
Sejak kematian orang tuanya Randy begitu sibuk dengan bengkelnya kini dia sekarang yang mengambil alih pekerjaan itu bahkan dia sendiri sadar bahwa dirinya harus banting tulang untuk menghidupi keluarganya dia tidak ingin keluarganya kesusahan,
Namun meski begitu bengkel Randy tiap harinya tidak pernah sepi dengan pelanggan bahkan jika terus demikian dia harus merekrut karyawan baru namun itu masih belum kepikiran soalnya Randy sendiri dan yang lain masih bisa menghandle semuanya,
Suatu hari ketika waktu masih menunjukkan pukul setengah delapan ketika Randy sedang asyiknya dalam pekerjaannya tiba-tiba ada mobil Alphard datang ke bengkelnya, namun Randy acuh tak acuh akan kedatangan mobil tersebut perkiraannya mobil yang mau di perbaiki juga hingga akhirnya sang empunya turun dan langsung berteriak
"Kemana Randy" teriak sang empunya mobil yang tak lain dan tak bukan adalah pak Syaiful hingga suaranya terdengar ke dalam rumah Randy yang membuat Syifa kaget dan langsung pergi ke luar melihat apa yang terjadi,
Sedangkan Randy sendiri yang mengenali suara tersebut langsung menoleh ke arahnya
"Ada apa pak, kok datang langsung teriak-teriak punya sopan santun nggak" tanya Andre menghampiri pak Syaiful yang sedang marah
"Eh kamu bicara sopan santun kepada saya, suruh majikan kamu untuk jaga sopan santunnya" teriak pak Syaiful lagi seraya menunjuk ke arah Andre berada
"Ada apa Om" sapa Randy seraya mengambil kain dan membersihkan tangannya yang kotor dengan oli
"Dre kamu lanjut kerja aja biar ini urusan aku" pinta Randy seraya menyuruh Andre untuk kembali ke pekerjaannya
"Heh kamu ngomong apa sama Amel, ingat ya meskipun kamu ngomong ke Amel Jagan berharap restu dari saya, kalau kamu tidak meninggalkan Amel dalam waktu dekat ini, maka akan aku tutup bengkel ini"
Ancam pak Syaiful dengan teriakannya seraya menunjuk-nunjuk kepada Randy berada, sedangkan Randy yang merasa tidak ngomong apa-apa kepada Amel menjadi heran
"Om lebih baik duduk dulu kita bicarakan dengan kepala dingin tidak baik berteriak kayak gitu"
"Nggak usah sok baik di depan aku kamu sengaja kan dekat dengan Amel supaya bisa morotin anak saya kan, ngaku aja kamu" terka pak Syaiful tanpa basa-basi yang membuat Randy sedikit tersinggung namun dia tak menampakkannya kepada pak Syaiful,
Disisi lain Syifa yang melihat dari kejauhan menjadi tidak tega terhadap perlakuan pak Syaiful terhadap kakaknya tersebut sedangkan adik-adiknya yang lain memeluk Syifa ketakutan hingga akhirnya dibawa kedalam takut malah membuat adiknya trauma
"Gini ya pak..." kata Randy berusaha menjelaskan sesuatu
"Alah cukup, ini ada cek kosong kamu isi berapapun yang kamu pinta asalkan kamu jauhi anak saya mulai sekarang atau malah kamu akan menyesal nantinya"
Kata pak Syaiful seraya menyerahkan cek tersebut kepada Randy yang membuat Randy naik darah karna merasa di lecehkan oleh perbuatan pak Syaiful tadi, Randy langsung mengambil cek tersebut dan merobeknya di depan pak Syaiful
"Pak aku nggak butuh uang bapak, dan ingat iya pak jangan cuma nyalahin saya salahkan juga anak bapak" teriak Randy yang tak kalah kerasnya yang mulai naik darah karna sedari tadi dia terus di bentak oleh pak Syaiful
Sedangkan Faris dan Andre langsung waspada takut terjadi yang tidak di inginkan mereka berdua langsung menghentikan pekerjaan mereka
"Lebih baik bapak pergi sekarang" bentaknya sambil mengusir pak Syaiful yang membuat pak Syaiful wajahnya memerah karena marah atas tindakan Randy tadi pak Syaiful langsung pergi dengan mobil Alphard nya
