
Waktu terus saja berlalu detik yang terus berputar dengan cepat berubah menjadi menit
Begitu pula dengan menit yang berputar seiring dengan berjalannya detik akhirnya berubah menjadi jam
Hingga tak terasa hari sudah mulai sore waktu itu Randy yang sedang sibuk menyiapkan sesuatu untuk nanti malam tiba-tiba Alin menangis sejadi-jadinya hingga membuat dirinya langsung berlarian menuju Alin berada
Nampak di sana Alin sedang jatuh tersungkur hingga membuat lututnya berdarah dan membuat Alin sulit untuk berjalan hal tersebut membuat Randy semakin sulit untuk membantu adiknya menyiapkan sesuatu untuk acara nanti malam
Hari nampak semakin gelap jam dinding terus saja bergerak tak terasa adzan Maghrib sudah selesai berkumandang membuat Randy langsung pergi ke kamar mandi setelah adiknya Alin sudah diam tak menangis lagi
Setelah selesai mengambil wudhu nampak di sana dia sudah di tunggu oleh ketiga adiknya untuk sholat berjamaah sedangkan Salsa sendiri malah duduk diam di samping Syifa karena dirinya tak bisa berdiri lama karna lututnya yang sedang sakit
Setelah selesai sholat Randy tak lupa berdzikir dan membaca surat Fatihah yang di khususkan untuk kedua orang tuanya serta berdoa demi kebaikan dunia dan akhiratnya,
Randy nampak begitu khusuk dalam berdoa membuat dirinya teringat akan kedua orang tuanya dan tak terasa air mata menetes lewat pipinya
Namun dengan segera dirinya menyeka air mata tersebut dia tidak ingin Syifa menjadi khawatir akan dirinya
Setelah membaca doa Randy langsung melakukan sholat Sunah yaitu sholat Sunah setelah solat Maghrib karena ini sangat di anjurkan oleh nabi Muhammad bahkan termasuk Sunah hampir mendekati wajib karena sering di kerjakan oleh nabi Muhammad yang tak lain adalah sholat Sunnah rawatib
Yang mana jumlahnya terdapat dua belas rakaat yang berbeda perinciannya yaitu empat rakaat sebelum shalat Dzuhur, dua rakaat setelah sholat Dzuhur, dua rakaat setelah sholat Maghrib, dua rakaat setelah sholat Isyak dan dua rakaat sebelum sholat Subuh
Barang siapa yang mengamalkan sholat Sunah rawatib tersebut maka dia di bangunkan sebuah tempat di dalam syurga itulah keutamaan orang yang melakukan sholat Sunah rawatib
Maka dari itu perbanyaklah untuk berbuat baik terlebih jangan sampai tinggalkan sholat karena amal ibadah sholat adalah hal yang paling pertama nantinya yang akan di hisab karena sholat termasuk tiang agama
Setelah melakukan sholat Sunah Randy kembali dengan kegiatan yang rutin dia lakukan yaitu mengajari adiknya mengaji setelah selesai belajar ngaji Randy mengajari niat sholat mulai dari Dzuhur sampai Subuh juga termasuk bacaan dalam sholat
Hal itu Randy lakukan agar adiknya bisa cepat faham dengan cara mereka beribadah terlebih dalam sholat yang harus menggunakan mukena jika seseorang muslimah
Karena itu termasuk dari aurat perempuan yang mana aurat perempuan yang wajib di tutupi semua badan kecuali wajah dan telapak tangan
Selain itu adalah aurat begitu pula dengan rambut meski hanya selembar maka tidak sah sholat seseorang muslimah jika rambutnya terlihat begitu pula Randy mengajari adiknya hal-hal yang membatalkan wudhu dan sholat
Seperti halnya bergurau, berbicara, dan bergerak dengan keras
Kecuali termasuk rukun sholat dan hal-hal yang membatalkan wudhu
