
Malam sudah nampak dengan di temani gemerlap bintang yang bertaburan menemaninya di temani oleh bulan yang mulai terbentuk sempurna hingga membuat dunia tak terlalu gelap,
Dunia memang terasa aneh dengan aktivitas manusia yang beraneka macam dunia yang terlihat sudah tua bahkan waktu kejadian Isra' Mi'raj nya nabi Muhammad pun dunia di gambarkan dengan wanita yang sudah mulai tua,
Apalagi sekarang sedangkan jarak antara kejadian tersebut sudah begitu lama, tanda-tanda kiamat pun sudah bermunculan maksiat meraja lela namun meski begitu jarang dari mereka yang menyadari hal tersebut
Bahkan berniat bertaubat sekalipun seakan tidak ada niat bagi mereka yang selalu menikmati indahnya dunia padahal dunia ini hanya sementara sedangkan akhirat kekal selamanya jika manusia tersebut sudah mati maka bersiap menuju alam selanjutnya yaitu alam kubur bagi mereka yang menganut agama Islam,
Malam itu Amel yang sudah berada di rumah Randy berada di ruang tengah di temani oleh Bu Resti sambil berbincang-bincang tentang kedekatan Amel dan Randy Amel pun tak sungkan bercerita banyak tentang hubungan tersebut yang telah mengubahnya menjadi lebih baik setelah berhubungan dengan Randy
Membuat hati Bu Resti menjadi ikutan senang akan perubahan Amel tak lama dari itu Siva datang dengan seutas senyum di bibirnya
"Ayok berangkat" ajak Siva ketika berada di depan Amel
"Sif, ajak adik kamu juga dong biar kita bisa jalan-jalan gitu kakak kamu juga" kata Amel menyuruh Syifa untuk membawa adik-adiknya yang lain namun Syifa tak langsung mengiyakan ajakan Amel tadi
Dia langsung menoleh ke arah ibunya meminta persetujuan dari beliau sedangkan ibunya langsung menganggukkan kepalanya bertanda menyetujui permintaan Amel tadi
Setelah itu Syifa langsung pergi untuk mengajak adiknya yang lain dan juga kakaknya yang tak menyadari akan kedatangan Amel dia sendiri hanya tiduran di dalam kamarnya sambil mendengarkan musik menggunakan headset
"Kak di suruh ikut sama mbak Amel belanja" ajak Syifa seraya melepas headset yang ada di telinga kakaknya tersebut sedangkan Randy langsung kaget dan membuka matanya melihat siapa yang melakukannya
"Amel ada disini" tanya Randy seraya bangkit dari tidurannya "kenapa nggak bilang dari tadi" ucapnya lagi seraya beranjak dari tempatnya tersebut dan pergi menuju Amel,
Sedangkan Syifa sendiri langsung pergi menemui Salsa yang masih sibuk dengan pakaiannya yang masih belum selesai hingga akhirnya harus di bantu oleh mbaknya Syifa
Begitu pula dengan Alin dan Arin yang masih belum selesai ganti baju hingga akhirnya mereka sudah selesai ganti baju, disisi lain Randy yang pergi menuju Amel berada sedikit canggung ketika yang menemuinya adalah ibunya
"Dari tadi Mel" tanya Randy seraya duduk di samping ibunya
"Iya kak, kakak nggak siap-siap" jawab Amel seraya nanya balik ke Randy ketika melihat Randy yang masih dengan pakaian apa adanya, di samping orang tua Randy mereka canggung untuk memanggil sweetie antara satu sama lain yang mana sweetie adalah panggilan sayang mereka
"Emang mau kemana" tanya Randy balik yang tak mengerti maksud Amel tadi
"Jalan-jalan sekalian temenin Amel belanja kerudung aku nggak tau soalnya kalau belanja sendiri" kata Amel menjelaskan sedangkan Randy sendiri sudah tau kalau Amel mau belanja kerudung namun mengenai jalan-jalan tadi dia baru mengetahuinya tadi
"Ayok berangkat sudah siap nih" kata Syifa seraya membawa ketiga adiknya "loh kakak belum siap-siap" tanyanya ketika melihat Randy yang masih menggunakan pakaian biasa
"Udahlah ayok berangkat nanti keburu malam" kata Randy seraya bangkit dari tempat duduknya
"Kami berangkat dulu ya Bu" kata Syifa seraya sungkeman kepada ibunya yang di ikuti oleh saudaranya yang lain begitu pula Amel yang juga ikutan sungkeman kepada Bu Resti
