KISAH KELAM KEHIDUPANKU

KISAH KELAM KEHIDUPANKU
Camping 1


__ADS_3

Setelah semua telah mendirikan tenda, para pasangan kami sibuk mengumpulkan ranting kayu untuk memasak air dan membuat api nanti malam.


Malam pun tiba.


Aku dan ke 5 teman ku memang sengaja membawa bekal nasi untuk dimakan malam ini. Aku membawa makanan cukup untuk makan berdua dengan Damian, sedangkan ke 5 temanku ada yang sibuk memasak mie. Entahlah, mungkin mereka lupa menyiapkan untuk pasangan mereka wkwk.


"Ayo makan kak, ni aku tadi sempat masak sama ibu buat kita berdua" ujarku pada Damian seraya mengeluarkan rantang kecil dalam tas.


"Iyaa dek, itu kakak juga sudah belanja buat kamu kalo pengen nyemil" ujar Damian memberitahuku.


Setelah makan malam, kami pun menikmati hangatnya api unggun , pacar Acha membawa gitar dan kami bernyanyi bersama.


Sudah larut malam, kami pun memutuskan untuk beristirahat. Hanya aku ,Vina dan Gita yang 1 tenda dengan pasangan masing-masing.


Setelah masuk ke tenda, Damian pun merebahkan dirinya.


"Dek, sini" Ujar Damian meminta ku mendekatinya.


"Iyaa kak " jawab ku seraya berbaring di sampingnya.


Perasaanku menjadi tak menentu, ada rasa takut tetapi aku ingin menikmati tubuh Damian juga.

__ADS_1


"arrgh , sepertinya aku benar-benar haus akan hal ini " gumam ku .


Damian langsung memelukku , ia mulai mencumbu diriku. Setelah kejadian di kolam renang dan dirumahnya, Damian tak pernah meminta ku untuk melakukannya lagi. Malam ini, sepertinya hasrat kami harus tersalurkan.


Aku melawan setiap perlakuan Damian, aku tak ingin kalah lincah darinya.


Seketika Damian bangkit dan mematikan penerangan dalam tenda kami.


Ia langsung menindih badanku, menjelajahi seluruh tubuhku. Aku pun memberikan perlawanan kepadanya, kini aku yang berada di atas tubuh Damian. ku cumbu seluruh badannya, dan aku memainkan juniornya dengan mulutku, ku hisap dan ku mainkan dengan lidah ku sampai dia mengerang kenikmatan. Aku berhenti dan mempringati Damian, "sssttt, jangan berisik. Ntar ketahuan temen yang lain" Bisik ku .


Seperti sudah tak tahan, Damian membalikkan tubuhku hingga aku berada dibawah sekarang. Ia membuka celana nya dan menurunkan celanaku.


Aku dan Damian segera membersihkan diri dengan tisu dan mengenakan celana kembali.


Setelah itu Damian menyalakan lampu penerangan tenda dan kami tidur bersama hingga esok pagi.


***


Pagi


Karena kami memasang alarm di hp masing-masing , jadi kami semua serentak bangun pukul 06.30.

__ADS_1


Damian mengatakan bahwa di gunung ini ada air terjun untuk kita mandi dan mencuci.


Kami pun sangat bersemangat ke sana. Kami semua membawa perlengkapan mandi dan baju ganti.


Aku bergandengan dengan Damian sepanjang jalan, sungguh aku sangat menikmati suasana disini. Udara pagi ini sangat dingin, suara burung saling bersautan.


"Tuh air terjunnya sudah kedengaran suaranya" Ucap Dinda senang .


"Aduh aku lupa bawa hp lagi buat fotoan" , tambah Gita .


"Ni aku bawa hp yank" jawab pacar Gita yang tak ku tahu siapa namanya.


Gita pun kesenangan seraya memeluk pacarnya.


Akhirnya kita semua sampai di bawah air terjun, aku sangat terpesona akan keindahan ini. Airnya yang jernih, batu-batu besar kokoh juga menjadi daya tarik tersendiri.


Setelah sampai kami tak memutuskan untuk langsung terjun ke dalam air. Kami memilih untuk mengabadikan momen terlebih dahulu dengan hp masing-masing.


Setelah matahari mulai naik, kami memutuskan untuk segera terjun kedalam air.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2