
Senja merah di ufuk barat sudah menggelantung indah bertanda bahwa malam sudah menjemput sang insan agar kembali dari aktivitasnya masing-masing burung-burung yang sedari tadi berterbangan untuk sekedar mencari rezeki baginya dan bagi keluarganya kini telah kembali ke sangkarnya masing-masing
Begitu pula dengan sang insan yang selalu sibuk dengan aktivitasnya kini harus beristirahat dari pekerjaannya setelah seharian sibuk dengan aktivitasnya,
Sungguh beruntung sekali Tuhan menciptakan malam seandainya Allah tidak menciptakan malam maka akan di taruh di mana waktu istirahat manusia bagi mereka yang selalu sibuk dengan aktivitasnya
Maka dengan adanya malam isyarat tuhan yang seakan berkata berhenti dari pekerjaan kalian kini saatnya untuk menghadap ku namun sayang banyak manusia yang lalai akan perintahnya Allah hanya meminta waktu minimal dua puluh lima menit dari dua puluh empat jam
Namun terkadang mereka hanya menyisihkan waktu mereka sebentar untuk menghadap kepada Allah hanya sekedar untuk menghilangkan kewajiban semata bahkan ada pula yang lupa akan kewajibannya
Padahal nikmat Tuhan mana yang telah mereka dusta kan apakah masih kurang terhadap nikmat yang telah Allah berikan atau mungkin karna kurangnya rasa bersyukur terhadap diri kita
Karena seandainya saja jika manusia mau berfikir jernih dan berfikir positif maka semua nikmat terasa besar baginya bahkan jika di hitung hanya nikmat mata saja maka tidak ada bandingannya dengan dunia dan seisinya
Seandainya Allah mencabut nikmat mata dan menjadikannya buta maka niscaya dirinya tidak akan bisa melihat keindahan dunia lantas mengapa manusia masih merasa kurang terhadap nikmat yang Allah berikan,
Ya mereka bukan kurang namun hanya kalah terhadap nafsu mereka masing-masing dan dari nafsu lah manusia bisa ingkar terhadap nikmat Tuhan padahal seandainya manusia tersebut bersyukur dengan apa yang telah Allah berikan maka niscaya Allah akan menambahnya berkali-kali lipat dengan apa yang dia terima
Namun sayangnya manusia malah di kuasai oleh nafsu hingga mereka lupa akan kata bersyukur mereka hanya bisa menyalakan sang maha pencipta jika dirinya dilanda kesulitan dilanda musibah
Namun jika mereka sedang berada di puncak kenikmatan mereka malah lupa terhadap sang pemberi kenikmatan seakan semua itu adalah hasil jerih payahnya buka campur tangan Tuhan sungguh rugi bagi mereka yang tidak bersyukur dari semua nikmat yang Allah berikan
Malam itu setelah habis selesai sholat Isyak Randy seperti biasa langsung pergi ke bengkelnya setelah makan malam dengan keluarganya namun sebelum dia bekerja tiba-tiba saja hp-nya berbunyi bertanda ada orang yang nelpon kepadanya setelah di lihat ternyata nomer itu nomer baru maklum HP milik Randy HP baru
"Assalamu'alaikum dengan siapa ya" tanya Randy tak lupa mengawali pembicaraannya dengan menggunakan salam
"Wa'alaikum salam, ini aku kak, Amel" kata seorang di seberang sana yang ternyata adalah Amel
"Iya Mel ada apa" tanya Randy lagi dengan maksud tujuannya nelpon dirinya
"Sibuk nggak kak" tanya Amel balik sedangkan Amel sendiri tiduran di kasurnya seraya menatap atap kamarnya yang indah tersebut dengan ruangan yang ber-AC
"Nggak sih emang ada apa" kata Randy berbohong padahal dirinya mau bekerja namun karna Amel yang nelpon membuat dirinya berbohong pada Amel
"Nggak kak cuma kangen aja" kata Amel sambil tersenyum-senyum karna bisa berbicara dengan Randy, pembicaraan mereka terus saja mengalir dengan sendirinya terkadang gelak tawa pecah di antara mereka jika ada yang bercerita lucu
Hingga mereka tidak sadar kalau waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas hampir empat jam mereka teleponan dan itu tidak terasa bagi mereka yang sedang dilanda asmara
"Ya udah dulu ya udah malam nih" ucap Amel karna dirinya sudah merasakan ngantuk tak seperti biasanya dia tidur pukul jam setengah dua belas biasanya dirinya tidur paling malam pukul sebelas namun kali ini beda karna waktu tak terasa baginya
