KISAH KELAM KEHIDUPANKU

KISAH KELAM KEHIDUPANKU
Dehidrasi


__ADS_3

Kami melanjutkan perjalanan lagi, tetapi kami harus berpisah di persimpangan jalan karena Damian akan membawaku ke rumah sakit.


Kali ini aku memutuskan untuk tidur karena kepala ku semakin sakit. Tak tau beberapa aku tertidur, Damian membangunkan ku. Aku hanya terdiam ia melepaskan sabuk pengaman ku dan segera menggendongku ke dalam ruang UGD.


Para perawat langsung menghampiri ku dengan membawa peralatan medis. Damian diminta untuk melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Saat Damian pergi dengan sigap mereka melakukan tensi darah, oximeter, dan mengukur suhu tubuhku .


Mereka menyatat hasilnya di selembar kertas pendaftaran yang telah Damian bawa.


Beberapa saat aku menunggu, datanglah seorang dokter dan memeriksa ku lagi. Dokter itu memeriksa mata ku, dalam mulutku dan dadaku dengan stetoskop. Menanyakan keluhan ku dan aku menjawabnya .


Setelah pemeriksaan, dokter mengatakan aku dehidrasi karena kelelahan dan juga kurang mengonsumsi air putih. Dokter meminta persetujuan untuk melakukan pemasangan infus , jika kondisi mulai membaik maka aku dibolehkan pulang.


Damian terkejut mendengar penjelasan dokter dan ku lihat ada wajah penyesalan di sana. Aku hanya pasrah, Damian menyetujui permintaan dokter tersebut.


Datanglah perawat untuk melakukan tugasnya, aku hanya meringis menahan sakit, merasakan jarum itu masuk kedalam uratku.


Damian terus saja mengusap kepala ku hingga perawat selesai dan menyuntikkan obat di infusan ku.

__ADS_1


"Maaf yaa dek, gara-gara kakak kamu jadi sakit begini" ujar Damian dengan wajah sendu.


"Gak papa kak, ini bukan salah kakak. Teman ku yang lain juga baik-baik aja kan? akunya aja yang fisiknya lemah. Maaf ya jadi ngerepotin kakak terus" jawabku lirih.


"Jangan ngomong gitu dek, tetap aja salah kakak gak bisa jagain kamu, gak perhatikan pola makan kamu" tambah Damian dengan segala penyesalannya.


"Udah kak, ni juga aku udah mulai enakan kok. ntar kalo infusnya sudah habis aku mau minta langsung pulang " rengek ku kepada Damian.


Tak tau berapa lama sudah aku berbaring disini, aku mulai bosan sekali. Ku pandangi botol infus yang isinya tinggal sedikit "lambatnya netes, lagian badan ku juga sudah mulai segar , kepala juga sudah gak sakit lagi" gumamku kesal.


"Sus, ini sudah mau habis. Apa di perbolehkan pulang hari ini? " tanya Damian pada perawat.


"Oh iya sebentar ya pak, nanti dokter akan memeriksa nya kembali" jawab perawat tersebut.


Dokter pun datang dan langsung melontarkan beberapa pertanyaan pada ku, daaaaan yeeeaaaah keputusan akhir aku boleh pulang dengan membawa beberapa obat resep dokter yang harus ku minum. "Tak masalah yang penting aku boleh pulang" gumam ku semangat.


"Dek, tunggu sebentar ya . Kakak mau urus administrasi dulu" ujar Damian.

__ADS_1


"Maaf ya kak, nanti sampai rumah aku bilang ayah untuk ganti uang kakak" jawabku karena tak enak.


"Udah gak usah dipikirin dek, gak perlu ada yang di ganti okey" tegas Damian sambil mengusap rambutku dan beranjak pergi meninggalkan ku.


Sekitar 15menit aku menunggu Damian, ia pun kembali dan langsung memberitahu perawat bahwa semua sudah selesai.


Perawat menghampiri ku dan segera melepas jarum infus ku.


"Pelan-pelan dek" ujar Damian seraya membantu ku turun dari ranjang.


"Iya kak, makasih yaa" jawabku.


Kami pun segera berjalan keluar ruangan.


Damian memintaku untuk menunggu di depan ruang UGD saja, ia langsung pergi untuk mengambil mobilnya. Tak berapa lama aku menunggu, Damian pun datang dan kami melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumah ku terlebih dahulu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2