"Hati-hati di jalan ya, jangan ngebut-ngebut" kata Bu Resti mengingatkan, merekapun berjalan beriringan sedangkan Amel berada di depan dan Syifa yang bergandengan dengan Salsa di ikuti oleh Randy bersama Arin dan Alin di belakangnya
"Kak kamu yang nyetir ya" kata Amel seraya menyerahkan kontak mobil Alphard yang nampaknya baru di beli, Randy sendiri tidak kaget ketika Amel gonta-ganti mobil karna dia sendiri termasuk dari anak sultan ayahnya yang pebisnis sukses kantornya ada dimana-mana dan itu yang membuat dirinya sedikit ragu untuk mendapatkan restu dari orang tua Amel sedangkan dirinya dari keluarga yang sederhana
"Siap bos" kata Randy seraya mengambil kontak tadi dari tangan Amel Randy sendiri yang seorang montir membuatnya tau akan seluk beluk mobil,
Bahkan dari menyetir pun dia tidak pernah belajar dari siapapun dia belajar otodidak karna orang tuanya sendiri tidak punya mobil namun karna dirinya seorang montir membuatnya tau banyak tentang mobil
"Mau kemana" tanya Randy setelah berada di jalan raya sambil fokus terhadap jalanan yang agak rame
"Pasar malam" ucap Amel
mereka berjalan mengendarai mobil tersebut sambil bercerita banyak sesekali menanyai tentang mobil Alphard yang di bawa Amel, tak terasa mereka sudah nyampe di pasar malam di sana tempat yang selalu rame setiap malamnya
Karena selain tempat untuk belanja di sana juga ada tempat untuk bermain bagi anak-anak maupun orang dewasa setelah memarkirkan mobil tersebut nampak mereka langsung pergi menuju tempat tersebut di sana mereka langsung mencari apa yang butuhkan
"Sif, kamu kalau ada yang cocok langsung bilang aja ke mbak jangan sungkan-sungkan, dan adik kamu juga jangan lupa cariin baju juga bebas mau cari yang mana berapapun jangan sungkan-sungkan" kata Amel seraya memilih hijab yang dia sukai, namun ketika melihat ke atas Amel langsung tertuju kepada sebuah baju cowok yang begitu bagus keliatannya
"Mbak coba liat yang itu" kata Amel seraya menunjuk ke arah baju tersebut
"Ini mbak" kata wanita penjaga toko tersebut seraya memberi baju yang di maksud oleh Amel
"Sweetie coba lihat bagus nggak" kata Amel seraya menunjukkan baju tadi kepada Randy, sedangkan Randy sendiri juga suka akan baju tersebut yang terkesan elegan namun sangat simpel bagi siapapun yang memakainya
"Suka nggak" tanya Amel lagi, sedangkan yang di tanya tak tau mau jawab apa dia merasa gak enak pada Amel yang selalu mentraktirnya Randy hanya tersenyum menjawab pertanyaan Amel tadi
"Mbak bungkus yang ini" kata Amel tanpa bertanya tentang harganya
"Berapa mbak" tanya Amel seraya mengambil baju tadi
"Seratus lima puluh ribu mbak" jawab mbak tadi
"Nggak boleh kurang mbak, seratus gitu" kata Randy seraya menegosiasi baju tadi seakan kemahalan baginya
__ADS_1
"Maaf mas harganya sudah pas" ucap mbak tadi dengan tersenyum nampaknya mbak tersebut kagum akan ketampanan Randy terbukti dia selalu tersenyum dan melirik ke arah Randy
"Ya udah sweetie kita cari yang lain aja" ajak Randy seraya ingin pergi dari tempat tersebut, setelah bernegosiasi cukup lama akhirnya baju tersebut bisa kurang menjadi seratus dua puluh ribu, setelah membayar baju tadi mereka langsung mencari ke tempat yang lain
"Sweetie nih langsung pakek ya" pinta Amel seraya membuka bungkusan tadi dan membuka kancing baju tersebut sedangkan Randy hanya bisa nurut apa yang di katakan oleh Amel
"Nah kalau gini kan keliatan tampannya" puji Amel ketika melihat Randy memakai baju pilihannya, merekapun kembali melihat baju yang lain di tempat yang berbeda nampak mereka begitu bingung cari yang bagus karna semuanya terlihat bagus,
Setelah apa yang di cari telah mereka beli mereka pun menuju tempat bermain anak-anak yang membuat Salsa dan si kembar kegirangan karna bahagia nampak semua permainan mereka coba hingga akhirnya mereka merasa lelah
Namun meski begitu mereka tetap pindah ke permainan lainnya hingga tak sadar kalau jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam namun sebelum pulang Amel pergi ke salah satu penjual nasi goreng dan Amel memesannya enam bungkus,
