
Pada dasarnya manusia di ciptakan oleh Allah berpasang-pasangan itu sudah Allah tentukan ketika sang hamba masih berumur empat bulan dalam kandungan
Namun bukan hanya itu yang di tentukan oleh termasuk umur, rezeki, ajal, jodoh dan baik buruknya kita di dunia itu sudah Allah tentukan
Terkadang sang hamba tak percaya akan kuasa yang maha esa terlebih dalam urusan rezeki seandainya bisa maka mereka akan menentukan sendiri berapa rezeki yang di terima oleh hamba tersebut
Padahal rezeki bukan cuma harta saja melainkan mata bisa berkedip itu sudah termasuk rezeki bagi kita
Lantas kenapa kita risau tentang rezeki kita yang sedikit toh buat apa punya harta banyak tapi matanya tak bisa berkedip karna rezeki badan jauh lebih berharga ketimbang rezeki yang berupa harta tak sedikit pula seorang hamba yang risau terhadap urusan jodohnya
Mereka takut tidak akan mendapatkan jika mereka yang memiliki wajah pas-pasan apalagi dengan wajah yang jelek,
Cukuplah nikmati proses syukuri apa yang ada dan nikmati yang di punya, bersabar dengan sesuatu yang di inginkan oleh hati berusaha menerima segala semua cobaan dan berharap semoga hidup lebih baik dari sebelumnya
Hanya itu yang di perlukan oleh seorang hamba sejatinya namun mereka malah di sibukkan dengan harta seakan time is money waktu adalah uang hingga mereka lupa terhadap Tuhannya,
Malam itu perkiraan pukul tujuh Shofi datang membawa motor Fortuner nya dengan membawa buku matematikanya
"Assalamu'alaikum" sapa Shofi dengan senyum manis ketika berada di depan pintu rumah Randy yang kebetulan terbuka
"Wa'alaikum salam" jawab Syifa dan Randy sedangkan Randy sendiri langsung bangkit dari duduknya
"masuk Fi" ajak Syifa ketika melihat kedatangan Shofi nampak Randy bangkit bukan untuk menyambut kedatangan Shofi tapi melainkan untuk mengambil buku matematikanya,
Sedangkan Syifa dan Shofi begitu akrab seakan yang terjadi dengan Randy tak membuat mereka renggang mungkin karna itu masalah pribadi meskipun Randy adalah kakaknya Syifa Randy nampak langsung duduk di samping Syifa seraya memerhatikan Shofi berbicara
Seakan Randy baru sadar bahwa Shofi tak hanya cantik tapi juga manis dengan tahi lalat yang ada di bawah bibir bagian kanannya dan lesung pipi di bagian kiri yang tampak ketika Shofi sedang tersenyum yang membuat manis senyumnya
Maka tak heran dulu Shofi selalu di puja oleh cowok di sekolah namun kini mereka malah menghilang ketika satu persatu di marahi oleh Shofi bahkan ada juga yang di tampar olehnya ketika masih ngeyel mendekati Shofi
Hanya Randy yang spesial di mata Shofi yang membuatnya mengejar seorang cowok meski sekarang Shofi sudah berubah seperti yang dulu
"Cak kalau bisa kita mulai aja" pinta Shofi ketika terus di perhatikan oleh Randy,
Namun yang membuat Randy senang bukan ketika Shofi berbicara melainkan ketika Shofi memanggilnya Cacak karena yang memanggil Randy dengan sebutan itu adalah adik-adiknya Randy
"Tapi aku minta sama kamu jangan cuek lagi" pinta Randy yang membuat Shofi sedikit menghela nafasnya
"Ya deh cak, asalkan Cacak bisa membimbing aku agar aku bisa meraih nilai yang bagus" tantang Shofi sebagai syarat agar dirinya tak cuek terhadapnya yang membuat semangat Randy menjadi menggelora
"Sebenarnya gini Fi, matematika itu susah-susah gampang, gampang bagi mereka yang menyukai dan susah bagi mereka yang membenci karena pada dasarnya jika kita tidak suka sulit untuk menerimanya
Namun sebaliknya jika kita menyukai sesuatu maka kita akan cepat menerimanya, maka dari itu apa pun yang di sukai oleh kita cepatlah di kerjakan atau di ambil takut orang yang kita sukai pergi dengan yang lain" kata Randy panjang lebar yang malah menuju ke arah percintaan
"Ih serius cak" rengek Shofi yang merasa Randy hanya main-main,
Kemudian Randy satu persatu menjelaskan permasalahan yang tak di mengerti oleh Randy dengan detailnya sampai Randy harus mengulang berkali-kali jika Shofi masih saja tetap tidak faham terhadap penjelasan Randy tadi disana juga ada Syifa yang juga menyimak penjelasan dari kakaknya