Seperti halnya keluar sesuatu dari ***** dan Qobul dan menyentuh salah satu Qabul dan *****, tidur, dan menyentuh laki-laki atau perempuan yang bukan mahram
Hal tersebut sering di ingatkan oleh Randy sedari dini agar terekam dengan kuat dalam ingatan mereka
Karena jika kita belajar waktu masih kecil bagaikan melukis dia atas air sulit namun pasti ada hasilnya namun jika belajar di waktu sudah tua seperti halnya melukis di atas air meski bisa itu cepat hilang
Hingga tak terasa adzan Isyak sudah berkumandang yang membuat Randy menghentikan segala aktifitasnya dan menjawab lantunan suara adzan tersebut
Setelah melaksanakan sholat Isyak dan tak lupa dengan sholat Sunnahnya Randy langsung bangkit dan menuju ruang tengah yang di jadikan ruang tamu nampak di sana sudah ada om Raihan yang tak lain adalah pamannya randy
"Sudah lama Om" tanya Randy seraya sungkeman terhadapnya
"Baru aja tiba" jawab beliau Serua menyambut uluran tangan Randy
Mereka terus saja berbincang hingga tak lama dari itu mobil Fortuner putih berhenti di depan rumah Randy yang memang sudah di tunggu oleh Randy
"Assalamu'alaikum" sapa Om Faisal yang di awali dengan mengucapkan salam yang di sambut oleh Om Raihan yang berada di dalam
"Silahkan masuk pak" kata Om Raihan setelah menjawab salam dari pak Raihan tadi nampak kali ini Om Faisal membawa keluarganya yang tak lain adalah anaknya sendiri yang termasuk saudara Shofi
Setelah duduk Om membuka pembicaraan mereka kemudian berlanjut dengan sendirinya hingga akhirnya Om Faisal berkata
"Gini pak, maksud kedatangan kami disini yang pertama yaitu silaturahmi yang sudah lama tidak terjalin dan yang kedua untuk meminta Randy buat anak saya Shofi berhubung Randy sudah tidak mempunyai orang tua lagi maka meminta izin kepada pak Raihan sebagai ganti dari bapaknya Randy
Sekiranya bapak berkenan kami sangat senang sekali" kata Om Faisal yang membuat Randy kaget dia tak menyangka kalau dirinya akan ditunangkan secepat ini dengan Shofi meski di hati kecilnya dia sangat bahagia dengan semua itu
"Kalau saya pribadi pak, setuju saja terlebih jika Randy juga menyetujuinya karena yang penting sekarang adalah Randy, kalau saya terserah Randy" kata pak Raihan berpendapat
"Nggak pak soalnya gini, kalau Randy pastinya nerima dengan permintaanku soalnya jika Randy yang minta terlebih dahulu maka dia akan kesulitan untuk mencari sesepuh sebagai penyambung lidah untuk mengikat hubungan ini
Namun jika saya meminta Randy duluan terlebih buat Shofi maka saya tak perlu lagi cuma langsung datang kesini yang ngomong langsung ke sampean dan harus pamit terlebih dari kepada orang yang di anggap sepuh dalam keluarga Randy dan dalam hal ini adalah bapak Raihan" kata pak Faisal panjang lebar
"Kalau saya sendiri pak jika Randy setuju saya juga setuju" kata pak Raihan
"Gimana Rand kamu setuju tunangan dengan Shofi" tanya pak Raihan sambil menoleh ke arah Randy berada sedangkan Randy sendiri hanya tersenyum dan mengangguk bertanda dia setuju dengan semua itu
"Karena Randy setuju otomatis saya ikut setuju pak" kata pak Raihan menambahkan
"Berarti mulai sekarang Randy dan Shofi sudah sah tunangan" tanya pak Faisal meyakinkan
"Iya pak" ucap pak Raihan dengan menganggukkan kepalanya,
Sedangkan Randy sendiri bahagia bukan main karena ini seakan menjadi hadiah kecil dari Allah sebagai buah dari kesabarannya selama ini dalam menghadapi segala cobaan dari Tuhannya