Sambil duduk di sebuah kursi yang sudah di sediakan tak lama dari itu Randy datang menemani Amel yang sendirian sedangkan yang lainnya menunggunya di dalam mobil
Roda mobil mewah tersebut berputar dengan cepatnya nampaknya Randy mengendarainya dengan sedikit cepat agar cepat sampai ke rumahnya di sela-sela menyetirnya Randy sesekali melihat dari spion di depannya kalau adik-adiknya telah tidur dengan nyenyak nya nampak mereka begitu kelelahan akibat bermain tadi,
Nampak mobil tersebut sudah memasuki gang rumahnya dan tak lama dari itu mereka sudah sampai di tujuan yaitu rumah mereka dan ketika turun dari mobil Syifa nampak kesulitan membawa ketiga adiknya yang lagi tidur dengan barang bawaan yang begitu banyak melihat semua itu nampak dari mereka mengetahui apa yang di alami oleh Syifa
Hingga akhirnya Randy membawa Salsa dan Amel membawa Arin sedangkan Syifa membawa Alin dan tak lupa barang yang tadi di beli juga mereka bagi-bagi mereka langsung menuju kamar yang biasa ditiduri oleh adik-adiknya dimana Salsa biasanya tidur dengan Syifa sedangkan Alin dan Arin tidur bersama ibunya meski terkadang Arin tidur bersama kakaknya Randy
"Mbak ikut aku sini" kata Syifa yang menyuruh Amel untuk mengikutinya
"Banyak banget belanjaannya" sapa Bu Resti ketika melihat semuanya bawa barang belanjaan, setelah mereka selesai membawa ke kamar tidurnya Syifa langsung pergi ke dapur yang di ikuti oleh Amel
Dia juga membantu Siva untuk menyiapkan piringnya buat makan dan langsung menuju ruang tengah dimana di sana sudah ada orang tua Randy dan Randy nampak Randy tidak berani untuk membuka belanjaan mereka dia masih merasa nggak enak kepada Amel yang sudah membayar semuanya
"Buka kak kalau mau liat bajunya, punya ibu sama bapak juga di kasih" kata Amel ketika berada bersama mereka sambil menaruh piring yang dia bawa Amel nampak mengetahui raut wajah Randy yang merasa sungkan padanya hingga akhirnya dia sendiri yang membuka belanjaan tadi dan ketika yang di buka milik Bu Resti
"Ini milik ibu ini milik bapak" kata Amel seraya menyerahkan bingkisan tadi
"Loh ibu di beliin juga" kata Bu Resti yang tidak menyangka akan di beliin baju juga oleh Amel
"Bapak juga di beliin, makasih ya nak Amel" ucap pak Rahmat seraya membuka bingkisan yang di beri oleh Amel, setelah makanan semuanya sudah siap merekapun memakannya dengan lahapnya
Sedangkan pak Rahmat yang masih merasa kenyang hanya duduk memerhatikan baju yang di beri Amel tidak ikutan makan dengan yang lainnya,
Malam nampak sudah mencekam sedangkan mereka masih asyik dengan gelak tawa Amel begitu bahagia bisa memiliki Randy yang begitu perhatian kepadanya dengan keluar yang sederhana namun begitu membuatnya nyaman ketika bersamanya
Hingga membuat Amel lupa untuk pulang keluarga Randy begitu perhatian terhadapnya seakan Amel adalah anaknya sendiri sedangkan Amel sendiri tergolong orang baru bagi kehidupan mereka
Namun meski begitu mereka nampak begitu suka akan kehadiran Amel bukan karena Amel sering memberi melainkan rasa kekeluargaan yang ada dalam diri mereka
Setelah pamit Amel langsung pergi ke mobilnya diperkirakan dia tak lupa untuk sungkeman terhadap orang tua Randy, setelah melihat mobilnya nampak tadi Randy keluar untuk memarkir mobil tersebut agar mempermudah Amel pulangnya biar nggak usah di parkir lagi dengan begitu Amel langsung pulang ketika melihat mobil Amel tak terlihat lagi Randy pergi kembali ketempat tadi
"Nak kalau saya melihat Amel dia orangnya baik, ramah pintar bergaul, namun kamu harus hati-hati nak, biasanya orang tuanya yang nggak suka apalagi dia anaknya orang kaya
"Tutur pak Rahmat ketika Randy berada di sampingnya mendengar penuturan bapaknya tersebut Randy hanya bisa pasrah dia sadar kalau perkataan bapaknya tersebut ada benarnya juga kini dia harus siap untuk menanggung semua resiko yang ada.
