
Tak terasa matahari sudah terbenam di ufuk barat menyiratkan senja kekuningan menampakkan keindahan ciptaan sang maha kuasa, nampak waktu terus saja berjalan hingga tak terasa hari mulai gelap dan semakin gelap malam itu nampak rumah Randy bukannya sepi malah semakin rame semakin rame dengan tangisan adik-adiknya,
Dengan teriakan adiknya yang sedang bermain semua itu di biarkan oleh Randy supaya adik-adiknya cepat hilang ingatannya mengenai orang tua mereka mereka nampak seru sekali mainnya
Hingga tak sadar bahwa hari mulai malam namun ketika mata mereka mulai ngantuk dan tubuh mereka mulai lelah mereka satu persatu berhenti dan tiduran di ruangan TV,
Tepat jam pukul sepuluh Syifa membawa adiknya satu persatu menuju kamar mandi untuk pipis terlebih dahulu sebelum tidur supaya tidak ngompol nanti ketika tidurnya dan itu sudah biasa Syifa lakukan sebelum dirinya tidur
Terkadang salah satu dari mereka malah merengek menangis karna tidak mau kencing, ketika semua selesai Syifa tak langsung pergi dia melainkan mengambil wudhu terlebih dahulu
Kini dia mulai rajin untuk selalu suci dalam hadas kecil itu dia lakukan sebelum orang tuanya meninggal dirinya merasa tidak nyaman ketika tidak mempunyai wudhu dalam kesehariannya setelah itu Syifa langsung pergi ke kamarnya dia tidur bersama kedua adik kembarnya sedangkan Randy tidur bersama Salsa
Pagi itu ketika matahari sudah terbit perkiraan pukul tujuh Randy dan Syifa pergi ke pasar untuk belanja kebutuhan dapur karna selain untuk makan buat keluarga Randy harus memberi makan kepada kedua karyawannya itu,
Karna itu sudah menjadi tradisi dari bapaknya sebelumnya meskipun demikian penghasilan Randy nampak tidak berkurang sedikitpun bahkan terkadang malah bertambah
Sedangkan Randy sekali belanja paling sedikit menghabiskan uang lima ratus ribu biasanya kalau sekali belanja menghabiskan uang sampai enam hingga tujuh ratus ribu itu cukup paling lama dua Minggu terkadang kurang,
Setelah selesai Syifa dan Randy langsung pulang tanpa harus mampir ke suatu tempat karna di sana adik-adiknya bersama Andre dan Faris karyawannya,
Sesampainya di sana Syifa langsung membawa barang belanjaannya yang di bantu oleh kakaknya Randy. hari sudah menjelang sore para karyawan Randy sudah pulang satu persatu hingga akhirnya tinggal dirinya yang masih menyisakan sedikit lagi untuk selesai,
Tak lama dari itu dia bersyukur kepada Tuhan karna pekerjaannya hari ini di berikan kelancaran dan dia tak lupa berdoa kepada Allah semoga rezeki hari ini berkah dan bukan termasuk uang haram
Karena dirinya pernah di ingatkan oleh bapaknya sewaktu masih hidup bahwa uang haram tidak ada berkahnya dan selalu kurang juga termasuk penghalang buat orang sholat,
Karena jika kita memakan dari barang haram maka sholat kita tidak akan di terima oleh Allah selama empat puluh hari dan orang tersebut masih di kenakan kewajiban untuk melakukan sholat meskipun sholatnya tidak di terima itu sudah hadis nabi saking menjaganya beliau sesuatu yang haram,
Dan hal seperti itu juga di jaga oleh bapaknya Randy dulu agar anak-anaknya terbebas dari barang haram apalagi barang haram barang yang tidak tentu haram tidaknya saja bapaknya Randy melarang keras untuk memakannya
