KISAH KELAM KEHIDUPANKU

KISAH KELAM KEHIDUPANKU
Salah Tingkah


__ADS_3

Tentu saja aku masih menjadi gadis normal , aku masih bisa tertarik dengan lawan jenis ku. Kepergian Diki memang sedikit membuat ku trauma untuk melakukan hubungan spesial dengan lelaki lain. "Hem entahlah, aku hanya menikmati proses ini. Apa salahnya aku mencoba untuk membuka hati kepada lelaki lain? " gumam ku dalam hati dan menghembuskan nafasku kasar.


Aku telah tiba di sekolah, tatapan para siswa tak sedikitpun membuat ku risih. Aku sudah terbiasa dari aku SMP, menjadi idola sekolah.


Tak sedikit pun niat hatiku untuk membalas tatapan mereka. Aku berjalan menuju ruang kelas ku dengan wajah judes tetapi tetap terlihat manis di mata mereka. "Sungguh tebar pesona yang sukses" aku tertawa geli jika mengingat yang baru saja ku lakukan wkwk..


"Belum juga sampai mereka, padahal rumah ku paling jauh diantara yang lain" aku berbicara sendiri, ketika melihat kelas dan ternyata 5 kawan ku belum datang.


Aku pun memutuskan untuk menunggu di kursi depan kelas.


Deg... Jantung ku seperti kembali berhenti ketika melihat sosok Damian yang berjalan menuju arah ku.


"Astagaa, jangan lupa bernapas Raya!" , aku memerintahkan diri ku sendiri. Haha sungguh konyol.


"Sendirian aja? " Tanya Damian pada ku dan langsung duduk tepat di samping ku.


"eeh, iyaa kak. Ni saya masih nunggu teman yang lain" jawab ku gemetar. Muka ku mulai merah merona. Entah getaran apa yang ada di hati ku saat ini.


"Sudah sarapan ? Aku mau ke kantin, yuk bareng"

__ADS_1


Oh my God. Seandainya aku tak tahu malu dan tak memperdulikan image ku selama ini, mungkin aku sudah teriak-teriak ke girangan karena tawaran ini. Aku pun mengontrol diri sebisa mungkin.


" Belum kak, tapi nanti saya sarapan sama teman saya aja. Sebentar lagi mereka pasti datang" Jawab ku, menolak halus ajakan Damian.


"Oh iya sudah, aku duluan ya" , menepuk lembut pundak ku dan beranjak pergi.


Aku masih merasa gemetar, merah di wajah ku enggan menghilang, sekujur tubuh ku terasa membeku tetapi ada hawa panas di dalam nya.


"Astaga, mimpi apa aku semalam? " lagi lagi aku berbicara sendiri.


Aku terus saja tersenyum mengingat apa yang baru saja terjadi dan memegang pundak ku yang disentuh oleh Damian .


Aku mulai gelisah memikirkan tentang Damian. Bagaimana mungkin aku bisa merasakan gugup yang begitu hebatnya di depan Damian. Aku tak mendapatkan jawaban dari segala pertanyaan di kepala ku, aku pun memutuskan untuk bercerita dengan 5 kawan ku.


"Sepertinya aku sudah mendekati gila, bagaimana mungkin aku bisa duduk gemetar menahan malu saat bertemu dengan Damian?" Ucap ku santai.


"Damian? " Silvi mengulang nama itu dan saling berpandangan dengan kawan lainnya karena tak pernah tahu sebelumnya.


"Iya Damian, dia itu kakak kelas kita di jurusan XX. Aku pertama kali lihat dia sewaktu kita berkumpul di depan kelas. Tak sengaja aku menatapnya terlalu lama, dan dia membalas tatapan ku dengan tersenyum".

__ADS_1


"Terus.. terus.. " tanya Gita antusias dengan segala rasa ingin tahu nya.


"Terus aku jadi penasaran sama dia. Aku cari tahu akun sosmed nya di grup sekolah ini. Yaaaah gitu deh, aku langsung kenal dari foto profilnya. Aku add dia duluan , dia konfirmasi. Habis tu kami chat basa basi bentar. Dah gitu aja sih" ujar ku menceritakan kronologis sebelumnya.


" Terus, kapan kalian ketemu sampai kamu gemetar?" Vina tak kalah antusias dari Gita.


Sudah ku duga mereka akan bertanya sampai rinci dan tak akan berhenti hingga mereka mendapatkan jawaban yang mereka inginkan.


"Tadi pagi. Aku lihat kalian belum ada yang datang. Jadi aku memutuskan untuk duduk di depan kelas. Seketika jantung ku rasanya berhenti berdetak, aku lihat dia datang menghampiri ku dan langsung duduk disebelah ku. Sampai sekarang pun aku masih bingung, kenapa bisa aku merasa begini?" ucap ku dengan penuh tanda tanya .


Hahahaha , nyaring suara tawa itu lepas dari mulut Acha. "Kamu salah tingkah ya? hahaha" , lagi lagi dia menertawakan ku.


" Siapa yang salah tingkah? emang kenapa juga aku bisa salah tingkah?" jawab ku menepis tuduhan Acha.


"Hahaha, sudahlah. Biarkan aja dia, itu dia lagi dilema . Mungkin mulai jatuh cinta lagi", tambah Dinda yang mulai ikut menertawakan ku.


Aku pun semakin bingung, "apa betul yang dikatakan mereka?" gumam ku dalam hati.


Ah sudahlah, aku tak ingin memikirkannya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2