
Hari terus saja berlalu suka dan duka telah mereka lalui bersama terkadang ada cobaan yang mereka lalui terkadang pula ada kebahagiaan setelah cobaan tersebut
Begitu juga sebaliknya terkadang ada kebahagiaan sebelum ada cobaan karna Allah maha adil dan adilnya Allah tidak sama antara semua insan
Maka dari itu tak semua orang Allah di jadikan kaya ada pula yang miskin itu terbukti karna Allah maha adil dan seandainya adil itu harus sama harus kaya semua atau sebaliknya miskin semua
Maka dunia ini begitu membosankan nggak ada yang saling membatu antara satu sama lain jika halnya kaya semua mungkin sedikit orang bekerja namun sebaliknya jika miskin semua mungkin mereka akan melupakan kewajiban sebagai hamba
Maka dari itu Allah menjadikan hambanya sesuai dengan kepribadian masing-masing bukan karna pilih kasih jika ada seseorang hamba yang miskin itu bertanda Allah menyayangi hamba tersebut
Atau bukan berarti Allah benci terhadap orang kaya itu semua sudah di atur oleh Allah mungkin jika seandainya hamba itu di jadikan kaya maka dia akan lupa terhadap Tuhannya lupa terhadap sesama dan sombong terhadap apa yang telah di milikinya
Sehingga Allah menjadikan hambanya miskin begitu pula jika seandainya Allah jadikan hamba tersebut miskin mungkin hamba tersebut akan menggadaikan imannya demi harta maka dari itu Allah menjadikan hambanya tersebut menjadi orang kaya agar terhindar dar hal-hal tersebut,
Tak terasa waktu yang Randy tunggu-tunggu telah tiba yaitu dimana Randy harus menunggu kurang lebih dua tahun setelah kematian orang tuanya untuk menyekolahkan adik kembarnya agar dia bisa bebas untuk sekolah
Sedangkan yang menjaga ketika di sekolah sepupunya yang juga sekolah di sekolahan yang sama,
Ya Randy sebenarnya ingin sekolah lagi dan hari ini waktu itu telah tiba dimana Randy bertemu langsung dengan kepala sekolah mengenai kelanjutan sekolahnya
"Assalamu'alaikum" sapa Randy waktu itu setelah mengantar Syifa
"Wa'alaikum salam, eh kamu Rand masuk Rand" kata seseorang guru yang tak lain pak Dayat entah kenapa dia selalu bertemu dengan pak Dayat
"Ada apa Rand" tanya pak Dayat mengenai kedatangannya
"Perlu sama pak Hendra" kata Randy dengan penuh takzim
"Tunggu dulu ya pak Hendra masih ada di jalan" kata pak Dayat memberi tahu, tak lama dari itu pak Hendra datang dengan mengucapkan salam tatkala membuka pintu kantor sedangkan Randy langsung bangun ketika pak Hendra datang
"Eh kamu Rand, gimana kabarnya" tanya pak Hendra ketika melihat Randy berada dalam kantor tersebut
"Iya pak, Alhamdulillah baik pak" kata Randy dengan penuh takzim
"Duduk-duduk" kata pak Hendra seraya menyuruh Randy untuk duduk lagi di kursi yang tadi didudukin oleh Randy
"Ada apa Rand" tanya pak Hendra mengenai kedatangan Randy ke kantornya
"Gini pak saya cuma memastikan yang dulu pernah saya sampaikan kepada bapak" kata Randy mengawali pembicaraannya
"Yang mana" tanya pak Hendra yang mulai lupa dengan apa yang di sampaikan oleh Randy waktu dulu
"Itu pak masalah sekolah saya, saya mau masuk lagi ke sekolah ini" kata Randy menjelaskan
"Oh yang itu, silahkan mumpung sekarang tahun pelajaran baru" kata pak Hendra memberi restu
Mendengar hal tersebut Randy menjadi bahagia karna yang dia takutkan akhirnya terjawab sudah
"Ya sudah mulai besok kamu masuk lagi ke kelas tiga lagian nama kamu masih tercantum di daftar pak guru" kata pak Hendra memberi tahu
"Makasih pak" kata Randy sangat bahagia
"Ya sudah pak saya pergi dulu" ucap Randy lagi seraya sungkeman terhadap pak Hendra dan pak guru yang lainnya ketika keluar dari kantor tersebut
Randy melompat kegirangan hingga tak sadar sorot mata tertuju pada Randy nampak mata tersebut begitu mengagumi akan ketampanan Randy seakan kesempurnaan hanya miliknya seorang yang mana yang memerhatikan Randy sedari tadi adalah Shofi yang begitu kagum akan ketampanan Randy
Hingga membuat Shofi tak berkedip memandangnya Shofi terus saja memerhatikan Randy berjalan kearah parkiran hingga dia lupa telah meninggalkan mata pelajarannya hanya demi melihat ketampanan Randy