Tak terasa sudah lebih dari seminggu Amel menggunakan hijab perubahan tersebut membuat mamanya menjadi bangga akan dirinya begitu pula dengan sang ayah hingga membuat Randy di undang makan olehnya tepat pada hari Minggu
Waktu itu Randy yang sudah bersiap untuk pergi ke rumah Amel karena ada desakan dari sang pacar untuk main ke rumahnya hingga akhirnya membuat Randy menyetujui permintaan tersebut
Randy yang awalnya ragu takut mendapatkan perlakuan yang tidak enak oleh keluarga Amel menjadi yakin kalau dirinya sudah di terima dengan baik oleh keluarganya
Hingga akhirnya dia beranikan diri untuk menemuinya tepat pukul tujuh pagi Randy berangkat dengan motor yang minjam dari salah satu karyawan bapaknya yaitu motor Supra dengan segala keyakinan yang ada Randy mengendarai motor tersebut dengan percaya diri hingga tak terasa dia sudah berada di rumah Amel,
Nyalinya menciut ketika melihat rumah Amel yang begitu besar bak istana karna selama pacaran baru kali ini dia main ke rumah Amel yang tadinya optimis sekarang malah menjadi pesimis ingin balik lagi namun sudah terlanjur janji pada Amel
Hingga akhirnya dia turun dari gerbang tersebut dan memencet bel yang ada di depan gerbang berwarna silver, tak lama dari itu datang seorang laki-laki yang mungkin dia adalah penjaga rumah tersebut dia datang seraya membuka pintu gerbangnya
"Cari siapa mas" tanya laki-laki tadi dengan badan kekar perkiraan umur kepala tiga
"Amel nya ada pak" tanya Randy balik
"Oh ada silahkan tunggu dulu mas saya panggilin" kata laki-laki tadi seraya meninggalkan Randy sendiri sedangkan Randy sendiri menunggunya sambil duduk di motor Supra tadi
"Sweetie ayok masuk" ajak Amel ketika berada di dekat Randy yang membuat Randy kaget
"Oh iya" ucap Randy seraya membawa motornya tersebut
"Pak kapan-kapan kalau ada orang ini datang kesini langsung di suruh masuk ya" kata Amel ketika berpapasan dengan laki-laki tadi
"Iya non" ujar laki-laki tadi sambil menundukkan kepalanya, disisi lain nampak sorot mata tertuju pada Randy yang sedang membawa motornya dia seakan merasa males ketika melihat Randy tadi
"Pa, ma, kenalin ini Randy" kata Amel ketika Randy sudah berada di depan orang tuanya
__ADS_1
"Assalamu'alaikum" kata Randy seraya mengucapkan salam dan sungkeman terhadap kedua orang tua Amel
"Oh ini toh yang namanya Randy yang telah membuat anak saya berubah total" kata Bu Hana dengan perasaan takjub dia kagum akan ketampanan Randy
Namun disisi lain papanya Amel malah sebaliknya dia seakan acuh tak acuh akan Randy mereka pun berbicara banyak tentang hubungan Amel dan Randy, tak lama dari itu Bu Hana pergi ke dapur menemui Amel yang sudah berada di dapur sedangkan Randy berduaan dengan pak Syaiful papanya Amel
"Kalau boleh tau orang tua kamu kerja apa" tanya pak Syaiful ketika Bu Hana pergi sedangkan dirinya dari tadi hanya diam menilai sikap Randy
"Montir om, bengkel sendiri" jawab Randy dengan penuh takzim
"Profit tiap bulannya berapa" tanya pak Syaiful lagi menyelidik
"Bersihnya empat jutaan om"
"Gak ada bisnis lain" tanya pak Syaiful lagi
"Gak ada om" nampak dari pertanyaan dari pak Syaiful tadi Randy jadi curiga kalau papanya Amel orang mandang harta karna dari tadi yang di tanyain tentang pemasukan
"Kalau cuma empat juta itu masih kurang uang jajan Amel tiap bulannya, saya ngasih Amel uang itu minimal lima juta" terang pak Syaiful yang membuat Randy tercengang