Shofi sendiri kali ini dia tidak main-main nampaknya dia begitu serius dalam menyerap pelajaran yang di berikan oleh Randy entah mengapa dia tidak ada niatan untuk males atau yang lainnya mengingat pelajaran matematika adalah musuh bebuyutan dari Shofi
"Ini kerjain" suruh Randy ketika sudah selesai menerangkan pelajaran yang tak di mengerti oleh Shofi tadi, Shofi langsung menuruti apa yang Randy suruh tadi sedangkan Randy langsung pergi entah kemana,
Syifa yang berada di samping Shofi hanya memerhatikan Shofi mengerjakan tugas yang diberikan Randy tadi namun dia tidak ngasih tau jika Shofi sulit mengerjakannya
"Ini minum" kata Randy seraya memberi Ale-Ale kepada Shofi yang sedang sibuk mengerjakan tugas darinya,
Shofi nampak bersikap biasa terhadap Randy dia langsung mengambil minuman tadi yang di berikan oleh Randy kepadanya dan langsung meminumnya tanpa ada kata terimakasih yang keluar dari mulut Shofi sedangkan Randy tak mau ambil pusing terhadap sikap Shofi terhadapnya
Dia yakin cepat atau lambat Shofi akan kembali seperti semula yang tak cuek lagi terhadapnya dia hanya duduk di kursi lain yang berada di samping Shofi seraya memerhatikan Shofi mengerjakan tugas tadi
"Nih selesai" kata Shofi seraya memberi hasilnya kepada Randy setelah di lihat ternyata dari lima soalan cuma satu yang salah
"Sebenarnya kamu cantik Fi" ucap Randy yang membuat Shofi melotot ke arahnya
"Eh maksudnya kamu pintar, cuma kamu males berfikir ini buktinya kamu cuma salah satu" komentar Randy setelah melihat hasilnya sedangkan Shofi yang mendengar itu semua bahagia bukan main sampai dia tak sadar memeluk Syifa dengan eratnya yang membuat Syifa sulit bernafas hingga terbatuk-batuk
"Hehe maaf Siv, maklum saking bahagianya aku" ucap Shofi meminta maaf kepada Syifa dengan tersenyum, kemudian Syifa langsung pergi entah kemana
"Ya udah untuk pelajaran malam ini cukup, kamu kembali besok sore pukul lima dan setelah Isyak" kata Randy memberi jadwal untuk lesnya selanjutnya terhadap Shofi yang membuat Shofi sedikit kaget
"Lah kok waktunya bertambah cak" tanya Shofi memprotes jadwal yang di tetapkan oleh Randy karna dia merasa waktu untuk istirahat menjadi berkurang
"Nggak boleh protes" ucap Randy yang membuat Shofi hanya diam menerima apa yang di perintah oleh Randy tadi
"Ok aku ngalah ini semua juga demi nilai aku yang anjlok" kata Shofi seraya menundukkan kepalanya seakan malu kalau nilainya paling rendah di antara teman-teman yang lain
"Ya udah deh aku balik duluan lagian kan ini sudah selesai" kata Shofi melanjutkan seraya bangkit hendak ingin pergi
"Jangan dulu pergi" cegah Randy "makan dulu sudah di siapin" kata Randy melanjutkan yang membuat Shofi langsung pergi ke arah dapur namun sebelum dia pergi nampak Syifa sudah datang dengan membawa nasi
"Ngapain harus repot-repot segala Siv" tanya Shofi yang merasa direpotkan oleh Syifa "saya sudah kenyang loh" lanjutnya menambahkan
"Kapan lagi kamu makan nasi sini kamu kan belum pernah makan disini" ucap Syifa seraya menaruh nasi dan lauk pauknya di atas meja yang tadi di gunakan untuk belajar,
Kemudian Syifa kembali kebelakang untuk mengambil sisa yang masih ada di dapur
"Kalau gini jadinya lebih baik nggak usah datang aja tadi kesini" ucap Shofi kepada Syifa yang telah kembali lagi setelah mengambil sisa makanan tadi
"Itu kan kewajiban kamu untuk memperbaiki nilai kamu suruh siapa nilainya jelek" kata Syifa seraya tersenyum ke arah Shofi
"Iya sih" ucap Shofi membenarkan apa yang di katakan oleh Syifa tadi
"Ya udah makan dulu Fi, cuma ini adanya maklum namanya juga orang miskin jadi makannya ea sederhana" ucap Syifa merendah karna dia tahu di rumah Shofi yang bak istana itu
"Apaan sih semua makanan itu sama saja intinya kita harus bersyukur sedikit banyaknya rezeki yang kita dapatkan toh semua ini dari Allah" ucap Shofi sok bijak yang memamerkan ada benarnya juga
"Siv temenin dong" pinta Shofi dirinya merasa kalau dirinya hanya akan di temani oleh Randy karna Shofi melihat Syifa yang meninggalkannya
"Entar dulu saya mau ambil piring" ucap Syifa seraya berlalu dari hadapan Shofi dan tak lama dari itu Syifa kembali membawa tiga piring