"Oh ya udah langsung tidur ya"
"Ok my sweetie" kata Amel mengakhiri pembicaraannya dengan sebuah kis yang membuat Randy tersenyum sambil menggelengkan kepalanya terheran-heran akan perbuatan Amel tadi
Setelah sambungan telepon tadi di tutup Randy bermaksud untuk kembali bekerja namun dirinya kaget ketika melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas dia merasa baru sebentar dia teleponan dengan Amel
Hingga membuatnya mengurungkan niatnya itu dia langsung pergi ke kamarnya dan langsung merobohkan badannya nampaknya Randy tak langsung tidur dia masih bermain dengan HP-nya tanpa di duga tanpa di nyana Randy tiba-tiba ingat percakapan tadi dengan Amel disaat dia nanya tentang nama panggilan seakan semua itu terulang kembali baginya
"Kak, kita kan udah pacaran terus aku manggil apa sama kakak" tanya Amel
"Ya terserah kamu mau manggil apa aku ikut kamu aja" kata Randy sedangkan Amel berfikir tentang nama panggilan yang pas bagi hubungan mereka
"Sweetie, kalau sweetie gimana kakak" usul Amel dengan nama panggilan yang cocok bagi mereka
"Kayak bagus tuh"
"Ya udah mulai sekarang panggilan sayang kita sweetie ok" semua perbincangan tadi seakan terung lagi bagi Randy dia hanya bisa tersenyum mengingat hal tersebut dia tidak menyangka bisa jadian dengan Amel orang yang menjadi primadona sekolah yang menjadi rebutan laki-laki tampan
Bahkan dia terkadang merasa semua itu hanya mimpi yang menjadi kenyataan sosok Amel yang cantik dengan lesung pipi yang khas miliknya mata bulat senyum manis membuat dirinya menjadi idaman para laki-laki
Itulah yang membuat Randy juga menyukai Amel karna terus memikirkan Amel hingga membuat Randy tak sadar kalau waktu sudah menunjukkan pukul dua malam, bayangan Amel tadi seakan mengajaknya masuk dalam dunia mimpi hingga tak lama dari itu Randy tertidur dengan nyenyak nya.
Di taman yang indah dengan pemandangan yang menyejukkan mata dan desiran angin yang berhembus membuat adem jiwa yang merasakannya disitulah di sebuah kursi yang agak panjang Amel duduk di kursi tersebut dan tak lama dari itu Randy mengeluarkan bunga seraya berlutut di depannya
"Buat cewek yang sangat saya sukai maukah kamu bertahan sama aku hingga akhir hayat nanti" ucap Randy seraya memberi bunga mawar kepada Amel
Sedangkan Amel sendiri kaget mendapat perlakuan yang romantis dari Randy dia tak menyangka kalau Randy bisa melakukan hal tersebut dengan perasaan takjub Amel mengambil bunga tersebut seraya menganggukkan kepalanya bertanda mau akan ajakan Randy tadi
"Iya aku mau" kata Amel seraya mengambil bunga tersebut dan menciumnya dengan seksama, kemudian Randy memeluk Amel setelah bunganya tadi di ambil oleh Amel dan mereka pun berpelukan dengan romantisnya,
__ADS_1
Tak lama dari itu hujan mengguyur mereka Randy sendiri kaget dengan turunnya hujan tersebut karna musim masih musim kemarau belum saatnya untuk turun hujan hingga akhirnya membuat Randy kaget ternyata semua itu cuma mimpi dan air hujan tersebut adalah cipratan ke wajahnya karna sedari tadi dirinya di bangunin oleh ibunya namun tidak bangun-bangun
"Ibu, jahat banget sih kok anaknya sendiri di siram" rengek Randy ketika wajahnya basah kuyup akibat cipratan tadi
"Kamu dari tadi saya bangunin tapi belum bangun juga, cepat sana cuci muka dulu ikut ibu ke pasar" terang Bu Resti ternyata Randy sedari tadi sudah di bangunin olehnya
Namun mungkin karena baru tidur juga akhirnya membuat Randy susah di bangunin hingga akhirnya dirinya mengambil air,
Mendengar penjelasan ibunya tadi Randy hanya bisa menggelengkan kepalanya yang tidak gatal seraya pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka
Waktu terus saja berputar siang dan malam silih berganti seakan mereka ingin saling melengkapi dimana ada siang disitu pasti ada malam tapi sayangnya mereka tak bisa saling bertemu karena mereka di tugaskan untuk silih berganti