"Pagi-pagi udah bikin masalah" gerutu Randy seraya duduk di kursi depan bengkelnya tersebut
"Emang ada masalah apa Rand" tanya Andre sambil duduk di dekat Randy berada
"Tau Dre biasa kalau orang kaya, dia tuh orang tuanya Amel, dia nggak suka aku pacaran sama Amel" kata Randy menjelaskan sedikit duduk perkara yang terjadi pada dirinya
"Udah Rand jangan di ambil hati orang kaya mah kaya gitu rata-rata sombong semua" kata Faris yang berada di samping kiri Randy seraya menenangkan pikiran Randy yang kacau balau tersebut, disisi lain Syifa yang mengetahui kalau pak Syaiful pergi dari rumahnya
"Cak, ada apa cak" tanya Syifa khawatir dengan keadaan kakaknya
"Sudahlah nggak usah di perpanjang intinya semuanya sudah selesai lebih baik kamu bawa Salsa dan si kembar ini main takut mereka trauma dengan kejadian tadi" kata Randy seraya menyuruh Syifa sedangkan Syifa sendiri yang mengerti akan keadaan tersebut tak mau berpikir panjang dia langsung pergi membawa adiknya main ke rumah tetangga
Hari terus saja berlalu siang malam silih berganti matahari dan bulan saling bergantian dalam melaksanakan tugasnya dari sang ilahi begitu pula sang insan yang di kasih kewajiban oleh sang ilahi sebanyak lima kali yaitu berbentuk sholat lima waktu
Sedangkan dulu ketika nabi Muhammad Mi'raj dari bumi ke Sidratul Muntaha yang di dampingi oleh malaikat Jibril hingga akhirnya nabi Muhammad nabi yang paling mulia bisa bertemu langsung dengan Allah tanpa dia harus meminta tapi dia di undang langsung oleh Allah dengan tragedi kejadian luar biasa yang di sebut Isro' Mi'raj nabi Muhammad,
Di Sana Allah menyambut kedatangan nabi Muhammad dengan baik dengan memberi doa keselamatan terhadap nabi Muhammad dan juga menyanjungnya karna nabi Muhammad sendiri adalah nabi yang paling mulia dan menjadi kekasih Allah,
Sedangkan nabi Muhammad sendiri yang mendapat pujian tersebut dari Allah langsung dia tak langsung berbunga-bunga hatinya dengan mengatakan iya,
Tapi melainkan dia juga memberi doa terhadap dirinya dan juga hamba-hamba-Nya yang Sholeh semua dialog antara nabi Muhammad dengan Allah tertuang dalam bacaan dari rukun sholat,
Setelah itu Allah memerintahkan nabi Muhammad sholat sebanyak lima puluh waktu namun setelah bertemu dengan nabi Isa beliau nabi Muhammad di suruh kembali kepada Allah untuk meringankan kewajiban tersebut
Hingga akhirnya Allah meringankannya menjadi empat puluh lima dan ketika bertemu lagi dengan nabi Isa beliau nabi Muhammad di suruh balik lagi dengan alasan yang sama yaitu umat nabi Muhammad yang rata-rata orangnya kecil-kecil ketimbang umat terdahulu dahulu maka tidak akan mampu mengemban kewajiban tersebut
Hingga akhirnya membuat nabi Muhammad balik lagi minta keringanan terhadap Allah dan di kurangi lagi lima menjadi empat puluh namun kejadian serupa terjadi lagi ketika bertemu dengan nabi Isa beliau disuruh balik lagi
Dan begitulah seterusnya hingga akhirnya sholat yang tadinya lima puluh waktu kini berubah menjadi lima waktu itupun oleh nabi Isa disuruh balik lagi karna merasa umat nabi Muhammad tidak akan mampu melaksanakan kewajiban tersebut
Namun nabi Muhammad menolaknya karna merasa malu terhadap Allah yang terus bolak-balik sedari tadi
Namun meski begitu sholat yang tadinya lima puluh waktu dan berbuah menjadi lima waktu pahalanya tetap sama dengan yang lima puluh waktu itulah keistimewaan dari ummat nabi Muhammad
