
Nampak setelah kedatangan Shofi, hati Randy menjadi menjadi lega karna sedari tadi dirinya khawatir tentang keadaan adik-adiknya karna sudah dua jam lebih mereka pergi meninggalkan mereka
Akhirnya Randy sedikit tersenyum melihat mobil Fortuner putih berhenti di depan rumahnya yang tak lain adalah Shofi dengan yang lainnya,
Randy sedikit kaget ketika melihat adiknya yang masih kecil itu membawa boneka satu persatu yang melebihi tinggi badannya sedangkan Syifa dan Shofi nampak membawa sesuatu yang Randy sendiri tidak tau itu apa
"Fi, jika kamu mau memikat hati kakak teruslah kamu berhijab dan jangan lupa sholat lima waktunya" ucap Syifa seraya mempersiapkan mie ayam dan bakso yang baru di beli tadi
Sedangkan Shofi diam seraya memerhatikan Syifa bicara setelah semuanya selesai kemudian Shofi, Syifa, dan ketiga adiknya tersebut pergi keluar dimana Randy dan karyawan yang lainnya berada
"Berhenti dulu nih makan" ucap Syifa menyuruh karyawan bengkel seraya menghentikan pekerjaannya dan menaruh mangkuk tersebut
"Apa itu Siv" tanya Faris seraya menoleh kearah Syifa berada sedangkan Randy hanya meliriknya dan kembali mengerjakan pekerjaannya yang belum selesai
"Loh kok bertambah orangnya" kata Shofi heran ketika melihat kedatangan Abizar yang sedari tadi tidur di dalam kamar base camp
"Kok kamu bisa ada disini Fi" tanya Abizar ketika melihat kedatangan Shofi
"Lah kamu kok ada disini" tanya Shofi balik
"Masak kamu gak tau sih" kata Abizar seakan ingin memberi tahu
"Emang apaan" tanya Shofi penasaran
"Saya sama Syifa sudah tunangan" kata Abizar memberi tahu Shofi
"What" teriak Shofi yang baru dengar berita itu sekarang padahal Abizar dan Syifa sudah tunangan kurang lebih setahun yang lalu
"Kalian sudah lama tunangannya" tanya Shofi lagi
"Mungkin lebih satu tahun"
"What, selama itu aku baru tahu sekarang" ucap Shofi seraya memandang tajam ke arah Syifa berada yang membuat Syifa tersenyum tak tau mau berbuat apa
"Rand, kamu kapan tunangannya aku sudah siap loh" kata Shofi lagi seraya tersenyum ke arah Randy berada yang kebetulan duduk di samping Randy dengan kedua adiknya
"Ngimpi" kata Randy ketus, setelah Randy berkata seperti itu Shofi malah bangkit dan pergi ke arah Randy berada
"Ngapain" tanya Randy ketika melihat Shofi nempel-nempel ke arah Randy
"Kata mama mimpi itu harus di kejar ini aku lagi berusaha mengejar mimpi karna kamu adalah mimpiku" kata Shofi dengan tersenyum yang membuat Randy malu karna disana banyak karyawannya dan juga ada Abizar yang notabennya adalah iparnya
"Ya sudah lah dari pada ngomong terus nih makan" kata Syifa memecah kebuntuan yang sedari tadi menyudutkan Randy
"Pilih sendiri mana yang di sukai" lanjutnya lagi sedangkan si kembar yang tak lain adalah Arin dan Alin mengambil mie ayam yang di bagi dua karna nggak bakalan di habisin kalau harus mengambil satu,
Tak lama dari itu keheningan pun terjadi hanya bunyi sendok orang lagi makan yang menemani mereka,
Sedangkan Shofi yang berada di sampingnya malah sibuk memperhatikan Randy makan yang membuat Randy salah tingkah ketika selalu di perhatikan oleh Shofi,
Namun hal tersebut tak membuat Randy langsung bersimpati terhadap Shofi nampak dia malah semakin teringat kepada mantan kekasihnya dulu yang pernah melakukan hal yang sama seperti yang Shofi lakukan sekarang dia merasa tragedi dua tahun silam terulang kembali namun apalah dirinya hanya menjadi pemain yang harus merasakan sakit.
