Kisah Cinta Sang Yatim

Kisah Cinta Sang Yatim
Orang Tua Kedua


__ADS_3

Waktu terus saja berjalan siang malam silih berganti namun meski begitu kebanyakan manusia tak sadar bahwa seiring dengan berjalannya waktu umur mereka juga semakin berkurang bukan bertambah dan kematian semakin mendekat bukan menjauh hal ini yang tidak pernah di sadari oleh kebanyakan manusia mereka seakan percaya bahwa hidup mereka masih lama,


Umur mereka masih panjang padahal semakin hari semakin dekat dengan kematian karna hal ini lah jarang manusia untuk bertaubat kepada Allah hingga membuat mereka melalaikan kewajiban mereka,


Mereka tidak sadar bahwa setelah kematian masih ada dunia lain yaitu alam kubur di sanalah yang menentukan nasib kita apakah kita bernasib buruk atau sebaliknya tinggal amal kita yang berbicara


Mungkin jika di dunia mulut bisa berbohong namun di alam kubur yang berbicara bukan mulut tapi anggota tubuh yang lain mereka menyaksikan apa yang kita perbuat semasa ada di dunia


Jika kita berbuat baik maka kesaksian anggota tubuh kita baik mulai dari rambut sampai kaki menyaksikan bahwa perbuatan kita baik dan disitulah kita terbebas dari siksa,


Namun sebaliknya jika perbuatan kita buruk banyak melakukan dosa maka kita tidak bisa berbohong kita tidak bisa mengelak dengan perbuatan-perbuatan tersebut hingga akhirnya membuat kita disiksa sampai hari terakhir tiba yaitu hari kiamat,


Maka dari itu perbanyaklah amal ibadah kita jangan sampai tergoda oleh syaitan yang terkutuk karna tipu muslihat syaitan sangatlah bagus hingga membuat kita tertipu dan akhirnya menuruti kemauan nafsu kita yang telah di usik oleh syaitan


"Mbak aku mau itu" pinta Salsa sambil menunjuk ikan ayam


"Ini, habisin ya nasinya" kata Randy seraya memberi apa yang Salsa pinta


"Kamu mau apa Dek" tanya Syifa yang melihat adik kembarnya dengan piring kosong


"Suapi" pinta Arin merengek manja membuat Syifa harus menuruti apa yang di pinta oleh adik kembarnya itu,


Ketika melihat keadaan seperti itu nampak Randy dan Syifa seakan menjadi orang tua kedua bagi adik-adiknya bahkan perhatian Randy dan Syifa seakan melebihi perhatian orang tua ke anaknya cuma bedanya bukan mereka orang tua aslinya mereka kini bisa di sebut dengan orang tua kedua bagi adik-adiknya sekarang,


Kadang Randy yang membela adiknya ketika sedang bertengkar terkadang pula Syifa yang melakukan hal itu, namun jika mengenai keuangan Randy layak di sebut dengan orang tua karena sejak kematian orang tuanya keuangan Randy bertambah


Syifa dan Randy tidak pernah mengeluh dengan status mereka yang harus menjadi orang tua bagi adik-adiknya mereka menjalankannya dengan suka cita karena dari keluarga inilah mereka tumbuh besar, setelah makan malam Syifa nampak berbincang serius dengan Randy kakaknya


"Cak, lebih baik saya berhenti aja dari sekolah supaya lebih fokus ke adik-adik nantinya" kata Syifa mengawali pembicaraannya


"Dik Cacak, sudah mengambil keputusan dan sudah berembuk kepada kepala sekolah SMA bahwasanya untuk sementara saya tidak akan sekolah namun saya tidak berhenti sekolah hanya saja nantinya saya tidak bisa naik kelas,


Ketika Alin dan Arin umur lima tahun dan waktunya masuk paud saya mau sekolah lagi sedangkan bengkel ini Andre yang menghandle semuanya,


Jadi kamu harus tetap lanjut sekolahnya kalau masalah adik nanti biar saya yang ngurus semisal nanti sibuk dengan pekerjaan akan aku taruh dulu pekerjaannya" kata Randy panjang lebar mengenai masa depannya


"Tapi itu kan membuat Cacak kesulitan harus jaga adik disisi lain Cacak harus kerja"


"Sudahlah nurut apa kata Cacak" pinta Randy yang membuat Syifa diam tak bisa berkata apa-apa lagi,


