
Damian telah tiba untuk menjemput ku. Sebelum Damian datang, aku sudah meminta izin terlebih dahulu dengan ayah dan ibu , bahwa akan berjalan dengan teman ku.
Aku pun keluar rumah dan Damian segera turun dari mobilnya menghampiri ku.
Senyum manisnya sungguh membuat ku tak sanggup berkedip.
"Assalamualaikum.." Ucap Damian membuyar kan lamunan ku.
"Waalaikumsalam .." Jawabku lembut penuh senyuman.
Ayah dan ibu pun keluar rumah, ingin tahu siapa teman yang mengajakku jalan.
"Om, tante, perkenalkan saya Damian teman Raya" Ucapnya dengan sopan ketika melihat kehadiran ayah dan ibu ku .
"Oh iyaa, kalian mau pergi kemana? " tanya ayah kepada Damian.
"Rencana kami akan pergi ke water boom XX om" ujar Damian.
"Yasudah, kalau bisa pulangnya jangan sampai senja" Ucap ayah melepas ku pergi.
" Baik om, kami berangkat dulu. Assalamualaikum om , tante ". Ujar Damian dan bersalaman.
__ADS_1
Kami pun beranjak pergi. Sepanjang perjalanan di mobil, kami banyak bercerita dan bercanda bersama. Sikap Damian sudah tak dingin seperti dulu.
Kurang lebih 1 jam Damian mengemudikan mobil nya, tibalah kami di water boom XX .
"Jangan sia-sia kan kesempatan ini" Ucapku dalam hati mempringatkan diriku sendiri.
Segera kami turun dan masuk, Damian langsung membayarkan tiket ku.
"Ayo kita masuk", ucap Damian .
Aku hanya tersenyum dan mengikuti nya.
Kami mencari pondok singgah terlebih dahulu untuk menyimpan barang-barang kami. Aku tak ingin kehilangan momen ini.
"Yess, aku dapat fotonya. Aku mau buat 5 teman badung ku kepo setengah mati melihatnya ,hahaha " aku tertawa jahat dalam hati dan langsung ku upload di status WhatsApp.
Benar saja, setelah ku upload fotoku bersama Damian, handphone ku tak berhenti bergetar. Aku yakin pasti mereka spam chat karena sangat ingin tahu, hihi. Aku tak memperdulikan mereka, aku harus tetap menjalankan tujuan ku kemari.
"Aku ganti baju dulu yah kak, abis tu kita berenang ", ujar ku kepada Damian dan langsung menuju ruang ganti wanita.
"Iya" jawab Damian singkat dan tersenyum padaku.
__ADS_1
Aku sengaja memilih pakaian santai ku di rumah untuk berenang. Tangtop dan celana pendek, yang penting tidak menerawang hehe.
Damian memperhatikan ku ketika aku menghampiri nya. Aku yakin, tatapan itu adalah tatapan terpukau karena mulus nya tubuh mungil ku ini.
Entah dimana Damian berganti , saat aku kembali dia telah menggunakan celana pendek dan bertelanjang dada.
"Ayo kak kita turun" , ajak ku sambil menarik tangan Damian.
Damian tak menolak ajakan ku. Kami pun masuk ke dalam kolam. Hari ini tak begitu ramai pengunjung, tentu saja aku sangat senang karena lebih mudah untuk mendekati Damian.
"kini saatnya " , senyum licik itu terpancar di wajah ku.
Damian sedang duduk di tepi kolam dan merendamkan kakinya.
Aku yang sedari tadi berenang di tengah kolam, langsung menyelam dan berenang ke arah Damian. Aku timbul tepat di depannya dan langsung menggantungkan badanku di kaki nya.
Aku yakin dia merasakan dadaku menempel. Dia menatap ku tajam , aku hanya membalas tatapannya dengan senyum manis ku yang menggoda.
Ku rangkul pinggang nya dan ku tarik masuk kedalam kolam. Aku memulai aksi ku lebih jauh lagi, ku peluk dia didalam air. Ku biarkan dirinya merasakan tubuhku menempel pada tubuhnya yang bertelanjang dada.
Sesekali aku menyelam dan meraba paha nya , aku ingin dia merasakan sensasi lain bersama ku.
__ADS_1
Sungguh aku bermain nakal, aku naik turun kan tubuh ku di dada nya. Tak ada penolakan sedikitpun dari Damian . Aku melihat raut wajah nya berubah, seperti ada sesuatu yang ditahan.
Bersambung...