Namun ketika Randy sudah lepas dari pandangannya Shofi langsung pergi ke kelasnya ketika dia tadi pamit untuk pergi ke toilet namun ketika dia sampai disana dia malah berpapasan dengan pak Eko yang ternyata sudah selesai mengajar hingga membuat Shofi pas berpapasan dengannya
"Sif Sif, aku sekarang bisa merasakan apa itu cinta" kata Shofi memberi tahu Syifa sambil membayangkan tadi ketika melihat Randy
"Emang siapa yang kamu sukai" tanya Syifa penasaran namun dia juga ikut bahagia ketika melihat sahabatnya tersebut akhirnya bisa merasakan apa itu cinta
"Aku juga tidak tau siapa namanya cuma aku tadi liat dia pas keluar dari kantor" jawab Shofi dengan terus membayangkan ketampanan Randy,
Mendengar perkataan Shofi tadi Syifa menjadi teringat akan kakaknya yang mau pergi ke kantor untuk membahas kelanjutan sekolahnya
"Mungkinkah itu Cacak" tanya Syifa dalam hatinya namun Syifa tak memberi tahu Shofi dengan hal itu hingga akhirnya pembicaraan mereka harus berhenti ketika Bu Yuni yang mengajar biologi datang.
Sore sudah tiba tak terasa matahari sedikit demi sedikit mulai terbenam di ufuk barat sehingga memancarkan senja merah yang begitu indah di pandang mata namun keindahan senja hanya sementara
Ternyata memang benar adanya yang terindah memang tidak di ciptakan untuk di miliki cukup di syukuri bahwa dia ada untuk di kagumi
Seperti halnya senja yang keindahan tak bisa di miliki namun bisa di nikmati serta di kagumi karna kehadirannya hanya sebentar adanya
Terkadang bagi mereka penikmat senja mereka mengabadikan momen tersebut lewat ponsel mereka seraya di unggah di story mereka dengan caption kata-kata lebay khas anak jaman sekarang,
Dengan hilangnya senja tersebut langit pun yang tadinya indah untuk di nikmati kini menjadi menakutkan,
Sedikit dari mereka yang beraktivitas di malam hari terlebih bagi mereka yang penakut, waktu itu ketika sedang makan malam Syifa tak lupa untuk menanyakan hal tadi pagi ke Randy
"Cak kamu tadi di sekolah bertemu dengan cewek nggak" tanya Syifa ingin memastikan kalau yang di lihat Shofi sahabatnya itu bukan Randy
"Nggak sih emang kenapa" jawab Randy seraya bertanya balik
"Nggak apa-apa sih kak, soalnya ada teman aku dia orangnya cantik, cuma dia paling males sama yang namanya pacaran tadi dia malah memberi tahu aku kalau dia sudah menemukan sosok yang dia cari
Aku takutnya kamu gitu kak yang di maksud sahabat aku" terang Syifa panjang lebar seraya menikmati setiap makanan yang dia masak tadi
__ADS_1
"Mbak mau yang itu" kata Salsa seraya menunjuk ke telor ceplok yang tinggal satu
"Adik kurang nasinya" tanya Syifa kepada si kembar setelah memberi telor tadi ke Salsa sedangkan yang di tanya hanya menggelengkan kepalanya dengan kompak
Setelah selesai makan Randy langsung pergi ke tempat anak-anak yang lain ngumpul yaitu di gardu di samping bengkel ada juga yang berada di kamar sambil menyalakan musik
"Ini Sif" kata Abizar seraya memberi sesuatu yang ternyata martabak telur
"Kamu kalau lagi kenyang bawa oleh-oleh" gerutu Syifa ketika melihat yang di bawa Abizar tadi adalah martabak telur
Perlu di ketahui bahwa Abizar memang orang yang bisa di percaya dia kini telah resmi bertunangan dengan Syifa hingga membuat Syifa tak lagi cuek terhadapnya
Itu terbukti dengan cincin yang melingkar di jari manisnya sebagai tanda bahwa dia telah ada yang punya yaitu Abizar
Sejak selesai camping waktu itu Abizar mengutarakan niatnya kepada orang tuanya untuk melamar Syifa bak gayung bersambut orang tua Abizar malah menyetujui keinginan Abizar
Bahkan mereka menyukai wanita pilihan Abizar hingga tak lama dari itu orang tua Abizar datang untuk meminta Syifa buat anaknya sejak saat itu Syifa dan Abizar resmi tunangan
Namun meski begitu Randy selalu melarang Abizar untuk membawa Syifa kencan meskipun sudah resmi tunangan karna dia takut Abizar nantinya akan bosan ketika selalu bersamanya
"Ya mana aku tau" kata Abizar seraya duduk di samping Alin dan dengan cepatnya Alin langsung berdiri kemudian duduk di pangkuan Abizar,
Abizar memang orang yang baik hingga adik-adiknya Randy begitu menyukainya setiap kali Abizar main pasti di bawakan oleh-oleh untuknya yang sering dia bawa adalah bakso yang menjadi favorit makanannya