Yang mana dalam Islam di sebut dengan barang syubhat dan dari barang inilah terkadang seseorang menganggap enteng seakan itu halal baginya padahal itu tidak pasti antara halal dan haramnya biasanya seseorang jika memakan barang syubhat maka akan di persulit hafalannya terlebih jika memakan barang haram,
Dan semua petuah dari bapaknya tersebut selalu Randy ingat dan juga di sampaikan kembali kepada adik-adiknya meskipun dirinya sadar bahwa adiknya yang masih kecil belum tau apa itu haram namun karena sedari dini di ajari agama Randy berharap ke belakangnya akan menjadi anak yang sholeha seperti apa yang di inginkan oleh orang tuanya tersebut,
Setelah melaksanakan sholat asar Randy istirahat di depan rumahnya sambil menyaksikan adik-adiknya bermain di depan rumahnya terkadang di juga ikut tersenyum bahkan ikut ketawa jika ada yg lucu diantara mereka
Hal itu tak bertahan lama ketika Syifa sudah ngomel-ngomel dari belakang agar Salsa dan si kembar cepat mandi membuat mereka langsung lari karena takut di pukul oleh Mbak nya
Namun mereka langsung menuju kakaknya yang sedang duduk memerhatikan dirinya main hanya untuk membuka bajunya, setelah kepergian adik-adiknya Randy hanya bisa merenung meratapi nasib yang terjadi pada dirinya
Dia takut tak mampu untuk mengemban amanah yang Allah berikan kepadanya untuk menjaga keluarga kecilnya namun dia sadar bahwa Allah tidak akan memberikan sebuah ujian kepada hambanya melainkan hamba tersebut mampu terhadap ujian tersebut
Itulah janji Allah seberat-berat apapun cobaannya pasti hambanya akan mampu untuk menghadapinya meskipun kata orang lain tidak akan kuat ataupun tidak akan mampu
Karena sejatinya hanya Allah yang tau dan dari pelajaran yang pernah di lalui sebelumnya seseorang akan mampu menghadapi yang akan datang karna pengalaman adalah guru terbaik kita bisa belajar dari pengalaman yang pernah kita lalui
Tak terasa waktu terus saja berlalu hingga mereka telah melaksanakan sholat Isyak berjemaah tak lupa Randy mengajak ketiga adiknya untuk ikutan sholat meskipun si kembar bukan sholat malah mengganggu kakaknya yang lagi sholat namun meski begitu semua itu di maklumi oleh Randy,
Setelah sholat Randy langsung pergi ke kamarnya sedangkan Syifa langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam yang di bantu oleh Salsa yang selalu ikut membantu Mbak nya yang sedang mengerjakan sesuatu
"Cak makan dulu yuk" ajak Salsa setelah selesai membantu mbaknya di dapur, sedangkan Randy yang mendengar ajakan adiknya tersebut langsung bangkit dan tak lupa membawa HP-nya yang sudah di cas tadi menuju dapur berada
Di Sana adik-adik Randy sudah ngumpul semuanya hanya tinggal dirinya yang belum ngumpul dan kini lengkap lah keluarga kecil itu sedang makan bersama meskipun dengan makan seadanya namun bagi mereka terasa hotel bintang lima
Terasa nikmat bagi lidah mereka karena bagaimanapun hal yang paling nikmat dengan cara mensyukuri apa yang ada namun jika semuanya tidak di syukuri adanya maka apapun terasa kurang meskipun sudah berlimpah,
__ADS_1
Begitu pula dengan keluarga Randy yang selalu mensyukuri apa yang telah di berikan oleh Allah, setelah selesai makan mereka langsung menuju ruang tengah sambil nonton TV kesukaan anak-anak yaitu film kartun
"Dek kamu yang sabar ya jika harus mengurus adik-adik kamu" kata Randy di sela-sela asyiknya menonton TV kepada Syifa yang berada di sampingnya