"Tapi Om boleh nanya gak" kata Randy yang hendak bertanya kepada Om Faisal
"Apa" kata Om Faisal seraya menatap ke arah Randy
"Apa yang membuat om Faisal dan keluarga yakin dengan saya sedangkan saya hanya orang yatim piatu dan tak punya apa-apa" tanya Randy dengan menundukkan kepalanya karena takut untuk melihat ke arah Om Faisal secara langsung
"Karena kamu orang yang baik Rand, bertanggung jawab dan kami tidak butuh orang yang kaya kami butuh orang yang bisa membimbing anak kami ke jalan yang di Ridhoi oleh Allah dan itu ada pada diri kamu" jawab Om Faisal yang membuat Randy sedikit lega
Setelah acara selesai kemudian Syifa membawa makanan yang di bantu oleh Shofi nampak dari raut wajah Shofi terpancar kebahagiaan yang sangat dalam Randy sendiri baru melihat wajah Shofi yang seperti ini termasuk juga keluarganya
Dia nampak beruntung memiliki mantu seperti Randy entah apa yang di harapkan darinya sedangkan Randy sendiri kalau di lihat dari kasta jauh lebih rendah ketimbang keluarganya
Namun sayang Om Faisal tak memandang dari segi harta tapi dari segala aspek termasuk Randy orangnya Sholeh taat ibadah hal itulah yang menjadi nilai plus bagi Randy di mata Om Faisal
"Untuk masalah pernikahannya tentukan nanti di lain waktu" kata Om Faisal setelah selesai makan nampak mereka masih berbincang sedikit tentang kelurga masing-masing antara keluarga Om Faisal dan juga Om Raihan
"Ya sudah pak kami pulang duluan, terima kasih atas waktunya" kata Om Faisal seraya berdiri dan bersalaman kepada Om Raihan
"Ya pak sama-sama terimakasih juga atas kunjungannya di rumah sederhana ini" ucap Om Raihan menyambut uluran tangan dari Om Faisal tadi
"Rand, jangan coba-coba cari yang lain ya" kata Om Faisal bergurau mengingatkan Randy agar tidak coba-coba untuk selingkuh dari Shofi
"Wah kalau itu bukan tipe saya Om" ucap Randy di perjalanannya mengantarkan Om Faisal keluar rumahnya
Setelah keluarga Om Faisal pulang nampak Om Raihan berbincang sedikit mengenai hubungan Randy dengan Shofi dia begitu kagum Randy bisa mendapatkan cewek cantik, kaya, nan baik hati seperti Shofi
__ADS_1
Namun bukan hanya Shofi yang baik keluarga Shofi juga ramah dan tidak sombong Randy hanya tersenyum mendapat pertanyaan seperti itu dari Randy, baginya kunci dari semua itu adalah sabar menghadapi semua cobaan
Maka Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik jika kita bersabar dengan apa yang di berikan oleh Allah namun sebaliknya jika kita ingkar maka hamba tersebut termasuk yang celaka
Setalah lama berbincang dengan Randy nampak Om Raihan juga pamit pulang dan tak lupa juga dia mengingatkan untuk tidak berpuas diri dulu setelah apa yang di inginkan sudah tercapai
Mendengar petuah itu Randy hanya mengangguk dengan takzim dan tak lupa dia sungkeman terhadap pamannya tersebut ketika hendak ingin pulang
Hari terus saja berlalu jam terus saja berputar hinga tak terasa siang dan malam silih berganti seakan tak lelah untuk mengitari bumi yang selalu memberi kehidupan bagi sang hamba meski mereka selalu berbuat dosa dan melanggar atas perintah yang di tetapkan oleh Allah
Tak terasa sudah seminggu Randy tunangan dengan Shofi namun meski begitu di sekolah tidak ada yang tau mengenai pertunangan tersebut yang mereka tau adalah Randy dan Shofi pacaran bukan tunangan