"Ya udah makan dulu Fi" ucap Randy menawarkan Shofi dirinya mengambil nasinya terlebih dahulu kemudian diikuti oleh Shofi nampak Shofi menikmati makan yang di suguhkan oleh Syifa dia belum pernah merasakan senikmat ini terlebih yang di hidangkan cuma daging ayam
"Sungguh Siv makanannya enak banget" komentar Shofi yang memakannya dengan lahap
"Ya udah tambah yang banyak Fi" ucap Syifa seraya memakan hasil masakannya tadi
"Fi, tukeran tulang yuk" ajak Randy yang membuat Shofi heran di merasa kalau Randy tidak jijik jika memakan sisa makannya hingga minta tulangnya segala
"Iya kmu jadi tulang rusuk aku, aku jadi tulang punggung kamu" kata Randy yang mulai menggombal meskipun gombalannya hasil dari video YouTube yang dia tonton,
Namun meski begitu sukses membuat wajah Shofi memerah karna malu membuatnya tak tau mau berbuat apa, sedangkan Syifaa sendiri yang mendengar tersebut ikut tersenyum terlebih ketika melihat wajah Shofi yang memerah
"Ih kok wajah kamu berubah merah sih Fi, cie cie" ledek Syifa memojokkan Shofi yang membuat Shofi tambah malu dia bingung apa yang harus dia perbuat hingga pada akhirnya dia diam seraya memakan makanan tadi sampai habis,
Perbuatan Syifa tadi membuat Shofi tidak nafsu makan dan itu di sesalkan oleh Syifa sendiri
"Loh kok berhenti Fi, katanya nasinya lezat" kata Syifa yang menyayangkan perbuatannya yang membuat Shofi tidak nafsu makan
"Udah kenyang Siv" hanya itu yang bisa Shofi katakan setelah dirinya di pojokan oleh Syifa tadi hingga akhirnya Syifa dan Randy juga selesai makannya, setelah itu Syifa membereskan makanan tersebut ke dapur
"Siv, adik kamu kemana kok gak keliatan" tanya Shofi ketika Syifa kembali duduk di sampingnya
"Tidur dari tadi Fi, mungkin capek seharian main terus" jawab Syifa
"Pantesan gak keliatan dari tadi"
"Fi kamu punya saudara berapa" tanya Randy namun tak langsung di respon oleh Shofi
"Tiga sama saya Siv, saya paling bungsu" jawab Shofi seraya menoleh ke arah Syifa seakan yang nanya tadi adalah Randy
"Oh gitu ok, jangan harap ada les lagi" ancam Randy yang masih saja di cuekin oleh Shofi padahal dirinya sudah bersikap baik terhadapnya
"Eh iya cak jangan gitu dong cak, Cacak jelek deh kalau kayak gitu" ucap Shofi agar Randy mau mengajarinya matematika namun Randy malah bersikap acuh tak acuh terhadap Shofi
"Oh iya Siv orang tua kamu kemana sih kok sejak aku main kesini nggak pernah tau orang tua kamu yang mana" tanya Shofi seraya melihat kearah Syifa karna selama ini Syifa tidak pernah cerita tentang keluarganya terhadap Shofi terakhir dia tidak cerita kepada Shofi tentang pertunangannya dengan Abizar
__ADS_1
"Udah meninggal dua tahun lalu Fi" ucap Syifa memberi tahu yang membuat Shofi sedikit kaget
"Semuanya Siv" tanya Shofi tak percaya tentang berita itu
"Emang Syifa nggak pernah cerita sama kamu Fi" tanya Randy yang kali ini di respon oleh Shofi
"Tidak cak" jawab Shofi seraya menoleh ke arah Randy, kemudian Shofi menoleh ke arah Syifa berada dan melotot kepadanya karna sahabatnya sejak kelas satu SMA itu tak terbuka kepadanya
Sedangkan Syifa hanya tersenyum kecil di saat Shofi melotot ke arahnya
"Ya maaf Fi, soalnya menurut aku itu tidak penting" mendengar ucapan Syita tadi Shofi malah tambah melotot kearahnya yang membuat Syifa merasa tidak enak terhadap Shofi
"Ya udah deh aku balik dulu lagian ini udah malam" kata Shofi seraya bangkit dari duduknya yang membuat Syifa dan Randy sama-sama bangkit dari duduknya
"Nah kalau sekarang mau pulang nggak apa-apa, kalau tadi sebelum makan gak boleh pulang" ucap Syifa namun sebelum Shofi pergi Shofi mencubit lengan Syifa yang membuat Syifa sedikit menjerit sakit,
Setelah kepergian Shofi nampak Randy tak langsung pergi ke base camp dan ngumpul bersama temannya yang lain dia hanya tiduran di samping Salsa seraya nonton YouTube di HP-nya
Randy begitu seriusnya nampak dia nonton ceramah salah satu channel YouTube yang membahas tentang cara didik anak yang mana dalam video di sebutkan bahwa nabi Muhammad berpesan
"Didiklah anakmu tiga perkara 1. mencintai nabimu 2. cintai Ahlu bait 3. mencintai Al-Qur'an" begitulah salah satu pesan nabi Muhammad cara untuk mendidik anak dari video tersebut sang kiai yang berceramah tentang hadis tadi menjelaskan lagi dengan terperinci mulai dari cinta nabi hingga cinta Al-Qur'an
