
Mentari nampak sudah di terbit di ufuk timur cahayanya yang kuning emas itu terpancar jelas di sana, setelah selesai sholat tadi yang piket malam langsung tidur ke tendanya masing-masing
Lain halnya dengan yang tidak ada jadwal piket mereka mencari kesibukan masing-masing ada yang pergi ke sungai ada yang pergi mencari pemandangan lain
Begitu juga dengan Siva dan tiga adiknya yang lain Salsa, Alin dan Arin sangat suka mandi di sungai mungkin karena di rumahnya tidak ada, namun dengan penjagaan yang ketat agar tidak terseret arus sungai
Abizar yang waktu itu juga ikut menjaga adik-adiknya itu hanya melihatnya di pinggir sungai melihat kebahagiaan yang terpancar dari diri adiknya
"Dik hati-hati ya nanti jatuh" pesan Abizar yang berada di pinggir sungai tersebut
"Iya bang" kata Salsa mengiyakan ucapan kakak iparnya tersebut
"Tak terasa ya sudah tiga hari kita berada disini" kata Abizar kepada Siva yang juga ikut menjaga adiknya
"Kalau menurut kamu gimana kesannya saat camping ini" tanya Siva kepada Abizar
"Sangat bahagia selain menambah pengalaman aku juga bisa tambah dekat dengan kamu, oh iya Tasya itu siapa kok main nyosor aja deketin kak Randy kan sudah punya tunangan" kata Abizar tentang kesannya ikut camping seraya bertanya kepada Siva
"Dia itu sepupunya Reza mungkin nggak tau kalau Cacak itu sudah punya tunangan" perbicangan mereka terus berlanjut mengalir dengan sendirinya layak air sungai yang terus mengalir entah kemana perginya
Di sisi lain Shofi yang hanya tiduran di tenda badannya mulai merasa panas kepalanya pusing seakan dunia berputar dengan kencangnya lalu wanita itu berdiri karena seakan ingin muntah, benar saja Shofi langsung pergi keluar dan langsung memuntahkan isi perutnya
Tasya yang sedang bercanda gurau dengan yang lainnya ketika melihat Shofi muntah langsung berlarian menemuinya
"Kenapa Fi" tanya Tasya saat berada di samping Shofi seraya memijat leher belakang Shofi "badan kamu panas Fi" katanya lagi ketika dirinya menyentuh kening Shofi
"Sudah nggak apa-apa cuma pusing doang kok, jangan kasih tau Cacak" ucap Shofi seraya meminta kepada Tasya agar merahasiakannya dari Randy sedangkan yang lainnya ketika melihat Tasya menemui Shofi juga langsung berlarian tatkala melihat Shofi yang sedang muntah
"Kenapa nih" tanya Benny dan yang lainnya di saat berada di samping Shofi
"Badan Shofi panas kak" jawab Tasya memberi tahu keadaan Shofi
"Sudah aku nggak apa-apa kok jangan kasih tahu cak Randy ya" kata Shofi seraya meminta kepada yang lainnya untuk merahasiakan semuanya wanita itu langsung masuk lagi kedalam karena kepalanya yang masih terasa pusing itu
Waktu itu Siva yang sedang berada di pinggir sungai menjaga adiknya di kejutkan dengan bunyi deringan HP miliknya
"Ada apa cak" tanya Siva setelah mengangkat telepon yang ternyata dari Benny
"Shofi kayaknya sakit nih tadi habis muntah kata Tasya badannya panas" terang Benny memberi tahu Siva tentang keadaan Shofi
"Saya kesana sekarang cak" ucap Siva seraya menutup panggilan telepon tadi
"Dik, pulang yuk" ajak Siva kepada ketiga adiknya sedangkan adik-adiknya yang sedang asyik bermain air langsung menuruti apa perkataan Siva tadi dan satu persatu mereka mengganti baju mereka yang basah setelah itu mereka pergi ke tenda
Di sana Siva langsung menuju tenda yang di tidurin oleh Shofi dia kaget ketika melihat Shofi yang tiduran deng berselimut Siva langsung bertanya kepada Shofi tentang keadaannya dia langsung memeriksa keadaan Shofi