Hari terus saja berlalu dengan sendirinya dari situlah usia manusia tambah hari tambah tua namun mereka tidak sadar bahwa mereka tambah dekat dengan ajal mereka,
Seiring dengan berjalannya waktu nampak anggota club rangers mulai berkecil hati ketika usahanya untuk mengetahui siapa pelaku pengeroyokan terhadap Abizar tak menemui titik terang sehingga mereka lelah dalam mencari semua informasi mengenai sang pelaku namun hasilnya masih nihil
Semua cara sudah mereka lakukan namun hasilnya sama seakan pelaku sudah tau kalau dirinya akan di incar sehingga mereka menyembunyikan diri dan membuat anggota club rangers sedikit berwaspada karna takut ini adalah jebakan dari sang pelaku karna mereka sempat mengancam akan mengobrak-abrik base camp mereka
Namun apa rencana mereka itu pertanyaan besar yang tak bisa di pecahkan oleh Randy dan kawan-kawan
"Tetap waspada jangan sampai lengah musuh mengintai kita" kata Andre mengingatkan yang lainnya ketika sedang ngumpul bersama di base camp mereka
__ADS_1
Malam itu seakan menjadi malam panjang bagi mereka setelah semua rencana sudah mereka susun untuk mewaspadai serangan geng motor yang mengancam mereka.
Keesokan harinya waktu itu di sekolah SMA Nurul Huda nampak Shofi sudah mulai putus asa karna semua usaha Shofi sia-sia untuk mendapatkan cintanya Randy mulai dari mendekati Randy langsung sampai harus mendekati adiknya
Namun sama aja tidak ada hasil hingga membuat Shofi sedikit pasrah namun seakan hati kecilnya berkata lanjutkan bahkan dia sampai minta dukungan sama Syifa namun tetap usahanya sia-sia
Pernah suatu ketika hal yang tidak di inginkan oleh Shofi akhirnya terjadi dimana waktu itu ketika waktu istirahat Shofi yang berharap ingin duduk di samping Randy namun tak sengaja menyentuh Randy yang sedang menulis hingga akhirnya tulisan Randy malah kemana-mana dan membuat Randy marah
"Apalagi Fi, apakah kamu belum puas ganggu aku terus, kamu itu cantik Fi banyak yang suka sama kamu cowok bukan cuma aku saja di dunia ini apa nggak bisa cari cowok lain, dengan tindakan kamu yang kayak gini kamu seperti halnya pelacur yang nggak laku Fi"
Ucap Randy dengan marahnya setelah mulai dari kemaren-kemaren hal tersebut selalu di pendam oleh Randy dan kini semuanya tak bisa lagi dia pendam,
Sedangkan Shofi sendiri yang mendengar semua itu air matanya menetes ketika dirinya di ibaratkan pelacur oleh Randy seakan semua usaha yang dia lakukan salah di mata Randy,
Di sisi lain Syifa yang mendengar langsung perkataan Randy sedikit marah ketika mendengar sahabatnya tersebut di ibaratkan pelacur dan membuatnya pergi menemui Randy
"Sadar diri Fi, jangan samp..."