Yang mana pesan beliau dalam ceramahnya salah satu cara mencintai nabi adalah mengikuti sunah-sunahnya yang sekarang musnah dengan perkembangan zaman yang mana sang hamba selalu di sibukkan dengan dunia, dunia, dan dunia, tak hanya itu yang di sampaikan oleh Kiai tadi banyak lagi perincian
Hingga akhirnya masuk pada nomer dua yang sudah jarang di temui oleh orang-orang yaitu cinta Ahlu bait yang mana terkadang ada orang tidak tau siapa itu Ahlu bait
Tak lain adalah anak cucu nabi Muhammad sendiri yang masih ada hingga sekarang karena keturunan nabi Muhammad di jaga langsung oleh Allah dengan sebaik-baiknya penjagaan
Maka tak heran jika Ahlu bait yang tak lain adalah para habaib dan Syarifah mereka secara hakikatnya lebih mulia ketimbang para ulama meskipun habib tersebut bodoh, pemabuk, pezina, pembunuh, dan banyak lagi dosa yang beliau perbuat
Itu masih mulia habib tersebut ketimbang ulama yang tinggi akan ilmunya yang rajin dalam ibadahnya karena kemuliaan seorang habaib itu sudah dari lahir karena disitu ada darah nabi Muhammad yang mengalir dalam diri beliau
Sedangkan para ulama mulia bukan dari lahir melainkan karena ilmunya dan ketakwaannya terhadap Allah bahkan jika hanya bermodal alim pun itu tidak cukup jika tidak di barengi oleh taqwa kepada Allah karna di zaman elit ini banyak ulama yang menyelewengkan hukum hanya untuk memenuhi nafsunya saja,
Setelah membahas cinta Ahlu bait yang tak lain adalah para habaib sang kiai tersebut menjelaskan lagi pada nomer ketiga yaitu cinta Al-Qur'an
Yang mana dengan seiringnya zaman yang serba modern membaca Al-Qur'an sudah jarang di temui mereka sibuk dengan dunia meski terkadang dalam ponselnya tersebut ada aplikasi Al-Qur'an nya namun lebih utama membaca langsung lewat Al-Qur'an
Randy begitu seriusnya dalam menyimak video tersebut hingga tak terasa membuatnya ketiduran dengan HP yang sedang menyala.
Keesokan harinya ketika jam sudah menunjukkan pukul lima sore tiba-tiba mobil Pajero hitam berhenti di depan rumah Randy
Waktu itu Abizar dan Benny sedang berada di gardu samping bengkel sambil berbincang kecil entah apa yang di omongin hingga membuat perbincangan mereka harus terhenti ketika melihat mobil Pajero hitam tadi
Nampak mereka memerhatikan siapakah gerangan yang hendak datang ke rumah Randy namun ketika Benny sudah tau siapa sang empunya mobil dia malah bertanya kepada Benny
"Mereka pacaran Ya" tanya Benny kepada Abizar ketika melihat Shofi yang mulai sering main ke rumah Randy
"Nggak tau sih" jawab Abizar yang tak tau mengenai hubungan mereka
"Setau saya Randy trauma dengan kisah cintanya dulu, makanya dia jomblo akut"
"Ya mungkin sekarang sudah bisa membuka hati lagi" perbincangan mereka terus berlanjut sampai akhirnya Shofi masuk kedalam rumah Randy,
Sedangkan Shofi sendiri yang berada di depan pintu langsung masuk ketika Salsa menyuruhnya untuk masuk
"Mbak kalau aku sudah dewasa aku pengen kayak mbak" kata Salsa seraya mengajak Shofi bicara disitu ada Syifa dan adik-adiknya yang lain
"Loh kenapa kok mau seperti mbak" tanya Shofi heran dengan maksud perkataan Salsa tadi
"Iya soalnya mbak cantik dan manis" puji Salsa yang membuat Shofi tersipu malu
"Ih adek pinter banget mujinya, kamu nanti kalau sudah dewasa pasti lebih cantik dari mbak lebih manis pula, soalnya sekarang kamu udah cantik, manis, imut pula"
Kata Shofi kepada Salsa yang sedang duduk disampingnya hingga tak lama dari itu Randy datang dengan membawa gorengan,
Sedangkan adik Randy si kembar dan Salsa berebutan ketika Randy membawa gorengan yang membuat Shofi merasa terharu dan bahagia ketika melihat adik-adiknya Randy
Karena di rumahnya hal tersebut tak pernah terjadi karena anak kecil di rumah Shofi hanya satu yang tak lain adalah keponakannya sendiri,
Tak lama dari itu suasana kembali menjadi sepi hanya sesekali mereka berbicara seraya memakan gorengan yang Randy bawa tadi hingga akhirnya Randy berkata
"Mana yang kamu tidak mengerti" tanya Randy seraya membuka salah satu lembaran buku tadi
