
Aku membalas satu persatu pesan dari grup dan Damian.
"Nomer siapa ini?" gumam ku seraya membuka pesan dari nomer tak di kenal .
"Raya, ini aku Diki"
"Ray, maafin aku untuk kesalahan yang lalu. Aku gak ada maksud nyakitin kamu, maafin aku ya"
"Aku tau aku salah, sekarang aku mau perbaiki semua nya"
"Please, kasih aku kesempatan sekali lagi. Aku janji gak akan tinggalin kamu lagi"
Pesan berturut-turut ini ternyata dari Diki, baru tenang pikiranku , kini dia mengusikku lagi. Bahkan tak ada penjelasan apapun mengapa dia meninggalkan ku. "Memang harus dikasih pelajaran" batinku.
"Hem, sudah lah lupakan aja. Lagian aku juga sudah lupakan semua nya " balas ku sedikit kesal.
Pesan ku terkirim dan langsung dibaca, tak berapa lama Diki membalas kembali dan aku terus saja meresponnya walaupun sambil mengumpat dalam hati ingin ku caci maki rasanya.
Diki
Diki : Makasih Ray, aku pengen hubungan kita kembali lagi. Aku pengen perbaiki semua kesalahan ku yang dulu.
Aku : Huh, sudahlah. Aku sudah lupakan semuanya kok, termasuk semua tentang rasa ku yang dulu. Sudah ku buang jauh-jauh.
Diki : Ray, please. Kasih aku kesempatan 1 kali lagi, aku janji aku gak akan tinggalin kamu lagi. Aku pasti berubah untuk kamu, aku nyesal Ray.
Aku : Sudah dulu ya, aku sibuk. (Aku mengakhiri pesan)
Diki : Aku gak akan berhenti kejar kamu, sampai kamu mau balik sama aku lagi Ray.
Aku tak menggubris pesan Diki, aku kembali fokus ke pesan Damian dan teman-teman ku.
__ADS_1
Grup
Gita. : Sial banget ya kita hari ini, ketemu makhluk jadi-jadian itu .
Vina. : Pengen banget ku cubit ginjal nya, tiba-tiba nongol gak tau diri begitu sikap nya.
Silvi : Horor banget jalan-jalan kita hari ini, buat Raya yang sabar yaa..
Aku. : Maap ya gaes, gara-gara aku rencana kita jadi berantakan semua, huhuhu...
Acha : Bukan gara-gara kamu, tapi gara-gara manusia gak tau diri itu loh. Ih kesel banget aku.
Dinda : Awas aja sampe dia berani usik-usik kamu lagi, aku yang gak ikhlas.
Aku : Makasih banget yaa, kalian semua paling ngerti aku .. Oh iyaa, aku mau ngomong, tapi besok aja yah disekolah. Biar greget wkwk.
Aku mengakhiri pesan Grup & tak merespon balasan apa lagi dari teman-teman ku.
Damian
Damian : Belum pulang kah dek?
Aku. : Sudah kak dari siang tadi, tapi pulang langsung tidur. Maaf ya aku gak ngabarin, hp juga di silent jadi gak dengar kakak nelfon tadi.
Damian : Iya gak papa, yang penting sekarang kamu sudah di rumah, jadi kakak gak khawatir lagi. Oh iya, kakak mau ajak kamu makan diluar, habis magrib kakak jemput yah.
Aku. : Makasih syg sudah khawatir 😘, iyaa ntar langsung ke rumah aja ya kak jemput aku.. Ni aku siap-siap dari sekarang deh hehe ..
Damian : Gak usah cantik-cantik, ntar banyak yang lirik . Cantik nya kalo lagi berdua sama kakak aja hehe..
Aku. : Haha, gombal sayang ae. Yaudah, sana kakak siap-siap juga.. Kesini nya hati-hati ya.. Jangan ngebut-ngebut .
__ADS_1
Damian : Iyaa iyaa , siap bawelku .
Aku tak membalas pesannya lagi.
Aku segera bersiap , kali ini aku ingin sekali mengenakan dress ku yang berwarna hitam.
Setelah berganti pakaian, aku merias wajahku natural.
"Sudah cantik" ujar ibu seraya menghampiri ku.
"Mau kemana dandan jam segini?" tanya ibu.
"Damian ngajak makan diluar bu" jawabku singkat.
"Asal jangan kemalaman pulang, besok kalian sekolah" tambah ibu.
"Iya bu, abis makan biasa Damian langsung ajak aku pulang. Paling macet dijalan yang bikin lambat sampai di rumah " jawabku menjelaskan.
"Yaudah, ingat jaga diri" ibu mengingatkan ku.
"Iyaa iyaa " jawabku singkat .
Kini aku sudah selesai, ku lihat jam di dinding sudah jam 19.15 , tak lama lagi pasti Damian akan datang.
Tiitttt... Suara klakson mobil Damian.
Aku segera keluar , ku lihat Damian turun dari mobilnya dan segera meminta izin kepada ayah dan ibu di dalam rumah.
Setelah dapat izin, kami langsung berangkat untuk makan malam.
Bersambung...
__ADS_1