
Disisi lain Randy yang biasanya berhenti di jam sebelas namun kali ini beda dengan sebelumnya sekarang Randy malah berhenti di jam sembilan lantaran sedari tadi mengingat kejadian bersama Amel kadang memegang kunci dua belasan teringat memegang tangan Amel apapun yang dia pegang serasa memegang tangan Amel
Kejadian ini membuat Randy tak konsen, padahal sedari tadi dia begitu teliti dalam pekerjaannya entah mengapa tambah malam malah tambah aneh rasanya hingga membuatnya berhenti dari pekerjaannya Randy pun pergi ke kamarnya setelah mencuci tangannya dan tiduran di atas kasurnya
"Inikah cinta" batinnya dalam hati ketika bayangan Amel tak kunjung sirna di pelupuk matanya seakan bayangan itu nyata baginya ingin memeluknya lagi bak tadi pagi yang tak pernah lepas dari genggaman tangan Amel
Tangan yang lembut begitu terasa baginya entah mengapa senyuman Amel seakan memenuhi ruangan kamarnya mungkin benar apa kata pujangga bahwa cinta membuat kita gila begitulah Randy sekarang yang selalu tersenyum di kesendiriannya mengingat Amel seorang padahal Randy tau kalau Amel belum tentu memikirkannya
"Kak tadi itu siapa" tanya Syifa yang tiba-tiba ada di samping Randy
"Eh sejak kapan kamu ada di kamar kakak" tanya Randy kaget akan kedatangan adiknya itu
"Kakaknya aja yang lagi melamun orang dari tadi aku ketok pintunya, aku kira udah tidur eh pas di lihat malah lagi melamun" terang Syifa panjang lebar yang ternyata dia sedari tadi sudah mengetok pintunya namun karna Randy asyik melamun hingga tak terdengar baginya
"Emang cewek tadi itu siapa kak, kok kayak kenal gitu" tanya Syifa lagi untuk kedua kalinya dengan pertanyaan yang sama karna pertanyaan yang pertama tak di respon oleh Randy
"Mau tau aja kamu" jawab Randy cuek lantas langsung tiduran lagi sedangkan Syifa berada di sisi ranjang, namun Syifa sendiri tak menyerah sampai disitu aja dia tetap ngeyel ingin tau semuanya
"Siapa sih kak" tanyanya lagi seraya menggoyangkan lengan kakaknya tersebut
"Kalau nggak di kasih tau aku bilangin ke bapak..." ancam Syifa agar mendapat jawaban dari pertanyaannya tadi
"Eh eh iya iya aku jawab..." ucap Randy seraya bangkit dari tidurnya sedangkan Syifa semakin serius ingin tau jawabannya "pengen tau ya" kata Randy guyon
"Ih kakak" ucap Syifa seraya memukul dada Randy yang bidang itu
"Namanya Amel" jawab Randy simple yang hanya di sambut dengan anggukan Syifa
"Oh mbak Amel, pinter banget milihnya, dia itu terkenal loh kak di kelas Syifa" ucap Syifa memberi tahu
"Maksudnya" tanya Randy penasaran akan maksud perkataan Syifa tadi
"Iya mbak Amel itu jadi pembicaraan cowok-cowok di kelas aku makanya aku tau siapa mbak Amel itu, yang punya Vario putih itu kan" terka Syifa yang hanya di sambut dengan anggukan oleh Randy
"Selera kakak tinggi juga ya, kok bisa mbak Amel suka sama kakak" tanya Syifa penasaran
"Amel itu emang dari dulu suka sama kakak bahkan semua teman kelas tau hal itu, cuma kakak sok cuek terhadapnya padahal kakak juga cinta sama dia" terang Randy panjang lebar
"Namun cuma akhir-akhir ini saya bisa dekat dengan Amel, udah ah sana tidur udah malam nih besok ujian kamu" kata Randy seraya mendorong keluar adiknya yang masih ingin mendengar curhatan dari kakaknya itu ingin tau lebih dalam lagi tentang hubungan mereka.
