
Di sisi lain Andre dan yang lainnya yang waktu itu langsung pergi menuju rumah Sofi setelah menaruh semua barang bawaannya ke rumah Rendy, nampak Andre tidak menemukan apa-apa di sana dia hanya menemukan satpam yang menjaga rumah Shofi, anterin langsung mengambil hp-nya dan menelpon Rendy untuk menanyakan keberadaan Sofi
"Halo ren, ini saya ada di depan rumah Sofi Kamu ada di mana sekarang "tanya Andre ketika tak melihat mobil yang dibawa oleh Rendi tadi
"Saya ada di rumah sakit dokter Sutomo, Sofi langsung dibawa ke sini tadi" kata Rendy menjawab pertanyaan Andre tadi
"Ya udah saya langsung ke sana sama teman-teman" setelah itu Andre mematikan panggilan telepon dan langsung pergi menuju dokter Sutomo, nampak mereka dan yang lainnya begitu kompak ketika melihat Sofi yang sedang sakit,
Rasa solidaritas mereka begitu tinggi hingga wajar jika persahabatan mereka begitu kental dan kuat hingga wajar jika mereka menyusul Shofi ke rumah sakit padahal mereka masih menyisakan waktu sehari untuk camping
"Oh iya gini aja abidzar dan Syifa pulang aja istirahat dulu kasihan adik-adiknya ini yang kelelahan kami tidak ingin ada korban lagi karena kelelahan" kata Andre menyuruh Abizar dan Syifa untuk pulang ketika melihat Alin, Arin dan Salsa nampak begitu kelelahan
"Tapi aku ingin tahu keadaan Sofi bagaimana" kata Syifa, dia juga ingin pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Sofi
"Bukan gitu syif kasihan adik-adik kamu ini dia sangat kelelahan karena perjalanan yang begitu panjang masa langsung pergi ke rumah sakit takutnya dia malah yang sakit"
Ketika mendengar semua itu Syifa hanya menurut saja nampak dia, Abidzar dan adik-adiknya berpencar ketika yang lainnya pergi menuju rumah sakit dirinya dan Abidzar pulang ke rumahnya
Sedangkan di rumah sakit sendiri suasana masih begitu mencekam mereka tidak ada yang tahu bagaimana kondisi Sofi sekarang sang dokter begitu lama dalam menangani pasiennya tersebut hingga membuat keluarga Sofi panik bukan main takut terjadi apa-apa dengan sang anak
Om Faisal yang tidak tahu mau berbuat apa-apa hanya mondar-mandir di depan pintu ruangan UGD, sedangkan Bu Salma hanya bisa duduk di bangku tersebut, berbagai doa dia panjatkan kepada sang Tuhan demi keselamatan sang buah hati, mereka semua menantikan kabar tentang keselamatan Sofi
Tak lama dari itu dokter yang menangani Sofi pun keluar yang membuat om Faisal langsung pergi menemuinya
"Bagaimana keadaan anak saya dok" tanya om Faisal langsung mendekati ke arah dokter tersebut
"Pasien begitu lemah kondisinya banyak cairan yang terkuras begitupun dengan darah yang keluar dari dirinya namun Alhamdulillah pasien bisa di selamatkan cuma kondisinya tidak stabil masih begitu lemah" terang dokter tersebut
"Tapi tidak ada penyakit yang parah kan dok" tanya om Faisal khawatir
"Oh tidak pasien hanya mengalami tipes saja namun penyakitnya begitu parah hingga membuat tubuh pasien lemah dan drop, ya sudah kalau begitu Saya pergi dulu" kata dokter menjelaskan seraya pergi meninggalkan mereka berada,
Setelah itu om Faisal masuk ke dalam untuk melihat keadaan Sofi, namun beda dengan Randy dia masih menyesali karena telah membuat Sofi harus terbaring lemah di ruangan itu hingga tak lama dari itu Andre dan yang lainnya sudah sampai ke ruangan UGD
"Gimana kabarnya Sofi" tanya Andre ketika melihat Rendy yang begitu terpuruk membuat yang lainnya khawatir karena takut terjadi apa-apa dengan Sofi
Namun sebelum Randy menjawab pintu ruangan UGD terbuka di sana keluar om Faisal dari ruangan tersebut
"Rand, di suruh masuk" kata om Faisal seraya masuk kembali kedalam, sedangkan Randy langsung berdiri dan masuk ke dalam, di sana Randy di sambut dengan senyuman Shofi nampak Shofi tidak ingin membuat Randy sedih dengan kondisinya sekarang
"Kenapa sih kamu nggak ngomong kalau kamu punya penyakit tau gini kan mending kamu nggak usah ikut" kata Randy setelah berada di samping Shofi
"Terus kamu mau senang-senang sendiri sedang aku disini harus nunggu kamu gitu, nggak adil lah cak" kata Shofi membela
"Ya bukan gitu, tapi semua ini demi kebaikan kamu"
__ADS_1
"Aku nggak apa-apa kok, santai aja" kata Shofi seraya memegang tangan tunangannya itu meyakinkan Randy kalau dirinya baik-baik saja
"Di luar banyak anak-anak" ucap Randy memberi tahu
