
Aku mendengar suara motor berhenti parkir di depan rumahku. Seketika aku merasa sekujur tubuhku gemetar dan tanganku terasa dingin. Tetapi ku berani kan diri untuk keluar kamar ketika aku mendengar suaranya mengucapkan salam.
Diki : Assalammu'alaikum.. ( mengetok pintu )
Raya : Waalaikum salam ( membuka pintu). Masuk kak, ngobrol di dalam aja ya. Ada Ayah sama Ibu juga tu, bentar ya aku ke dalam dulu (aku mempersilahkan Diki untuk masuk dan duduk di sofa)
Aku mendatangi ayah dan ibu ku, aku melihat raut wajah mereka yang bertanya-tanya. Yang awalnya mereka berbaring santai menonton tv, sekarang mereka duduk memandangku tajam. Kaki ku semakin gemetar saat mendekat dengan mereka. Betul saja, belum sampai kaki ini melangkah di hadapan mereka untuk berbicara , seperti tersambar petir hatiku mendapat pertanyaan dari Ayahku.
Ayah : Siapa itu yang datang? (Menatap ku tajam)
Raya : Temen yah.
Ayah : Awas berani pacaran sampai bawa ke rumah, ayah akan beri pelajaran semua nya. Sekolah dulu luluskan. Suruh temanmu untuk pulang jangan kemalaman. (Ancamnya)
Aku mendengarnya gemetar dan tak berani menjawab kata sepatah pun. Aku kembali mendatangi Diki. Ku pasang raut wajah bahagiaku menutupi kejadian yang baru saja terjadi. Kami pun berbicara & bercanda bersama. Tetapi aku mulai gelisah ketika melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 20.30 . Tak ku lihat tanda-tanda Diki ingin berpamitan pulang. Pikiranku pun kembali mengingat kata-kata ayah.
__ADS_1
Dengan hati terpaksa aku meminta Diki untuk pulang karena sudah larut malam.
Diki pun berpamitan dengan Ayah & Ibu ku.
Diki : Pulang dulu om, tante (sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman)
Ayah dan Ibuku pun membalas uluran tangannya. Tetapi jelas terlihat pandangan tak suka terhadap Diki dari ayahku.
Aku mengantarkan Diki sampai di teras rumah. Setelah dia berpamit pulang, aku pun masuk kedalam rumah dan mengunci pintu.
Aku bernapas lega, senang rasanya bisa berjumpa lagi dengan Diki dirumah ini. Biasa kami sembunyi-sembunyi untuk ketemuan diluar rumah, dengan jurus seribu alasan ke orang tuaku agar bisa jalan keluar menemui nya.
Ibu : Ya, itu temen kamu masih sekolah atau sudah kerja?
Raya : Sudah kerja bu, di PT. XX
__ADS_1
Ibu : Kok bisa kamu kenal sama dia?
Raya : Iya aku kenal pas masih SMP dikenalin sama temenku.
Aku berlalu meninggalkan ibu. Ayah hanya mendengarkan tanpa berkomentar apapun tentang pembicaraanku dengan ibu tadi.
Aku merebahkan diriku ke kasur, sambil memainkan handphone menunggu kabar dari Diki apabila sudah sampai dirumah.
(21.10) dreet..dreettt (getar handphone ku menandakan ada pesan masuk) segera ku buka.
Diki : sayang, Kakak sudah sampai rumah. kamu istirahat ya, jangan begadang. jaga kesehatan selalu. Sebentar lagi kan ujian, kamu harus lulus yaa. I love you ❤️
Ya, aku saat ini kelas 12 SMK. Sebenarnya kisah cintaku tak berjalan mulus 4 tahun ini. Aku telah sekali kehilangan cinta nya, dan tanpa sengaja kami bertemu lagi. Seiring berjalannya waktu, cinta kami bersemi kembali.
Aku terus saja senyum-senyum ketika membalas pesannya.
__ADS_1
Raya : Iya sayang, kamu jugaa ya. Jaga kesehatan, semangat kerjanya kumpuli uang jujuran hehehe.. love you too❤️ 😘
Bersambung....