
Manusia terkadang lupa bahwa dirinya hanya numpang berada di bumi ini dia lupa bahwa semua yang ada di dunia adalah milik Allah semata lantas apa yang harus disombongkan jika semua hanya titipan sedangkan semua manusia derajatnya sama disisi Allah
Yang membedakan hanya amal ibadah kita ketakwaan kita kepada Allah kita sama dilahirkan dengan keadaan telanjang dan akan di kuburkan dengan memakai kain kafan
Namun malah diantara mereka lupa akan hal itu seakan derajat mereka lebih tinggi lantaran lebih kaya dari pada yang lain seakan harta yang menjadi tolak ukur dari semua permasalahan yang ada di dunia ini
Sehingga mereka lupa akan Tuhannya yang maha kaya yang mempunyai harta tersebut seakan kekayaan mereka hasil jerih payahnya bukan karena rezeki yang Allah berikan maka dari itu tak sedikit yang ingkar akan nikmat yang Allah berikan kepada hambanya,
Waktu itu ketika Randy berada di dalam kelas lagi-lagi di ganggu oleh Shofi yang selalu berusaha untuk mendapatkan cintanya dia selalu mengejar kemanapun Randy berada
"Kenapa sih selalu ganggu aku" protes Randy yang mulai merasa terganggu
"Namanya juga usaha" bela Shofi dengan se sungging senyum namun membuat Randy jengkel terhadap sikapnya
"Kamu tahu bahasa Inggrisnya matahari gak" tanya Shofi namun Randy tak menghiraukan pertanyaan Shofi tadi dia malah ingin pergi dari hadapannya namun di cegah oleh Shofi
"Jawab dulu" kata Shofi seraya mencegah disaat Randy mau pergi meninggalkannya hingga membuat Randy tak tau mau berbuat
"Iya, iya, jawabannya sun" kata Randy pasrah diri terhadap tindakan Shofi tadi
"Sini aku sun" ucap Shofi yang membuat Randy sedikit tersenyum dia yang tadi jengkel malah berubah wajahnya menjadi merah namun tak dia tampakkan karna takut ketahuan sama Shofi
"Murahan" kata Randy seraya pergi meninggalkan Shofi yang hanya melihatnya dari belakang dia tidak berusaha untuk mencegahnya lagi setelah bisa ngegombalin Randy
Tak lama dari itu bel pun berbunyi bertanda masuk sekolah hingga membuat semua siswa harus masuk ke kelasnya masing-masing, mereka pun langsung sibuk dengan pelajarannya meski ada juga yang tertidur karna bosan mendengarkan penjelasan dari gurunya yang mungkin kurang menarik bagi mereka
Hingga tak terasa waktu istirahat sudah tiba yang membuat sebagian siswa langsung pergi keluar terkadang ada yang langsung ke kantin namun ada juga yang keluar hanya untuk mencari angin beda dengan Randy yang sedang males keluar hingga membuat Shofi mempunyai kesempatan untuk mendekatinya
"Apa lagi" tanya Randy ketika melihat Shofi yang sudah duduk di sampingnya
"Kamu tau matematika nggak" tanya Shofi sok serius dengan membawa sebuah buka hingga membuat Randy sedikit yakin dengan keseriusan
"Iya kenapa" tanya Randy tanpa melihat kearah Randy dia masih berusaha bersikap cuek terhadapnya
"Bisa ngajarin aku kurang-kurangan gak" tanya Shofi namun membuat Randy mengkerut keningnya dan memalingkan wajahnya hingga melihat ke arah Shofi berada
"Itukan paling gampang" kata Randy dengan mengkerut kan keningnya heran
"Iya kalau gitu kasih tau aku dong dimana kurangnya aku di matamu" gombal Shofi yang membuat Randy ingin tersenyum namun dia tahan dengan cara memalingkan wajahnya menghadap ke depan Randy memang tidak tau kalau urusan gombal meski tau paling itu hanya sekali dua kali
Itu terbukti ketika pacaran sama Amel yang hampir tidak pernah menggombal sama sekali nampak Shofi tak berhenti di situ saja masih banyak gombalan yang lainnya yang membuat Randy tersenyum namun selalu dia tahan Randy tidak ingin senyumnya kelihatan oleh Shofi,
Disisi lain Andre yang sedang sibuknya dalam bekerja dirinya harus berhenti ketika alarm di HP-nya berbunyi bertanda waktunya untuk menjemput Salsa dan adiknya karna sejak Randy sekolah tugas itu kini di gantikan oleh Andre meski terkadang mereka gantian dalam menjemputnya
Namun meski begitu mereka tidak pernah mengeluh ketika mendapat perintah baru dari Randy karna mereka telah menganggap keluarga Randy seperti halnya keluarga sendiri dan itu yang membuat Randy salut terhadap karyawannya.