"Ih apaan sih cak kok ngomong kayak gitu" ucap Syifa yang nampaknya tak suka dengan ucapan kakaknya tadi
"Soalnya bukan waktunya kamu dik untuk mengurus semua itu"
"Cak, semua itu sudah di atur oleh Allah baik buruknya nasib kita tinggal kita bisa menghadapi apa tidak semua itu"
"Iya dik cuma aku kasian aja dik sama kamu masih umur lima belas sudah menjadi ibu dari saudara-saudara kamu"
"Sudahlah cak, cacak nggak usah ngomong kayak gitu lagi, Allah tidak akan menurunkan cobaan kepada seorang hamba melainkan hamba tersebut mampu menghadapi cobaan tersebut" kata Syifa yang begitu bijak sehingga membuat Randy hanya bisa diam dia merasa lega ketika mendengar ucapan adiknya tadi,
Tak terasa mata Randy menjadi memerah dia terharu dengan perkataan Syifa karena meski usianya yang masih remaja namun pemikirannya seperti halnya orang dewasa mungkin karena keadaan yang menuntutnya untuk berfikir seperti itu,
Karena bagaimana pun takdir itu tidak akan luput dari seorang hamba jika takdir baik pasti akan baik namun jika takdirnya buruk pasti akan buruk tinggal kita bersabar menghadapi takdir baik buruknya takdir tersebut dengan cara selalu berdoa agar mendapatkan takdir yang baik karna hanya dengan doa seseorang bisa mengubah takdirnya
"Loh kenapa cak" tanya Syifa ketika melihat perubahan ekspresi wajah kakaknya
"Nggak dek Cacak cuma terharu aja sama kamu, Cacak bersyukur mempunyai adik seperti kamu Dek" kata Randy seraya memeluk adiknya yang ada di sampingnya tersebut,
Setelah adik-adiknya tertidur nampak Randy sudah mulai ngantuk dengan selalu menguap yang tak bisa dia tahan hingga akhirnya membuat dirinya langsung merobohkan badannya di kasur yang tak begitu empuk lagi ketika setelah yang lain sudah tertidur padahal jam masih menunjukkan pukul sepuluh namun dirinya merasakan ngantuk yang sangat hingga tak begitu lama dirinya sudah tertidur pulas,
Disisi lain Amel yang sudah tak lagi berhubungan dengan Randy sejak tragedi kemarin membuatnya kesepian dia merasa bahwa tak ada gunanya lagi untuk hidup ketika cinta di rebut paksa oleh sang ayah hanya lantaran ekonomi dia tak tau lagi harus berbuat apa meski air mata selalu mengalir tiap hari tiap malamnya, itu tak membuat bapaknya iba seakan semua itu hal biasa baginya,
Bahkan terkadang mamanya yang selalu membujuk sang suami untuk memenuhi keinginan Amel malah mendapat bentakan dari suaminya hingga membuatnya tak tau harus berbuat apa sedangkan dirinya tak kuat ketika melihat Amel tak bergairah untuk melanjutkan hidupnya yang seakan tak ada gunanya lagi untuk hidup,
Namun meski Amel dan Randy sudah putus hubungan nampak Amel tak kembali lagi ke masa lalunya dia masih rajin menggunakan hijab bahkan meskipun di rumahnya pun dia tak pernah melepaskan hijabnya begitu pula dengan sholatnya yang tak pernah dia tinggalkan ingin membuktikan bahwa dia masih ada rasa pada Randy,
Pagi itu ketika matahari sedang berada di puncak kepanasannya tiba-tiba ada motor Avanza warna putih yang nampak habis tabrakan, hal tersebut membuat Randy teringat akan tragedi yang menewaskan kedua orang tuanya namun karna tuntutan pekerjaan Randy langsung membuang hal negatif tersebut dan langsung menemui seseorang yang turun dari motor tersebut