"Ih lucunya adikku" kata Abizar seraya mencubit pipi Alin yang gemesin itu seraya menciumnya berkali-kali
"Mbak minta dong" kata Alin ketika melihat martabak telur yang di bawa oleh Abizar tadi
"Ini" kata Syifa seraya memberi martabak tersebut kepadanya dan langsung memakannya dengan lahap,
"Kamu mau kak" tanya Syifa menawarkan martabak tadi kepada Abizar
"Nggak makan saja" kata Abizar seraya menggelengkan kepalanya tak lama dari itu
"Oh iya Dre besok saya mulai sekolah lagi jadi kalau saya nggak ada disini kamu yang handle semuanya ya" ucap Randy yang begitu percaya kepada Andre
Karna Andre sendiri orangnya dapat di percaya terlebih dia kerja disana sudah lama sejak sebelum bapak Randy meninggal jadi tidak mungkin Andre melakukan hal yang tidak-tidak untuk bengkel Randy,
Tiba-tiba datang dua orang dengan membawa motornya nampak setelah di lihat dari dekat ternyata bannya bocor
"Dek bengkelnya tutup ya" tanya orang tersebut mungkin dia di beri tahu oleh orang agar pergi ke bengkel ranger karna disini meski malam terkadang masih buka
"Kenapa kak" tanya Randy meski dirinya sudah tau kalau ban motor tersebut bocor
"Ini ban bocor saya cari kemana-mana nggak ada, terus tadi ada orang yang ngasih tau saya untuk suruh kesini" terang orang tersebut seraya menyeka keringatnya
"Oh iya silahkan duduk dulu kak" ucap Randy
"iya Rand" kata Benny dari depan kamarnya seraya pergi menuju Randy berada
"Ini bannya bocor ditambalin ya" pinta Randy ketika Benny sudah berada di sampingnya
"Silahkan duduk dulu kak" kata Randy ramah
"Iya dek" jawab orang tersebut seraya duduk di tempat yang sudah di sediakan,
Bengkel Randy memang berkembang pesat bahkan sekarang pendapatannya pun makin bertambah yang dulu ketika masih di pegang bapaknya antara empat juta kini sekarang paling sedikit lima juta itu tak termasuk dengan gaji karyawannya yang di gaji dua juta oleh Randy tiap bulannya
Sehingga jika di hitung pendapatan kotor Randy bisa mecapai sebelas bahkan sampai tiga belas juta namun meski begitu Randy tak lupa memberi sebagian uangnya untuk anak yatim dan fakir miskin
Sebab itulah rezeki Randy terus berlimpah karna hakikatnya jika kita bersedekah maka itu seperti halnya investasi yang pasti akan balik lagi kepada kita semakin banyak harta yang di sedekahkan semakin banyak pula yang Allah ganti
Maka dari itu jangan sampai pelit-pelit dalam urusan bersedekah terlebih kepada pengemis jalanan yang wajahnya tak terawat karna tak ada uang sama sekali,
Setelah itu Randy dan yang lainnya kembali melanjutkan pembicaraannya yang sempat terhenti tadi
"Berapa dek" tanya orang yang punya motor tersebut ketika motornya sudah selesai di tambal
"Rand berapa nih" tanya Benny ke Randy sedangkan Benny sendiri tau harganya namun dia takut kalau Randy ingin menggratiskan biaya tersebut
"Sudah nggak usah kak" kata Randy seraya melihat kearah orang tersebut Randy nampak kasihan terhadap dua pemuda tadi ketika melihatnya yang sampai berkeringat ketika sampainya tadi,
Tak lama dari itu perbincangan mereka kembali di lanjutkan hingga akhirnya Syifa pamit duluan ketika dirinya sudah mulai ngantuk sedangkan adik-adiknya sudah tidur sedari tadi
Kemudian Syifa pergi dari hadapan mereka seraya menggendong adiknya yang tertidur yang di ikuti oleh Abizar dan Randy yang juga ikutan menggendong adiknya namun ketika Abizar dan Syifa berdua secara tiba-tiba Abizar langsung mencium pipi Syifa dengan cepatnya
"Ih kakak" kata Siva seraya menyentuh bekas ciuman Abizar tadi sedangkan Abizar langsung lari namun tak jauh dari itu Abizar berbalik arah seraya menciumnya dari jauh dengan menggunakan tangannya
Sedangkan Syifa yang melihat tersebut tersenyum dan melakukan hal yang sama yang di lakukan oleh Abizar tadi
Nampak Syifa begitu beruntung mendapatkan sosok seperti Abizar selain tampan dia juga pengertian dan juga penyabar selama bertunangan dengan dirinya
Syifa sendiri juga suka terhadap Abizar sedari dulu namun dia pendam bahkan bersikap cuek ingin mengetahui seberapa besar cintanya abizar terhadapnya
Di sisi lain sikap abizar yang tidak pernah marah terhadap Syifa bahkan terkadang Syifa sengaja mengetes kesabaran Abizar namun tetap saja Abizar tidak bisa marah terhadapnya.