Waktu terus saja berputar dengan sendirinya hingga membuat siang dan malam silih berganti, malam itu ketika di base camp sedang ngumpul bersama tiba-tiba Adnan berkata
"Guys gimana kalau club ini mengadakan latihan bela diri" usul Adnan yang memang pernah ikut bela diri yang tak lain adalah cobra
"Nggak ah buat apaan coba cuma nyakitin badan aja" komentar Reza karna dirinya paling tidak suka dengan yang namanya hal semacam tersebut
Namun komentar Reza tersebut malah di jadikan acuan oleh mereka hingga akhirnya usulan Adnan tersebut tidak jadi setelah mereka lebih banyak yang tidak menyukainya terlebih Reza yang sangat menentangnya
"Bukan gini hanya untuk jaga-jaga agar kita nantinya malah di ganggu orang" kata Adnan lagi berusaha meyakinkan temannya
"Lagian jaman sekarang mana ada begal apalagi di kota ini jalan yang selalu rame" kata Reza yang selalu menolak ide Adnan tadi
"Tapi..." ucap Adnan yang menggantung karna sudah di putus duluan oleh yang lainnya namun tak lama dari itu tiba-tiba saja Abizar datang namun ketika dirinya turun dari motornya Abizar berjalan secara tertatih-tatih dengan wajah yang lebam nampak Abizar telah di pukul oleh orang
"Kenapa Bi" tanya Andre yang langsung turun dari gardu tersebut dan menemui Abizar yang jalannya sempoyongan, sedangkan yang ketika melihat Abizar seperti juga langsung menemuinya
"Kenapa Bi" tanya yang lainnya yang juga khawatir dengan keadaan Abizar
"Saya di keroyok oleh geng motor yang tak di kenal" kata Abizar memberitahu "nampak mereka tidak suka dengan club kita" katanya lagi,
Setelah itu Abizar bercerita kepada yang lainnya ketika dirinya hendak pergi ke base camp dia mengendarai motornya dengan keadaan standar namun dirinya merasa tidak nyaman ketika di buntuti oleh dua motor yang beranggotakan empat orang
Hingga akhirnya membuatnya memacu motornya dengan keadaan cepat namun itu sudah sia-sia Abizar di berhentikan secara paksa di jalan yang sepi dan mereka mengeroyoknya tanpa alasan apapun
"Bilangin ke geng kalian jangan coba-coba kuasai daerah ini" kata salah satu geng motor tersebut dengan nada ancaman "kalau tidak base camp kalian akan kami obrak-abrik" lanjutnya lagi memperingati Abizar yang sudah tak berdaya
Namun geng motor tersebut nampaknya tak mengincar harta atau yang lainnya itu terbukti ketika motor Abizar yang aman bahkan tidak ada yang hilang apapun milik Abizar
"Nampak dari nada ancamannya mereka sangat serius" kata Abizar seraya melihat kearah Andre
"Oh iya ini aku sempat video in mereka waktu mau pergi" ucap Abizar seraya mengambil HP-nya dan memberi tau yang lainnya tentang hasil rekamannya tadi
Wajah mereka tak kelihatan namun di jaket mereka bagian belakang ada lambang dari geng motor mereka
"Nah ini yang aku takutkan makanya aku usul buat ada latihan, supaya nggak terjadi kayak gini" teriak Reza dengan nada kesal karna usulannya tadi tidak di terima oleh mereka membuat yang ada disana mulai berfikir dua kali karna takut apa yang terjadi pada Abizar terjadi juga sama diri mereka,
"Kayaknya aku pernah liat deh lambang ini" kata Benny seraya mengingat tempo hari ketika ada yang membenarkan motornya akibat kecelakaan, di depan lampunya terdapat lambang yang sama dengan yang yang ada di jaket tersebut nampak orang tersebut lagi meneliti sekeliling bengkel tersebut