"Plak....." sebuah tamparan keras mengarah ke pipi Randy ketika dirinya hendak melanjutkan kemarahannya pada Shofi
"Cacak boleh marah sama Shofi tapi jangan keterlaluan cak kami sebagai wanita juga punya harga diri" kata Syifa setelah menampar kakaknya tersebut
"Tega kamu dek, nyakitin kakak kamu yang mulai dari kecil ngerawat kamu demi sahabat yang baru kamu kenal, kamu puas sekarang Fi telah menghancurkan hubungan aku dengan Syifa" ucap Randy marah ketika dirinya mendapat tamparan dari adiknya,
Randy memang terlalu berlebihan ketika marah kepada Shofi hingga sampai menurunkan derajat Shofi sebagai wanita itu yang membuat Syifa tak terima dengan ucapannya
Namun meski begitu seharusnya Syifa berpikir dua kali dalam melakukan hal tersebut karna yang di tampar adalah kakaknya sendiri yang telah merawatnya mulai dari kecil,
Setelah berucap seperti itu Randy langsung pergi meninggalkan Shofi yang berlinangan air mata dan Syifa yang tak percaya bahwa dirinya telah menampar kakaknya karna seumur hidupnya dia tidak pernah melawan apalagi sampai menampar kakaknya tadi
Dia tercengang seakan tidak percaya dengan apa yang telah di perbuat oleh dirinya hingga akhirnya mereka saling berpelukan menguatkan diri mereka masing-masing nampak hal tersebut di saksikan oleh sebagian siswa namun tak banyak yang tau hal tersebut
"Sabar Fi, aku yakin Cacak hanya lagi marah sama kamu makanya dia tidak bisa mengontrol emosinya jangan pernah hilangkan rasa itu terhadap Cacak, karna aku mendukungmu untuk jadian dengan Cacak" ucap Syifa menguatkan hati Shofi
"Aku yakin suatu saat nanti Cacak pasti akan merasa kesepian ketika kamu berubah cuek, sekarang yang perlu kamu lakukan adalah sok tidak peduli terhadap Cacak" ucap Syifa melanjutkan
"Gimana kalau Randy benar-benar menjauh tanya Shofi yang masih berharap dirinya bisa mendapatkan hati Randy meskipun sudah di sakiti
"Tahan jangan sampai kamu yang mulai duluan biarkan Cacak yang mengejar kamu, karna aku tau sifat Cacak" ucap Syifa meyakinkan Shofi untuk terus berusaha karna pelangi yang indah akan tercipta setelah hujan yang deras hingga membuat mereka larut dalam pelukan
"Terus gimana kamu dengan kakak kamu nampaknya dia begitu marah padamu" tanya Shofi yang khawatir dengan hubungan Syifa dengan kakaknya
"Sudahlah itu biar jadi urusan aku Cacak gak sejahat itu kok" ucap Syifa yakin yang membuat hati Shofi sedikit lega,
Tak lama dari itu pak Syamsul yang mengajar fisika datang nampak mereka tidak sadar kalau bel masuk berbunyi sedari tadi, disisi lain Randy yang merasa sakit atas perbuatan adiknya langsung pulang tanpa memikirkan Syifa
Dia memacu kendaraannya dengan begitu cepatnya hingga pedal gas tersebut tak bisa di gas Randy seakan sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya ketika semuanya menjadi kacau balau dia tak menyangka bahwa perkataannya membuat semuanya amburadul meski dalam hati kecil Randy dia mengakui kalau dirinya terlalu kasar ketika memarahi Shofi
Tak lama dari itu Randy sudah tiba di rumahnya dan langsung pergi ke dalam kamarnya tanpa mempedulikan siapa-siapa lagi disana Randy mengunci kamarnya dari dalam Randy langsung mengambil hp dan headset serta memasang headset tersebut seraya menyalakan musik dengan kerasnya
Dia tidak peduli dengan keadaan luar bahkan adiknya pun dia telah lupa dia ingin marah namun tak tega hingga akhirnya dirinya menyendiri dengan mengunci kamarnya dari dalam,
Andre yang melihat Randy pulang cepat jadi curiga dia takut kalau ada yang terjadi terhadap Randy namun dia tidak berani berbuat banyak dia hanya membiarkan apa yang Randy lakukan,
