya dia merasa tidak kuat lagi ketika di tinggal oleh mereka sambil membaca Yasin untuk mengurangi tangisnya yang makin menjadi
Namun sayang dirinya bukan berhenti menangis malah semakin parah dengan kondisi seperti ini dia merasa butuh sosok seorang bapak yang bisa menenangkannya butuh sosok seorang ibu yang bisa mengayominya
Namun semua tak dia dapatkan setelah di tinggal orang tuanya dan kini dialah yang harus menjadi bapak dari adik-adiknya terkadang dirinya harus menjadi ibu ketika Syifa yang masih umur lima belas yang akalnya masih kekanak-kanakan
"Ibu......" lirihnya ketika tak mampu dengan apa yang terjadi sekarang seakan semua itu terlalu cepat bagi Randy yang masih remaja umur tujuh belas tahun yang mana kini dia harus mengemban beban sebagai orang tua
"Bapak..... kenapa kalian begitu cepat berlalu" lirihnya lagi dalam tangisnya yang menjadi-jadi seraya memukul tanah berkali-kali
Dia begitu terisak dengan tangisnya ketika bayangan orang tuanya tak mau pergi dari pikirannya entah apa yang harus dia lakukan ingin berteriak namun dirinya takut karna dirinya berada di pemakaman umum kini hanya tangis yang bisa menjadi temannya dalam bicara,
Sejenak Randy terdiam dalam lamunan kini hanya kata hati yang berbicara dia terdiam dalam waktu lama hingga akhirnya dia mencoba memeluk makam ibunya seraya menyandarkan kepalanya ke tanah bak orang lagi tiduran hingga tak terasa dirinya terlelap dalam tidurnya,
Disisi lain Syifa yang melihat kakaknya tidak ada di bengkel menjadi bertanya-tanya dalam benaknya dan membuatnya memberanikan diri untuk pergi ke bengkelnya
"Cacak kemana bang" tanya Syifa pada Andre yang biasa memanggilnya Abang
"Nggak tau kemana dia tadi pergi nggak bilang-bilang tapi kayak pergi ke kuburan deh, soalnya sebelum itu dia termenung kayak lagi mikirin sesuatu" jawab Andre memberi tau yang membuat Syifa ngerti bahwa kakaknya sedang dalam kondisi yang kurang baik
"Ya udah makasih bang aku ke sana dulu" kata Syifa lagi seraya berlalu dari hadapan Andre yang sedang sibuknya bekerja
"Yoi" hanya kata itu yang keluar dari mulut Andre tanpa melihat kepergian Syifa
"Adiknya Randy cantik juga ya" kata Benny yang baru melihat Syifa dari dekat karena sebelumnya dia tidak pernah melihat Syifa secara langsung
Disisi lain Randy yang tertidur di atas kuburan ibunya tak berasa bahwa dirinya telah meninggalkan adiknya di rumah yang membuat Syifa cemas terhadapnya
"Randy kamu jangan kayak gitu nak, kasihanilah adik kamu dia butuh sosok seperti kamu kalau kamu seperti itu terus mau jadi apa adik-adik kamu nanti,
Jangan selau bersedih dengan kepergian kami disini kami bahagia kok jadilah Randy yang kami harapkan" suara itu mengagetkan Randy dari tidur lelapnya suara itu tak asing lagi di telinga Randy
__ADS_1
Ya itu adalah suara ibunya yang hadir dalam mimpi Randy yang mengingatkan untuk selalu kuat menerima cobaan dari Allah karna sekarang hanya dirinya yang di harapkan oleh adik-adiknya dirinya harus kuat tak boleh menjadi Randy yang lemah yang selalu cengeng dalam kondisi apapun.