Dia kaget dengan uang bulanan yang di kasih papanya Amel kepada Amel memang Amel benar-benar anak sultan, mendengar penuturan tersebut nyali Randy mulai menurun dia tau kalau papanya mandang harta dia hanya bisa menggelengkan kepalanya
"Gini aja nak Randy dari pada nak Randy tidak bingung ke belakangnya lebih baik tinggalin anak saya secara perlahan karna level kita beda jauh, nak Randy anaknya montir sedangkan Amel anaknya orang kaya pebisnis sukses anak sultan masak anaknya montir sama anaknya sultan kan itu lucu,
Saya pribadi mengucapkan terimakasih banyak bisa merubah Amel lebih baik tapi kan nak Randy tau sendiri ibarat kata jauh langit sama bumi lagian Amel sudah saya rencanakan untuk dijodohin dengan anak teman saya anak dari salah satu pengusaha sukses yang tentu itu setara dengan kita,
Namun kalau Amel dengan nak Randy maaf saya belum bisa menyetujui dan tidak akan menyetujui nak Randy dengan anak saya. jadi, saya mohon sekali sebelum saya bertindak kasar lebih baik jauhi Amel agar nak Randy tidak sakit hati ke belakangnya, faham nak Randy" terang pak Syaiful panjang lebar yang membuat hati Randy menjadi sakit
Dia sadar bahwa hal ini pasti akan terjadi pada dirinya namun apalah daya cinta membutakan semuanya dan kini dia harus menanggung rasa sakit itu Randy paling tidak suka jika berbicara tentang harta apalagi tentang profesi orang tua dirinya paling tidak suka itu.
Iya, kini dia harus sadar bahwa dirinya siapa dan dia siapa harus di akui Randy memang tidak sederajat dengan Amel dia tidak pantas jika mempunyai hubungan dengannya namun apalah daya nasi sudah menjadi bubur kini dirinya harus mengubur dalam-dalam rasa itu meski ada yang tersakiti antara mereka,
Kini pupus lah harapan Randy untuk bisa bersama dengan Amel padahal Amel sendiri sudah terlanjur nyaman dengan orang tua Randy begitu pula sebaliknya namun kini mereka harus pisah jalan seiring dengan penolakan pak Syaiful yang secara halus namun dengan tegas hingga membuat hubungan itu harus segera di akhiri
"Ingat ya Rand, jangan sampai saya bertindak yang tidak-tidak" kata pak Syaiful lagi memperingati Randy akan perkataannya yang tadi sedangkan Randy sendiri hanya bisa menarik nafas dalam-dalam seraya mengeluarkannya lewat mulut dia coba tahan rasa itu agar tidak kelihatan oleh Amel dan mamanya yang begitu berharap pada dirinya,
Tak lama dari itu Amel dan mamanya datang dan suasana kembali normal pak Syaiful bertindak seakan dia menyukai Randy di depan anaknya begitu juga dengan Randy yang bertindak seakan tidak terjadi apa-apa pada dirinya tadi sungguh Randy sangat muak dengan sandiwara tersebut berpura-pura bahagia seakan tidak terjadi apa-apa
"Serius banget ngobrolnya" ucap Bu Hana membuat pak Syaiful sedikit kaget dia takut kalau istrinya tersebut mendengar perkataannya terhadap Randy tadi, sedangkan Amel yang ada di belakangnya langsung menaruh minuman dan makanan ringan
"Iya nih ma, seru ngobrol dengan nak Randy" kata pak Syaiful dengan raut wajah bahagia semua itu hanya kedok agar ancaman tadi tidak di ketahui oleh istri dan anaknya
"Iya kan nak Randy" katanya lagi seraya menyapa Randy yang sedikit di tekuk wajahnya dia seakan tidak sanggup untuk menahan semua rasa itu
"Iya pak" cuma kata itu yang keluar dari mulut Randy yang disertai dengan senyuman selebar mungkin agar semuanya tidak curiga dengan apa yang terjadi padanya tadi seraya meminum apa yang ada di depannya untuk mencairkan suasana,
Sedangkan Amel sendiri merasa bahagia akan kedekatan papanya dengan Randy firasatnya selama ini ternyata salah yang mana dia menyangka kalau papanya tidak akan menyukai Randy karna faktor ekonomi