Seiring dengan berjalannya waktu hubungan Randy dan Amel sudah berjalan seminggu dan sekolah yang sempat libur karena ada Unas kembali masuk seperti biasa suatu waktu kelas dua SMA dimana kelas Randy yang sedang tidak ada gurunya sedang gadung dengan gurauan mereka tiba-tiba saja Rangga maju ke depan seraya berkata
"Eh gue tantang kalian untuk gombal Amel lewat kata-kata yang saling bersahutan" kata Rangga sedangkan Amel sendiri agak kikuk dengan situasi tersebut dia pengen marah namun juga butuh hiburan hingga akhirnya membiarkan semuanya terjadi, tak lama dari itu Ricky maju seraya berkata
"Amel adalah sebuah ciptaan Tuhan yang melambangkan keindahan surga lewat mata seorang hawa" kata Ricky seraya menghadap ke arah Amel duduk tak lama dari itu Randy juga ikutan maju
"Mungkin kamu benar namun ada yang unik dari nya sorotan matanya yang ingin selalu aku menatap hingga akhirnya aku menetap" ucapan Randy membuat kelas menjadi gaduh dengan tepuk tangan sedangkan Amel hanya bisa tersenyum kecil mendengar semua itu dia menjadi malu setelah dirinya mendapat perlakuan seperti itu
"Tidak tidak, matanya adalah salah satu karya Tuhan yang paling indah yang pernah aku lihat dan aku rela menghabiskan seluruh waktuku untuk selalu menatap"
"Tidak tidak, matanya adalah bukti bahwa dia adalah bidadari surga"
"Tidak tidak, matanya adalah sebuah tempat dimana aku rela berhenti selamanya" gombalan mereka selalu bersahutan seakan tak mau kalah satu sama lainnya
"Tidak tidak, kedipan matanya membuat semua laki-laki ingin berkata mau gak kamu jadi pacar aku" kata Randy seraya berjalan menuju Amel berada dan ketika tepat berada di depannya dia langsung jongkok di hadapannya
Memang semua orang tidak tau akan hubungan mereka yang tau hanyalah Syifa semata karna Amel yang meminta untuk merahasiakan semua itu dan permintaan Amel tersebut di setujui oleh Randy
Perbuatan Randy tersebut kali ini sukses membuat Amel terpana dan mendapatkan tepuk tangan dari yang lain,
Randy yang terkenal pendiam tersebut kali ini menjadi orang yang humoris membuat yang ada di sana sedikit penasaran, hingga ada yang berkeyakinan bahwa Randy dan Amel memiliki hubungan serius karena tak mungkin Randy akan senekat itu pada Amel terlebih Amel adalah wanita yang paling cantik di kelasnya bahkan di sekolahnya,
Kehebohan di kelas tersebut tak sampai disitu yang sukses membuta Amel seakan-akan menjadi ratu yang selalu di puja disisi lain Syifa yang saat itu sedang duduk sendirian di kelasnya sedangkan yang lain berada di luar di datengin oleh Zain teman kelas Randy
"Ada apa lagi kak" tanya Syifa melihat kedatangan Zain
"Kan aku sudah bilang kemaren kak aku ini masih kecil masih SMP gak pantas buat pacaran lagian kan kamu teman kelas Cacak" terang Siva yang ternyata sudah menolak Zain
"Iya Sif aku tau tapi jujur aku beneran cinta sama kamu Syifa sumpah"
"Entah apalah itu kak yang intinya sorry banget lebih baik cari yang lain aja aku masih mau fokus sekolah dulu maaf ya kak" ucap Syifa seraya pergi dari hadapan Zain
Mendengar semua itu membuat Zain kecewa berat ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan dan membuatnya sadar kalau wajah tak menjamin untuk mendatangkan cinta
Iya Zain adalah termasuk idaman wanita dengan wajahnya yang tampan kulitnya yang putih membuat para wanita terkagum-kagum akan ketampanannya namun ketampanan Zain tak membuat Syifa orang yang di cintai nya tertarik padanya
Namun sebelum Syifa keluar dari kelas tersebut Zain sudah berada di depannya seraya berlutut memohon agar cintanya di terima namun usaha Zain tersebut malah sia-sia dia langsung di tinggalkan oleh Syifa
"Sif" teriak Zain namun tak di hiraukan oleh Syifa dia tetap pergi menuju temannya berada sedangkan Zain sendiri hanya bisa merenung meratapi nasibnya seakan dia sudah kalah oleh perasaannya