Pagi sudah menjemput manusia dari tidur lelapnya begitu pula dengan Randy yang baru bangun setelah sholat subuh tadi tak biasanya dia tertidur setelah habis sholat subuh mungkin karna semalam tidurnya agak larut malam,
Ya tadi malam Randy tak langsung tidur dia masih membayangkan kejadian kemarin sama Amel meskipun dirinya merasa ngantuk namun matanya tak bisa terpejam akibat terus mengingat Amel,
Meski matahari sudah terbit namun Randy malah tidur lagi nampak dia masih merasakan ngantuk padahal dia sudah tau bahwa hari sudah mulai pagi, beda dengan Amel dia yang sudah bangun sebelum matahari terbit bahkan dia sudah selesai membantu ibunya memasak,
Amel orangnya memang beda tak seperti cewek jaman sekarang yang malas ke dapur apalagi jika sudah punya pembantu dirinya bahkan yang menyuruh orang tuanya untuk tidak pakai jasa pembantu dia masih bisa melakukan semuanya sendiri kadang dia sendiri yang memasak itu dia lakukan karna memang baginya itu sebuah kewajiban bagi seorang wanita sampai mencuci pakaian pun dia cuci sendiri
Namun meski begitu meski Amel orangnya pekerja keras tangannya masih terasa lembut bagi mereka yang menggenggamnya apalagi dengan sebuah perasaan,
Setelah selesai semua Amel pun tiduran di kamarnya hingga dirinya merasa bete dia coba ambil HP-nya maksud hati ingin menelpon Randy namun dia baru ingat kalau Randy tidak punya hp
"Gimana ya cara menghubungi dia" tanya Amel dalam hatinya sambil berfikir keras mencari solusi terbaik bagi hubungannya dengan Randy
"Aku kasih dia hadiah HP aja" katanya lagi dalam hati dan tanpa pikir dua kali dia langsung beranjak dari tempat tidurnya dia langsung pergi ke kamar bapaknya seraya mencari kontak mobil milik bapaknya setelah ditemukan dia langsung pergi menuju tempat parkir
"Ma, saya bawa mobilnya ya" ucap Amel pamitan sama mamanya karna bapaknya sedang berada di kantornya
"Mau kemana nak" tanya mamanya Amel yang tak lain adalah mama Resti
"Mau pergi dulu bentar ma" kata Amel seraya pergi dari hadapan mamanya, Amel langsung tancap gas menuju konter nampak dia sangat serius untuk memberi Randy HP dan itu dia lakukan tanpa sepengetahuan Randy, setelah nyampe di konter HP nampak Amel bingung mau beliin Randy HP apa
"Selamat datang mbak, ada yang bisa kami bantu" tanya sang SPG disaat kedatangan Amel sedangkan Amel langsung duduk di kursi yang sudah ada
"Saya cari HP mbak, tapi bingung mau cari HP apa" kata Amel menjelaskan kemudian sang SPG tersebut menawarkan HP yang begitu canggih dengan fitur-fitur yang sangat menawan hingga Amel sendiri bingung mau beli yang mana
"Mau merek hp apa mbak, ada Vivo Samsung Oppo apa realme..."
"Coba hp Oppo aja mbak saya mau lihat" ucap Amel memotong pembicaraan sang SPG tadi
"Ini kami ada HP Oppo Reno 6 Reno 5 mbak tinggal milih mau yang mana, atau mau yang lainnya" kata SPG yang tak tau siapa namanya seraya menawarkan HP yang ada sambil memberi tahu pada Amel
"Yang ini aja deh mbak" kata Amel seraya menunjuk ke arah HP Oppo Reno 6
"Berapa harganya mbak" tanya Amel seraya mengeluarkan ATM yang ada di tas kecilnya
"Totalnya jadi 5199000" ucap sang SPG seraya tersenyum ke arah Amel berada
__ADS_1
"Pakek ini bisa kan mbak" tanya Amel seraya memberi ATM yang dia ambil tadi
"Bisa mbak" ucap SPG tersebut seraya mengambil ATM tersebut "pin-nya mbak" tanya SPG tadi seraya memberi mesin ATM tersebut sedangkan Amel langsung mengetik pin ATMnya
Setelah selesai semuanya Amel tak langsung pulang dia masih mencari kartunya terlebih dahulu, cukup lama juga Amel berada di konter tersebut hampir setengah jam dia berada di sana setelah selesai Amel langsung pergi dari tempat tersebut dan menuju ke rumahnya Randy hingga tak terasa dia sudah berada di rumah Randy
"Assalamu'alaikum" ucap Amel setelah berada di depan pintu rumah Randy
"Wa'alaikum salam" jawab seseorang yang masih berada di dalam sambil membuka pintunya yang ternyata itu adalah Syifa
