
Aku merebahkan tubuhku ke kasur setelah jalan-jalan gagal hari ini. Ku pejamkan mataku, pertemuan tadi terus saja berulang terputar dalam pikiranku.
"Sekian lama ku kubur rasa cintaku, ku hapus semua bayangan dan semua kenangan ini, tapi kenapa bisa runtuh sekejap setelah ketemu sama kamu? " gumam ku seraya menenggelamkan wajahku di bantal, aku tak bisa menahan tangis ku, sesak dadaku menahan sakit hati.
Aku memang sangat membenci Diki saat ini, tapi aku juga tak bisa membohongi perasaan ku bahwa masih ada rasa cinta tertinggal di dalamnya.
Oh Tuhan, aku dilema.... Aku ingin sekali membuat Diki sesal tak terkira membuang ku begitu saja, tapi aku juga takut Damian terluka karena ego dan ambisi ku terhadap Diki.
Aku benar-benar tak bisa berfikir jernih saat ini, aku memutar lagu Geisha-Kering Air Mataku untuk lebih memuaskan hasrat ku menangis saat ini.
*Terlambat untuk kamu sadari
Mengulang resah cinta itu lagi
Meradang hatiku karenamu
Menahan rindu yang tak sudah-sudah
Bukan lagi kamusku
Mengulang semua rindu
Berat hati jika harus kembali
Tersiksa merindukanmu
Sumpah mati kau rusak jiwaku
Saat ini
Terlambat untuk kamu mengerti
__ADS_1
Indahnya rasa cinta itu lagi
Bukan lagi kamusku
Mengulang semua rindu
Berat hati jika harus kembali
Tersiksa merindukanmu
Sumpah mati kau rusak jiwaku
Saat ini
Sudah habis air mataku
Tersiksa kehilanganmu
Sumpah mati kau rusak jiwaku
Saat ini
Tersiksa merindukanmu
Sumpah mati kau rusak jiwaku saat ini
Sudah habis air mataku
Tersiksa kehilanganmu
Sumpah mati kau rusak jiwaku
__ADS_1
Saat ini
Tersiksa 'ku merindukanmu (saat ini)
Tersiksa merindukanmu
Sumpah mati kau rusak jiwaku
Saat ini*
Aku terbuai lagu, ku tumpahkan semua kekesalanku, ku puaskan air mata sia-sia ini mengalir begitu saja membasahi pipiku .
"Kenapa serapuh ini? kenapa ? kenapa????" Aku mulai frustasi dengan pikiran ku sendiri. Aku tak mengingat Damian, aku tak mengingat apa artinya cincin melingkar dijari ku , aku tak mengingat massa ku saat ini.
Aku tak bisa mengontrol diriku, aku sangat marah, aku sangat sedih, aku sangat benci tapi aku juga mencintai 😭 "Ya Tuhan, apa inginnya hati dan pikiran ku saat ini ? aku sendiri tak mengetahui apa yang aku inginkan " Gumam ku tak mengerti.
Lelah rasanya jiwa dan raga ini, tenaga dan pikiran ku terkuras hanya karena pertemuan dengan Diki, aku mulai terlelap tidur dalam tangisanku.
***
"Raya, bangun..." aku mendengar suara ibu seraya menggoyangkan tanganku.
" Ayo bangun, sudah mulai senja. Mandi dulu" tambah ibu.
"Huaaah" Aku sedikit tersadar dan mulai menggeliatkan tubuh ku, rasanya nyaman sekali.
Setelah puas, aku mulai duduk dan mengumpulkan nyawa ku. Mata ku masih berat , aku enggan meninggalkan kasur ku, tapi ibu terus saja membangunkan ku agar segera mandi.
Mau tidak mau, suka tidak suka , sepertinya aku harus mandi sore ini dalam keadaan mengantuk. Ibu sudah keluar dari kamarku, ku lihat hp ku ada banyak sekali pesan dan panggilan tak terjawab.
Semua pesan ini dari grup chat wa teman-teman ku, chat wa dari Damian, panggilan tak terjawab dari Damian daaaan ada 1 lagi nomor tidak ku kenal yang mengirimi ku pesan juga.
__ADS_1
Bersambung...