"Siv jangan kasih tau Cacak ya" pinta Shofi ketika mengetahui kedatangan Siva, kemudian Siva pergi keluar dan langsung menemui cacaknya yang sedang tidur itu
"Cacak tidur sama siapa di dalam" tanya Siva kepada Benny
"Sama Andre dan Faris" jawab Benny memberi tahu
"Bangunin dong cak" pinta Siva dia tidak enak ketika harus membangunkan sendiri karena di dalam masih ada Faris dan Andre di dalam kemudian Benny masuk hendak membangunkan Randy
"Ada apa dik" tanya Randy seraya mengucek-ngucek matanya yang kelihatan masih ngantuk itu
"Mbak Shofi sakit" terang Siva yang seketika itu juga matanya langsung berbinar seakan rasa ngantuk langsung hilang ketika mendengar Shofi sakit
"Dimana dia sekarang" tanyanya lagi
__ADS_1
"Di dalam tenda" kata Siva sedangkan Randy langsung pergi menemui Shofi berada dia langsung masuk kedalam tenda dan langsung duduk di samping Shofi
Sedangkan Shofi yang merasa ada yang memeriksa dirinya langsung membuka matanya
"Cacak" katanya seraya ingin bangun dari tidur
"Sudah nggak usah bangun" kata Randy "Kamu kenapa" tanya Randy khawatir akan keadaan Shofi
"Nggak apa-apa kok cak cuma pusing doang" terang Shofi namun Randy tak percaya begitu saja karena dia tau kalau badan Shofi yang panas itu
"Kita pulang sekarang ya" ucap Randy seraya ingin pergi dari tempat itu namun di tahan oleh Shofi
"Nggak usah cak nanti sembuh sendiri kok, saya sudah biasa kayak gini" kata Shofi namun ucapan Shofi tak di hiraukan oleh Randy di langsung pergi meninggalkan Shofi, Syifa dan ketiga adiknya itu
"Guys saya mohon maaf ya berhubung ini keadaannya darurat saya pamit duluan ya kalian lanjut campingnya nggak usah pikirin saya, Ferry minta tolong siapin mobil di parkiran ya" kata Randy seraya pamitan kepada yang lainnya dan menyuruh Fery untuk menyiapkan mobil supaya dirinya bisa langsung membawa Shofi pergi
"Syif kamu pulang sama Andre ya aku mau bawa Shofi ke rumah sakit terdekat jaga adik-adik baik-baik ya" kata Randy pada adiknya itu sedangkan Syifa hanya menganggukkan kepalanya
Setelah itu Randy langsung membawa Shofi menuju tempat parkiran nampak Randy begitu cemas ketika sekilas melihat wajah Shofi yang pucat
Di dalam mobil Randy begitu khawatir akan kondisi Shofi seraya menengok ke belakang dimana Shofi berada dia terus memacu mobilnya mengikuti arah google maps, tak lama dari itu dia sudah sampai di puskesmas terdekat
Randy langsung turun dan membawa Shofi pergi ke dalam seraya memanggil dokter yang berada di dalam, dan dengan sigap dokter yang ada di sana langsung menemui Randy dan menyuruhnya untuk pergi ke ruang UGD
Di sisi lain Andre yang melihat situasi tak sesuai harapan mulai bingung mau meneruskan campingnya atau mau pulang dia merasa tidak enak kepada Randy yang harus merawat Shofi sendirian padahal mereka berangkat bersama-sama
"Guys ini gimana nih, mau lanjut camping apa tidak soalnya gini, kita kan kesini bersama nggak enak jika Randy harus merawat Shofi sendirian, apa kita sebaiknya menyusul Randy" tanya Andre seraya memberi usulan kepada yang lainnya
"Sebaiknya kita pulang aja tunjukkan rasa solidaritas kita, kita kesini bersama-sama masak kalau ada masalah mau di tanggung sendiri kan nggak enak" kata Benny, nampak perkataan itu di setujui oleh yang lainnya dan mereka pun memutuskan untuk pulang hari itu juga
"Jangan kasih tau Randy dulu kalau di kasih tau kita nggak bakalan di kasih, kasih tau kalau sudah ada di jalan" ucap Ferry yang di benarkan oleh yang lainnya.