"Randy nya ada" tanya Amel
"Eh mbak Amel silahkan masuk dulu mbak, Cacak lagi tidur" kata Syifa mempersilahkan Amel untuk masuk, Amel sendiri bingung siapa wanita yang menemuinya kok bisa dia kenal dengan dirinya bahkan dia tadi manggil Cacak apa mungkin dia adiknya Randy pertanyaan tersebut memenuhi pikirannya seraya berjalan masuk mengikuti Syifa berjalan
"Duduk dulu mbak saya panggilin dulu cak Randy, orangnya masih tidur soalnya" ucap Syifa lagi seraya pergi meninggalkan Amel sendirian
Sedangkan Amel langsung duduk di kursi tersebut sambil melihat sekeliling rumah tersebut rumah yang begitu sederhana namun nyaman untuk di tempati, tak lama dari itu Randy datang seraya mengucek matanya berkali-kali bertanda bahwa dirinya baru bangun tidur
"Ada apa Mel" tanyanya penasaran karna baru kali ini Amel datang kerumahnya meski sebelumnya dia hanya sampai ke depan rumah Randy
"Sibuk nggak" tanya Amel balik
"Hemmmz, nggak emang kenapa"
"Ikut aku yuk aku ada sesuatu sama kamu" ajak Amel serius sedangkan Randy jadi bingung sesuatu apa yang di maksud oleh Amel tadi
"Kok aku jadi penasaran emang ada apa"
"Makanya ayok ikut aku"
"Ya udah tunggu dulu Ya aku mau mandi dulu" kata Randy seraya pergi meninggalkan Amel tak lama dari itu Syifa datang dengan membawa jus jeruk sama makanan ringan
"Jadi ngerepotin nih" kata Amel malu-malu
"Gak kok mbak, cuma ini adanya mbak silahkan dimakan mbak" kata Syifa seraya mempersilahkan Amel untuk memakan apa yang sudah di sediakan
"Kalau boleh tau kamu adiknya Randy ya" tanya Amel setelah meminum jus jeruk tadi
"Iya mbak dan saya adik paling tua mbak" jawab Syifa
"Siapa sih yang gak kenal sama mbak Amel primadona sekolah yang menjadi idaman para laki-laki" ucap Syifa menyanjung Amel yang membuat Amel tersipu malu oleh pembicaraan Syifa tadi
"Apaan sih biasa aja kok, kamu juga cantik kok cuma kurang perawatan aja" kata Amel memuji balik pada Syifa, memang benar apa yang di katakan oleh Amel, Syifa orangnya memang cantik selain cantik dia juga orang manis karena tak bisa di pungkiri selain Amel dialah idaman laki-laki lainnya
Meski dirinya masih kelas tiga SMP pesonanya sudah terpancar jelas di wajahnya yang manis bahkan tak jarang kakak kelasnya sering main ke kelasnya hanya untuk kenal dengan Syifa padahal Syifa terkenal dengan orang yang tak suka berpenampilan
Dia tak pernah merawat dirinya bahkan mungkin jika seandainya dia pintar merawat diri mungkin Amel akan kalah telak oleh Syifa, tak lama dari itu Randy datang dengan penampilan yang Coll khas cowok jaman sekarang membuat Amel tak berkedip memandangnya
"Ayoklah" kata Randy seraya pergi meninggalkan Siva berada
"Kami pergi dulu ya Dek" ucap Amel seraya tersenyum ke arah Syifa berada yang hanya di sambut dengan senyuman pula oleh Syifa
"Adik kamu ternyata cantik juga ya" kata Amel di sela-sela menyetirnya
"Biasa aja kok cantikan juga kamu" ucap Randy memuji Amel, mendengar ucapan Randy tadi membuat Amel tersipu malu itu terbukti dengan rona wajahnya yang seperti kepiting rebus merah merona untung saja Randy tidak melihat perubahan wajah Amel
"Apaan sih" cuma itu yang bisa Amel ucapkan
"Udah makan belum" tanya Amel mengalihkan pembicaraan yang menyudutkan dirinya
"Belum lah kan tadi baru bangun tidur"
nampaknya Amel membawa Randy ke tempat kemaren cafe langganannya karna tempatnya yang strategis dan dekat dengan pantai
"Ini buat kamu" ucap Amel seraya menyerahkan bingkisan yang berisi HP yang dia beli tadi
"Apaan ini" tanya Randy penasaran sambil membuka bingkisan tersebut, nampaknya dia begitu kaget ketika dia tahu kalau bingkisan tersebut adalah HP yang dia idam-idamkan namun tak kesampaian untuk membelinya karena kendala biaya
"Suka nggak" tanya Amel memastikan apakah Randy suka terhadap pemberiannya
"Makasih ya Mel" kata Randy tak bisa menutupi kebahagiaannya
