Kisah Cinta Sang Yatim

Kisah Cinta Sang Yatim
Tahun Ajaran Baru


__ADS_3

Hari terus saja berlalu dengan sendirinya suka duka telah di lalui oleh mereka yang tergabung di club ranger nampak dari semua anggota begitu bahagia ketika bergabung dengan club tersebut yang mana mereka menganggap semua anggota seperti saudara dan beneran di bantu ketika ada kesulitan,


Pernah suatu ketika Hamid mengalami kecelakaan yang lumayan banyak luka di kakinya hingga membuat dari anggota klub berbondong-bondong untuk menemui Hamid dengan membawa banyak makanan ringan bahkan ada yang sampek nggak pulang hanya untuk menemani Hamid yang lagi sakit,


Seiring dengan berjalannya waktu tak terasa sudah pembukaan pendaftaran siswa baru telah di buka waktu itu Randy dan Syifa bersiap-siap untuk pergi ke sekolah SMA Nurul Huda untuk mendaftar jadi siswi baru setelah semua semuanya sudah selesai mereka langsung pergi


"Andre titip bengkel dulu dan anak-anak mau keluar sebentar" teriak Randy dari kejauhan


"Siap Rand" kata Andre yang ikut berteriak juga, setelah memasrahkan semua ke Andre Randy langsung tancap gas menuju ke sekolah disana sudah ada banyak orang yang juga ikut mendaftar,


Nampak Syifa langsung pergi ke kantor SMA untuk melakukan pendaftaran sedangkan Randy hanya menunggu di luar sekolah,


Syifa nampak menulis isi formulir yang di kasih oleh kepala sekolah SMA tersebut dan menyerahkan formulir tersebut setelah semua di isi olehnya dia pun kembali dengan membawa seragam SMA setelah semuanya selesai


"Cepet banget" tanya Randy heran


"Buat apa lama-lama kan cuma ngisi formulir saja cak" jawab Syifa dengan santainya kemudian mereka kembali ke rumahnya, namun sebelum pergi ke rumahnya Randy mampir dulu sebentar untuk membeli bakso


"Bang bungkus lima" pesan Randy pada tulang bakso yang terkenal itu yang mana tiap harinya tidak pernah sepi dengan pelanggan setelah pesanannya selesai Randy langsung membayar dengan uang pas hingga tak membuatnya menunggu untuk uang kembaliannya,


Randy nampak memandang luas ke arah sekitar dia coba menoleh ke arah belakang sebelum dia melanjutkan perjalanan namun ketika di arah belakang tidak ada kendaraan Randy langsung memacu sepeda motor Supra bekas orang tuanya Randy


Nampak Randy memacu laju motornya sambil sesekali berbincang-bincang mengenai sekolah barunya dan apa yang harus di persiapkan


"Bukannya Cacak lebih tau dari pada saya kan Cacak lebih dulu masuk SMA dari pada saya" tanya Siva heran


"Ya sih dek, nggak takutnya ada pelajaran tambahan gitu"


"Ya kalau ada pelajaran tambahan kita tinggal beli lagi cak, kok repot sih" kata Syifa sedikit ngomel ke Cacak nya tersebut,


"Belajar yang benar jangan pacaran ngerti" kata Randy yang langsung di iyakan oleh Syifa


Mereka terus saja berbincang hingga tak terasa mereka sudah nyampek di rumah mereka disana adek-adek Randy sudah nungguin terlebih si kembar yang langsung berlarian ketika melihat kakaknya tiba


"Mbak bawa apa" tanya Alin yang melihat Siva membawa sesuatu


"Hemmmmz, bau bakso" tebak Salsa yang juga menghampiri kakaknya berada


"Betul sekali makan yuk" kata Randy seraya mengajak adiknya untuk makan bakso yang telah dia beli tadi,


Kemudian mereka semua masuk kedalam mengikuti Syifa mbaknya setelah itu Syifa menaruh bakso tadi di depan TV dan dirinya langsung mengambil mangkuk lima serta sendok nya


"Enak cak" komentar Arin yang sangat suka sekali dengan bakso tersebut begitu pula dengan saudara kembarnya Alin yang juga menyukainya


Sedangkan Salsa sendiri tak perlu di tanyakan lagi makanan favoritnya adalah bakso hingga membuatnya tak bisa berkata apa-apa selain menikmati setiap kunyahan dari bakso tersebut,