Meski begitu mereka terus saja semakin lengket bak sebuah perangko yang tak bisa di pisahkan namun mereka masih ingat terhadap Syifa jika mereka sedang bertiga
Waktu itu setelah tim inti dari pemain futsal sudah di tentukan sedangkan pak Harun membentuk dua tim karena khusus untuk tuan rumah boleh mengirim perwakilan sampai dua tim dan kesempatan ini juga yang di ambil oleh pak Harun hingga dirinya membentuk dua tim
Nampak dari tim tersebut pak Harun membaginya dengan kemampuan yang merata Randy yang di duetkan dengan Fery di depan tergabung di tim A sedangkan tim B juga tak kalah mentereng bahkan tak jauh beda dengan tim A,
Setiap hari pak Harun terus memberi bimbingannya mengenai strategi yang akan dia pakai jika strategi yang pertama tak berjalan seperti yang sudah di rencanakan maka mereka menggunakan strategi yang kedua
Sedang semua siswa terus memperhatikan apa yang pak Harun bicarakan seakan mereka begitu serius dalam menyerap pelajaran dari pak Harun tadi
Setelah itu mereka latihan presing tinggi dengan langsung pada sebuah permainan dan satu persatu diantara mengalami perkembangan yang sangat pesat
Hingga membuat tim menjadi semakin padu kerja sama di antara mereka makin terlihat kompak seakan tidak ada yang egois semua demi kepentingan bersama
"Bagus kembangkan bakat kalian tunjukan bahwa kalian mampu melakukan yang lebih dari itu" kata pak Harun di sela-sela melatihnya
Hingga akhirnya latihan pun usai dan kini satu persatu di antara mereka ada yang langsung pergi ada juga yang masih berada di lapangan
Nampak di kejauhan sana Shofi mendekat ke arah Randy dengan membawa makanan dan minuman setelah nyampe Shofi malah menyuapi Randy minum hingga membuat mereka yang melihatnya iri terhadap Randy tak hanya itu Shofi juga menyuapi Randy makan makanan yang di bawanya tadi
"Capek nggak" tanya Shofi seraya melihat ke wajah Randy yang penuh dengan keringat
"Capek tapi ketika melihatmu capek ku hilang" ujar Randy yang membuat Shofi tersenyum ke arahnya
"Gombal" ucap Shofi seraya menonjok pelan ke arah bahunya Randy yang membuat Randy sedikit menjerit seakan ingin di perlakukan lebih kepadanya
Shofi terus saja menyuapi Randy Snack ketika di mulutnya sudah habis sesekali menyuapinya minum ketika Randy memintanya
"Ya udah aku mandi dulu" pamit Randy ketiak Snack yang di Shofi tadi tinggal sedikit dan keringat yang ada di badannya sudah mulai mengering
"Oh iya nanti Syifa pulangnya sama kmu soalnya nanti ada latihan setelah pulang sekolah" kata Randy memberi tahu Shofi yang hampir lupa untuk ngomongnya kepada Syifa sedangkan Shofi sendiri hanya mengangguk saja mengiyakan apa yang di pinta oleh Randy
Dia hanya melihat punggung Randy seraya memakan sisa dari Randy tadi setelah Randy hilang dari pandangan matanya Shofi bangkit dan pergi ke kelasnya dan tak lama dari itu bel masuk berbunyi
"Dari mana aja Siv" tanya Shofi ketika melihat kedatangan Syifa
"Pergi ke kantin dari pada liatin kalian bermesraan" ujar Syifa dengan wajah di tekuk seakan bete entah apa yang dia inginkan
Tak lama dari itu pak Haris yang mengajar sosiologi datang yang membuat semua siswa langsung duduk di kursi mereka masing-masing tak lupa pak Haris mengawali pertemuannya dengan membaca doa terlebih dahulu sebelum menerangkan materi yang dia bawa.