Keesokan harinya setelah semuanya sudah selesai untuk berangkat ke sekolah Randy yang waktu itu menggunakan motor Vario yang dia beli dua bulan lalu masih menunggu adiknya yang lain untuk keluar
Namun ketika sudah keluar Salsa malah kaget ketika melihat Cacak nya yang pakek seragam putih yang sama dengan mbaknya Syifa
__ADS_1
"Loh Cacak kok pakek seragam juga" tanya Salsa heran karna tak biasanya Randy memakai seragam juga
"Hari ini cacak sekolah juga kayak mbak" kata Syifa menjawab pertanyaan Salsa sedang Alin dan Arin hanya diam tak berkata apa-apa
"Dre saya berangkat dulu ya, nanti kalau lapar tinggal ambil saja di dapur sudah di siapin kok" kata Randy ketika melihat Andre yang baru datang
"Iya Rand" kata Andre seraya mematikan mesin motornya sampai Randy hilang dari pandangan matanya,
Randy nampak memacu motornya dengan keadaan standar namun sebelum dia pergi ke sekolahnya dia terlebih dahulu nganterin adiknya ke sekolahnya,
Adiknya yang kembar kini sudah masuk paud sedangkan adiknya yang bernama Salsa kini sudah kelas satu untungnya sekolahan SD sama paud satu sekolahan sehingga Randy tak perlu lagi repot-repot untuk mengurus adiknya satu persatu
Setelah nganterin adiknya sekolah Randy kembali memacu motornya namun kali ini dia memacunya dengan keadaan cepat hingga tak butuh waktu lama Randy sudah tiba di sekolahannya
Dia nampak kikuk yang mana sebelum ini dia yang selalu mengantar Syifa tak menggunakan seragam namun kali ini beda dia bukan hanya mengantar Syifa sekolah kini dia sendiri yang ikut sekolah meskipun harus satu kelas dengan adiknya sendiri,
Randy nampak berjalan dengan malu-malu seakan alam sekitar terasa asing baginya hingga tak sadar dia sudah berada di dalam kelas
Dia pun merasa sungkan untuk masuk ke dalam kelasnya namun langsung di seret oleh Syifa dan membuatnya masuk kedalam kelas baru baginya,
Ada yang memandang dengan wajah heran ada juga yang memandangnya dengan wajah takjub, takjub akan ketampanan Randy
Setelah di beri tahu oleh Syifa tempat duduknya Randy langsung duduk yang ternyata dia duduk di paling belakang dan duduk sendirian disana,
Disisi lain Shofi yang baru datang tak menyadari akan kehadiran Randy orang yang kemaren membuatnya percaya kalau cinta itu memang nyata dirinya langsung duduk di kursi samping Syifa tanpa berkata apa-apa lagi
Hingga tak lama dari itu bel pun berbunyi namun ketika pak Hendra datang entah apa karna tau Randy akan datang atau memang mata pelajarannya Randy menjadi bingung
Karna kebetulan sekali pak Hendra yang mengajar dan itu membuat hati Randy menjadi deg-degan tak menentu seakan ada perasaan nervous ketika pak Hendra tadi masuk ke kelasnya seraya mengucapkan salam
"Welcome back buat murid lama yang terasa baru" ucap pak Hendra yang membuat semua sorot mata tertuju pada Randy tak terkecuali Shofi,
Shofi kaget bukan main ketika melihat orang yang membuatnya sadar kalau cinta itu ada kini satu kelas dengannya hingga tak sadar dia telah menggoyangkan badan Syifa berkali-kali
"Apaan sih" tanya Syifa dengan suara pelan takut kedengaran oleh pak Hendra
"Itu cowok yang aku ceritain kemaren" kata Shofi seraya menunjuk ke arah Randy berada yang membuat Syifa sedikit menghembuskan nafas lewat hidungnya karna apa yang dia pikirkan ternyata benar adanya
"Welcome back buat murid lama yang terasa baru" ucap pak Hendra lagi
"Semoga kamu betah di kelas baru ini" kata pak Hendra lagi