"Aku juga pernah liat lambang ini pas kita lagi mengadakan pembagian sembako" ucap Arif dia juga ingat ketika rombongan mereka di ikuti oleh dua pemuda dan di depannya terdapat lambang yang sama dengan yang ada di video tersebut
"Nampak mereka sudah lama mengincar kita" kata Andre dengan wajah yang memerah kesal dengan perbuat mereka yang tak tau entah siapa,
Tak lama dari itu Randy keluar yang membuatnya sedikit curiga karna teman-temannya sedang tegang entah apa yang terjadi hingga membuat Randy segera mempercepat langkahnya
"Abi" kata Randy ketika melihat wajah Abi yang lebam "kamu kenapa Bi" tanya Randy khawatir dengan apa yang terjadi padanya
Namun pertanyaan Randy tak langsung di jawab oleh Abizar dirinya terdiam seakan sungkan untuk memberi tahu apa yang telah terjadi padanya
"Jawab Bi" kata Randy sedikit membentak Abizar hingga membuat Abizar menceritakan apa yang telah terjadi padanya,
Randy sedikit diam seakan dirinya mengingat sesuatu tempo dulu hingga akhirnya dia ingat kalau dirinya pernah menolong seseorang yang habis di keroyok oleh sekumpulan geng motor yang membuat korban hampir meninggal
Namun dengan sigap Randy menolong orang tersebut dari kumpulan geng tersebut dengan meneriakinya polisi yang membuat geng motor tersebut berhamburan lari,
__ADS_1
Setelah kepergian geng motor tadi Randy langsung menghampiri korban yang sudah tak sadarkan diri, ketika mengingat hal itu Randy menjadi curiga kalau pelaku pengeroyokan Abizar sama dengan yang pernah dia alami dulu
"Dengan kejadian Abizar ini aku mohon kepada kalian jaga diri baik-baik, jangan sampai pulang malam sendirian, mengerti" ucap Randy seraya mengingatkan teman-temannya untuk tetap waspada karna takut ada korban selanjutnya
"Untuk sementara aku tinggal disini kak, lagian aku sudah pamit ke orang tua untuk nginep disini" pinta Abizar karna takut nantinya akan berbuntut panjang tentang masalahnya,
"Rand, coba liat ini" kata Andre seraya memberi HP-nya Abizar tadi dan memperlihatkan video yang telah Abizar rekam "mereka yang telah mengeroyok Abi, nampak mereka sudah mengincar kita sudah lama karna Benny pernah liat lambang ini di salah satu pelanggan kita,
sedangkan Arif juga pernah melihat lambang yang sama pada waktu kita membagi sembako dulu" terang Andre panjang lebar sedangkan Randy hanya diam membisu,
Namun ketika melihat video tadi Randy menjadi kurang yakin kalau pelaku yang mengeroyok tempo hari pelakunya sama dengan yang mengeroyok Abizar karna seragam yang mereka pakai tidak sama dengan yang dulu Randy liat hingga membuat Randy berfikir lebih keras lagi mencari jawab siapa dalang dari semuanya,
Suasana masih terasa tegang mereka bingung untuk mencari solusi tentang masalah yang terjadi terlebih ketika mendapat ancaman serius dari geng motor tadi yang akan menghancurkan base camp rangers
"Yang saya khawatirkan takut adik saya yang jadi korbannya" ucap Randy bingung dengan wajah tegang seperti yang lainnya
"Buat apa kita takut toh kita nggak sedikit" kata Reza dengan beraninya
"Bukan gitu, gimana caranya agar masalah ini selesai tanpa ada kekerasan" kata Randy seraya bingung mencari solusi tak lama kemudian mereka pulang menyisakan beberapa orang di base camp termasuk Abizar dan Benny,
Keesokan harinya waktu itu hari Minggu tepatnya jam delapan pagi tiba-tiba motor Fortuner berhenti di depan rumah Randy yang membuat Randy menjadi bertanya-tanya siapakah gerangan,