Setelah pulang sekolah nampak Shofi yang lupa ngasih tau ke Syifa membuat Syifa menunggu kedatangan kakaknya hingga akhirnya Shofi teringat ketika berpapasan di parkiran ketika mau pulang
"Siv kata cak Randy kamu di suruh pulang sama aku, soalnya cak Randy masih ada latihan katanya" ucap Shofi setelah membuka kaca mobilnya,
Disisi lain waktu itu Randy yang main nampak langsung menendang bola dengan kerasnya dari tengah lapangan dan tak bisa di tangkis oleh kiper membuat bola masuk nampak perasan takjub dari pak Harun ketika melihat tendang Randy yang keras tersebut membuatnya menggeleng-gelengkan kepalanya
Mereka terus saja berlatih sesuai dengan arahan dari pak Harun hingga akhirnya latihan pun usai ketika jam sudah menunjukkan pukul setengah dua siang tak terasa sudah sejam setengah mereka latihan dan mereka langsung bubar ke rumah masing-masing ketika pak Harun mengakhiri latihan tadi
"Rand kamu langsung pulang" tanya Fery ketika berada di parkiran
"Iya nih badan capek semua" jawab Randy seraya menunjukkan gestur tubuh yang kecapean
"Nanti malam aku main ke rumah kamu boleh" pinta Fery
"Iya elah cuma main doang kok pakek pamit, langsung aja ke rumah kan masih hafal rumah aku" kata Randy seraya bertanya pada Fery tentang lokasi rumah Randy
"Iya masih hafal kok"
"Ya udah langsung berangkat nanti lagian di rumah banyak anak-anak club di sana"
"Emang kamu punya club Rand" tanya Fery penasaran yang membuatnya tidak jadi untuk pulang
"Punya lah" jawab Randy simple
"Serius nih" tanya Fery lagi memastikan takut kalau Randy menipunya
"Sumpah nanti datang aja ke rumah"
"Ok tunggu saya di rumah kamu"
"Siap saya tunggu" setelah perbincangan mereka nampak mereka langsung memacu motornya masing-masing dan harus berpisah ketika nyampe di pertigaan
Ketika sampai di rumah Randy nampak Randy melihat mobil Shofi yang terparkir di depan rumahnya ketika masuk ke rumahnya di sana Randy menemukan Shofi yang seakan lagi capek
"Kenapa" tanya Randy seraya duduk di samping Shofi
"Capek" kata Shofi seraya tiduran di pahanya Randy nampak dia begitu nyaman berada di posisi tersebut sedangkan Randy hanya mengusap kepala Shofi
"Kamu tau nggak kenapa papa yang minta kamu buat aku bukan kamu minta aku" tanya Shofi dengan menatap wajah Randy yang berada di atasnya
"Emang kenapa" tanya Randy heran seraya menatap tajam ke arah Shofi yang berada di bawahnya
"Papa sampai sekarang merasa bersalah cak atas tragedi itu, makanya dia buru-buru minta kamu buat aku ketika tau kalau kamu pacar aku" jawab Shofi yang terus melihat ke arah Randy
"Kalau kamu sendiri kenapa suka sama aku" tanya Randy
"Nggak tau cak karena bagiku cinta tak butuh alasan, cinta dari hati yang membuka mata, bukan dari mata yang turun ke hati
Jika cinta dari mata turun ke hati maka itu namanya mandang fisik karena dia melihat dulu baru menilai tapi jika cinta dari hati menuju ke mata maka itu cintanya tulus karena hati yang berbicara yang membuat mata tak berhenti melihat" ucap Shofi dengan penuh kata-kata yang membuat Randy takjub terhadap Shofi yang sekarang kini menjadi tunangannya
"Kalau kamu kenapa suka sama aku" tanya Shofi balik
"Karena aku tau kamu tulus mencintaiku membuat hatiku tergerak untuk mencintai kamu juga"
"Tapi bukan karena fisik kan"
__ADS_1
"Banyak cewek cantik tapi tidak bisa membuat aku tertarik" kata Randy yang membuat Shofi tersenyum
"Sebenarnya Fi, kalau masalah papa kamu tidak nyaman sama keluarga kami sesudah dari tragedi itu saya sudah memaafkan Fi
Apalagi Om Faisal orangnya baik dia yang nanggung semua biaya mulai dari pemakaman sampai acara haul" ucap Randy
"Karena bapak jauh sebelum kecelakaan dia seakan memberi kode kepada kami" lanjutnya lagi