"Ya pak ada yang bisa kami bantu" sapa Randy dengan ramah seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan
"Ya dik" kata laki-laki tersebut seraya menyambut uluran tangan dari Randy tadi
"Gini kemaren mobil ini di bawa saudara tabrakan setelah itu mesinnya kayak gak normal tidak seperti kemaren lagi" terang laki-laki tersebut yang nampaknya seorang PNS
"Oh gitu ya pak insyaallah kami siap mengerjakannya pak, cuma karna disini lagi full jadi kami mohon kesabarannya untuk menunggu" kata Randy seraya tersenyum kecil ke arah pelanggannya tersebut
"Oh iya nggak apa-apa asalkan mobil saya kembali normal"
"Siap kalau itu pak, tunggu dulu ya pak" ucap Randy seraya berlalu dari hadapan orang tersebut seraya mengambil struk dan mencatat kerusakan pada mobil tersebut dan tak lupa nopolnya dia catat setelah semua selesai struk tersebut di kasih ke orang tersebut
"Ini pak di simpan baik-baik ya pak" kata Randy seraya menyerahkan selembar struk kepada sang empunya mobil
"Kira-kira biayanya berapa ya dik, dan kapan bisa di ambil" tanya orang tersebut
"Untuk masalah biayanya paling besar lima ratus ribu pak, kecuali nanti ada kerusakan lainnya dan untuk masalah selesai lebih baik bapak telepon dulu sebelum berangkat ya pak ini paling cepat tiga hari pak" terang Randy panjang lebar yang membuat sang empunya menganggukkan kepalanya bertanda mengerti
"Ya udah kalau gitu saya permisi dulu ya dek" ucap seseorang tersebut seraya mengulurkan tangannya di depan Randy
"Iya terimakasih atas kunjungannya" ucap Randy seraya menyambut uluran tangan dari laki-laki tadi seraya berlalu dari bengkel tersebut, memang setelah kepergian bapaknya Randy,
Bengkel Randy berkembang pesat bahkan mobil sampai mengantri untuk di perbaiki, karna selain murah biayanya di bengkel Randy penanganannya pun sangat telaten dan juga sangat teliti meskipun yang mengerjakan rata-rata di bawah umur dua puluh tiga
__ADS_1
Namun mereka sangat profesional untuk mengerjakan semua itu mereka faham betul seluk beluk tentang mobil hingga tak heran jika bengkel Randy selalu rame dari pelanggan,
Selain memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggannya di bengkel Randy terdapat garansi perbaikan ulang tanpa biaya ketika masalah yang sama terjadi lagi dalam rentan waktu sebulan,
Namun garansi tersebut tidak berlaku bagi mobil yang mengalami kecelakaan setelah di perbaiki di bengkelnya hal tersebut yang menarik pelanggan untuk membawa mobilnya jika ada yang rusak
"Rand, kalau bisa rekrut karyawan baru Rand yang beneran ngerti mesin mobil" usul Faris di sela-sela kesibukannya
"Ya nanti kalau sudah rame sekarang kan masih sedikit pelanggannya" kata Randy yang juga ikutan membenarkan kerusakan mobil, mendengar jawaban itu Faris hanya diam karena semuanya tergantung Randy dia hanya bisa mengusulkan,
Tak lama dari itu sebuah mobil Avanza putih berhenti di depan rumah Randy hingga membuat Randy menghentikan pekerjaannya dan melihat siapa yang datang namun ketika yang punya mobil turun Randy langsung pergi ke kran air untuk membersihkan tangannya yang kotor
"Assalamu'alaikum Rand" sapa orang tersebut yang tak lain adalah pak Faisal seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Randy
"Wa'alaikum salam Om" jawab Randy dengan senyuman "mari duduk sini Om" ajak Randy seraya membuka pintu rumahnya