"Semuanya cak" kata Shofi yang membuat dirinya menggaruk kepalanya yang tidak gatal tersebut
"Baiklah gini Fi" ucap Randy lagi seraya menjelaskan satu persatu yang tak di mengerti oleh Shofi salsa yang berada di sana juga memerhatikan penjelasan kakaknya meski dirinya tidak mengerti apa yang kakaknya jelaskan
Sedangkan si kembar yang sedang asyik nonton tv malah sering berantem karna masalah channel TV yang ingin mereka tonton hingga terkadang membuat Syifa harus mondar mandir untuk nenangin si kembar,
Satu persatu yang tak di mengerti oleh Shofi sudah di jelaskan namun ada juga yang masih sulit untuk di fahami meski sudah berkali-kali di jelaskan terkadang pula Shofi malah melihat ke arah Randy yang sedang menjelaskan itu yang membuat Randy tidak sadar kalau dirinya di perhatikan oleh Shofi,
Nampak hati Shofi sedikit demi sedikit mulai luluh akan pesona yang di pancarkan oleh Randy dia seakan ingin mengakhiri fase cueknya terhadapnya namun dirinya masih berusaha menahan agar kesannya tidak murahan,
Begitu pula dengan Salsa dia tidak sadar kalau Shofi sedang memerhatikan Randy karena dirinya terus melihat ke arah buku yang di terangkan oleh kakaknya,
Hingga tak terasa waktu sudah memasuki Maghrib adzan sudah berkumandang dimana-mana membuat Randy menghentikan pelajarannya
"Ya udah lanjut nanti setelah Isyak" kata Randy seraya menutup kembali buku tadi dan menjawab adzan yang sedang berkumandang,
Setelah selesai adzan tak lupa membaca doa setelah menjawab adzan dan langsung bangkit menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu,
Nampak mereka melakukan sholat Maghrib dengan berjemaah sedangkan yang menjadi imamnya adalah Randy,
Dengan kejadian tersebut hati Shofi menjadi bergetar baru kali ini dia menemukan cowok komplit seperti Randy udah pintar, bertanggung jawab, baik, suka menolong, tampan lagi intinya komplit dari segala bidang maka tak heran jika awal-awal Randy sering di ajak keluar oleh cewek di sekolahnya karena Randy termasuk yang paling tampan
Namun dirinya juga termasuk yang paling cuek meski begitu itu menjadi pesona tersendiri bagi semua cewek termasuk Shofi yang terus mengejarnya meski selalu di tolak
Hingga akhirnya memilih mundur ketika kata-kata kasar Randy yang memilukan hatinya membuatnya beralih dari fase ingin memiliki berubah menjadi fase cuek dan tak peduli lagi,
Namun nampaknya fase itu akan segera berakhir sering dengan berjalannya waktu dan kebaikan Randy yang terus dia tunjukkan seakan beneran tulus untuk minta maaf
Membuat hati Shofi sedikit terbuka karna batu yang keras jika selalu di tetesi oleh air yang cair akan berlubang pula,
Tak terasa sholat berjamaah sudah selesai Shofi pun kembali ke tempat tadi yang di temani oleh Syifa seraya ngobrol dengan volume kecil karena Randy sedang mengajari adiknya ngaji karena sejak bapaknya meninggal Randy lah yang menggantikan bapaknya untuk mengajari adiknya ngaji,
Namun ketika Shofi mendengar Randy mengajari ngaji dia bangkit dan pergi menuju Randy berada
"Cak ajari aku ngaji dong" katanya setelah berada di samping Randy seraya tersenyum malu-malu yang membuat si kembar dan Salsa menoleh ke arahnya begitu pula dengan Randy,
Namun permintaan Shofi tak langsung di respon oleh Randy dia mengira kalau Shofi hanya main-main saja
"Ih Cacak serius nih aku mau belajar ngaji" rengek Shofi manja dengan mimik muka yang menggemaskan
"Ya udah ambil saja Al-Qur'an disana" ucap Randy seraya menunjuk ke arah rak yang ada Al-Qur'an nya
"nunggu giliran ya" pinta Randy yang langsung di sambut dengan anggukan oleh Shofi sedangkan Syifa yang merasa lama menunggu kedatangan Shofi akhirnya pergi untuk menemuinya
Namun dirinya kaget ketika Shofi malah berada bersama adiknya yang sedang belajar ngaji
"Loh kok ada disini Fi" tanya Syifa heran "pegang Al-Qur'an segala" katanya lagi melanjutkan
"Nggak tau katanya mau belajar ngaji" ucap Randy menjawab pertanyaan Syifa tadi
"Lah emang kamu belum tau ngaji" tanya Syifa lagi heran
"Belum lancar" jawab Shofi dengan tersenyum, tak lama dari itu giliran Shofi pun tiba,