__ADS_1
Kejadian luar biasa terhadap nabi Muhammad yang berupa Isro' Mi'raj tersebut tidak pernah terjadi sebelum nabi Muhammad dan tidak akan pernah terjadi setelah nabi Muhammad karna itu adalah salah satu mukjizat dari nabi Muhammad yang bisa bertemu langsung dengan Allah tanpa harus memintanya,
Dari kejadian tersebut maka di wajibkan lah sholat bagi ummat nabi Muhammad sebanyak lima kali yaitu Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isyak, dan Subuh dan sholat inilah kelak yang akan di pertanggung jawabkan pertama kalinya nanti sholat inilah yang akan di hisab terlebih dahulu karna sholat adalah tiangnya agama,
Sungguh rugi jika seseorang meninggalkan sholat hanya karna mengejar harta yang itu tidak akan di bawa mati olehnya,
Waktu itu Randy dan Syifa yang lagi menonton TV sedangkan adik-adiknya yang lain sudah tidur di kamarnya di kejutkan dengan deringan bunyi HP yang bertanda ada yang nelepon,
Ketika di liat ternyata Amel yang meneleponnya hingga membuat Randy males untuk mengangkat telepon dari Amel, setelah tiga kali nelepon tidak di angkat oleh Randy nampak ada SMS masuk dari HP Randy setelah di lihat di layar HP-nya pesannya berbunyi
"Cak maaf ganggu cuma ingin ngasih tau kalau dua hari lagi ujian akhir semester jadi kalau bisa besok masuk" begitulah bunyi SMS yang di kirim dari Amel namun tak di bales oleh Randy,
Randy nampak tersenyum ketika membaca SMS tersebut bukan karena SMS nya yang romantis atau dari orang yang disukai melainkan Amel kini tak memanggilnya sweetie lagi seperti sebelum-sebelumnya nampak dia sudah move on darinya,
Disisi lain Amel yang tak kuasa menahan semua itu tangisnya menjadi pecah karna selalu dapat tekanan dari bapaknya untuk selalu meninggalkan Randy dan mengancam akan mencelakakan keluarga Randy jika masih berusaha untuk bertemu dengan Randy membuat Amel mau tak mau harus meninggalkan Randy dan melupakannya demi kebaikan Randy
Tiap hari tiap malam dia selalu menghabiskan hari-harinya di dalam kamarnya dengan menangis sedangkan mamanya sendiri tidak bisa berbuat banyak tentang apa yang terjadi terhadap masalah yang di hadapi oleh anaknya
Dirinya cuma patuh terhadap perintah suami meskipun semua itu tidak benar menurutnya namun apalah daya dia hanya seorang istri yang tak berdaya dan harus nurut apa yang di katakan oleh suaminya,
Keesokan harinya ketika matahari telah menampakkan sinar keemasan di ufuk timur Randy langsung mandi untuk bersiap-siap ke sekolah karena sudah dua Minggu Randy tidak masuk sekolah karna sibuk dengan pekerjaannya di bengkel,
Setelah selesai siap-siap Randy langsung memacu motor Supra bekas milik orang tuanya yang tak pernah dia pakek kecuali dalam keadaan genting dan sekarang dia pakek setelah bapaknya meninggal hingga tak terasa Randy sudah berada di di tempat parkiran sekolah,
Di sana Randy langsung di sambut hangat oleh rekan-rekan kelasnya ada yang memeluknya ada juga yang hanya menyambutnya dengan uluran tangan mereka nampak memberi semangat kepada Randy setelah apa yang terjadi padanya,
Sedangkan Amel yang mengetahui kedatangan Randy langsung pergi menemuinya nampak dari penampilan Amel tidak ada yang berubah sedikitpun dia masih menggunakan jilbab seperti apa yang dia suruh sebelumnya
"Kenapa kamu aku telepon nggak di angkat aku SMS nggak di bales" tanya Amel seraya duduk di samping Randy seraya melihat kearahnya sedangkan Randy sendiri hanya melihat ke depan