Tak lama dari itu setelah pembicaraan tersebut tiba-tiba dua motor berhenti di depan rumah Randy hingga membuat Randy penasaran setelah di lihat ternyata Andre dan Faris yang membawa kedua temannya


"Eh kamu Dre, masuk Dre" kata Randy seraya mengajak Andre dan yang lain masuk


"Nggak usah Rand kita ke bengkel aja" kata Andre yang langsung pergi ke bengkel di sana ada sebuah gardu yang terletak di samping bengkel dan di ujung halaman ada pohon besar yang menjulang tinggi membuat suasana menjadi adem


"Ya udah aku ambil HP dulu" ucap Randy seraya masuk lagi ke dalam untuk mengambil HP-nya


"Sif, ada teman-teman di luar buatin kopi ya " pinta Andre seraya berlalu mengambil HP


"Nanti kalau sudah telepon aku" katanya lagi ketika berpapasan dengan Syifa


"Rand, ini kenalin namanya Rangga yang ini namanya Benny" kata Andre memperkenalkan teman yang di bawanya tadi, kemudian mereka saling memperkenalkan diri seraya bersalaman


"Ngerokok nggak" tanya Randy kepada kedua orang tersebut, namun Rangga dan Benny hanya diam seraya tersenyum kecil, perkiraan dari kedua tersebut masih seumuran dua puluhan


"Faris ini beli rokok lebihnya beli jajan dan minuman" kata Randy seraya memberi uang dua lembar pecahan lima puluh ribu sama dua puluh ribu, kemudian Faris mengambilnya dan pergi untuk membeli apa yang di suruh oleh Randy tadi


"Sekolah apa kuliah nih" tanya Randy


"Kuliah" kata Rangga


"Kalau kamu Ben"


"Cuma nganggur doang" percakapan mereka tak hanya berhenti dari situ nampaknya Benny bernasib sama dengan Randy yang tak punya orang tua


Namun bedanya jika Randy orang tuanya sudah tiada untuk selamanya tapi kalau Benny keluarganya broken home hingga dia terlantar kehidupannya


Karena berkat pertolongan Andre Benny akan terlantar dan tak tau arah tujuan namun ketika bertemu Andre yang tak lain sepupunya sendiri kehidupan Benny berubah drastis Benny kini tinggal bersama Andre dan di ambil anak oleh omnya,


Tak lama dari itu Faris datang dengan membawa makanan ringan serta dua rokok Surya


"Ini rokok, kalau saya nggak ngerokok" kata Randy seraya memberi rokok tersebut kepada Rangga dan Benny "kalau butuh apa-apa tinggal minta, jangan bosan-bosan main kesini" lanjutnya, tak lama dari itu HP Randy berbunyi bertanda ada yang nelpon setelah di lihat ternyata adiknya yang nelpon


"Ini sudah selesai kopinya aku taruh di depan rumah" kata Syifa di seberang sana ketika sudah tersambung


"Iya" jawab Randy simple dan langsung mematikan sambungan via telepon tersebut


"Faris, minta tolong kopi di depan rumah ambilkan" pinta Randy yang langsung di lakukan oleh Faris halaman rumah Randy lumayan luas namun separuh dari halaman tersebut di buat bengkel oleh bapaknya Randy


"Ini" kata Randy ketika kopi tersebut sudah tiba dan meletakkannya dia antara mereka


"Makasih Rand" kata Benny


"Ini makan" kata Randy seraya membuka makanan yang di beli tadi, pembicaraan mereka tak berhenti dari situ


Benny ternyata mantan pembalap liar setelah di tinggal kedua orang tuanya dulu masa lalunya sangat kelam sebelum tinggal bersama omnya yang tak lain bapaknya Andre dia sedikit ngerti akan urusan mesin terlebih kalau mesin motor,


Sedangkan Rangga sendiri keluarganya termasuk ekonomi menengah termasuk mampu untuk sekedar menghidupi keluarganya di lihat dari nada bicaranya nampak pengalaman Benny lebih banyak dari pada Rangga apalagi mengenai kehidupan luar


"Ben kalau mau kerja di bengkel saya gimana" ajak Randy yang memang sedang membutuhkan karyawan baru setelah bengkelnya mulai rame dari pelanggan


"Tapi saya tidak tau tentang seluk beluk mesin mobil" kata Benny terus terang

__ADS_1


"Tapi kalau motor ngerti kan" tanya Randy


"Iya ngerti bahkan sering memperbaiki punya teman yang rusak" kata Benny


"Itu tidak jauh bedanya dengan mesin motor cuma bedanya kalau mesin mobil lebih besar dan komponennya lebih banyak" terang Randy