Awalnya ketika membaca surah Fatihah dia begitu lancar namun ketika membaca ayat selanjutnya yaitu ayat Al-Baqarah bacaan Shofi mulai ada yang salah dan di tegur oleh Randy ketika bacaan Shofi tadi salah dan dengan cepat dia ulangi lagi bacaannya
"Lah ini kan nun sukun bertemu huruf bak otomatis bacaan di baca Iqlab" kata Randy memberitahu
"Iqlab itu apa Rand" tanya Shofi yang tidak tau tentang tajwid Al-Qur'an
"Iqlab itu adalah nun sukun bertemu huruf bak dan cara bacanya dengung" jawab Randy
__ADS_1
"ini kan ada mim kecil di atas nun yang mati dan setelah itu ada bak nya otomatis cara bacanya bunyi nun sukunnya di rubah ke bunyi mim sukun" lanjutnya lagi menjelaskan yang membuat Shofi sedikit ngerti
"Kan kalau nun bertemu bak di namakan Iqlab, terus kalau aku bertemu kamu kok gak ijab" ucap Shofi malah bercanda ketika Randy dengan seriusnya mengajarinya hingga akhirnya dia di pukul dengan lidi di keningnya
"Ah" jerit Shofi seraya memegang keningnya yang bekas di pukul oleh Randy tadi
"Ini belajar Al-Qur'an loh jangan main-main yang serius kalau belajar Al-Qur'an" ucap Randy seraya menjitak kening Shofi menggunakan lidi
"Iya cak maaf" ucap Shofi seraya menundukkan kepalanya merasa bersalah akan sikapnya tadi,
Kemudian Shofi kembali melanjutkan bacaannya yang terbata-bata itu, hingga tak terasa adzan Isyak sudah berkumandang
"Sudah cukup" kata Randy menyuruh Shofi untuk menyudahi ngajinya karena sudah adzan Isyak kemudian Shofi langsung menutup Al-Qur'an nya dengan menggunakan doa
"Sering-sering ngaji ya biar kamu lancar baca Al-Qur'an" pinta Randy ketika melihat Shofi yang masih terbata-bata tatkala membaca Al-Qur'an yang masih belum lancar saat membacanya
Bahkan di bandingkan Salsa lebih tau Salsa ketimbang Shofi itu di karenakan minimnya pendidikan dari orang tua kepada Shofi terlebih karna orang tua Shofi yang super sibuk
"Ya cak" hanya kata itu yang menjadi jawaban dari pertanyaan Randy tadi, tak lama dari itu ketika adzan sudah selesai mereka langsung melakukan sholat berjamaah ketika Randy sudah selesai melakukan sholat Sunnah,
Hidup memang sulit untuk di jalani hanya bagi mereka yang pasrah dan tawakal kepada Allah, namun itu sulit untuk di lakukan oleh seorang hamba terkecuali memang sudah di pilih langsung oleh Allah,
Waktu itu setelah selesai sholat Isyak Randy nampak ngajak Shofi untuk makan terlebih dahulu sebelum melanjutkan lesnya
"Kalau kayak gini terus selama seminggu aku jadi nggak enak nih" ucap Shofi yang merasa sungkan ketika di perlakukan seperti itu oleh keluarga Randy
Sedangkan dirinya selalu merepotkannya padahal dirinya ke rumah Randy hanya untuk minta bantuannya agar bisa mengajarkannya matematika namun malah di anggap seperti keluarga sendiri
Hari terus saja berlalu dengan seiringnya waktu Randy dan Shofi kian dekat sikap Shofi pun sedikit demi sedikit mulai melunak yang awalnya dingin sedingin es batu kini mulai mencair
Pernah suatu ketika waktu itu Shofi yang hendak pergi ke temannya tiba-tiba tersandung oleh kaki temannya yang memang sengaja di lakukan agar Shofi terjatuh,
Namun tepat di waktu yang bersamaan Randy tiba-tiba datang dan menangkapnya hingga membuat mereka bertatapan dengan begitu lamanya seiring dengan tatapan itu Randy dan Shofi sama-sama menginginkan hal itu terjadi
Itu terbukti ketika mereka enggan melepaskan pelukan dan tatapan mereka membuat temannya yang lain menyorakinya hingga mereka tersadar akan hal itu
"Terimakasih" hanya kata itu yang keluar dari mulut Shofi yang tak tau lagi berkata apa seraya tersenyum ke arahnya yang membuat Randy ikutan tersenyum ketika mendapat senyuman dari Shofi
Tiba-tiba saja tak lama dari itu pak Hendra datang yang membuat sebagian siswa heran akan kedatangannya karna sekarang bukan pelajaran matematika
"Assalamu'alaikum" ucap pak Hendra seraya masuk ke kelas tiga tersebut
"Wa'alaikum salam" jawab mereka kompak
"Gimana kabarnya anak-anak" tanya pak Hendra basa-basi
"Baik pak"
"Oh iya sebulan lagi di sekolah kita akan mengadakan lomba futsal se kecamatan, yang mana nantinya kalau menang kan ikut lomba lagi se kabupaten,
Nantinya di antara kalian akan di seleksi untuk ikutan lomba tersebut" kata pak Hendra memberi tahu maksud kedatangannya yang memang rutin di lakukan setiap tahun