"Eh Om Faisal, gimana kabarnya Om" sapa Syifa yang berada di ruang tengah sambil nonton TV dengan adik-adiknya yang lain, Syifa langsung menuju ke Om Faisal berada dan sungkeman terhadapnya
"Alhamdulillah baik, kamu sendiri gimana kabarnya" tanya Om Faisal balik
"Alhamdulillah baik Om kok lama gak main kesini Om" tanya Syifa lagi
"Sibuk Dik" jawab pak Faisal "ih lucunya si kembar ini cantik pula" kata Om Faisal ketika melihat kedatangan Alin dan Arin
"Sini sama Om" ajak Om Faisal sedangkan Alin dan Arin langsung pergi ke Om Faisal karena dia tau kalau Om Faisal orangnya baik kemudian Om Faisal memangku si kembar di depannya
"Oh iya Rand, kapan acara empat puluh hari orang tua kamu" tanya Om Faisal
"Seminggu lagi Om" jawab Randy simple
"Gini Rand, maksud kedatangan aku kesini hanya ingin menanyakan hal tersebut sebenarnya saya sudah tau kalau acaranya seminggu lagi di dalam mobil sudah ada bumbu-bumbu dapur yang bisa di pakek oleh kamu juga jajan buat acaranya nanti" kata Om Faisal panjang lebar
"Dik Syifa bantu Om ambil barangnya di mobil yuk" kata Om Faisal seraya bangkit dan pergi menuju mobilnya di parkir, ketika nyampe di sana nampak Syifa kaget ketika begitu banyaknya apa yang di bawa oleh Om Faisal seakan semuanya di tanggung oleh beliau
"Banyak banget Om" tanya Syifa seraya menurunkan semua yang ada di mobil tersebut termasuk minyak goreng, tepung, telor dan yang lainnya hingga membuatnya tidak usah belanja lagi
"Nanti ikannya saya hantar dua hari sebelum acara ya sama daging sapi dan daging ayam" ucap Om Faisal yang ikutan membantu, begitu pula dengan Randy yang datang untuk membantu mengangkat barang bawaan dari Om Faisal tersebut,
Setelah semuanya selesai Om Faisal duduk di kursi tadi seraya berbincang banyak tentang acara yang akan datang
"Oh iya ini ada sedikit rezeki nantinya kamu buat untuk acara orang tua kamu separuh nya lagi buat sang yatim adik-adik kamu" kata Om Faisal seraya memberi uang ratusan ribu
"Jangan di tolak ini juga buat yatim piatu nggak boleh di tolak" kata Om Faisal melanjutkan, mendengar ucapan Om Faisal tadi membuat Randy tak bisa berbuat apa-apa atas kebaikannya
"Makasih ya Om, selama ini Om selalu membantu kami semoga amal ibadah Om di terima disisi Allah" kata Randy terharu melihat kebaikan dari Om Faisal
"Amin, ya udah aku pergi dulu" ucap Om Faisal seraya berdiri dan pergi dari hadapan Randy setelah berjabat tangan dengan semuanya, setelah kepergian Om Faisal Randy menghitung berapa banyak uang yang di beri
"Alhamdulillah" kata Randy bersyukur dengan rezeki yang telah di berikan oleh Allah lewat Om Faisal tadi nampaknya uang tersebut sebanyak lima juta rupiah
"Cak minta dong mau beli jajan" kata Alin yang juga di ikuti oleh Arin sedangkan Salsa hanya diam
"Ini nanti kembaliannya kasih ke mbaknya ya" kata Randy seraya memberi uang lembaran lima puluh ribu "Salsa temenin adik kamu ke toko" pinta Randy
"Iya cak, saya minta juga" ucap Salsa, dan merekapun langsung pergi ke toko terdekat,
__ADS_1
Waktu berlalu dengan sendirinya hingga tak terasa hari sudah mulai sore senja merah di ufuk barat menggelantung indah namun keindahan itu hanya sementara itu mengajarkan kepada kita bahwa apa yang ada di bumi cuma sementara baik buruknya yang ada di bumi cuma sementara yang kekal hanyalah Allah semata