Setelah makan bakso Salsa langsung pergi ke dapur dengan membawa mangkuk yang dia pakek dan membersihkannya sendiri


"Loh Dek taruh aja" teriak Syifa seraya menaruh mangkuk yang dia bawa tadi dan menghampiri Salsa yang sedang mencuci mangkok


"Udah selesai mbak" ucap Salsa seraya menyerahkan mangkoknya tadi ke Syifa, Salsa memang adek Syifa yang rajin membantu dirinya bahkan jika dirinya sedang masak pun terkadang dirinya membantu Syifa,


Disisi lain Randy yang sudah selesai makan langsung pergi ke bengkel dengan pakaian yang dia pakek ketika sedang bekerja Randy tak sadar kalau adiknya yang kembar mengikutinya dari belakang dan ketika Randy sedang mematung Randy malah dikagetkan oleh Alin


"duar..." kata Alin yang membuat Randy kaget dirinya menjadi emosi dengan tindakan seperti itu namun karna yang melakukan itu adiknya Randy menahan emosinya


"Ih adik Cacak kaget tau" katanya dengan tersenyum yang membuat Alin dan Arin ketawa karna Randy kaget akan ulahnya, nampak Alin dan Arin sangat bahagia sehingga ketawanya sampai terdengar jelas


"Cacak lucu deh kalau lagi kaget" ucap Arin yang bahasanya sedikit lebih fasih dari pada Alin


"Awas ya" kata Randy seraya menggelitik kedua adik kembarnya yang membuat Alin dan Arin tertawa dengan lucunya


"Udah ea Cacak mau kerja dulu" pinta Randy di saat adik kembarnya masih pengen bermain dengannya namun Alin malah memegang tangan Randy kuat seakan tidak memberi izin Cacak nya bekerja


"Faris yang mobil Avanza tinggal ganti olinya tolong kamu kerjain ya" pinta Randy seraya berteriak


"Siap Rand" teriak Faris juga ketika melihat juragannya sedang sibuk bermain dengan adek-adiknya,


Nampak Randy menemani adik kembarnya sedang main tanah dengan mobil-mobilan yang juga ada disana dan tak lama dari itu Siva datang dengan Salsa seraya bergandengan tangan


"Lagi main apa" tanya Syifa seraya ikut gabung dengan adiknya


"Ini lagi main tanah" jawab Arin tanpa melihat kedatangan mbaknya karna fokus dengan pekerjaannya


Disisi lain sebuah sorot mata tertuju ke arah Syifa nampak Benny begitu kagum akan kecantikan Syifa karna sebelumnya dia jarang melihat Syifa sampai sedekat itu baru kali ini dia melihatnya dan membuatnya terpana


Namun pikiran itu segera Benny buang jauh-jauh karna dia tau kalau Syifa adalah juragannya kalau bukan karna Randy dia tidak mungkin bisa seperti itu yang tak bergantung lagi kepada omnya,


Sedangkan disisi lain Randy sedikit demi sedikit pergi dari hadapan adiknya dia memberi kode kepada Syifa untuk tidak memberi tahu kepada adiknya yang sedang fokus tersebut hingga akhirnya Randy sudah menghilang di samping Arin dan Alin


"Assalamu'alaikum, dengan kami di bengkel ranger ini dengan siapa ya" kata Randy memberitahu seraya menanyakan balik siapa gerangan yang menelepon lewat HP yang khusus untuk keperluan bengkel


"Saya Salman ingin menanyakan kabar mobil Avanza apakah sudah selesai di perbaiki" kata orang tersebut di seberang sana

__ADS_1


"Bisa di sebutkan nopolnya nggak pak soalnya disini ada tiga mobil Avanza" pinta Randy pada orang tersebut yang katanya bernama Salman


"Oh iya untuk nopolnya L5186k" kata orang tersebut sedangkan Randy langsung mengecek mobil yang mana yang di maksud


"Oh yang ini, dengan kerusakan mesin tidak berfungsi normal dan ganti oli ya pak" tanya Randy


"Iya mas bener, apakah sudah di perbaiki"


"Alhamdulillah sudah pak, silahkan bapak jemput sekarang juga nggak apa-apa pak"


"Ya udah mas saya langsung otw"


"Iya pak" setelah perbincangan via telepon tersebut selesai Randy masuk lagi dan menaruh hpnya tadi di kursi kemudian dia kembali bekerja setelah adik-adiknya tidak menanyakan keberadaannya,