Namun ketika melihat apa yang terjadi ternyata semuanya salah papanya nampak begitu menyukai Randy wajah Amel begitu berseri-seri menandakan bahwa dirinya begitu bahagia dengan apa yang terjadi,
Namun sayang kenyataannya berkata lain Amel tidak mengetahui apa yang terjadi yang sebenarnya apa yang dia lihat tak seperti itu semuanya hanya kedok agar Amel merasa bahagia,
Dengan kedatangan Amel dan mamanya tadi suasana kembali cair lagi yang tadi sempat tegang dengan perkataan pak Syaiful kini semuanya kembali normal bahkan gelak tawa pecah diantara mereka ketika ada hal yang lucu, setelah agak lama berada di sana Randy nampak Randy mau pamitan kepada orang tua Amel namun di cegah oleh Bu Hana agar makan terlebih dahulu
"Jangan buru-buru nak makan dulu saya temenin" kata pak Syaiful yang nampak begitu perhatian terhadapnya, mendengar ajakan pak Syaiful tadi membuat Randy terpaksa mengiyakan ajakan tersebut,
Nampak di meja makan semua sudah tersedia makanan khas sultan yang tak pernah ada di rumah Randy palingan cuma setahun sekali itupun pas hari lebaran jika memang ada
"Di makan Rand" ucap Bu Hana seraya mengambil piring buat Randy sedangkan Amel langsung mengambil piring tadi dan mengamalkan Randy nasi serta yang lainnya yang membuat Randy tidak enak pada papanya karna Amel begitu perhatian terhadapnya
Nampak Randy mengetahui akan logat pak Syaiful yang tak menyukai sikap Amel tersebut terhadap Randy hingga membuat Randy malas untuk makan ketika dimakan pun semua terasa hambar meskipun makanan mahal khas sultan namun pas ketika sampai di kerongkongan Randy semua terasa hambar hingga membuatnya buru-buru untuk menghabisi makanan tersebut karna sudah tak betah lagi lama-lama di sana
"Loh kok makan sedikit Rand" kata pak Syaiful sok perhatian terhadap Randy
"Tidak terbiasa makan pagi om, biasanya kalau sarapan pukul sebelas" terang Randy ketika dirinya di tanya perihal mengapa dirinya makan sedikit
"Wah kalau disini itu sudah makan dua kali loh Rand" ucap Bu Hana dengan senyuman yang di sambut dengan senyuman pula oleh Randy,
Nampak Randy mulai gelisah duduknya dia sudah tidak sabaran lagi untuk pergi dari tempat tersebut tempat yang membuatnya hancur berkeping-keping yang memupuskan harapannya untuk bisa bersama dengan Amel, setelah semua selesai makan Randy nampak langsung pamit untuk pulang
"Kak, jangan bosan-bosan ya main kesini" kata Amel ketika Randy sudah pamitan terhadap orang tuanya nampak Amel dan pak Syaiful mengantarkan Randy keluar pas ketika nyampe di tempat motor Randy di parkir pak Syaiful berbisik
"Motor butut kayak gitu di bawa gimana mau deketin anak saya" bisik nya yang tak di ketahui oleh Amel, Amel sendiri menyangka kalau papanya sangat menyukai Randy hingga se akrab gitu sampai bisik-bisik segala,
Mendengar bisikan dari pak Syaiful tadi Randy hanya tersenyum sinis ingin rasanya dia memarahinya namun dirinya tak mempunyai keberanian yang tinggi karna pak Syaiful memainkan drama yang sangat bagus di depan Amel,
__ADS_1
Setelah pamit ke pak Syaiful dan Amel Randy langsung menjalankan motornya secepat mungkin dia tidak ingin berlama-lama berada di sana waktu sejam berada di sana seakan puluhan jam bagi Randy,
Nampak air mata mulai berlinang di kelopak mata Randy hatinya begitu teriris mengingat perkataan pak Syaiful tadi semua perkataannya terekam jelas di pikirannya hingga membuatnya berteriak sekuat mungkin di tengah-tengah dia berkendara