"Pak suruh kenalin diri pak ke depan" pinta Shofi beralasan padahal dirinya hanya ingin melihat Randy dari dekat karna dirinya duduk di bangku paling depan
"Oh iya betul silahkan maju ke depan dan kenalkan dirimu" pinta pak Hendra yang membuat Randy mati kutu entah apa yang ingin dia sampaikan nantinya dan dengan terpaksa Randy akhirnya maju ke depan ketika terus di paksa oleh pak Hendra dan yang lainnya
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh" sapa Randy yang di jawab dengan kompak oleh yang lainnya
"Perkenalkan nama saya Randy Firmansyah umur sembilan belas tahun sempat vakum di sekolahan ini dua tahun karna ada masalah dan sekarang bisa balik lagi di sekolah tercinta ini
Semoga kalian semua bisa menerima aku apa adanya" kata Randy dengan lancarnya dia juga tidak menyangka akan seperti itu
"Udah punya pacar belum" Kata Shofi yang mendapat teriakan dari yang lainnya namun tak di gubris olehnya
"Kalau masalah itu privasi" kata Randy
"Mungkin cuma itu yang bisa saya sampaikan kurang lebihnya mohon maaf Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh"
Ucap Randy seraya balik lagi ke bangkunya tadi kemudian setelah itu pak Hendra membuka pelajaran kali ini dengan berdoa agar di berikan ilmu yang manfaat,
Setelah berdoa beliau langsung mengajarkan pelajaran yang dia bawa yang mana dia mengajarkan matematika bagi kelas tiga dan dengan seksama Randy mendengarkan penjelasan pak Hendra tadi
Meskipun sudah vakum dalam dunia pelajaran selama dua tahun namun itu tak membuat kecerdasan Randy berkurang sedikitpun
Itu terbukti ketika pak Hendra menerangkan pelajarannya dia langsung mengerti tanpa harus dia ulang berkali-kali meski terkadang ada juga yang dia tidak mengerti namun pas ketika di jelasin lagi oleh pak Hendra Randy menjadi ngerti,
Tak lama dari itu bel untuk pergantian pelajaran berbunyi membuat semua siswa kelas tiga sedikit lega karna matematika memang menjadi momok yang menakutkan bagi mereka
Seakan itu musuh besar bagi sebagian siswa namun ada juga yang menyukainya meski hanya sedikit dari mereka ketimbang yang tidak menyukainya
"Boleh kenalan nggak" tanya Shofi seraya berdiri di samping Randy "geser dong" katanya lagi yang membuat Randy terpaksa harus mengalah dia bergeser ke kursi yang kosong di sampingnya
"Nama aku Shofi" katanya memberi tahu seraya mengulurkan tangannya namun tidak ada tanggapan dari Randy
Randy diam membisu hingga membuat Shofi menurunkan tangannya yang tadi sempat dia angkat untuk berjabat tangan dengan Randy
"Siapa sih namanya" tanya Shofi kekeh tak menyerah meski di cuekin oleh Randy
"Randy" jawab Randy simple
"Udah punya pacar belum" tanya Shofi lagi, namun seperti pertanyaan sebelumnya pertanyaan Shofi tak langsung di jawab Randy hanya diam tak bereaksi
"Jangan cuek-cuek loh nanti kalau sayang malu ngomongnya" ucap Shofi lagi
"Udah" jawab Randy berbohong
"Nggak percaya"
"Terserah" Randy terus saja di cecar dengan pertanyaan-pertanyaan oleh Shofi hingga akhirnya pak Rizal yang mengajar bahasa Indonesia datang meskipun terlambat hingga membuat Shofi harus pergi lagi ketempat duduknya
__ADS_1
"Cuek tapi aku suka" komentar Shofi tentang Randy kepada Syifa secara pelan yang membuat Syifa sebentar menoleh ke arah Randy berada,
Kemudian pak Rizal menjelaskan pelajarannya dengan detailnya hingga tak terasa bel bertanda istirahat berbunyi karna pak Rizal datangnya terlambat