Setelah capek bermain Alin malah iseng gangguin kakaknya yang lagi kerja sedangkan Arin malah gangguin Andre yang juga lagi sibuk dengan pekerjaannya


Namun itu membuat Alin dan Arin sangat bahagia sehingga dia tertawa dengan lepasnya beda halnya dengan Salsa dia malah duduk di pangkuan Benny seraya bercerita dengannya yang membuat Salsa nyaman duduk di pangkuan Benny


Namun ketika ada pelanggan Benny langsung menurunkan Salsa dari pangkuannya dan Salsa pun mengerti dan menunggunya hingga selesai seraya terkadang berbincang kecil dengan Benny


Waktu terus saja berputar dengan sendirinya tanpa ada yang memerintah dan tanpa ada juga yang melarang hingga membuat siang dan malam silih berganti


Memang Allah menciptakan sesuatu dengan berpasang-pasangan ada siang ada malam ada ada kanan ada kiri begitu pula dengan manusia ada cowok ada cewek bahkan tidak lengkap kehidupan manusia jika dalam kehidupannya tidak di dampingi oleh seorang wanita


Sampai nabi Muhammad pun bersabda miskin, miskin, miskin jika seseorang laki-laki tanpa seorang wanita sampai nabi menyebutkan kata miskin tiga kali saking berharganya seorang wanita


Yang mana wanita di ibaratkan dengan perhiasan dunia maka jika seseorang tidak mempunyai perhiasan dalam hidupnya maka dia termasuk orang yang miskin dalam artian tidak mempunyai pasangan hidup karna itu adalah sebuah anjuran dari nabi Muhammad asalkan melalui pernikahan yang sah


Lantas gimana dengan orang yang pacaran yang katanya mencintai seseorang karna Allah maka itu adalah kebohongan yang nyata karena jika memang mencintai karna Allah tentunya dia tidak akan bermaksiat kepada Allah karena hukum dari pacaran itu sendiri haram dan di larang oleh agama jika beneran cinta karena Allah ajaklah dia menikah bukan ajak dia pacaran,


Nabi Muhammad sampai menganjurkan agar seseorang untuk segera menikah jika sudah mampu karna takut di khawatirkan terjerumus dengan zina


Karena perbuatan tersebut sangatlah hina dari pandangan agama terlebih di jaman sekarang jaman yang serba modern pacaran sudah bebas dimana-mana bahkan terkadang orang tua mengizinkan anaknya untuk pacaran


Bahkan ada juga orang tua yang mengizinkan anaknya untuk di bawa oleh lelaki yang bukan muhrimnya padahal orang tua harus menjaga dirinya dan keluarganya dari perkara haram yang bisa menyebabkan masuk neraka


Bahkan ada pula yang lebih parah dirinya biasa-biasa saja ketika mendengar anaknya sudah tidak perawan padahal belum menikah asalkan sang anak tidak hamil duluan


Itulah bobroknya jaman sekarang sungguh ironis melihatnya meski harus di sadari sekarang memang jamannya yang sudah rusak


Hari itu Randy yang bersiap-siap untuk mengantarkan adiknya Syifa dan juga Salsa sekolah,


Ya Salsa sama Randy di masukkan ke sekolah paud, Randy terlebih dahulu mengantarkan Salsa ke sekolahnya setelah itu mengantarkan Syifa sebelum balik


"Cak nasinya sudah di siapkan di dapur, ikannya ada di lemari" kata Syifa memberi pesan terhadap Cacak nya yang mau balik tersebut


"Assalamu'alaikum" ucap Syifa seraya pergi dari hadapan Randy


"Wa'alaikum salam, Dek nanti telepon ya kalau udah pulang" kata Randy yang hanya di bales dengan anggukan Syifa, kemudian Syifa pergi ke kelasnya sebelumnya dia sudah tau kelasnya yang mana


Namun ketika Syif mulai memasuki kelasnya semua mata tertuju kepadanya terlebih bagi para laki-laki seakan mereka tidak mau berhenti untuk sekedar berkedip


Mereka kagum akan kecantikan yang terpancar dalam diri Syifa hingga membuat Syifa kikuk dengan kondisi seperti memang dirinya sudah terbiasa dengan tatapan seperti itu


Entah mengapa sekarang dirinya menjadi grogi ketika dirinya di tatap seperti itu hingga membuatnya bingung mau duduk dimana