"Lihat sini" kata Amel lagi seraya memang bahu Randy dan menyuruhnya untuk menghadap ke arahnya berada, setelah Randy melihatnya Amel masih dengan pertanyaan yang sama dengan alis yang sedikit di naikkan
"Lebih baik kamu jauhi aku Mel, darai pada keluargaku yang menjadi korban kekejaman bapak kamu" pinta Randy
"Baiklah kak, aku ngerti sekarang kakak tidak mau berjuang demi aku dan aku memaklumi semua itu karna kakak sayang dengan keluarga kakak, tapi boleh nggak aku minta meluk kakak untuk yang terakhir kalinya"
Kata Amel dengan nada Melo hingga membuat Randy merasa nggak nyaman jujur Randy masih sayang dengan Amel namun apalah daya keadaan memaksa mereka harus berpisah,
Mendengar permintaan Amel tadi Randy sendiri yang mengambil inisiatif untuk memeluk Amel, setelah puas memeluk Amel Randy melepaskannya seraya mengusap air mata yang mengalir dari diri Amel kemudian Amel memeluk lagi untuk yang kedua kalinya,
"Gimana kabarnya anak-anak sehat" tanya pak Dayat mengawali pembicaraannya
"Alhamdulillah sehat pak" jawab semua siswa kompak
"Randy, kami ikut bela sungkawa ya atas meninggalnya orang tua kamu yang secara mendadak" kata pak Dayat seraya melihat kearah Randy
" Iya pak terimakasih"
"Dan mohon maaf karna kemaren nggak bisa ke rumah kamu soalnya saya sakit hampir sepuluh hari" terang pak Dayat ketika cuma dirinya yang tidak hadir untuk menjenguk Randy yang berduka tersebut
"Ya pak nggak apa-apa, lagian sudah di kasih tau sama Bu Khusnul"
"Yang sabar Ya Rand, semua cobaan pasti ada hikmahnya" kata pak Dayat lagi
"Iya pak terimakasih"
"Oh iya besok ujian akhir semester apakah kalian sudah siap" tanya pak Dayat setelah memberitahu kalau besok akan di adakan ujian akhir semester di sekolahnya
"Siap pak" jawab mereka kompak
"Samsul, ini tulis jadwal ujiannya" pinta pak Dayat seraya menyerahkan selembar kertas folio yang berisi jadwal ujian tersebut, dan dengan semangat Samsul pergi ke depan untuk mengambil kertas tersebut,
Setelah menulis jadwal ujian pak Dayat langsung memberi kartu peserta ujian dan beliau memanggilnya satu persatu hingga akhirnya semua siswa sudah dapat bagiannya masing-masing
"Ingat kartu itu di bawa besok, kalau nggak di bawa kalian nggak bisa ikut ujian, mengerti" kata pak Dayat seraya memperingati
"Mengerti pak" jawab mereka kompak, setelah semua selesai, pak Dayat mengucapkan salam tanda bahwa siswa sudah boleh pulang di karenakan besok mau ujian,
Randy pun memacu motornya tanpa mempedulikan Amel yang terus memanggilnya berulang kali hingga akhirnya membuat Amel harus rela melepaskan orang yang dia cintai demi kebaikan bersama
"Sudah makan Dre" tanya Randy ketika sudah berada di bengkelnya
"Udah Rand dari tadi malahan" kata Andre yang masih sibuk dengan pekerjaannya, kemudian Randy pun juga larut dalam pekerjaannya juga
__ADS_1
"Rand nanti malam ada balapan liar" kata Andre yang begitu suka dengan balapan dia sering nonton ketika sedang waktu lowong dengan masih mengotak-atik mesin mobil
"Dimana tuh Dre" tanya Randy yang begitu penasaran seumur hidup Randy dia tidak nonton balapan liar tersebut
"Di jalan anggrek belakang gudang" ucap Randy lagi memberitahu
"Mau ikut nggak Rand, nanti saya sama Faris mau nonton ayok kalau mau ikut" ajak Andre yang membuat Randy menghentikan pekerjaannya dia nampak juga ingin nonton balapan tersebut namun disisi lain dia tidak ingin meninggalkan Syifa apalagi malam-malam kayak gitu
"Nggak tau Dre bingung, nanti kalau mau nonton telepon kamu" kata Randy, Andre yang mengerti akan keadaan Randy tidak berusaha untuk memaksa Randy untuk ikut