"Tapi gimana ya" kata Benny ragu


"Ya sudah mulai besok kamu kerja disini sama Andre"


"Baiklah makasih Rand"


"Oh iya nanti kalau lapar ngomong nggak usah sungkan-sungkan" kata Randy, kemudian mereka larut dalam canda tawa hingga tak terasa jam sudah menunjukkan pukul dua belas membuat Randy pamit duluan karna sudah merasakan ngantuk


Begitu juga dengan Andre yang juga sudah mulai ngantuk sedangkan Faris yang sudah terlelap sedari tadi di bangunin oleh Andre ketika dirinya mau pulang


Pagi itu Randy dan yang lainnya mulai di sibukkan dengan acara empat puluh hari wafatnya orang tuanya, semuanya sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing tak terkecuali Randy yang mengurus bagian luar ketika butuh apa-apa


Sedangkan urusan dapur bibinya yang menghandle ketika Syifa masih anak-anak untuk urusan seperti itu namun meski begitu bengkel tetap buka karna masih besok acaranya hingga tak terasa malam sudah menjemput sang insan,


Sungguh cepat perputaran bumi tak terasa hari sudah malam sebentar lagi siang sebentar lagi malam begitulah seterusnya


"Silahkan masuk pak" ucap Randy menyambut undangan yang sudah mulai berdatangan,


Nampak tamu undangan sudah berdatangan satu persatu hingga acara pun di mulai ketika kyai juga sudah hadir yang mana dalam susunan acara tersebut meliputi pembukaan Fatihah pembacaan Yasin dan tahlil yang di tutup oleh doa tak terasa acara satu persatu sudah selesai kini tinggal doa yang di pimpin oleh Kyai As'ad


"Silahkan dimakan pak" kata Randy mempersilahkan semua tamu undang untuk memakan hidangan yang ada di depannya setelah doa di tutup dan mereka semua pun larut dalam makanan hingga tak terasa semuanya sudah selesai makan dan pamit satu persatu kepada Randy


"Terimakasih pak atas kedatangannya" kata Randy seraya berjabat tangan dengan salah satu undangan


"Iya nak Randy" jawab laki-laki tersebut yang agak tua perkiraan umur empat puluh tahun dengan membawa oleh-oleh,


Setelah tamu pada pulang Randy menyuruh Andre dan Faris untuk membersihkan kembali tempat yang di gunakan untuk acara tersebut disitu juga ada Rangga dan Benny yang ikut membantu keluarga Randy


Nampak sejak malam itu Rangga dan Benny tiap malam malam ke rumah Randy meski terkadang hanya Rangga dan Benny saja yang main ke rumah Randy,


Setelah acara selesai dan semuanya sudah di beresin, Randy langsung tiduran di depan rumahnya yang berasal karpet nampaknya dia begitu capek setelah akhir-akhir ini banyak pekerjaan yang harus dia lakukan selain mengurusi bengkelnya hingga tak terasa Randy terlelap dalam tidurnya


"Nak, jangan lupa ya kirimin aku makanan karena itu yang aku butuhkan sekarang" tiba-tiba saja Randy terperanjat dari tidurnya dia nampaknya bermimpi bertemu dengan bapaknya


Seakan dirinya ngasih kode kalau darinya butuh makanan yang bisa diartikan kiriman Fatihah karena orang tuanya butuh hal tersebut dari orang yang masih hidup hanya itu yang dia butuhkan sekarang karena pahalanya pasti akan sampai kepada orang tua,


Memang benar jika seseorang yang sudah mati yang dibutuhkan hanyalah kirim surah Fatihah dari keluarganya yang masih hidup terlebih lagi dari anak-anaknya karena cuma keluarganya lah yang bisa melakukan hal tersebut,


Setelah bermimpi seperti itu Randy langsung pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu dan pergi ke pemakaman orang tuanya tak lupa pula dia pamitan kepada Syifa yang masih sibuk mengerjakan urusannya


Setelah sampai di pemakaman Rendy langsung duduk di depan kuburan bapak dan ibunya dia langsung mengirimkan Fatihah yang di khususkan kepada almarhum orangtuanya tersebut setelah itu dia membaca surah yasin dan tahlil dan ditutup dengan doa