Di sisi lain Randy yang begitu khawatir akan keadaan Shofi hanya bisa mondar mandir di depan ruang UGD dimana Shofi di rawat, tak lama dari itu salah satu dokter yang merawatnya keluar membuat Randy langsung pergi menemuinya
"Nampak penyakitnya kumat mungkin efek dari kelelahan" kata dokter memberi tahu
"Emang dia sakit apa dok"
"Tipes, dia harus di rawat inap dulu karena kondisinya masih lemah"
"Dok, bisa nggak saya bawa ke rumah sakit lain soalnya kami bukan dari daerah sini, kami hanya melakukan camping daerah puncak" tanya Randy lagi
"Oh pantesan dia begitu kelelahan, bisa dik tinggal kamu urus saja di ruang administrasi, ya sudah saya mau pergi dulu"
"Terima kasih dok" setelah kepergian dokter tersebut Randy langsung pergi menemui Shofi berada, nampak di dalam Shofi sudah mulai siuman dari pingsannya
"Kamu kenapa sih kok nggak ngomong kalau nggak enak badan, tau gini kan kita bisa pulang lebih awal" kata Randy seraya memegang tangan Shofi sedangkan Shofi hanya tersenyum seraya berkata
"Aku tidak ingin merepotkan kalian"
"Ya kalau kayak gini kan semuanya jadi khawatir sama kamu"
"Ya maaf, aku kan nggak tahu bakalan kayak gini"
"Ya sudah tunggu dulu aku mau ke ruangan administrasi dulu" kata Randy yang hanya di sambut dengan anggukan oleh Shofi, sedangkan Randy langsung pergi meninggalkan Shofi
"Guys, periksa lagi barang-barang takut ada yang ketinggalan" ucap Andre ketika semuanya sudah selesai di beresin mereka tinggal pulang
"Sudah Dre"' ujar Riqie
__ADS_1
"Baiklah sebelum kita pulang mari kita berdoa bersama-sama demi keselamatan kita bersama, berdoa di mulai..." kata Andre memimpin mereka berdoa setelah tidak ada Randy "... Berdoa selesai, semoga dengan doa yang kita baca perjalanan kita bisa selamat sampai tujuan, Amin" kata Andre lagi yang di sambut dengan kompak oleh yang lainnya
Di ruang UGD, setelah Randy melakukan administrasi Randy membantu Shofi untuk di duduk di kursi roda
"Dik, ini teman kamu kondisinya lemah jadi selang infusnya jangan di lepas dulu ya, takutnya nanti drop lagi" ujar dokter tadi seraya mengingatkan Randy akan kondisi Shofi
"Baik dok, terimakasih ya" kata Randy lalu membawa Shofi ke mobil yang sudah di parkir oleh Randy
"Awas hati-hati" Randy mengingatkan Shofi untuk berhati-hati karena kondisinya yang masih lemah,
"Cak, langsung pulang aja ya biar aku di rawat di rumah saja" pinta Shofi sebelum Randy menyalakan mobilnya
"Gimana ya Fi, nggak enak sama om Faisal"
"Sudah nggak apa-apa" mendengar jawaban itu Randy langsung mengendarai mobil tersebut dengan keadaan agak cepat, ketika sedang asyik nya menyetir Randy di kagetkan dengan bunyi telepon dari Andre
"Halo iya Dre" tanya Randy
"Rand, ini anak-anak sudah pulang dari tempat camping mau menemui kamu, sekarang kamu ada dimana" kata Andre di sebarang sana sembari memberi tahu maksud dirinya nelpon Randy
"Lah kok pulang Dre, kan sudah gue bilang lanjutin camping biar Shofi saya yang jaga"
"Nggak tau Randy teman-teman nggak enak saja sama kamu"
"Ya sudah lah lagian sudah terlanjur, ini aku mau bawa Shofi langsung pulang"
"Oh ok Rand, kami langsung pergi ke rumah Shofi saja" setelah panggilan telepon itu putus Randy kembali fokus dengan nyetir nya
"Maaf ya, kalau aku sudah bikin camping kalian berantakan" pinta Shofi yang merasa nggak enak