Namun di sekolah Randy hanya tahun lalu mereka mengirim perwakilan untuk ikut ajang tersebut
"Jadi aku mohon bagi yang lulus seleksi nanti di mohon untuk berlatih dengan giat agar tidak memalukan sekolah kita" lanjutnya lagi yang membuat siswa laki-laki jadi semangat agar dirinya terpilih dalam seleksi tersebut
Begitu pula dengan Randy dia yang gemar main futsal sudah tak sabar lagi untuk mengikuti seleksi tersebut dan berharap dirinya di pilih nantinya
"Ya sudah sekarang pergi ke lapangan disana sudah di tunggu pak Harun" ucap pak Hendra lagi seraya pergi meninggalkan kelas tersebut yang membuat semua siswa berbondong-bondong pergi ke lapangan ada juga yang enggan pergi karna tidak menyukai olahraga futsal tersebut
"Mari sini" kata pak Harun seraya melambaikan tangannya ketika melihat siswa kelas tiga untuk mendekat ke arahnya
"Mungkin kalian sudah tau dari pak kepala sekolah bahwasanya di sekolah kita akan mengadakan lomba futsal se kecamatan jadi saya di tunjuk oleh pak Hendra untuk menyeleksi kalian dan membimbingnya agar sekolahan kita ini tidak malu-maluin
Karena tahun lalu kita menjadi lumbung gol dari tim lawan karena persiapan yang mepet, dan sekarang sebelum saya menyeleksi kalian saya minta agar kalian membagi tim untuk nantinya bertanding" ucap pak Harun panjang lebar
"Ok biar mempercepat waktu silahkan kalian buat tim sendiri bagi sampai empat tim dan gantian main nanti saya liat siapa mainnya yang paling bagus" kata pak Harun lagi kemudian semua siswa rembuk-rembuk,
Setelah selesai rembuk dan tim sudah di bagi mereka akhirnya main ketika pak Harun meniup peluit untuk di mulai hingga membuat siswa yang sedang bermain itu unjuk Gigi untuk agar supaya bisa di pilih oleh pak Harun
Ada juga yang memperlihatkan skillnya ada juga yang malah ngelawak tanda nggak bakalan di pilih hingga akhirnya tim B sukses membobol gawang tim A lewat serangan yang cantik dengan umpan-umpan pendek yang mengelabui pertahanan tim A
Dan tak lama itu tim A juga berhasil mencetak gol lewat serangan balik yang mematikan dan skor pun menjadi 1-1 dan babak pertama pun usai dengan skor sama
Setelah babak kedua nampak permainan mereka nampak berlawanan tim B yang pintar menguasai bola terus menggempur pertahanan tim A yang sulit untuk di tembus
Akhirnya yang menang tim A lewat serangan balik ketika tim B sedang asyiknya menyerang membuat mereka lupa caranya bertahan dan pertandingan pun selesai dengan kemenangan tim A dengan skor 2-1 setelah itu kini giliran tim Randy dia tergabung di tim D,
Setelah peluit di bunyikan nampak tim Randy langsung menggempur pertahanan tim C dan tak lama dari itu mereka mencetak gol lewat kaki Randy yang menipu penjaga gawang tim C skor pun berubah menjadi 1-0
Permainan berlanjut namun nampaknya tim D tak puas dengan skor itu mereka terus saja menggempur pertahanan tim C hingga akhirnya mereka kembali mencetak gol lewat sundulan kepala dari Randy,
Nampak dari kejauhan ada segerombolan orang yang melihat kemampuan Randy yang piawai dalam memainkan bola tersebut terkadang mereka berteriak ketika Randy memegang bola
Terlebih ketika Randy mencetak gol nampak mereka sangat girang sekali namun beda halnya dengan Shofi yang nampak hanya tersenyum ketika melihat kejadian tersebut hingga tak lama dari itu babak pertama selesai dengan skor 2-0
Randy nampak lelah sekali karna sudah lama dia tidak main futsal karna sibuk dengan bengkelnya yang membuat nafasnya menderu-deru
Tak lama dari itu babak kedua pun di mulai kembali Randy memperlihat skillnya di depan pak Harun yang membuat pak Harun terkesima melihat penampilan Randy
Tak lama dari itu Randy kembali mencetak gol dan ini gol ketiganya di pertandingan ini nampak Randy tak bisa di bendung oleh tim lawan pergerakannya sangat lincah bak belut yang meliuk-liuk melewati bek lawan
Padahal tim C sudah bertahan total hingga kiper dari tim D ikut maju karna gabut di gawangnya hingga tak lama dari itu pertandingan tuntas dengan skor 3-0
Namun ketika pertandingan usai nampak Shofi langsung menghampiri Randy yang sedang istirahat dan memberinya minuman serta sapu tangan buat mengelap keringat Randy