Namun ketika mengingat bapaknya Rendy kembali bersemangat karena yang dipesankan oleh bapaknya yaitu menjaga adik-adiknya supaya tetap utuh dan bahagia tanpa harus mengingat orang tuanya lagi


Hal tersebut yang akan dilakukan meskipun terkadang dia merasa tidak kuat dengan cobaan cobaan itu dia seakan belum waktunya untuk mengemban menjadi orang tua bagi adik-adiknya karena dirinya masih remaja yang tidak tahu tentang apa-apa


Namun karena sudah menjadi titah dari sang ilahi dia mencoba untuk tetap tegar karena dia yakin bahwa di setiap cobaan pasti ada jalan keluarnya dan dia yakin bahwa dia mampu untuk mengatasi semuanya


Dia juga percaya diri dengan apa yang dia lakukan dengan pertolongan Allah dia mampu untuk melakukan tersebut setelah merasa lega mencurahkan semua air matanya di depan pemakaman orang tuanya dia kembali ke rumahnya seraya mengusap air matanya yang sedari tadi jatuh berlinangan


Ketika sampai di rumahnya Randy langsung disambut oleh kedua adik kembarnya mereka langsung memeluknya dengan erat seakan tidak ingin melepaskan kakaknya tersebut kakak yang dia sayangi


"Cacak dari mana" tanya Alin dengan logat anak-anak


"Cacak dari kuburan" kata Randy seraya jongkok memposisikan dirinya agar setara dengan kedua adek kembarnya tersebut


"Kok nggak ngajak-ngajak sih cak" kata Arin merajuk


"Iya nanti Cacak ajak" kata Randy seraya memeluk kedua adiknya tersebut, dan mereka pun larut dalam pelukan


"Cak minta uang dong" pinta Arin yang di ikuti oleh Alin


"Mau beli apa emangnya"


"Mau beli es krim" kata Alin yang tak bisa bicara R


"Mbak Salsa kemana" tanya Randy ketika tidak melihat adik yang nomer dua yang tak lain adalah Salsa


"Ada di dalam" jawab Alin sambil menunjuk ke dalam rumahnya


"Ajak mbak Salsa beli es krim ya"


"Iya" kata Arin seraya berlalu dari hadapan Cacak nya ketika sudah di beri uang dua puluh ribuan nampaknya dia pergi ke dalam untuk mengajak Mbak nya yang bernama Salsa


Hari nampak sudah mulai gelap itu pertanda bahwa dunia sudah mulai memasuki waktu malam,


Waktu itu setelah makan malam Rendy menceritakan mimpinya tadi kepada Syifa bahwasannya papanya menyuruh untuk memberikannya makanan yaitu memberikan surah Fatihah yang di khususkan kepada kedua orang tuanya karena itulah sebaik-baiknya kiriman untuk almarhum dan almarhumah orang tuanya


Ketika mendengar itu Syifa menjadi teringat kepada bapak dan ibunya dia tak kuasa untuk meneteskan air matanya hingga membuat suasana menjadi melow begitupun juga dengan Randy,


Randy juga ikut terbawa suasana dan membuat suasana menjadi hening tak lama dari itu Randy mengusapkan air matanya Syifa yang menetes jatuh ke lantai dan merekapun larut dalam pelukan


"Dik jangan lupa ya setelah sholat ataupun kalau lagi senggang kirimin bapak dan ibu surah Fatihah karna itu yang di ditunggu sekarang" kata Rendy mengingatkan kepada Syifa adiknya tersebut,


Syifa yang mendengar petuah dari kakaknya hanya bisa menganggukkan kepalanya seraya mengusap air matanya yang masih menetes itu, tak lama dari itu terdengar suara motor berhenti di depan rumah Randy menandakan bahwa teman-teman Randy sudah tiba


"Ya udah Dik kamu tidur sana kalau nggak mau tidur jagain adik-adiknya ya" pinta Randy karena Randy ingin menemui teman-temannya

__ADS_1


"Iya cak" ucap Syifa pelan dan dia langsung bangkit dari tempat duduknya tadi, nampaknya Syifa tak langsung tidur dia masih pergi ke ruang tengah untuk menonton TV,


Disisi lain Randy yang sudah ditunggu-tunggu oleh temannya yang sedang berada di gardu menjadi heran karena temannya sekarang bukan cuma berempat tapi malah banyak dan itu membuat hati Randy menjadi senang karna kini tempatnya sekarang menjadi tongkrongan bagi anak-anak muda