Akhirnya pertanyaan Randy terjawab ketika Randy melihat seseorang wanita turun dari mobil tersebut yang tak lain adalah Shofi
Membuat Randy terdiam terpesona melihat kecantikan Shofi karna baru kali ini Randy melihat Shofi dengan balutan make up dan jilbab yang melekat di wajahnya sebelum itu Shofi yang Randy liat orangnya feminim yang tidak pernah menggunakan make up apalagi jilbab
Perubahan itu membuat Randy terkesima karna Randy sendiri menyukai wanita yang berjilbab namun hal tersebut tak di ketahui oleh Shofi karna Randy sendiri berada di bengkel,
"melihatnya dari jauh saja membuatku terpukau apalagi melihat dari dekat sungguh indah ciptaan mu Tuhan" lirih Randy dalam hatinya karna jujur Randy suka terhadap Shofi sejak pertama kali melihatnya
Namun dia berubah menjadi cuek hanya lantaran dirinya masih teringat masa lalu yang menyakitinya padahal hal tersebut sudah terjadi dua tahun silam namun rasa itu masih membekas di hati Randy,
Disisi lain ketika Shofi sudah menemukan alamat yang di berikan oleh Syifa membuatnya menjadi deg-degan karna baru kali ini dirinya dandan karena seorang cowok karena dirinya tipe cewek yang tidak suka make up
Terlebih ketika dirinya terus mengejar Randy yang biasanya dirinya sedikit galak jika masalah cowok namun kali ini malah berubah seratus delapan puluh derajat hanya lantaran dirinya sudah kepincut oleh pesona ketampanan Randy,
Setelah berada di depan rumah Randy adrenalin Shofi semakin terpacu seakan dirinya hendak mau balik lagi namu sudah kepalang tanggung yang membuatnya beranikan diri untuk turun menemui Syifa berada
"Assalamu'alaikum" sapa Shofi yang kebetulan waktu itu Syifa berada tepat di depan pintu
"Wa'alaikum salam, Masya Allah cantik banget kamu Fi" puji Syifa yang terpukau akan kecantikan Shofi
"Apaan sih Siv, ini aku lagi belajar make up dan belajar pakek hijab" kata Shofi memberi tahu
"Ya sudah masuk dulu Fi" ajak Syifa masuk ke dalam sedangkan adik-adiknya yang lain sedang main di rumah tetangga sebelah
"Kak Randy mana" tanya Shofi yang membuat Syifa sedikit tersenyum ketika dirinya tau maksud tujuan Shofi main ke rumahnya
"Lagi kerja tuh di bengkel" jawab Syifa seraya menoleh ke arah bengkel namun dirinya tidak melihat kakaknya berada, sekilas Shofi melihat juga ke arah bengkel yang membuatnya baru tau kalau Randy adalah seorang montir
"Kak Randy montir ya" tanya Shofi tak percaya
"sudah dari kecil dia di ajarin bapak untuk jadi montir" jawab Syifa memberi tahu mendengar penjelasannya itu Shofi hanya memancungkan kedua bibirnya seraya berkata
"Mau liat kesana nggak" ajak Syifa yang mengetahui gelagat Shofi yang nampaknya ingin bertemu dengan kakaknya
"Mau mau" dengan cepat Shofi langsung menjawab pertanyaan Syifa tadi, kemudian Syifa bangkit duluan untuk menuju ke bengkel yang di ikuti oleh Shofi di belakangnya,
Sesampainya disana Shofi nampak kikuk dengan penampilannya sekarang karena baru kali ini dia mengubah total penampilannya hanya karna seorang cowok, namun Shofi tak langsung menyapa Randy dia masih melihat-lihat sekitar bengkel
"Kak kalau mau ganti oli bisa nggak" tanya Shofi ke arah Randy, namun yang menjawab bukan Randy melainkan semua karyawannya ikut menjawab seraya menemui Shofi berada
"Bisa neng" kata Andre yang berebutan dengan yang lainnya untuk melayani Shofi