Nampak setelah kedatang Randy Andre langsung menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya,
Disisi lain Syifa yang telah menampar kakaknya merasa bersalah terhadap Randy dia merasa tak seharusnya dia melakukan seperti itu karna baginya Randy bukan cuma sekedar kakak melain juga orang tua baginya
Pikiran itu membuatnya tidak konsen dalam mendengarkan pelajaran yang gurunya kasih dirinya selalu terbayang akan kejadian tadi selalu terbayang akan wajah kakaknya hingga membuatnya ingin cepat pulang
Namun waktu dua jam seakan lama baginya seakan jam dinding yang ada di atas papan enggan untuk berputar hingga membuatnya tak sabaran lagi menunggu waktu itu tiba dirinya bak terpenjara dengan waktu yang lama
__ADS_1
Hingga akhirnya yang di tunggu-tunggu telah tiba bel pulang berbunyi dengan nyaringnya seakan itu bel pembebasan bagi Syifa tak perlu panjang lebar dirinya langsung keluar setelah tas dan buku Randy telah dia bawa dia tak memperdulikan lagi teriakan Shofi yang memanggilnya
Namun sialnya dirinya dia lupa entah mau bareng siapa pulangnya Syifa kebingungan sendiri mencari tumpangan dan tak lama dari itu mobil Fortuner berhenti di depannya bahkan Syifa sendiri tidak sadar bahwa itu adalah mobil Shofi saking paniknya dia
Di atas mobil nampak dari mereka tak ada yang berani berkata hanya keheningan yang menemani perjalan mereka seakan mulut mereka terkunci oleh keadaan hingga tak lama dari itu mereka sudah sampai di rumah Syifa
"Fi, untuk sementara kamu langsung pulang dulu aja ya masalah kak Randy biar aku yang nanganin" kata Syifa berharap Shofi mengerti dengan situasi dan kondisi sekarang namun Shofi malah memegang erat tangan Syifa
Dia merasa semuanya hanya bergantung pada usaha Syifa dia berharap semua berjalan baik-baik saja karna Shofi sadar bahwa masalah ini bermula dari dirinya pegangan Shofi tambah erat seakan tak mau melepaskannya hingga akhirnya Syifa meyakinkannya
"Percayalah kepadaku" ucap Syifa lagi seraya tersenyum dan melepaskan pegangan Shofi tadi,
Setelah turun dari mobil Siva langsung pergi dengan berlari kecil langsung menemui Randy kakaknya namun disana dirinya hanya menemui tempat kosong hingga akhirnya dia pergi ke kamar Randy dan membuat Syifa yakin kalau kakaknya berada di dalam
Namun ketika dirinya mau membuka pintunya sialnya dirinya ternya pintu di kunci dari dalam dia coba menggedor pintunya seraya memanggil kakaknya berkali-kali namun tidak ada sahutan dari Randy
Membuat Syifa lelah dan duduk di depan pintu kamar kakaknya seraya menangis dia takut kalau Randy benar-benar marah terhadapnya dia takut kalau Randy tak mau lagi bertemu dengannya dia takut Randy tak mau menganggap dirinya sebagai adiknya lagi perasaan buruk terus saja menghantui pikirannya dia tak tau mau berbuat apa
"Mbak kenapa" tanya Salsa ketika melihat mbaknya yang menangis seraya duduk di depan pintu kamar kakaknya tersebut, sedangkan Syifa sendiri ketika melihat kedatangan Salsa langsung memeluk adiknya tanpa menjawab pertanyaannya tadi
Membuat Salsa bingung entah apa yang terjadi pada mbaknya tersebut karena dirinya baru kali ini melihat mbaknya menangis
"Mbak lagi marahan ya sama Cacak" tanya Salsa sambil mengira-ngira ketika mbaknya menangis di depan pintu kamar kakaknya pertanyaan Salsa tadi hanya di jawab dengan anggukan kepala oleh Syifa bertanda membenarkan apa yang di katakan oleh Salsa
"Mbaaaak" teriak Alin dan Arin dari depan pintu rumah berbarengan yang membuat Syifa langsung bangkit dan segera mungkin menyeka air matanya agar gak ketahuan sama adik kembarnya karna dia tidak ingin si kembar tau dengan semua itu karna mereka yang masih kecil