"Cuma gini Mel, aku mohon lain kali tidak usah memberi aku apa-apa lagi apalagi barang mahal, aku tak ingin nantinya ada yang bilang bahwa aku merotin kamu" kata Randy panjang lebar
"Nggak kok Rand kamu kan nggak minta, aku yang ngasih lagian aku kesepian jika kamu nggak punya HP makanya aku beliin kamu HP" terang Amel mengapa dia membelikan Randy HP baru yang mahal
"Iya aku tau Mel, jika kamu mau pacaran sama aku lain kali nggak usah kayak gini aku nggak ingin kamu mengeluarkan sepeserpun uang dari saku kamu, bukan aku nolak pemberian kamu cuma aku takutnya kebelakang ada yang tidak di inginkan gitu"
__ADS_1
Ucap Randy lagi panjang lebar membuat Amel sedikit paham akan maksud dari Randy tadi, sikap Randy tadi membuat Amel jadi yakin kalau Randy adalah cowok yang tepat baginya
"Emang kita udah pacaran ya" tanya Amel memancing Randy untuk mengungkapkan perasaannya yang membuat Randy bingung mau jawab apa, karena jujur meski dirinya memiliki wajah yang tampan seumur hidup baru kali ini dia merasakan jatuh cinta pada seorang wanita
"Mel jujur aku suka sama kamu sudah dari dulu cuma aku nggak berani untuk mengungkapkan perasaan ini pada kamu, aku cinta sama kamu aku sayang sama kamu cuma kamu wanita yang bisa membuat aku jatuh cinta, aku nggak tau mau bilang apa sama kamu yang intinya mau nggak kamu jadi pacar aku"
Ucap Randy panjang lebar sambil memegang tangan Amel yang terasa lembut baginya perkataan seperti itu baru kali ini muncul dari bibir Randy dia tidak pernah nembak cewek meskipun pernah juga dia di tembak oleh cewek dua bulan lalu,
Perkataan Randy tadi membuat usaha Amel tidak sia-sia yang mana cintanya tidak bertepuk sebelah tangan orang yang dia cintai juga menaruh perasaan yang sama dengan dirinya itu membuat Amel berbunga-bunga hingga membuatnya lama untuk menjawab pertanyaan Randy tadi
"Rand, jujur aku juga suka sama kamu karna rencananya hari ini aku mau nembak kamu kalau kamu tidak nembak aku, tapi karna kamu nembak aku duluan maka aku mau kok jadi pacar kamu" jawab Amel yang membuat hati Randy menjadi lega dimana cintanya tidak bertepuk sebelah tangan
"Jujur Mel aku cinta sama kamu ikhlas dari hati bukan karna harta ataupun yang lainnya, aku sendiri baru tau kalau kamu ternyata anaknya orang kaya...." kata Randy yang terpotong karna bibirnya telah dikunci oleh jari Amel
"Aku nggak suka bahas harta ngerti" perkataan Amel tadi membuat Randy tertunduk malu seakan merasa bersalah karna telah menyinggung masalah harta,
Tak lama dari itu makanan yang mereka pesan sudah datang dan mereka memakannya dengan sambil berbincang satu sama lain seakan tidak ingin cepat habis makanan tersebut karna masih ingin berlama-lama di sana disela-sela itu HP Amel berbunyi hingga membuat Amel agak risih namun pas di lihat ternyata mamanya yang nelpon
"Assalamu'alaikum iya mama" sapa Amel
"Wa'alaikum salam, nak di suruh cepet pulang soalnya mobilnya mau di pakek sama bapak kamu" terang mamanya di seberang sana hingga membuat Amel jadi bete dia masih ingin berduaan dengan Randy namun keadaan berkata lain
"Iya mama, saya segera pulang" kata Amel seraya menutup telepon dari mamanya tersebut
"Disuruh pulang ya" tanya Randy seraya memakan nasinya tersebut
"Iya nih mobilnya mau di pakek katanya, makan dulu nasinya nggak usah terburu-buru paling bapak masih ada di kantor" kata Amel sambil juga memakan sisa makanan yang masih belum di habisin,
Setelah semuanya habis mereka langsung pergi ke tempat parkir berada setelah membayar biayanya makanan tadi, roda mobil Inova putih tersebut berputar dengan begitu cepatnya hingga tak sadar mereka sudah sampai di rumahnya Randy
"Nggak mau mampir dulu sebentar" ucap Randy menawarkan Amel untuk mampir ke rumahnya
"Lain kali aja deh, oh iya itu HP nya cas dulu ya jangan langsung di pakek" kata Amel mengingatkan, sedangkan Randy hanya mengangguk bertanda mengerti apa yang di perintah oleh Amel tadi
