Kisah Cinta Sang Yatim

Kisah Cinta Sang Yatim
Bangkit Dari Keterpurukan


__ADS_3

Setelah bangun dari mimpinya tersebut membuat Randy sadar bahwa di sana sedang butuh sosok seperti dirinya karna cuma dia yang di harapkan sekarang,


Dia seka air matanya yang berjatuhan dari tadi dan mencoba untuk bangkit dari keterpurukan dia sadar kalau dirinya seperti itu terus maka keluarganya yang di sana akan terbengkalai,


Randy mencoba untuk menenangkan pikirannya terlebih dahulu sebelum dia balik ke rumahnya, dia coba untuk menghirup udara sekuat-kuatnya dan membuangnya lewat mulut itu dilakukan berkali-kali untuk menenangkan pikirannya,


Dia harus bangkit ya dia harus bangkit dari keterpurukan ini dia tidak ingin adik-adiknya seperti dirinya cukup dia yang menderita akan kepergian orang tuanya,


Setelah merasa pikirannya mulai tenang dia bangkit untuk kembali ke rumahnya namun sebelum dia pergi dia sempat berucap


"Ibu, bapak doakan saya disini agar kuat menghadapi cobaan ini, agar bisa mengemban amanah ini menjadi orang tua dari adik-adik saya" kata Rendy sebelum pergi dari tempat kuburan tersebut,


Randy terus saja melangkah dengan langkah gontai seakan dia tak bersemangat untuk menghadapi cobaan ini tak kuat mengemban amanah ini,


Namun di sisi lain jika dirinya terus begini maka yang akan menjadi korban adalah adik-adiknya dia mencoba tegar mencoba bangkit dari keterpurukan dan mencoba kuat dari segala cobaan, Randy terus saja melangkah hingga tak terasa dirinya sudah sampai di rumahnya


"Rand ditanyain Syifa tuh dia khawatir karena kamu nggak ada di bengkel" kata Andre memberitahu


"Oh iya terima kasih" ucap Randy seraya pergi menuju rumahnya, di sana Randy tidak menemukan adiknya Syifa itu berada di dalam di ruang tengah setelah dia cari ternyata Syifa dan adik-adiknya sedang berada di dapur lagi makan


"Adik lagi makan" tanya Randy saya duduk di dekat Arin yang sedang makan itu sedangkan Arin sendiri hanya menganggukkan kepalanya karena mulutnya penuh dengan nasi


"Kemana aja cak tadi" tanya Syifa ketika melihat kedatangan Cacak nya itu saya menyuapi ketiga adiknya


"Habis dari kuburan tadi Dek"


"Ini cak suapi dulu karena saya ingin menyiapkan yang lain makanan soalnya ini sudah pukul dua" kata Syifa seraya menyerahkan sepiring nasi kepada Randy


Sedangkan dirinya sendiri baru sadar kalau saat ini jam sudah menunjukkan pukul dua waktunya karyawannya istirahat dan makan siang berarti dia tadi waktu berada di kuburan tadi kurang lebih tiga jam berada di sana dia tak sadar kalau dirinya selama itu,


Memang sudah menjadi kebiasaan di rumah Randy jika sudah pukul dua karyawannya di kasih makanan mereka makan di sana dua kali yaitu pukul delapan pagi sama pukul dua siang itu sudah terjadi sebelum bapak Randy meninggal dan kini semuanya Randy yang menggantikan


"Makan dulu yuk, waktunya makan" ajak Randy kepada semua karyawannya yang kini bertambah menjadi tiga yaitu bertambah Benny,


Sedangkan Benny sendiri cukup cepat dalam belajar memperbaiki mobil karna dirinya sudah mempunyai bekal sering memperbaiki motor hingga tak butuh waktu lama untuk bisa memperbaiki motor juga


"Nanggung Rand, bentar lagi" teriak Faris yang berada di bawah mobil sedangkan Andre dan Benny sudah selesai dengan pekerjaannya dan mereka kini tinggal mencuci tangannya yang kotor


Hari terus saja berlalu bengkel Randy tiap hari semakin rame bahkan sekarang tak hanya untuk mobil melainkan untuk motor pun bisa nampak Randy dan karyawannya sudah mendapatkan kepercayaan dari pelanggannya dengan makin rame bengkel makin bagus pula bagi Randy,


Di suatu waktu Randy teringat mimpinya tempo hari ketika bapaknya berpesan untuk membuatkan tempat berteduh,


Randy coba berpikir kembali siapa yang mau di buatin tempat berteduh seperti yang di inginkan oleh almarhum bapaknya, hingga akhirnya Randy tersenyum setelah mengetahui akan jawabannya