"Haruskah rasa ini di buang sejauh mungkin" lirihnya dalam seraya menyeka air matanya yang tak terasa keluar dari kelopak matanya sakit.... itulah yang di rasakan oleh Zain seakan tulangnya di keluarkan secara paksa perih tak terhingga
Cukup lama juga Zain berada di sana hingga bel istirahat berbunyi membuatnya langsung tersadar dan menghapus air matanya yang keluar tanpa dia duga setelah hatinya merasa lega dia keluar dari kelas itu kelas yang menjadi sejarah bahwa dirinya pernah di tolak oleh seorang wanita,
Setelah bunyi bel bertanda istirahat berbunyi semua siswa langsung berbondong bondong menuju kantin bagi mereka yang sudah keroncongan begitu juga dengan Amel yang mengajak Randy pergi ke kantin melihat Amel dan Randy berduaan sebagian siswa berbisik-bisik mereka menyangka kalau Randy dan Amel sudah jadian
"Sudahlah biarin apa kata mereka tentang kita" kata Amel yang mulai pasrah menyembunyikan status hubungannya dengan Randy, tak lama dari itu Syifa datang dan langsung duduk diantara mereka
"Kenapa mukanya kusut gitu" tanya Randy yang melihat perubahan wajah Syifa
"Emang aku kelihatan ya cak" tanya Syifa
"Coba tanyain ke Amel tuh"
"Emang keliatan ya mbak, wajahku kusut kan" tanya Syifa pada Amel
"Nggak dek, kamu cantik kok emangnya kenapa" tanya Amel balik
__ADS_1
"Bingung ngejelasinnya"
"Emang ada apa sih" tanya Randy lagi, kemudian Syifa pun bercerita panjang lebar kalau kemaren dirinya di tembak oleh Zain namun di tolak karna merasa dirinya masih bocah yang belum waktunya pacaran
Semuanya di ceritain oleh Syifa termasuk tadi waktu Zain menemuinya memastikan pernyataannya yang kemaren, penuturan Syifa tadi hanya di sambut dengan gelengan kepala dari Randy
"Dek kamu pantas di kejar oleh laki-laki bahkan Zain yang mayoritas wanita mengaguminya, karna kamu itu cantik cuma kamu nya aja yang nggak sadar diri, gini ya seandainya aku cowok aku pasti akan melakukan hal yang sama oleh Zain kepada kamu" ucap Amel panjang lebar
"Terus gimana mbak aku kan masih bocah" ucap Syifa minta solusi pada Amel
"Aku pernah ada di posisi kamu, bahkan dulu pertama kali aku di tembak cowok waktu itu kelas dua SMP namun aku tolak dengan alasan yang sama, yang intinya dek nikmati saja alurnya jangan di jadikan beban oleh kamu seakan semua itu tidak pernah terjadi padamu
"Tapi aku gak enak sama kak Zain mbak" kata Syifa lagi
"Ya udah terima aja"
"Ih mbak" rengek Syifa manja seraya mencubit paha Amel pelan nampak Amel dan Syifa sudah akrab terbukti Syifa terbuka pada Amel begitupun sebaliknya Amel juga terbuka pada Syifa
"Udahlah gak usah di pikirin anggap semua itu cuma angin lewat, mending kita makan aja lapar nih" kata Amel seraya mengajak Syifa untuk makan sedangkan Randy sendiri sudah duluan menyantap makanan tersebut dan membuat Syifa tak punya pilihan lain dia juga ikutan memakan apa yang sudah dia pesan,
Setelah semuanya selesai Amel langsung pergi untuk membayar semua yang sudah dia pesan
"Balik yuk" ajak Amel pada Randy sedangkan Syifa sendiri sudah duluan meninggalkan mereka
"Ya udah duluan aku masih ada perlu nih" Randy berkata seraya pergi meninggalkan Amel,
Amel sendiri bingung ada perlu apa Randy namun dirinya tak mau tau tentang semua itu dan tidak mau berpikiran negatif diapun pergi ke kelasnya sendirian, disisi lain di waktu Randy menuju toilet tangan dia langsung di seret oleh segerombolan siswa dan di bawa ke gudang
"Eh ingat ya jangan coba-coba deketin Amel lagi dia adalah tunangan aku" kata Reza mengancam Randy seraya memegang kerah baju Randy sedangkan Reza sendiri adalah kakak kelas Randy nampak dia tak sendiri dia bersama teman-temannya yang lain
"Amel adalah pacar aku mau apa kamu" ucap Randy yang membuat Reza naik darah
"Sekali lagi aku peringatkan kamu jauhi Amel" teriak Reza seraya memukul gedung yang ada di belakang Randy