"Sudah lah keselamatan kamu dan yang lainnya jauh lebih penting"
Ban mobil terus saja berputar berbagai tikungan dan tanjakan sudah di lalui hingga tak terasa Randy sudah berada di halaman rumah Shofi, sesampainya di sana Randy membantu Shofi untuk turun dari mobil itu, awalnya nggak ada yang tahu kalau Shofi pulang dengan keadaan sakit
Namun ketika Shofi sudah memasuki ke dalam rumahnya membuat semuanya kaget ketika melihat Shofi dengan infus yang melekat pada dirinya
"Shofi, kamu kenapa nak" tanya Bu Salma kaget seraya membantu membawa Shofi
"Ma, aku lemas ma, bisa bawa aku ke kamar nggak sudah nggak kuat" mendengar ucapan Shofi tadi Randy sedikit khawatir ternyata dari tadi Shofi bersikap seakan dia baik-baik saja di depannya
"Pa, Shofi pa" ucap Bu Salma agak teriak ketika membawa Shofi masuk kedalam kamarnya yang juga di bantu oleh Randy
"Nak untuk sementara tidur di bawah dulu ya, kasian kamu kalau harus di bawa ke atas" ketika hendak membawa Shofi ke dalam kamar tiba-tiba Shofi jatuh pingsan membuat selang infus yang melekat di tangannya harus terbuka
Situasi semakin panik ketika darah mulai keluar dari tangan Shofi dan dengan sigap Randy langsung membuka baju dan melilitkannya ke tangan Shofi agar darahnya tidak keluar, tak lama dari itu pak Faisal keluar dari dalam kamarnya dan langsung lari menemui anaknya yang pingsan itu
"Rand, ada apa ini nak" tanya pak Faisal ketika melihat Shofi yang pingsan sedangkan Randy tak merespon perkataan om Faisal dia langsung membopong tubuh Shofi menuju mobil
"Om nanti saya jelasin di dalam mobil, sekarang mari bawa Shofi ke rumah sakit" kata Randy seraya menuju ke arah mobil yang dia parkir tadi
Sesampainya di dalam mobil Rendy langsung mengendarai mobil tersebut dengan agak cepat Seraya menjelaskan apa yang terjadi kepada Sofi di waktu camping beribu-ribu maaf terus dilontarkan oleh Randy dia merasa dia telah gagal menjaga Sofi
"Maafin saya ya Om ini semua salah saya Saya tidak peka dengan kondisi Sofi waktu itu dan saya telah teledor tidak bisa menjaganya"ucap Rendi menyesali apa yang telah terjadi kepada Sofi
Hingga tak terasa mobil yang dia kendarai telah sampai di rumah sakit yang dituju Rendy langsung membawanya ke ruang UGD di sana Sofi langsung di tangani oleh dokter seraya bertanya apa yang telah terjadi kepada sang pasien
"Ini kenapa kok sampai berdarah begini" tanya dokter tersebut ketika melihat tangan Sofi yang di balut dengan baju Rendy berwarna merah
Kemudian Rendy langsung menjelaskan apa yang terjadi kepada sang kekasihnya tersebut, setelah mendengarkan penjelasan dari Rendy dokter itu langsung membawa Sofi kedalam ruangan UGD dan menanganinya
__ADS_1
Nampak Rendi begitu menyesali apa yang telah terjadi dia begitu terpukul ketika melihat Sofi terbaring lemah di dalam air matanya tak lagi bisa di bendung dia duduk di bawah lantai dan menekuk lututnya seraya kepalanya berada di tengah-tengah kedua lututnya
"Sabar ya nak, Sofi memang gitu sifatnya dia kalau sakit selalu menyembunyikannya tidak pernah bercerita kepada siapapun kecuali dia sudah tidak mampu lagi untuk bertahan, bahkan kepada saya pun dia tidak pernah bercerita tentang rasa sakit yang dialami" mendengar itu Rendy hanya bisa pasrah dan berdoa agar Sofi baik-baik saja