"Loh mereka balik juga" tanya Shofi heran
"Iya dia mau nengok kamu katanya"
"Ya sudah suruh masuk cak" pinta Shofi kepada tunangannya itu kemudian Randy pergi untuk memanggil yang lain namun ketika dirinya bertemu dengan yang lainnya entah kenapa dirinya malah sakit perut
"Bilangin ke Shofi ya saya mau ke toilet dulu" pinta Randy setelah menyuruh yang lainnya itu untuk masuk, lantas Randy pergi mencari toilet dia nampak bingung letak toilet nya berada dimana,
Hingga akhirnya dia mendengar seorang wanita menangis membuatnya melangkah kakinya mendekati arah suara berada, ketika Randy semakin mendekat ke asal suara dia mulai tak asing lagi dengan suara tangisan itu
Randy melihat wanita itu menenggelamkan wajahnya di tengah-tengah kedua lututnya
"Mbak" sapa Randy namun tak ada respon dari wanita tersebut
"Mbak" ucap Randy lagi namun ketika wanita itu menoleh ke arah Randy wanita itu kaget bukan main, begitu juga ketika Randy melihat wajah di balik kedua lututnya itu
"Sweety" kata wanita itu seraya bangkit dari duduknya dan langsung memeluk Randy wanita itu memeluk Randy begitu erat seraya menangis di pelukannya, Randy sendiri hanya bisa diam mendapat perlakuan seperti itu
Laki-laki itu bingung mau berbuat apa, entah kenapa tangan Randy malah memeluk wanita itu dan membalas pelukannya sambil mengusap punggung wanita itu berkali-kali membuat wanita itu melepaskan pelukannya
"Kamu kenapa Mel" tanya Randy kepada wanita itu yang ternyata adalah Amel sang mantan yang sudah lebih tiga tahun tak bertemu lagi
"Kenapa Mel" tanya Randy lagi
"Papa.... Papa meninggal" kata Amel yang langsung memeluk Randy untuk yang kedua kalinya kali ini dengan pelukan yang lebih kuat dan tangisan yang lebih terdengar menyesakkan dada
"Innalilahi" ucap Randy seraya membiarkan Amel memeluknya dia merasa iba terhadap Amel
"Amel" panggil seorang wanita yang tak lain adalah ibunya Amel yang tak lain adalah Bu Hana "... Randy" ucapnya lagi tak percaya ketika melihat Randy
"Iya Tan, saya turut berdukacita ya atas wafatnya om Syaiful" kata Randy seraya salaman kepada Bu Hana ibunya Amel
"Terimakasih nak, oh iya maafin papanya Amel ya dulu membuat kamu menderita, saya tak tau harus berbuat apa untuk mendapatkan maaf dari kamu nak intinya saya minta maaf atas nama papanya Amel" ucap Bu Hana panjang lebar
Wanita paruh baya itu masih mengingat kejadian dua tahun silam yang membuat hati Randy hancur berkeping-keping dan harus merelakan orang yang dia sukai
"Sudah Tan, sebelum Tante minta maaf saya sudah maafin kok bahkan seadanya dulu om Syaiful minta maaf langsung saya akan memaafkannya" kata Randy ramah dengan senyum tipis di bibirnya
"Terimakasih banyak nak, atas kemurahan hati kamu memaafkan almarhum"
"Sweety temenin aku ya" pinta Amel yang masih memanggil Randy dengan panggilan sayangnya dengan memegang tangan Randy, namun Randy tak melarangnya dia hanya membiarkan Amel manggil dengan panggilan itu
__ADS_1
Mungkin Randy merasa tidak enak karena situasi yang tak memungkin untuk menegurnya, Randy hanya mengiyakan permintaan Amel dia laki-laki itu lupa tentang niat sebelumnya
Yang hanya ingin pergi ke toilet namun malah bertemu dengan mantannya, Randy melihat sebentar tangan yang di pegang oleh Amel dirinya ingin melepaskan genggaman tangan itu namun merasa tidak enak kepada Amel yang sedang berduka itu
Kemudian laki-laki itu pergi mengikuti Amel yang nampak membawanya ke suatu ruangan ternyata ruangan itu tempat dimana orang tua Amel di rawat, di sisi lain Shofi yang sedang lemas itu mulai khawatir kepada Randy yang tak kunjung datang
"Cak Randy kemana" tanya Shofi kepada yang lainnya membuat mereka sedikit bingung mau jawab apa
"Katanya sih cuma mau pergi ke toilet, tapi nggak tau kenapa kok lama..." jawab Andre seadanya "... Coba aku telepon ya" imbuhnya kemudian pergi keluar,
Kemudian Andre mengambil handphone nya dan mencari nama Randy kemudian meneleponnya namun tak di angkat oleh Randy berkali-kali Andre telepon namun tetap tak di angkat oleh Randy, membuat Andre bingung mau jawab apa
Lalu Andre kembali ke dalam setelah beberapa kali dia telepon namun tak ada jawaban dari Randy
"Kata Randy minta maaf lupa ngasih tau kamu, Randy sudah pulang soalnya adiknya nangis terus katanya" kata Andre berbohong setelah berada di dekat Shofi.