Dia berpikiran bahwa ada jawaban dari mimpinya itu kalau tidak bengkelnya yang rame maka jawaban lainnya adalah rumah Randy yang rame yang di buat tongkrongan oleh anak-anak muda dan itulah salah satu jawaban dari pertanyaan Randy lewat mimpi tersebut hingga akhirnya dia berunding kepada Syifa


"Dik saya mau bangun tempat di sebelah bengkel mau di jadikan kamar di sana nanti kalau teman-teman main kesini biar mereka bisa tidur sini tidak harus pulang" kata Randy memberitahu kepada Syifa


"Itu terserah kamu cak"


"Soalnya kemaren Cacak mimpi, bapak nyuruh aku untuk membuat tempat berteduh jika sudah mulai rame, dan saya yakin maksud mimpi itu kalau nggak bengkelnya yang rame ya tempat tongkrongan yang rame" terang Randy tentang mimpinya karena selama ini dia tidak memberi tahu Syifa akan mimpi tersebut


"Terus rencana Cacak gimana" tanya Syifa balik


"Saya mau rembuk dulu ke Om Raihan gimana baiknya"


"Cak nanti malam Jum'at nggak mau bikin apa-apa" tanya Syifa seraya mengingatkan Randy bahwa nanti malam hari Jum'at


"Bikin nasi rawon aja dek, nanti kasih ke tetangga" suruh Randy pada adiknya memang jika urusan memasak Syifa meskipun umur masih lima belas tahun dirinya sudah tidak bisa di ragukan lagi kualitasnya


Memang dari kecil dia hobinya memasak hingga semuanya hampir bisa dia buat hingga membuat Randy tak perlu risau dengan masalah makanan,


Syifa yang tubuhnya lumayan tinggi yang tak pantas jika dia dikatakan umur lima belas jika dilihat dengan bentuk badannya maka tak heran jika dulu Zain begitu tertarik terhadapnya

__ADS_1


Sedangkan Zain sendiri cowok yang seleranya tinggi karena di dukung dengan paras wajahnya yang tampan namun karna alasan masih belum saatnya untuk pacaran Syifa menolak cintanya Zain,


Tak hanya Zain yang tertarik kepada Syifa kakak kelasnya banyak yang suka terhadapnya membuatnya tak heran jika setiap harinya dapat hadiah dari laki-laki dulu,


Di lain sisi nampak Randy langsung menemui Om Raihan yang kebetulan sedang ada di rumahnya karna rumah Om Raihan tak begitu jauh perkiraan sekilo dari rumah Randy


"Assalamu'alaikum Om" sapa Randy seraya mengucapkan salam dan sungkeman terhadapnya


"Wa'alaikum salam" jawab Om Raihan dan menyambut uluran tangan dari Randy "ada apa Rand" Om Raihan bertanya tentang maksud kedatangan Randy,


Dan Randy pun mengutarakan maksud kedatangannya mulai dari mimpinya hingga dari rencananya ingin membangun kamar di samping bengkel


"Gini Rand, sekarang kamu sudah menjadi orang tua meskipun kamu masih remaja atau anak-anak lah, semua itu tergantung kamu mau di buat apa tempat itu jangan ngomong ke saya asalkan kamu ngomong dulu ke Syifa sebagai saudara kamu yang paling besar,


Kalau cuma ngomong sama aku, ya aku sih nggak apa-apa itu rumah kamu tempat kamu terserah kamu mau di buatin apa, apalagi mendengar mimpi kamu tadi" ucap Om Raihan panjang lebar


"Bukan gitu Om, kalau saya gak rembuk dulu sama Om aku takutnya malah menjadi salahnya nanti kebelakang soalnya saya masih anak-anak yang butuh bimbingan dari Om"


"Saya menghargai niat baik kamu, cuma sekarang terserah kamu, emang baik berembuk dahulu kepada yang lebih sepuh namun jika itu sebuah kebaikan maka lakukanlah jangan di tunda lagi"


"Baiklah Om mungkin secepatnya akan di kerjakan, kalau gitu saya pamit dulu Om"


"Loh langsung mau balik"


"Soalnya di sana banyak kerjaan Om, saya harus meninggalkan bengkel demi rembuk masalah ini soalnya mimpi ini udah lumayan lama"


"Oh ya udah, hati-hati di jalan"


"Iya Om makasih Om, Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam" setelah selesai berembuk kepada Om Raihan Randy tak langsung pulang dia langsung pergi ke tempat material untuk membeli barang-barang yang di perlukan seperti semen dan yang lainnya dan juga membeli bata ringan setelah selesai Randy langsung pulang,