"Rand kenalin ini namanya Arif dan ini namanya Umam sedangkan ini namanya Ubaid dan yang itu Roni"


Kata Andre memperkenalkan satu persatu temannya yang dibawa yang disambut dengan sumringah oleh Randy seraya mengulurkan tangannya dan menyebutkan namanya yang disambut dengan uluran tangannya oleh orang baru tersebut dan juga menyebutkan namanya masing-masing


"Faris ini beliin Surya tiga ya" ucap Randy seraya memberi uang selembar pecahan seratus ribu yang langsung di ambil oleh Faris


"Saya gini Dre kalau sama orang baru saya royal biar orang yg baru kita kenal memberikan kesan yang baik kepadanya, dan jika ada yang butuh daya tak sungkan untuk menolongnya"


Ucap Randy panjang lebar pada Andre yang di dengarkan oleh yang lainnya sedangkan Andre sendiri tau kalau sifat Randy seperti itu dia tidak tega melihat ada orang yang susah terlebih ketika dia di tinggal oleh orang tuanya seakan dia tidak ingin orang lain bernasib sama seperti dirinya,


Setelah itu mereka pun larut dalam obrolannya yang terus mengalir diantara mereka terkadang gelak tawa pecah ketika diantara mereka ada yang membuat hal lucu


"Ini Rand" kata Faris seraya memberikan rokoknya tersebut pada Randy


"Ini jangan sungkan-sungkan" kata Randy seraya melempar rokok tersebut ke depan mereka berada


"Maaf tidak bisa membelikan satu persatu" lanjutnya, setelah itu pembicaraan mereka kembali terjadi kadang membahas tentang masalah perempuan kadang membahas tentang pengalaman hingga akhirnya mereka membahas tentang motor


"Sebenarnya kalau motor saya juga tau memperbaiki kalau ada yang rusak bahkan jika harus turun mesin pun saya tau, cuma saya fokusnya ke mobil tapi jika ada yang mau memperbaiki motor ya silahkan kenapa tidak"


Kata Randy memberitahu seraya menjelaskan komponen yang ada dalam motor tersebut hingga tak terasa kini waktunya untuk mereka pulang


Namun ada yang menetap di sana ada juga yang balik kerumahnya begitu juga dengan Randy dia pamit untu tidur duluan ketika dirinya sudah mulai mengantuk, dan tak butuh waktu lama Randy langsung tertidur dengan lelapnya


"Nak disini saya bahagia kiriman dari kamu sudah sampai kepada kami tapi jangan berhenti terus memberi kami kiriman ya, jangan pernah berhenti bersedekah karna itu kunci agar rezeki kita berkah,


Nanti kalau sudah rame kamu buat mereka tempat berteduh ya biar kalau hujan tidak kehujanan"


Ucap seseorang laki-laki berbaju putih dengan sinar terang yang terpancar dalam wajah orang tersebut yang tak lain adalah bapaknya Randy yang datang kembali pada dirinya lewat mimpi


Namun kedatangan bapaknya tersebut hanya sekejap saja dan membuat Randy terperanjat dari tidur lelapnya seraya mengucapkan istighfar kepada sang ilahi,


Mengingat mimpinya tadi Randy yakin kalau orang tua Randy berada di tempat yang diridhoi oleh Allah yaitu surga itu terbukti dengan sinar terang yang terpancar dari wajah beliau serta dengan pakaian yang serba putih,


Namun yang membuat Randy termenung adalah ketika bapaknya berpesan untuk membuatkan mereka tempat berteduh pesan itu yang membuat Randy bingung siapa yang mau di buatin tempat teduh??


Hingga akhirnya Randy kembali tidur lagi ketika tak menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya yang tak lupa mengucapkan doa sebelum dia tidur


Fajar sudah tiba tak terasa subuh sudah memanggil sang insan untuk bangun dari tidur lelapnya dan kini saatnya untuk sujud menyembah kepada Allah,


Lantunan suara adzan membuat Randy kaget dan langsung pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu ada pula yang kaget ketika mendengar lantunan suara adzan namun bukan bangkit untuk mengambil wudhu melainkan bangkit untuk membenarkan selimut yang berserakan dimana-mana,


Setelah melaksanakan sholat Subuh tiba-tiba saja HP Randy berbunyi bertanda ada SMS masuk


