
Hari ini aku akan berjalan dengan Damian, aku telah bersiap dari pagi karena Damian mengirimkan pesan jam 9 sudah sampai untuk menjemput ku.
"Mau kemana ya' sudah dandan? " tanya ibu padaku.
"Damian ngajak jalan bu" jawab ku seraya menyisir rambut.
"Kalian sekarang sudah tunangan, tapi ingat tetap ada batasan. Kalian harus lulusin sekolah kalian dulu" ujar ibu menasehati ku.
"Iya bu" jawab ku singkat dan ibu berlalu pergi meninggalkan ku.
Tak lama kemudian, aku mendengar suara mobil masuk ke halaman rumahku. Aku segera keluar untuk menghampiri Damian.
"Masuk dulu kak" ujar ku menyambut Damian yang baru saja turun dari mobilnya.
"Kamu udah sarapan dek?" tanya Damian tanpa memperdulikan tawaranku tadi.
"Belum sih" jawab ku.
"Kakak lagi pengen makan ayam lalapan pak Joko yang di sebrang jalan perumahan XX, ayo kita sarapan disana" ujar Damian mengajakku. Aku pun mengiyakan ajakan Damian, aku masuk kedalam untuk mengambil tas ku dan segera pergi bersama Damian karena ayah sedang bekerja dan ibu baru saja keluar rumah setelah berbicara denganku jadi aku tak berpamitan lagi.
Hanya sekitar 10 menit perjalanan, tibalah kami di warung makan sederhana yang cukup terkenal disini. Sepagi ini pun sudah banyak orang datang untuk mengantri.
"Rame banget ini kak" ujar ku saat Damian memarkirkan mobilnya.
"Kakak sudah mesan duluan tadi sebelum jemput kamu, kita tinggal masuk aja yuk " jawaban Damian membuat ku lega.
Kami pun segera masuk, Damian mendatangi pelayan warung tersebut dan memperlihatkan sebuah nota. Mungkin itu sebagai tanda pengenal bahwa Damian sudah memesan terlebih dahulu .
Tak lama menunggu, makanan kamipun datang. Damian memesan 1 ekor ayam dan 1 ekor ikan nila bakar lengkap dengan lalapan+sambalnya. Ia juga memesan 2 es jeruk untuk menu makan kami kali ini.
"Kak, sebanyak ini ? kita makan cuman berdua" tanya ku heran.
"Makan aja sayang, kamu kalo sama kakak harus makan yang banyak ya. Gak usah mikir takut gendut" jawab Damian dan kami pun segera makan.
Walaupun terlihat banyak makanan yang tadi dihidangkan tetapi semua ludes tak bersisa karena kenikmatannya.
Setelah makan, kami pun melanjutkan perjalanan lagi.
"Kita mau kemana sekarang kak?" tanyaku pada Damian.
"Kakak gak mau lagi ajak kamu jalan-jalan yang bisa bikin kamu capek. Hari ini kita karaokean aja ya di XX, kamu suka nyanyi kan?" jawaban Damian membuat aku sangat bersemangat, karena aku memang sangat suka bernyanyi.
__ADS_1
"Hehe, kakak ni tau aja aku suka nyanyi" jawabku sedikit malu.
Sekitar 30menit perjalanan, sampai lah kami di XX karaoke. Damian memarkirkan mobilnya dan kami segera turun. Aku hanya mengikuti Damian , menunggu nya berurusan dengan resepsionis wanita yang sungguh tak ku suka tatapannya.
Setelah selesai, kami segera menuju ruang X. "Hanya berdua bernyanyi tetapi Damian memilih ruangan yang besar seperti ini" gumam ku dalam hati ketika masuk ruangan.
Baru saja duduk di sofa yang telah disediakan, datanglah seorang resepsionis laki-laki membawakan beberapa cemilan dan minuman yang telah di pesan Damian.
Damian sibuk dengan layar sentuh didepannya untuk memilih lagu yang akan di nyanyikan.
"Dek, ayok kita duet" ujar Damian seraya memberikanku mikrofon.
"Lagu apa kak?" tanya ku.
"Bentar ya, tuh dah muncul" ujar Damian memberitahu di layar televisi, ternyata ia memilih lagu Ussy ft Andhika kupilih hatimu.
Musik sudah terdengar dan kami mulai bernyanyi.
Ku pilih hatimu tak ada ku ragu
Mencintamu adalah hal yang terindah
Dalam hidupku oh sayang
Setiap nafasku hembuskan namamu
Sumpah mati hati ingin memilihmu
Dalam hidupku oh sayang
Kau segalanya untukku
Janganlah jangan kau sakiti cinta ini
Sampai nanti di saat ragaku
Sudah tidak bernyawa lagi
Dan menutup mata ini untuk yang terakhir
Setiap nafasku (setiap nafasku)
__ADS_1
Hembuskan namamu (hembuskan namamu)
Sumpah mati (sumpah mati)
Hati ingin memilihmu (ku milikmu)
Dalam hidupku oh sayang
Kau segalanya untukku ooh
Janganlah jangan kau sakiti cinta ini
Sampai nanti di saat ragaku
Sudah tidak bernyawa lagi
Dan menutup mata ini untuk yang terakhir
Oh tolonglah jangan kau sakiti hati ini
Sampai nanti di saat nafasku
Sudah tidak berhembus lagi
Karena sungguh cinta ini cinta sampai mati
Tolonglah jangan kau sakiti cinta ini
Sampai nanti aku tidak bernyawa lagi
Dan menutup mata ini untuk yang terakhir
Oh tolonglah jangan kau sakiti hati ini
Sampai nanti di saat nafasku
Sudah tidak berhembus lagi
Karena sungguh cinta ini cinta sampai mati
Cinta sampai mati
__ADS_1
Lagu pertama telah kami nyanyikan dengan penuh drama cinta yang sedang hangat-hangatnya hehe.
Bersambung...