"Coba aja jauhi kita kalau bisa" ucap Randy seraya melepas genggaman Reza tadi perbuatan Randy membuat Reza marah sebuah tonjokan langsung menuju ke pipi Randy membuatnya langsung berdarah di sela-sela bibirnya mendapat perlakuan seperti itu Randy hanya tersenyum
Tak lama dari itu Reza memukul lagi namun sebelum sempat kena ke wajah Randy sebuah tonjokan tepat mengenai hidung Reza teman Reza yang tak terima Reza di pukul langsung mengepung Randy untuk menghajarnya dengan secepat kilat semuanya sudah bertumbangan oleh Randy mereka semua sudah terjatuh mendapat pukulan keras dari Randy
"Aku peringatkan sama semuanya ya jangan coba-coba memisahkan aku dan Amel" teriak Randy seraya memegang kerah baju Reza dan kini berbalik Randy yang mengancam Reza
Setelah itu Randy pergi meninggalkan Reza dan temanya yang kesakitan akibat pukulan Randy tadi, pas nyampe di kelasnya nampak Randy sudah telat karna di kelasnya sudah berada pak Khoirul yang mengajar matematika
"Assalamu'alaikum" ucap Randy seraya masuk ke kelasnya "maaf pak telat" pinta Randy karna menyadari kesalahannya tersebut
"Kenapa pipinya kok biru gitu habis berantem ya" tanya pak Khoirul mengintrogasi
"Oh gak pak kemaren ada preman yang malakin aku di jalan" ucap Randy berbohong sedangkan Amel sendiri yang mendengar pertanyaan pak Khoirul jadi khawatir dengan keadaan Randy pas ketika Randy duduk ketika dia melihat wajah Randy dirinya kaget entah apa yang terjadi pada Randy secepat itu karna tadi dia masih bersamanya dan Randy sendiri dalam keadaan baik-baik saja,
Melihat semua itu Amel menjadi tidak konsentrasi akan pelajaran matematika tersebut dia ingin langsung nyamperin dan bertanya apa yang telah terjadi padanya,
Waktu terasa begitu lama bagi Amel padahal dirinya ingin segera menemui Randy namun seakan waktu berhenti seketika dan pada akhirnya waktu yang di tunggu-tunggu tiba bel pergantian pelajaran berbunyi setelah pak Khoirul keluar Amel langsung pergi menemui Randy
"Kenapa kamu sweetie" tanya Amel sambil memegang pipi Randy yang lebam tersebut sedangkan siswa yang lain langsung tertuju pada Randy dan Amel bukan karna wajah Randy yang lebam melainkan panggilan Amel dan sikap Amel yang begitu perhatian sama Randy membuat mereka yakin kalau mereka sudah jadian
"Nggak apa-apa kok" kata Randy berbohong belum sempat Amel bertanya lagi tiba-tiba Bu Yuli yang mengajar sejarah datang dengan ucapan salam yang membuat Amel langsung balik ke tempat duduknya
"Kemaren sampai dimana" tanya Bu Yuli kemudian di jawab dengan serentak oleh sebagian siswa, kemudian Bu Yuli menulis lanjutan dari kemaren,
Tak terasa waktu terus saja berjalan dengan sendirinya hingga membuat bel pulang berbunyi yang membuat semua siswa langsung berbondong bondong untuk pulang setelah Bu Yuli mengucapkan salam mengakhiri pertemuan kali ini
Semua siswa langsung berhamburan keluar sedangkan Amel langsung menemui Randy dia masih belum puas bertanya tentang keadaannya
"Sweetie jujur kamu kenapa" tanya Amel ketika berada di dekatnya dan langsung duduk di samping Randy
"Baiklah sweetie" kemudian Randy pun menjelaskan apa yang terjadi padanya dengan Reza waktu istirahat tadi Randy menjelaskan dengan secara detail
"Kamu nggak usah khawatir ya aku disini baik-baik aja kok" kata Randy seraya memegang kedua bahu Randy tak lama dari itu Randy mencubit pipinya Amel secara bersamaan yang membuat Amel tersipu malu dan mereka pun larut dalam sebuah pelukan
"Sweetie semuanya sudah tau tentang hubungan kita" terang Randy
__ADS_1
"Sudahlah gak usah mikirin itu, yang penting mereka nggak ganggu hubungan kita" kata Amel seraya bangkit dari duduknya
"Ayok ah pulang" ajak Amel seraya menarik tangan Randy yang agak males untuk berangkat, setelah jadian dengan Randy Amel selalu rutin menjemput Randy untuk berangkat bareng bersama Syifa membawa mobil pribadi milik bapaknya