"Siap bos" ucap Andre dengan berlagak seperti hormat pada atasan
Tak terasa malam sudah tiba sudah menampakkan sinar gelapnya hingga membuat dunia hitam mencekam yang membuat orang tak leluasa dalam beraktivitas hanya di bantu dengan pancaran sinar lampu yang benderang dimana-mana,
Sejak kematian orang tua Randy, Randy tidak pernah lagi kerja malam dia sudah memfokuskan diri untuk kerja siang hingga dia bisa beristirahat jika malam hari dan menemani keluarga kecilnya karna sekarang dia menjadi ayah dari adik-adiknya
Namun melihat dari kedewasaan Randy, kesabaran Randy, dan keuletannya dalam mencari nafkah dia layak untuk di katakan sebagai orang tua meski dirinya masih remaja,
Hari terus saja berlalu tanpa terasa ujian yang mereka lakukan di sekolah SMP dan SMA Nurul Huda telah di lalui sejak tiga hari yang lalu nampak semua siswa kebingungan ketika membaca soalan yang di berikan oleh guru tersebut
Namun ada juga yang mengerjakannya dengan santai hingga mereka merasa lega ketika ujian terus berlanjut sampai selesai karna ujian yang mereka lalui hanya seminggu dan dalam seminggu tersebut mereka sangat di pusingkan dengan ujian-ujian tersebut membuat rambut mereka seakan mau botak karna memikirkannya,
Suatu hari ketika Randy selesai melakukan ujian dia langsung menemui pak Hendra selaku kepala sekolah SMA Nurul Huda untuk membicarakan kelanjutan sekolahnya
"Assalamu'alaikum" kata Randy yang berada di depan kantor SMA
"Wa'alaikum salam" ucap seseorang yang berada di dalam kantor
"Masuk" lanjutnya lagi, mendengar perkataan tersebut Randy langsung membuka pintu kantornya dan masuk kedalam di sana sudah ada kepala sekolah sekaligus guru-guru yang lain
"Ada apa Rand" tanya seorang guru yang tak lain namanya pak Eko
"Ada perlu sama pak Hendra" jawab Randy sambil menundukkan kepalanya
"Ada apa Rand, duduk sini" kata pak Hendra seraya menunjuk ke kursi yang ada di depannya di tengah-tengah mereka ada kursi
"Gini pak, mungkin sampeyan dan guru-guru yang lain sudah tahu tentang masalah saya yang mana kemarin saya dapat musibah, kedua orang tua saya meninggal secara bersamaan,
Maka dari itu saya pribadi ingin untuk sementara waktu tidak melanjutkan sekolah saya karena saya mau fokus dulu ke keluarga saya di sana saya mempunyai tanggung jawab adik-adik saya yang masih kecil jadi saya mohon minta kesediannya untuk istilahnya itu berhenti dari sekolah tapi bukan berarti saya berhenti total cuma saya tidak ingin melakukan aktivitas lagi di sekolah
Nanti pada saatnya saya akan kembali lagi ke sekolah ini dalam waktu yang tidak ditentukan harapan saya supaya tidak mencoret nama saya dari sekolah ini karena suatu saat nanti saya akan balik lagi" terang Randy panjang lebar tentang maksud tujuannya menghadap ke kepala sekolah
"Maksudnya kamu tidak mau berhenti tapi tidak mau masuk sekolah karena mau fokus ke keluarga kamu gitu" tanya pak pak Hendra
"Lebih tepatnya kayak gitu pak soalnya kalau saya masih melanjutkan sekolah saya maka saya kasihan sama adik-adik saya yang masih kecil ada yang masih umur tiga tahun ada yang masih umur lima tahun yang satunya lagi kembar pak,
Jadi kalau seandainya saya melanjutkan sekolah ini maka adik-adik saya nggak ada yang jaga mungkin untuk saat ini saya tidak mau melanjutkan lagi, cuma nanti saya akan balik lagi ke sekolah ini jika adik saya sudah besar seperti apa yang kata bapak bilang.