"Maksudnya gimana cak" tanya Shofi heran seraya bangkit dari tidurnya di paha Randy
"Ya udah sini tiduran lagi aku ceritain" ucap Randy seraya menepuk pahanya dua kali agar Shofi kembali tiduran di pahanya membuat Shofi tak perlu di suruh dua kali dia langsung melakukan apa yang di katakan oleh Randy tadi
"Dulu Fi sebelum kecelakaan" kata Randy memulai ceritanya yang mana dulu jauh sebelum bapaknya kecelakaan sudah berpesan untuk jangan bertengkar sesama saudara dan banyak lagi pesan yang di katakan oleh bapaknya Randy
Nampak Randy bercerita dengan detailnya termasuk ketika bapaknya berpesan kalau umurnya tidak bakalan lama lagi semuanya Randy ceritain hingga tak terasa Shofi tertidur di pahanya Randy yang membuat Randy hanya tersenyum seraya mencium kening Shofi dengan lembut
Kemudian Randy memanggil Syifa yang sedang ada di dapur untuk mengambil bantal buat Shofi ketika Syifa sudah berada di depan Randy dengan bantal yang di ambilnya tadi Syifa hanya menggelengkan kepalanya terheran-heran karena Shofi tertidur di pangkuan kakaknya
Hari sudah mulai malam awan putih yang tadinya menyinari dunia kini harus di ganti oleh awan yang hitam yang membuat dunia menjadi gelap
Waktu itu ketika Randy sedang ngumpul dengan teman-temannya tiba-tiba Dika ketua geng hell angels datang menemuinya dengan senyuman yang khas di bibirnya
Membuat yang lainnya menyambutnya dengan ramah seraya bertanya tentang kabarnya sambil satu persatu Dika menyalaminya khas seorang sahabat
"Dalam rangka apa main kesini kok tumben" tanya Andre yang berada di samping Dika tersebut
"Cuma ingin main saja kangen nggak ngumpul" jawab Dika atas pertanyaan Andre
"nanti teman-teman yang lain akan nyusul" ucap Randy memberi tahu
Kemudian mereka kembali berbicara sana sini termasuk tentang perkembangan bengkel rangers yang karyawannya anak muda namun di sukai oleh pelanggan
Karena selain pelayanan yang ramah juga murah termasuk ada bonusnya yang tak lain minuman yang ada di kulkas dengan gratis
Bahkan juga ada garansi yang menjamin apabila ada kerusakan yang sama tak lama dari itu Fery datang yang sudah melakukan perjanjian sebelumnya dengan Randy
Nampak Fery begitu sungkan ketika Fery datang ke base camp rangers karena baru kali ini dia datang ke tempat itu terbukti ketika dia hanya diam ketika yang lainnya berbicara di sana juga ada anggota geng hell angels yang membuat base camp semakin rame
Ketika sedang asyik ngobrol tiba-tiba hp Randy berbunyi dan ketika di lihat ternyata Shofi yang menelponnya
"halo Assalamu'alaikum" sapa Shofi di seberang sana melalui sambungan telepon seluler
"Wa'alaikum salam" jawab Randy ketika mendengar ucapan salam dari Shofi
"Cak kamu di suruh kesini sama papa katanya penting di suruh ngajak teman"
"Emang ada apa Fi" tanya Randy heran karna tak biasanya Om Faisal mengajak Randy untuk membawa temannya main kesana
"Udah jangan banyak tanya kesini aja cepetan" suruh Shofi lagi tak menjawab pertanyaan Randy tadi
"Ya udah" kata Randy seraya menutup panggilan tersebut
"Abi ikut yuk" ajak Randy ketika dia telah menutup panggilan tadi,
Sedangkan Abizar langsung bangkit tanpa bertanya lagi kepada Randy kalau mau kemana, Randy nampak Randy berangkat tak menggunakan motor sendiri dia menggunakan motor Abizar yaitu PCX warna putih
Setelah kepergian Randy nampak Dika bertanya-tanya tentang bengkel rangers yang bisa berkembang pesat sedangkan mereka masih anak muda
Terlebih mereka tidak sekolah kejuruan untuk tau tentang mesin mobil dan motor ada juga di antara mereka yang sedang mengotak-atik mesin motor untuk lebih nyaman lagi ketika di pakek ada juga sebagian dari mereka yang sedang nyanyi sambil bermain gitar