Namun Randy dan Syifa hanya tersenyum melihat tingkah laku ketiga orang tersebut yang seperti cacing kepanasan ketika melihat cewek cantik seraya menjulurkan tangannya yang kotor itu layaknya mau salaman dengan Shofi
"Maaf kak saya pacarnya Randy" ucap Shofi berbohong yang membuat ketiga cowok tersebut satu persatu menundukkan kepalanya seraya melirik ke arah Randy berada nampak mereka malu terhadap Randy karena sikapnya terhadap Shofi tadi seraya pura-pura melakukan sesuatu,
Berbeda dengan Randy sendiri dia kaget ketika mendengar pengakuan Shofi tadi Randy menjadi bingung bercampur kesal dengan sikapnya dan ketika semua pada pergi dari hadapan Shofi Randy langsung menemui Shofi dan menyeretnya menjauhi karyawannya
"Apa yang kamu ucapkan tadi" tanya Randy kesal dengan pengakuan Shofi
"Ya kan, kata pak ustadz ucapan adalah doa makanya aku berkata seperti itu karna itu adalah doaku" kilah Shofi yang membuat Randy tak bisa berkata apa-apa hanya raut wajah kesal yang nampak di wajahnya seraya meninggalkannya sendirian,
Namun ketika Randy pergi Shofi tak berniat untuk mengejar Randy dia malah pergi menuju mobilnya di parkirkan dan langsung mengendarainya nampaknya Shofi tak langsung pulang dia mengarahkan mobil tersebut ke bengkel Randy
"Kak ganti oli ya" kata Shofi serius namun tak langsung di tanggapi oleh Randy karna dia kira Shofi hanya main-main terhadapnya hingga akhirnya membuat Shofi mendekati Randy berada
"Kak masih lama ya aku mau pulang nih" tanya Shofi yang tak di respon oleh Randy, Randy hanya pergi meninggalkannya ketika Shofi berada di sampingnya
"Siv, kenapa sih kakak kamu cuek banget" tanya Shofi dengan nada sedikit berteriak, dan dengan langkah malas Shofi pergi menemui Syifa berada
"Kenapa sih Siv, kakak kamu cuek banget" tanya Shofi terhadap Syifa
"Trauma masa lalu" jawab Syifa simple yang membuat Shofi mengerutkan keningnya menjadi penasaran terhadap pernyataan Syifa tadi
"Maksudnya Siv" tanya Shofi ingin tau lebih dalam lagi tentang Randy hingga membuat Shofi lupa kalau dirinya ingin pulang
"Kakak dulu punya pacar cantik dan kaya" cerita Syifa seraya mengingat kejadian dua tahun lalu nampak dia menceritakan kejadian tersebut dengan detailnya tidak ada yang di tambah dan tidak ada yang di kurangi hingga membuat Shofi mengerti kenapa Randy begitu cuek terhadapnya
"Mungkin kakak juga sayang sama kamu, tapi aku juga nggak tau" kata Syifa lagi memberi harapan buat Shofi yang membuat Shofi sedikit tersenyum mendengar penuturan Syifa, dan tak lama dari itu ketiga adiknya Syifa datang berlarian seakan mereka berebutan untuk nyampek duluan hingga akhirnya Salsa datang paling awal karna dirinya paling besar di antara kedua adiknya tersebut
"Ih lucu banget" ucap Shofi seraya duduk berlutut di depan adik kembar Syifa seraya mencubit gemas terhadapnya sedangkan Alin yang mendapatkan perlakuan seperti itu dahinya mengkerut karena heran terhadap sikap Shofi yang tak dia kenal
"Mbak ini siapa" tanya Alin seraya pergi menemui Syifa berada namun ketika Arin hendak pergi menemui Alin tiba-tiba Shofi menangkapnya dan menggendongnya yang membuat Arin menangis karna ketakutan terhadap Shofi yang belum dia kenal membuat Shofi terpaksa melepasnya ketika Arin menangis
"Siapa namanya adik cantik" tanya Shofi ketika berada di depan Alin dan Arin sedangkan Salsa sendiri sudah berada di atas pangkuan Syifa, namun keduanya malah diam hanya menatap tajam-tajam ke arah Shofi
"Siapa namanya ini Siv" tanya Shofi lagi ketika tak mendapat jawaban dari si kembar