Setelah jenazah pak Syaiful di makamkan nampak Amel dan ibunya Bu Hana pergi ke tempat pemakaman Amel nampak begitu terpukul dengan kepergian papanya air matanya terus mengalir wanita itu berusaha untuk berhenti menangis namun apalah daya rasa sakit di tinggal orang yang di sayang membuat air matanya terus keluar
"Sudah lah Mel mari pulang kamu dari tadi nangis terus doain aja semoga almarhum tenang di alam sana" kata Randy seraya mengusap punggung Amel menenangkan Amel yang berduka itu
Lalu Amel menyeka air matanya dan menoleh ke arah Randy kemudian melempar senyumnya sebagai tanda terima kasih atas Randy telah menemaninya kemudian bangkit untuk pulang
"Nak Randy Tante sekali minta maaf atas kesalahan...."
"Sudah lah Tan, Randy malah tidak enak pada Tante kalau Tante gini terus yang berlalu biarlah berlalu, tak ada gunanya juga aku benci pada om Faisal toh semuanya akan balik pada diriku sendiri" ucap Randy memotong pembicaraan Bu Hana yang sedari tadi terus minta maaf terhadapnya
Mendengar jawaban dari Randy itu Bu Hana cuma bisa tersenyum hingga terbesit di dalam hatinya "sungguh beruntung sekali orang yang memilikimu nak"
"Terimakasih ya telah menemani Amel di saat kayak gini" pinta Bu Hana, kemudian mereka pergi dari tempat pemakaman itu namun sebelum mereka melangkah tiba-tiba Amel memeluk Randy dengan eratnya seakan tidak mau kehilangannya lagi
"Terimakasih ya sweety mau nemenin aku di saat kayak ini" ucap Amel seraya tersenyum ke arah Randy yang hanya di bales dengan senyuman oleh Randy merekapun pergi dari tempat itu sedangkan Amel pergi dengan menggenggam tangan Randy
Di tengah-tengah langkah mereka pergi dari tempat itu Randy tiba-tiba berhenti ketika ketika melihat banyak panggilan tak terjawab dari Andre
"Mel, aku mau nelepon dulu ya penting nih, kamu lanjut saja" kata Randy seraya pergi dari Amel kemudian memanggil Andre takut terjadi apa-apa terhadap Shofi
"Ada apa kamu telepon berkali-kali" tanya Randy setelah tersambung
"Kamu kemana saja dari tadi Shofi nanyain kamu terus aku sampai hari berbohong biar Shofi nggak khawatir padamu" tanya Andre sedikit mengeraskan suaranya
"Maaf ya aku tadi ada urusan mendadak" kata Randy "ya sudah aku langsung kesana sekarang" katanya lagi seraya menutup teleponnya, setelah itu Randy pergi menemui Amel yang berada di tempat parkiran
"Mel, saya pergi dulu ya aku ada urusan nih" kata Randy setelah berada di depan Amel, Amel sendiri langsung memegang kedua tangan Randy lalu berkata
"Terimakasih ya telah menemani aku di saat kayak gini, jangan tinggalkan aku lagi ya" kata Amel seraya berharap kepada Randy untuk tidak meninggalkannya lagi, seraya memegang tangan Randy sedangkan Randy yang mendengar ucapan Amel itu hanya tersenyum,
__ADS_1
Senyum itu membuat Amel berharap lebih terhadap Randy, dirinya masih berharap masih ada cinta dalam diri Randy untuknya meskipun dirinya sadar kalau waktu itu Randy begitu kecewa terhadap dirinya namun rasa itu masih ada dalam diri Amel membuatnya juga berharap Randy juga memiliki rasa yang sama terhadap dirinya
Randy langsung pergi dari tempat itu pakek ojek online yang di pesan, Randy begitu khawatir terhadap Shofi takut wanita itu menunggunya, setelah Randy sampai di ruangan Shofi di rawat dia langsung masuk di sana dia melihat tunangannya itu sedang tidur hingga tak menyadari kedatangan Randy