Disisi lain Randy yang mengendari motor tersebut dengan keadaan cepat hingga tak butuh waktu lama di sudah berada di gerbang rumah Shofi nampak Abizar tercengang ketika melihat kebesaran rumah Shofi
Karena dia belum pernah liat rumah Shofi tak lama dari itu penjaga rumah Shofi datang seraya membuka pintu buat Randy seraya memanggil Randy
Randy pun langsung masuk ke dalam lagi-lagi Abizar di buat kagum akan ke indahan dan kebesaran rumah Shofi dia hanya bisa diam seraya matanya nalar kemana-mana memandang tajam ke arah sekitar
"Ayok masuk" ajak Shofi yang tak di sadari oleh Abizar kedatangannya karena dia sedari tadi hanya melihat sekeliling rumah Shofi
Namun ketika Abizar datang decak kagumnya semakin bertambah ketika melihat ke indahan interior rumah Shofi yang menakjubkan itu seraya menggelengkan kepalanya tak percaya bahwa rumah sebesar dan seindah ini ada di dalam dunia nyata dia selama ini hanya melihat keindahan tersebut di film-film
"Assalamu'alaikum" ucap Randy ketika melihat Om Faisal seraya menemuinya dan sungkeman terhadapnya yang di ikuti oleh Abizar di belakangnya
"Silahkan duduk" suruh Om Faisal seraya duduk di kursi
Nampak Abizar masih penasaran dengan seluk beluk rumah Shofi dia lirikan matanya masih menalar kemana-mana meskipun di ajak bicara dia hanya jawab sekejap dan kembali dengan pandangannya
"Ini pilih, ada kontak PCX, Vario, Nmax silahkan di pilih bebas mau yang mana" ucap Om Faisal seraya memberi tiga kontak motor namun Randy tak langsung memilih Randy mengira Om Faisal hanya guyon saja
"Ayok pilih" suruh Om Faisal lagi ketika melihat reaksi Randy yang hanya diam, kemudian tanpa buang waktu lagi Randy langsung memilih kontak PCX seraya memberinya kepada Om Faisal
"Ya udah ambil buat kamu" ucap Om Faisal yang membuat Randy tidak percaya akan perkataan
"Jangan gurau gitu dong Om ini motor mahal loh" ucap Randy yang tak percaya akan perkataan Om Faisal tadi sedangkan Abizar kaget bukan main mendengarnya
"Iya serius ini buat kamu" ucap Shofi lagi
"Ya udah ambil saja Rand, lagian disini motor itu jarang di pakek" ucap Bu Salma ketika melihat Randy yang ragu-ragu antara mengambil atau tidak Randy hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal tersebut
"Tapi Om" hanya kata itu yang keluar dari mulut Randy
"Ya udah lah ambil saja aku nggak suka kalau pemberianku di tolak" ucap Om Faisal seraya mengambil kedua kontak yang tak di pilih oleh Randy
"Sekarang kamu kan mantu aku meskipun kalian masih belum akad tapi aku sudah menganggap kamu adalah mantu bahkan cuma sekedar mantu aku menganggap kamu dan saudara kamu yang lain sebagai anak aku
Jadi jangan nolak jika orang tua memberikan sesuatu pada anaknya" ucap Om Faisal panjang lebar yang membuat Randy hanya mengangguk saja
"Sudah ambil saja" bisik Abizar yang membuatnya malah di cubit oleh Randy, mereka kemudian dengan santainya ngobrol sana-sini
"Ya udah Om kami balik dulu" pamit Randy seraya bangkit dari duduknya dan sungkeman kepada Om Faisal dan Bu Salma
"Ini" kata Om Faisal seraya memberi kontak PCX tadi sedangkan Randy sendiri sungkan untuk menerimanya dengan cara menggaruk kepalanya
"Motornya ada di tempat parkir, Fi anterin Randy ke motornya" suruh Om Faisal ketika Randy sudah pamit pulang,
Nampak mereka langsung pergi ke tempat parkiran di sana Shofi dan Randy sambil berbincang kecil Randy masih merasa sungkan ketika keluarga Shofi begitu baik kepadanya
Hingga tak terasa mereka sudah berada di tempat parkiran di sana lagi-lagi Abizar di buat terpana bukan hanya mobil Fortuner dan Pajero yang ada di sana,
__ADS_1
Terdapat juga mobil Ferrari dan juga mobil Lamborghini yang mana mobil mewah tersebut yang ternyata milik kakaknya Shofi yang memang menyukai mobil mewah