Nampak jam sudah menunjukkan pukul tiga sore se jam lagi waktunya pulang untuk karyawan Randy


"Loh Rand ini buat apa" tanya Andre ketika melihat kedatangan mobil yang mengangkut semen


"Buat apa"


"Biar kalian nyaman jika malam kesini bisa tidur disini juga" mendengar penjelasan itu dari Randy Andre tak banyak bicara lagi kemudian kembali bekerja tak lama dari itu satu persatu pun datang mulai dari bata ringan serta yang lainnya


"Ini pak uangnya" kata Randy seraya memberi uang lembaran pecahan seratus ribu sebanyak dua puluh lima lembar kepada penjual bata ringan


"Makasih dik" ucap penjual tersebut seraya menerima uang yang di berikan oleh Randy tadi


"Rand kalau butuh tenaga kerja ngomong ke saya soalnya saya banyak kenal untuk tenaga kerja kuli" kata Andre setelah pekerjaannya sudah selesai karena sekarang pukul empat waktunya untuk pulang


"Ya Dre kalau bisa cari enam sampai tujuh orang biar lebih cepat selesainya"


"Siap Rand, nanti tak kabarin"


"Makasih Dre" ucap Randy "oh iya jangan pulang dulu" lanjutnya lagi seraya pergi ke dalam menemui Syifa berada di sana adiknya tersebut sedang sibuk menyiapkan nasi rawon yang akan di bagikan ke tetangga terdekatnya


"Dik siapkan tiga piring" pinta Randy ketika berada di samping Syifa, nampak Syifa tak sendirian dalam melakukan semua itu iya di bantu oleh adiknya Salsa yang begitu rajin membantu mbaknya


Nampaknya dia sama dengan mbaknya pandai dalam urusan memasak itu terbukti dengan keringat yang menetes dari wajahnya


"Kasihan adik Cacak ini yang cantik" kata Randy seraya berlutut di depan Salsa dia tak lupa untuk mengelap wajah Salsa yang penuh dengan keringat "capek" tanyanya lagi yang di sambut dengan anggukan oleh Salsa "istirahat dulu dek, mana si kembar"


"Ada di ruang tengah lagi nonton TV" jawab Salsa dengan logat yang sangat lucu


"Ya udah sana biar mbaknya biar saya yang bantu" ucap Randy kemudian Salsa langsung pergi dari hadapan Randy "Dik" panggil Randy yang membuat Salsa berhenti dan menoleh ke arah Randy


"Sini" panggilnya seraya melambaikan tangannya

__ADS_1


"Ini ambil buat beli es krim" katanya seraya memberi uang pecahan dua puluh ribu selembar


"Ajak adiknya juga" lanjutnya


"Makasih cak"


"Cium dulu dong" pinta Randy kemudian Salsa mencium pipi Randy yang kanan dan yang kiri dengan disertai bunyi yang nyaring kemudian Salsa pergi dari hadapan Randy menuju adiknya berada


"Ini cak nasinya" ucap Syifa membuyarkan lamunan Randy tentang adiknya tersebut dia merasa tidak tega terhadap ketiga adiknya yang harus di tinggal oleh kedua orang tuanya namun apalah daya semua sudah takdir yang di tetapkan oleh Allah,


Kemudian Randy bangkit dari duduknya dan mengambil nasi tersebut seraya membawanya keluar dia tak lupa membawa air juga


"Ini makan dulu, sedekah buat orang tau saya" kata Randy seraya menaruh nasinya tadi


"Makasih Rand" ucap Andre dan yang lainnya, disisi lain Syifa yang sedang sibuk menyiapkan nasi untuk tetangga tinggal sedikit dia melakukannya dengan santai menikmati setiap prosesnya hingga akhirnya semuanya sudah selesai kini tinggal menghantarkannya saja


"Cak adiknya jaga saya mau nganterin ini dulu ke tetangga" teriak Syifa dari kejauhan karena Randy masih menemani yang lainnya makan


"Saya tinggal dulu, nanti piringnya taruh di dapur" ucap Randy seraya meninggalkan Andre dan yang lainnya


"Iya Rand" kata Faris menyanggupi perintah dari Randy tadi


Hari sudah mulai malam jam terus saja berputar dengan sendirinya hingga tak terasa siang dan malam silih berganti, sungguh beruntung bagi sang insan yang kehidupannya tak jauh dari ibadah kepada Allah semakin dekat diri kita kepada Allah semakin lupa kita terhadap manusia bahkan terkadang sama badan sendiri lupa,