__ADS_1
"Ini Alin ini Arin" jawab Siva seraya menunjuk yang mana yang Arin dan yang mana yang Alin
"Lucu ya" kata Shofi seraya mencubit keduanya dengan gemas
"Fi, sudah kelar tuh" kata Randy seraya menemuinya yang membuat Shofi menoleh ke arahnya namun malah tak di respon oleh Shofi, dia malah sibuk dengan si kembar nampak dia begitu gemesnya terhadap keduanya
"Yang ini siapa namanya cantik" tanya Shofi sambil menoleh ke arah Salsa berada
"Salsa" jawab Salsa dengan tenangnya
"Oh iya mau ikut mbak gak" ajak Shofi
"Mau kemana mbak" tanya Arin antusias
"belanja, beli eskrim pokoknya banyak deh" kata Shofi meyakinkan adiknya Randy nampak Shofi melakukan cara lain ketika menaklukkan Randy susah kini perhatiannya tertuju pada adik-adiknya berharap dengan ini Randy membuka hatinya buat Shofi
"Ayok kata Arin" kemudian Shofi bangkit dari duduknya dan pergi menemui Randy
"Berapa kak" tanya Shofi seraya mengambil uang ratusan beberapa lembar
"Dua ratus lima puluh ribu" kata Randy seraya mengusap tangannya yang belepotan dengan oli, kemudian Shofi membayar uang dengan tiga lembar pecahan seratus ribu
"Kembaliannya ambil aja kak" kata Shofi seraya pergi meninggalkan Randy yang hendak mengambil uang kembaliannya namun dia urungkan niatnya tersebut ketika mendengar ucapan Shofi tadi,
Kemudian tak lama dari itu mobil Fortuner tadi berbalik arah dengan cepatnya nampak Shofi pintar dalam mengendarai mobil hingga membuat semua karyawan bengkel kagum akan bakatnya tak terkecuali Randy
"Ayok masuk" ajak Shofi ketika Syifa dan yang lainnya masih diam seakan tak percaya akan ajakan Shofi tadi, nampak Shofi membawa dan adik-adiknya pergi ke salah satu mal terdekat dan tak lama dari itu mereka sudah sampai di mal tersebut dan langsung turun setelah selesai memarkirkan mobilnya
"Ayok ikut aku" ajak Shofi seraya menggandeng si kembar nampak selain Shofi mereka baru sekarang pergi ke mal tersebut sedangkan Shofi sendiri sudah langganan belanja disana hingga dia tau seluk beluk mal tersebut
"Mbak mau boneka" kata Arin ketika dirinya melihat setumpuk boneka yang lucu hingga membuat Shofi berhenti di toko tersebut
"Ya udah pilih dek mau beli yang mana" kata Syifa seraya menunjuk ke boneka yang lucu namun Arin hanya menggelengkan kepalanya hingga akhir Arin menunjuk ke arah boneka Mickey mouse yang lumayan besar
"Alin mau beli juga" tanya Shofi seraya melihat kearah Alin sedangkan Alin sendiri mengangguk mengiyakan perkataan Shofi tadi
"Kalau kamu Sa" tanya Shofi lagi karna Shofi tidak ingin nantinya diantara ketiganya malah bertengkar memperebutkan boneka tersebut, nampak Arin membeli boneka Mickey mouse dan Alin membeli boneka Minnie mouse sedangkan Salsa boneka Doraemon
"Total berapa mbak" tanya Shofi ketika ketiga sudah memegang boneka satu persatu
"Total empat ratus lima puluh mbak dapat potongan tiga puluh jadi totalnya empat ratus dua puluh" kata mbak penjaga toko tersebut memberi tahu total yang harus di bayar oleh Shofi yang membuat Syifa sedikit terkejut mendengar ucapan mbak penjaga tokonya tadi
"Ini mbak" ucap Shofi seraya memberi uang lima lembar pecahan seratus ribu, setelah selesai membayar nampak Syifa sudah merasa tidak nyaman terhadap Shofi karna sudah menghabiskan uang sebanyak itu hingga membuatnya berkata
"Fi, pulang aja yuk ini sudah cukup" ajak Siva yang merasa gak nyaman terhadap Shofi