Saya tidak ingin masuk lagi ke sekolah ini tapi bukan berarti saya berhenti dari sekolah ini gitu pak" kata Randy lagi
"Sebelumnya saya mau bilang bela sungkawa terhadap kamu Rand, maaf karna kemarin saya belum sempat untuk menjenguk kamu, mengenai masalah kamu tadi saya mengerti akan keadaanmu yang sekarang
Tapi gini Rand jika kamu memang tidak mau masuk lagi ke sekolah dalam artian tidak berhenti maka kamu tidak akan naik kelas sampai kamu akan balik lagi ke sekolah ini nantinya jika kamu tidak masuk akan dikasih alpa terus kamu tidak akan naik kelas juga" kata pak Hendra mengingatkan
"Iya pak nggak apa-apa meskipun saya harus tidak naik kelas asalkan nama saya tidak dicoret dari sekolahan ini" tandasnya Randy lagi
"Ya sekarang terserah kamu itu Rand, kamu juga mempunyai tanggung jawab yang lebih besar di sana sekarang kamu sudah menjadi orang tua dari adik-adik kamu jadi ya gimana baiknya lah kami sebagai guru-guru akan mendukung semua apa yang kamu inginkan" kata pak Dayat selaku wali kelas Randy
"Sekarang kami sebagai kepala sekolah SMA disini kami mengizinkan kamu untuk tidak mengikuti kegiatan belajar bersama artinya kamu boleh tidak masuk sekolah tapi nama kamu tetap ada, ini semua demi kebaikan kamu kami mohon gunakanlah kesempatan ini sebaik-baiknya mungkin nanti kami harap kamu akan balik lagi ke sini secepatnya" kata pak Hendra itu apa yang diinginkan oleh Randy
"Iya pak terima kasih atas kesempatan yang bapak kasih kepada saya" kata Randy lagi
"Ada yang bisa kami bantu lagi tanya" pak Hendra
"Tidak pak cuma itu" kata Randy
"Kalau gitu saya mohon pamit pak"
"Oh iya silakan"
"Terima kasih banyak pak Assalamualaikum" ucap Randy mengakhiri pembicaraannya dengan pak Hendra seraya mengucapkan salam dia tak lupa untuk sungkeman terhadap beliau dan juga guru-guru yang ada di sana
Namun ketika sungkeman ada juga salah satu dari gurunya yang memberikan motivasi kepada Rendy supaya untuk tegar dalam menghadapi cobaan untuk tetap sabar dalam menghadapinya Randy yang mendengarkan itu cuma mengangguk dengan menyunggingkan senyumnya,
__ADS_1
Kini Randy merasa lega setelah apa yang dia inginkan tercapai kini dia harus fokus untuk keluarga kecilnya, Randy terus melangkahkan kakinya meninggalkan kantor tersebut menuju tempat parkiran nampak semua kendaraan sudah tidak ada lagi kecuali miliknya dan guru-guru yang masih belum pulang hanya miliki Randy yang tersisa
Setelah itu Randy langsung menyalakan motornya dan mengendarai nya dengan keadaan standar hingga akhirnya dia sudah nyampe pada halaman rumahnya tempat kelahirannya