"Lapar mbak mau makan" pinta Alin seraya melihat kearah mbaknya dan memegang tangan mbaknya tersebut
"Sebentar ya mbak mau ganti baju dulu" kata Syifa yang sampai lupa kalau dirinya belum ganti baju tak terasa dia berada di depan pintu kamar kakaknya tadi kurang lebih satu jam karna sekarang sudah pukul satu lebih
Di dalam kamar Syifa sempat termenung dia tak sanggup dengan keadaannya sekarang yang membuat dirinya harus bertengkar dengan kakaknya namun secepat kilat Syifa langsung sadar dari ketermenungannya karna disana adik-adiknya sedang menunggunya,
Waktu terus saja berlalu namun tak ada tanda-tanda Randy akan keluar dari kamarnya namun meski begitu Syifa tetap saja menunggu di depan pintu kamar tersebut
"Cak bangun cak sholat Dzuhur dulu sudah pukul tiga nih sebentar lagi asar" kata Syifa seraya menggedor pintu kamar kakaknya namun tetap saja tak ada sahutan dari dalam kamar Randy
Randy sendiri yang sedang tidur dan tak akan mendengar ucapan Syifa tadi karna kupingnya tersumbat oleh headset yang dia pakek, Syifa kembali duduk di kursi yang dia ambil dari dapurnya menunggu kakaknya keluar, disisi lain Randy yang sedang tidur dengan nyenyak nya tiba-tiba dirinya bermimpi di datengin oleh ibunya
"Nak, jangan berlebihan kalau sedang marah kontrol emosi kamu minta maaflah kepada adikmu jangan bertengkar sesama saudara kasihanilah adikmu yang masih kecil hargailah derajat wanita jangan sampai kamu menghinanya"
Kata ibunya dalam mimpinya namun itu begitu cepat hadir dalam mimpinya karna dirinya langsung kaget dari tidur lelapnya namun ketika melihat jam di HP-nya Randy jadi kaget ternyata jam sudah menunjukkan pukul lima sore
"Astaghfirullah" ucapnya seraya mengelus dada dan melepas headset yang melekat di kupingnya karna dia sadar bahwa dia sudah tidak sholat Dzuhur akibat ketiduran tadi
Randy coba bangkit dari tidurnya dan segera pergi ke kamar mandi, disisi lain Syifa yang melihat pintu kamar kakaknya mulai terbuka dengan cepatnya dia bangkit dan ketika melihat kakaknya keluar dia langsung memeluk kakaknya dengan erat seraya menangis di pelukannya
"Maafin aku ya cak aku tidak seharusnya berlaku kasar kepada Cacak" kata Syifa seraya memeluk erat tubuhnya seakan tidak ingin melepaskannya sebelum Randy memaafkannya
Disisi lain Randy yang mendapat perlakuan seperti itu kaget bukan main hingga membuatnya terharu terhadap adiknya kemudian Randy juga memeluk Syifa dengan eratnya seraya mencium ubun-ubun nya bertanda dia sangat menyayangi adiknya tersebut
"Maafin Cacak juga ya" kata Randy yang juga ikut larut dalam kesedihan hingga akhirnya dia melepaskan pelukan Syifa "sudah dong jangan nangis terus" ucapnya seraya menyeka air mata Syifa yang membuat Syifa tersenyum dan kembali memeluk kakaknya tersebut
"Makasih ya cak kamu memang Cacak aku yang paling baik" katanya memuji kakaknya dengan terus memeluknya dengan erat
"Udah dong saya belum sholat nih, oh iya siapin aku makanan ua dek lapar nih" kata Randy seraya melepas pelukan Syifa dan memintanya agar menyiapkan makanan untuknya
"Dek aku merasa bersalah terhadap Shofi" kata Randy seraya memakan nasi goreng buatan adiknya tadi yang di temani oleh adiknya Syifa
"Udahlah cak nggak usah bahas itu mending Cacak makan dulu masalah Shofi biar aku yang nanganin" ucap Syifa seraya memegang erat meyakinkan kakaknya yang merasa bersalah itu karna terlalu berlebihan ngatain Shofi sebagai pelacur,
Setelah mendapat perlakuan seperti itu Randy menjadi tenang dia tau kalau kedekatan Syifa dan Shofi akan membuat semuanya baik-baik saja
__ADS_1