"Udah lah Siv ayok lagian kan aku yang ngajak bukan kamu" kata Shofi seraya bejalan mencari yang lainnya namun dia berhenti sebentar ketika melihat baju kembaran yang bagus nampak cocok buat Alin dan Arin
"Mbak coba liat itu" kata Shofi seraya menunjuk ke salah satu baju "yang satunya lagi mbak" pinta Shofi lagi "boleh di coba mbak" tanya Shofi
"Ya mbak silahkan" kata mbak tersebut dengan sopan kemudian Shofi pun membuka baju Alin yang tinggal memakai kaos saja dan memakainya baju tersebut kepada Alin, Shofi nampak tersenyum ketika melihat Alin memakai baju tersebut
"Suka nggak" tanya Shofi ke Alin sedangkan Alin sendiri hanya menganggukkan kepalanya bertanda menyukai baju tersebut
"Ada yang lebih gede lagi gak mbak yang khusus buat ini" tanya Shofi seraya menunjuk ke arah Salsa berada
"Ada mbak tunggu" jawab mbak tersebut seraya pergi mencari baju yang sama namun yang beda ukuran
"Ini mbak" kata mbak tersebut seraya memberi baju yang dia cari
"Ya udah ini di bungkus mbak" kata Shofi seraya memberi kembali bajunya tadi, namun ketika melihat Syifa yang terus menatap ke arah salah satu baju membuat Shofi curiga
"Ambil Siv kalau cocok" kata Shofi membuyarkan lamunan Syifa tentang baju yang dia sukai
"Eh nggak kok" ucap Syifa seraya memalingkan wajahnya dari baju tersebut
"Yang mana Siv" tanya Shofi pura-pura nggak tau apa yang di inginkan oleh Syifa tadi
"Mbak coba liat yang itu" pinta Shofi lagi seraya menunjuk ke salah satu baju yang nampak cantik bagi siapapun yang memakainya
"Coba dulu Siv" kata Shofi seraya memberi baju tersebut yang membuat Syifa merasa sungkan terhadapnya
"Nggak usah Fi" kata Syifa menolaknya namun malah di pelototi oleh Shofi hingga membuat Syifa tak bisa berkata apa-apa lagi selain menuruti kemauan Shofi,
Nampak baju yang di ambil tadi pas banget buat Syifa hingga tak perlu panjang lebar Shofi langsung mengambilnya
"Total berapa mbak" tanya Shofi seraya mengambil uang tersebut
"Lima ratus lima puluh mbak" kata mbak tersebut
"Empat ratus lima puluh mbak" tawar Shofi yang nampak kemahalan
"Maaf mbak ini harga pas"
"Tawaran terakhir empat ratus tujuh puluh, kalau nggak saya cari yang lain" kata Shofi seraya hendak pergi dari toko tersebut
"Baik mbak empat ratus tujuh puluh" kata mbak tersebut seraya memberi bajunya tadi kepada Shofi dan Shofi sendiri langsung membayarnya, setelah puas berbelanja mereka langsung balik lagi ke rumahnya tak terasa mereka sudah menghabiskan waktu dua jam di mal tersebut,
Shofi nampak mengendarai mobilnya seraya bertanya puas nggak nya ketika berbelanja dengannya
"Adik puas gak berbelanja dengan mbak" tanya Shofi seraya melirik ke arah belakang karna dirinya sendiri fokus sedang menyetir
"Puas mbak" jawab ketiga adek tersebut dengan kompak yang membuat hati Shofi menjadi bahagia namun ketika nyampek di suatu tempat Shofi berhenti di sebuah warung
"Bakso apa mie ayam" tanya Shofi seraya menoleh ke arah Syifa
"Terserah kamu" jawab Syifa
"Bukan itu yang aku tanyain, bakso apa mie ayam" tanya Shofi lagi
__ADS_1
"Bagi rata nggak apa-apa" jawab Syifa yang tak tau mau jawab apa, setelah itu Shofi langsung turun setelah melihat arah belakang yang kosong dari kendaraan,
Tak lama dari itu Shofi sudah datang dengan membawa makanan berupa mie ayam dan bakso, kemudian Shofi melanjutkan lagi perjalannya hingga akhirnya mereka sudah sampai ke tempat tersebut