"Rand boleh nggak saya minjam uangnya sejuta ini soalnya ibu masuk rumah sakit nanti kalau ada uang aku lunasi" begitulah bunyi SMS tersebut yang datangnya dari Benny, dengan cepatnya jari Randy meliuk-liuk di atas HP-nya hingga berbentuk kalimat


"Nanti kamu ambil kesini" setelah itu Randy kirim SMS tersebut kepada Benny


"Makasih Rand, kalau nggak ke kamu saya mau ke siapa lagi sedang mau pinjam ke Om malu karna terlalu sering membatu saya" SMS Benny lagi


"Santai aja Ben, kalau kamu butuh apa-apa tinggal ngomong kalau mampu saya akan tolong tapi kalau tidak mampu akan saya usahain, nggak usah sungkan sama saya anggap saja saya keluarga kamu" setelah itu Randy mengirim juga SMS tersebut kepada hp Benny


"Iya Rand makasih banyak ya" begitulah balasan dari Benny kepada Randy, perkiraan pukul tujuh Benny datang menemui Randy untuk mengambil uang tadi


"Rand, nanti kalau gajian pasti saya bayar kok" ucap Benny ketik menerima uang tersebut dari Randy


"Udah Ben jangan pikirin masalah lunasi uang tersebut sekarang kesembuhan ibu kamu lebih penting" kata Randy ketika mendengar ucapan Benny tadi, setelah berbincang-bincang sedikit akhirnya Benny pamit untuk pulang


"Ya udah Rand, saya mau langsung ke rumah sakit dulu" kata Benny seraya bersalaman kepada Randy


"Oh ok semoga cepat sembuh ya, nanti kalau ada waktu saya pasti jenguk ibu kamu" kata Randy mendoakan kesembuhan ibunya Benny


"Amin" ucap Benny seraya berlalu dari hadapan Randy,


Kemudian Benny langsung menuju rumah sakit dimana ibunya di rawat namun sebelum Randy sudah berada di sana Benny sudah mendengar kabar bahwa ibunya sudah tiada penyakit kanker yang di deritanya sudah stadium empat dan itu tidak bisa di obati lagi sedangkan selama ini ibunya Benny tidak ngomong tentang masalah itu,


Bahkan bapak tiri Benny pun tidak mengabari keadaan ibunya karna sejak orang tua Benny cerai masing-masing dari mereka menikah lagi,


Benny nampak tak bisa menutupi kesedihannya dia hanya duduk bersandar di tembok depan kamar ibunya dirawat dia merasa bahwa selama dia hanya menjadi beban bagi keluarganya tangisnya pun pecah sejadi-jadinya dia tak malu lagi dengan keadaan sekitar yang di rasakan kini hanya kehancuran,


Sejak orang tuanya berpisah Benny hanya bisa menghubungi ibunya meskipun jarang itu lakukan karna sang ibu juga enggan bertemu dengannya karna setiap bertemu dengan Benny dia teringat akan mantan suaminya,


Sedangkan dengan bapaknya Benny dia los kontak dengannya sejak perceraian itu dirinya tidak tau lagi dengan keadaan bapaknya setelah merasa puas menangis Benny bangkit karna di balik cobaan yang dia terima masih lebih sulit dari cobaan yang Randy terima entah kenapa dia teringat akan Randy orang yang baru dia kenal namun bisa menyadarkannya dari keterpurukan tanpa harus melakukan apa-apa,


Setelah mengurus jenazah ibunya Benny langsung mengabarkan Andre dan Omnya tentang kematian ibunya


"Rand, ibunya Benny meninggal" kata Andre memberi tau tentang kematian ibunya Benny


"Innalilahi Wa Inna Ilaihi Raji'un" ucap Randy seraya mengusap dadanya dia teringat bahwa sesungguhnya mati itu pasti akan datang dia terlihat kaget karena sebelum itu Benny datang kepadanya untuk minjam uang karna ibunya sakit dan sekarang dirinya sudah mendapat kabar bahwa ibunya Benny sudah tiada


"Ya udah Dre kamu kalau mau pergi ke rumah orang tua Benny nih


nggak apa-apa"


"Beneran nih ngak apa-apa Rand"


"Nggak apa-apa kok sampaikan salam saya maaf nggak bisa hadir soalnya kerjaan lagi banyak"


"Ok siap Rand" kata Andre langsung menuju motornya dan mengendarai motor tersebut dengan keadaan standar hingga tak lama dari itu Andre hilang dari pandangan mata

__ADS_1


__ADS_2