Jika kita menghamba diri kepada Allah maka dunia akan menghamba diri kepadanya jadi tak heran jika para waliyullah yang kerjanya hanya menyibukkan ibadah kepada Allah rezeki terhadapnya terus mengalir dengan sendirinya padahal dirinya tidak bekerja sama sekali


Sungguh rugi hidupnya seseorang jika menjauh dari sang Ilahi sang pencipta dunia, salah satu cara agar kita bisa dengan Allah mengerjakan apa yang di perintah dan menjauhi apa yang di larang,


Mungkin jika harus mengerjakan apa yang di perintah masih banyak yang bisa melakukannya namun jika menjauhi apa yang di larang kebanyakan mereka yang lalai dalam hal tersebut


Kemaksiatan merajalela dimana-mana hingga tak heran jika musibah silih berganti karna bumi sendiri tak kuat melihat manusia yang terus saja bermaksiat kepada Tuhannya hingga akhirnya satu persatu bumi menampakkan dirinya dengan berupa longsor, gempa bumi, banjir, erupsi gunung dan tsunami


Itu semua di sebabkan karena manusianya yang terus bermaksiat dan tak bermaksud untuk bertaubat kepada Tuhannya karna hal inilah yang membuat bumi menjadi panas dan meluapkan semuanya dengan adanya bencana alam,


Tak terasa hari yang terus berlalu hingga membuat pembangunan kamar Randy sudah di tahap akhir tinggal pemasangan gentengnya saja dan membuat bengkel di tutup untuk sementara ketika pemasangan gentengnya hingga akhirnya semuanya sudah selesai


Tak terasa dengan berjalannya waktu semuanya sudah selesai kamar dengan ukuran kurang lebih tiga kali enam sudah selesai tinggal menempatinya saja sekarang setelah semuanya selesai Randy nampak begitu capek hari itu dia tidak menemui temannya yang berada di gardu di samping bengkel hingga tak terasa dia tertidur padahal jam masih menunjukkan pukul sembilan


"Tumben Randy nggak keluar" tanya Rangga ketika tak melihat kedatangan Randy, nampaknya mereka sudah berkumpul di tempat biasa mereka ngumpul yaitu di depan bengkel Randy


"Mungkin capek soalnya akhir-akhir ini banyak sekali yang harus dia lakukan" jawab Faris yang masih sibuk dengan HP-nya


"Oh iya Mid, disini semuanya bisa mau benerin motor bisa mau benerin mobil bisa bahkan jika sampai harus turun mesin pun bisa" kata Faris ngasih tau Hamid yang baru bergabung seraya meletakkan HP-nya tadi


"Tapi ingat, dia punya adik yang cantik jangan sampai kamu macam-macam sama dia kalau kamu berani menyentuhnya sedikitpun kelar hidup kamu" lanjutnya lagi mengingatkan untuk tidak berani menggoda adik Randy yang tak lain adalah Syifa


"Iya" ucap Hamid seraya menganggukkan kepalanya


"Ih iya gimana kalau kita membuat motor" usul Rangga


"Tapi ini bukan geng motor melainkan club motor" lanjutnya lagi


"Ide bagus tuh" ujar Andre menyetujui


"Trus gimana kalau Randy gak suka" tanya Benny pesimis


"Randy pasti suka kok, karna dulu waktu bapaknya masih hidup dia sempat cerita pada aku ingin gabung ke sebuah club cuma terkendala oleh orang tua" terang Andre yang membuat yang lainnya mempunyai harapan


"Nantinya disini di jadikan base camp dan Randy di jadikan ketua" usul Faris yang juga menyetujui dengan club tersebut


"Lagian disini tempat strategis deket sama jalan raya tempat ada, ada WiFi nya juga" imbuhnya lagi


"Aku setuju apa yang di katakan Faris, Randy pemikirannya sudah dewasa, dia royal, dan juga bertanggung jawab" kata Benny menambahkan

__ADS_1


"Ya udah kalau gitu kita rembuk lagi nanti malam kalau ada Randy" usul Arif yang sedari tadi hanya diam namun dia juga setuju dengan usulan temannya tadi


"Iya saya setuju" kata Rangga menyetujui apa yang di katakan oleh Arif tadi hingga tak terasa hari sudah mulai malam dan mereka akhirnya tidur di kamar barunya tersebut yang baru di tempati malam itu sedangkan Randy sendiri tidak tau kalau kamarnya tersebut sudah di tempati oleh teman-temannya


__ADS_2