"Rand" panggil Amel pada Randy yang bermaksud untuk turun dari mobil tersebut namun ketika Randy baru menoleh sebuah ciuman mendarat di pipi kirinya yang membuat dia kaget akan tindakan Amel tadi sedangkan Amel hanya tersenyum kecil setelah melakukan itu
"Makasih Ya untuk hari ini" kata Amel lagi sedangkan Randy hanya bisa tersenyum sambil memegang pipi kirinya bekas ciuman Amel tadi
Setelah turun Randy masih tak abis pikir dengan Amel meskipun dalam hatinya dia begitu bahagia di perlakukan seperti itu olehnya karna baru kali ini dia di perlakukan sedemikian oleh cewek hingga membuatnya nyaman bersama Amel,
Amel sendiri tersenyum kecil di sela-sela menyetirnya dia begitu bahagia hari ini karena selain bisa jadian dengan Randy dia juga bisa mencium Randy tanpa ada penolakan darinya itu berarti Randy juga suka terhadap apa yang dia lakukan tadi
Dia selalu membayangkan kejadian tadi kejadian di waktu dia mencium Randy seakan masih terasa akan lembutnya pipi Randy meskipun udah beberapa menit yang lalu namun dirinya masih merasakan getaran tersebut hingga tak terasa dirinya sudah sampai di rumahnya
"Assalamu'alaikum ma" ucap Amel yang melihat mamanya seraya sungkeman terhadap mamanya yang ternyata sudah menunggunya di ruangan tengah sedari tadi
"Wa'alaikum salam" jawab Bu Resti seraya menyambut uluran tangan dari Amel
"Papa mana" tanya Amel ketika tak melihat papanya berada di sana
"Di dalam kamarnya baru selesai mandi"
"Oh iya ini kuncinya ma" kata Amel seraya menyerahkan kunci mobil tadi pada mamanya, setelah itu Amel langsung pergi ke kamarnya dan langsung merobohkan badannya di kasur spring bed nya sambil mengingat kejadian tadi ketika Randy mengungkapkan perasaannya ketika dia mencium Randy semua memang terasa begitu cepat
Namun baginya begitu sangat berkesan dan ini adalah cinta pertama baginya yang sulit untuk di lupakan semua itu seakan seperti mimpi baginya dia tidak menyangka akan bisa dekat dengan Randy bahkan sampai bisa jadian dengannya.
Disisi lain Randy yang baru pulang langsung masuk ke kamarnya di sana dia dikagetkan oleh adiknya yang berada di sana
"Apaan itu kak" tanya Syifa penasaran setelah melihat Randy membawa bingkisan dari Amel tadi,
"Loh kok ada kamu dek, udah selesai ujiannya" tanya Randy balik ketika melihat adiknya yang tiduran di sana sambil membaca sebuah buku
"Udah dari tadi, itu apaan kak" jawab Amel sambil nanya balik kepada dia penasaran apa yang kakaknya bawa, sedangkan Randy tak menjawab pertanyaan Syifa tadi dia langsung membuka bingkisan tersebut yang isinya adalah HP
Setelah dia lihat ternyata HP yang di belikan oleh Amel adalah HP yang mahal yaitu HP Reno 6 dia tak menyangka bisa mendapatkan semua ini Syifa yang melihat itu kaget tak percaya kalau kakaknya punya HP mahal
"Dari mbak Amel ya cak" tanya Syifa yang hanya di sambut dengan anggukan Randy bertanda iya
"Wah ini HP mahal cak, beruntung sekali kamu cak bisa deket dengan Amel, jangan-jangan sudah jadian ya" ucap Syifa lagi seraya menerka-nerka apa yang telah terjadi pada mereka berdua
"Dek jangan bilang bapak sama ibu ya aku takut mereka malah ngomongin yang nggak enggak nantinya" pinta Randy pada adiknya karena cuma dia yang tau segalanya
"Tapi jawab dulu cak, Cacak udah jadian ya sama mbak Amel kok sampek di beliin HP segala" tanya Amel lagi dengan pertanyaan yang sama
"Sebenarnya gini dek" kata Randy sambil menerangkan kejadian tadi yang mana dia tak menyangka akan mendapatkan HP tersebut dia mengira cuma di ajak keluar saja oleh Amel Randy menjelaskan semua yang terjadi tadi tanpa di kurangi dan juga tanpa dilebihkan cuma dia tidak cerita pas waktu Amel menciumnya
Mendengar cerita kakaknya tersebut Syifa hanya bisa tersenyum dia ikut bahagia ketika kakaknya bahagia setelah selesai bercerita Randy langsung keluar kamar namun sebelum itu dia tidak lupa untuk mencharger HP yang di beliin Syifa tadi yang di ikuti oleh Syifa yang juga ikutan keluar dari kamar kakaknya tersebut
__ADS_1