"Ini" kata Shofi sembari memberinya minuman dan sapu tangannya yang berbau parfum has cewek yang membuat Randy malu
"Terimakasih" kata Randy seraya menerima pemberian dari Shofi tadi,
Perbuatan Shofi tadi membuat teman Randy yang lainnya cemburu dan mereka langsung menyorakinya dan ada juga yang bersiul membuat Randy malu, Randy langsung meminum pemberian Shofi tadi hingga habis
"Ok sekarang kita lanjut ke game selanjutnya tim D bertanding dengan tim A, ayok siap-siap" ucap pak Harun yang membuat mereka langsung bangkit dan kembali ke lapangan ketika tim mereka di sebut,
Permainan pun di mulai ketika pak Harun meniup peluit nampak pertandingan kali ini sangat seru antara tim dengan pertahanan terbaik melawan tim D dengan penyerangan terbaik
Dan kembali Randy memperlihatkan kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar dia mampu mencetak gol dengan cantik lewat tendangan kerasnya yang sukses membobol gawang lawan hingga akhirnya mereka unggul 1-0 dan skor itu bertahan sampai pertandingan pertama usai,
Setelah babak kedua di lanjutkan nampak tim D sangat menguasai bola mereka begitu kompak antara bertahan dan menyerang
Randy sering memperlihatkan kemampuannya namun selalu di mentahkan oleh gawang lawan yang tampil sangat baik di bawah mistar meski selalu di gempur habis-habisan
Mungkin jika seandainya kiper lain mungkin mereka sudah kebobolan minimal tiga gol mengingat peluang mereka yang sangat banyak
Namun meski begitu mereka bisa menambah keunggulan lewat gol Fery yang dapat umpan cantik dari Randy setelah melewati dua bek lawan langsung dan skor pun berubah menjadi 2-0 dan itu terus bertahan sampai pertandingan usai
"Ok nanti hasil seleksinya akan keluar hari Senin jadi bagi mereka yang lolos langsung berkumpul di lapangan pas habis istirahat, sekarang kalian boleh pulang"
Ucap pak Harun seraya pergi meninggalkan mereka nampak dia sudah mengevaluasi permainan dari kelas tiga, setelah kepergian pak Harun nampak Shofi langsung pergi menemui Randy berada
"Mana sapu tangannya" pinta Shofi yang membuat Randy sedikit kecewa karena yang dia mau sapu tangan tersebut mau di ambilnya namun ketika Shofi meminta kembali terpaksa Randy harus memberinya
"Ini" ucap Randy seraya memberi sapu tangan tersebut setelah di terima oleh Shofi hal tak di duga terjadi yang membuat Randy menjadi tidak tau mau berbuat apa
Shofi langsung mengelap keringat Randy yang berjatuhan tadi seraya menatap tajam ke arahnya membuat wajah Randy bersih dengan keringat sedangkan Randy sendiri hanya diam di perlakukan seperti itu
"Terimakasih Ya" kata Randy dengan perasaan senang ketika mendapat perlakuan seperti itu dari Shofi karena sebelumnya Shofi tidak pernah melakukan hal se romantis tersebut Shofi hanya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum kepada Randy
"Pulang yuk, Syifa sudah menunggu disana" ajak Shofi yang membuat Randy hanya bisa menurut terhadap ucapan Shofi tadi dia bagaikan seorang hamba yang menuruti permintaan tuannya,
Namun ketika perjalanan menuju sekolah Shofi langsung memegang tangan Randy nampak dia kembali menjadi cewek yang aktif setelah sebelumnya dia menjadi cewek yang pasif,
Hal-hal tersebut sering terjadi di antara mereka kejadian romantis lainnya sering mereka perlihatkan baik di rumah Randy maupun di sekolah bahkan kini mereka sering berhubungan lewat telepon hingga terkadang Randy lupa akan pekerjaannya,
Namun meski begitu Randy tidak pernah lupa akan kewajibannya bahkan seperti halnya Amel Randy kembali bisa membuat Shofi selalu menggunakan hijab yang jarang dia lakukan dalam urusan mengaji pun kini Shofi mulai lancar beserta dengan tajwidnya
__ADS_1
Randy nampak merubah Shofi sedikit demi sedikit tidak halnya seperti Amel dulu namun dia masih belum berani berbuat jauh lagi karena dia takut hal yang dulu terjadi dengan Amel terjadi lagi dengan Shofi
Randy nampak trauma pacaran dengan orang kaya meski dirinya belum tau seluk beluk keluarga Shofi itu yang membuat Randy sedikit ngerem untuk menjadikan Shofi sebagai pacarnya karna dia selalu dihantui oleh trauma masa lalu yang sampai sekarang tak bisa di lupakan