Namun seseorang melambaikan tangannya menyuruhnya agar duduk di sampingnya setelah Syifa liat ternyata orang tersebut cantik juga dia yakin lebih cantikan wanita tersebut ketimbang dirinya bahkan artis pun kalah kecantikannya ketimbang dia, buru-buru Syifa pergi ketempat yang di tunjukkan oleh wanita tersebut


"Kenalin nama saya Shofi" kata wanita tersebut yang tak lain namanya adalah Shofi


"Nama saya Syifa" kata Syifa seraya menyambut uluran tangan dari Shofi tadi, kemudian mereka berbincang-bincang mengenai asal usul mereka alamat mereka dan yang lainnya


"Assalamu'alaikum anak-anak" kata seseorang yang tak lain adalah guru mereka sehingga membuat perbincangan kecil antara Syifa dan Shofi harus terhenti


"Wa'alaikum salam" kata semua siswa seraya berhamburan duduk di kursi mereka masing-masing


"Selamat datang di sekolah baru kalian semoga kalian betah di sekolah ini" kata pak guru tadi


"Kenalin nama saya pak Rozi, saya selaku wali kelas kalian" lanjutnya seraya memperkenalkan diri yang ternyata dia adalah wali kelas dari kelas satu SMA


"Baiklah untuk menyingkat waktu saya ingin tau nama kalian semua nanti kalau saya panggil kalian berdiri ya" pinta pak Rozi tadi seraya membuka lembaran kertas yang tak lain adalah absensi kelas untuk kelas satu SMA


"Andika wijaya" panggil pak Rozi tadi


"Saya pak" kata seorang siswa yang namanya di panggil hingga membuat semuanya menoleh ke arahnya kecuali orang yang sudah mengenalinya,


Akhirnya satu persatu nama mereka di panggil pas ketika nama Shofi di panggil


"Shofia Az-Zahra" panggil pak Rozi tadi yang sedangkan Shofi sendiri hanya mengangkat tangan kanannya saja


"Coba berdiri" pinta pak Rozi namun tak langsung ditanggapin oleh Shofi karna dirinya merasa malu, akhirnya dirinya terpaksa harus berdiri karna terus di paksa oleh pak Rozi dan yang lainnya,


Setelah Shofi berdiri tiba-tiba kelas menjadi gaduh siulan terdengar dimana-mana membuat Shofi malu dan langsung duduk kembali

__ADS_1


"Jika kalian ingin tau seperti apa bidadari lihat lah dia" kata pak Rozi tadi gombal membuat Shofi malu bukan main, begitu pula ketika nama Syifa


"Syifa Amelia" panggil pak Rozi seraya menerka-nerka orangnya yang mana, begitu juga dengan Shofi tadi Syifa hanya mengangkat tangan kanannya saja tanpa berdiri


"berdiri dong neng" pinta pak Rozi yang melihat Syifa yang tidak jelas karna terhalang oleh siswa yang ada di depannya, namun beda dengan Shofi yang harus di paksa Siva langsung berdiri ketika pak Rozi menyuruhnya untuk berdiri


"Jika ada lima orang lagi seperti kalian berdua maka ada ceritanya tujuh bidadari kayangan" kata pak Rozi yang langsung di sambut dengan tepuk tangan,


Setelah proses perkenalan selesai pak Rozi langsung menulis mata pelajaran untuk kelas satu mulai dari hari Senin sampai hari Sabtu karena hari Minggu libur


"Karena sekarang hari pertama masuk sekolah nanti kalau sudah selesai nulis boleh pulang" kata beliau setelah selesai menulis jadwal pelajaran


"Sudah selesai anak-anak" tanya pak Rozi


"Sudah pak" jawab semua siswa kompak


"Ya sudah kalian boleh pulang, mungkin cukup sampai disini pertemuan kali ini Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh"


"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarokatuh" semua siswa pun berhamburan untuk pulang namun ada juga yang masih diam karna tidak ingin berdesakan dengan yang lainnya


Begitu pula dengan Shofi dan Syifa mereka memilih menunggu yang lain keluar sedangkan Syifa sambil menunggu dia menelepon Cacak nya untuk segera menjemputnya


"Sif aku pulang dulu ya, udah di jemput nih" pamit Shofi ketika melihat chat wa entah dari siapa seraya memasukkan bukunya ke dalam tasnya


"Iya Fi, hati-hati ya"


"Sampai jumpa lagi besok"


"Iya" setelah kepergian Shofi Syifa menjadi kesepian hingga akhirnya seseorang datang kepadanya


"Boleh kenalan gak" kata seseorang yang langsung duduk di dekat Syifa ketika Shofi sudah pergi duluan,


Namun ketika di lihat oleh Syifa dia sedikit takjub melihat ketampanan cowok yang tadi mengajaknya kenalan


"Nama saya abizar" kata orang tersebut sedangkan Syifa hanya termenung akan ketampanannya


"Eh maaf nama aku Syifa" kata Siva seraya memalingkan wajahnya dari orang tersebut yang tak lain namanya abizar kemudian tak lama dari itu HP Syifa berdering bertanda ada panggilan masuk ketika dia lihat ternyata Cacak nya yang telepon


"Assalamu'alaikum iya cak" sapa Syifa dengan menggunakan salam


"Wa'alaikum salam, ada dimana Dek" tanya Randy ketika dirinya sudah berada di tempat parkir


"Di dalam kelas cak, Cacak sudah sampai"


"Iya aku sudah ada di tempat parkir nih"


"Baik cak tunggu ya aku mau keluar nih" ucap Syifa seraya mematikan sambungan via telepon tadi


"Maaf aku harus pergi" kata Syifa kepada cowok tadi seraya pergi meninggalkannya sedangkan abizar sendiri takjub akan kecantikan Syifa yang natural itu terlihat ketika wajahnya yang terlihat tanpa polesan bedak


"Maaf cak kalau udah bikin menunggu" kata Syifa setelah berada di depan Randy


"Udahlah ayok pulang" kemudian Syifa pun naik di belakang Randy


"Gimana sekolahnya lancar" tanya Randy di sela-sela menyetirnya dia nampak memperlambat laju motornya


"Alhamdulillah lancar cak"


"Nggak ada yang usil kan sama kamu" tanya Randy khawatir akan adiknya takut di ganggu oleh cowok yang nakal


"Nggak kok cak Alhamdulillah baik-baik orangnya" mereka terus saja berbincang hingga tak terasa mereka sudah sampai di rumah mereka


"Salsa udah pulang" tanya Syifa seraya turun dari boncengannya


"Itu" ucap Randy seraya menoleh ke arah Salsa yang sedang main dengan si kembar hingga membuat Syifa juga ikut menoleh


"Karyawannya udah makan cak"


"Udah" Syifa pun pergi ke dalam rumahnya untuk ganti baju, setelah selesai ganti baju Syifa langsung pergi ke dapur untuk makan karena sedari tadi perutnya sudah lapar


Nampak Syifa menikmati apa yang dia makan karna hanya itulah kunci dari semua rezeki yang Allah kasih jika sesuatu tidak di nikmati makan semuanya terasa kurang dan akhirnya melakukan segala cara agar keinginannya terpenuhi


Namun jika di nikmati serta di barengi dengan bersyukur dengan apa yang Allah beri, maka seakan tak ada yang kurang dalam diri mereka


Setelah selesai makan Syifa langsung menuju adik-adiknya berada yang sedang main petak umpet terkadang pula sampai mengganggu karyawan Randy yang sedang bekerja hingga membuat mereka begitu akrab dengannya baik Andre Faris dan Benny mereka semua sudah seperti halnya kakak sendiri bagi Randy dan adik-adiknya


"Cak Andre sudah makan" tanya Syifa seraya berdiri di dekat Andre seraya melihat apa yang Andre kerjakan


"Udah Sif, kok udah pulang katanya sekarang sekolah" tanya Andre balik setelah menjawab pertanyaan Syifa tadi


"Biasa cak pertama masuk sekolah kan pulang cepat biasanya" kata Syifa seraya melangkah pergi meninggalkan Andre dan melihat-lihat yang lain, namun ketika sampai pada Benny berada membuat Syifa menjadi malu


"Ih apaan sih cak liatnya kok kayak gitu" tanya Syifa yang melihat Benny begitu serius melihatnya

__ADS_1


"Soalnya kamu cantik neng, jadi rugi kalau mata ini tidak melihat kamu neng" kata Benny gombal yang membuat Syifa merasa malu


"Ih apaan sih nggak jelas" ucap Syifa seraya melempar kerikil kecil kearah Benny berada namun tak kunjung kena karena Benny selalu menghindar


__ADS_2