KISAH KELAM KEHIDUPANKU

KISAH KELAM KEHIDUPANKU
Balas Dendam 3


__ADS_3

Sepanjang perjalanan aku tak bisa membuang jauh pikiran tentang Diki, bagaimana bisa dia datang lagi setelah sekian lama meninggalkan ku tanpa alasan yang jelas.


"Dek" suara Damian memecahkan lamunanku.


"Eeeh, iyaa kak kenapa?" jawabku gugup karena terkejut.


"Kamu gak papa? kok gak kaya biasanya?"


"Gak papa kak, mungkin sedikit kecapean aja ini.. tapi gak papa kok. aman aja " jawabku seraya tersenyum meyakinkannya.


Damian kembali fokus mengemudikan mobilnya. Tak berapa lama sampailah kami di sebuah cafe, dari luar sudah terlihat nuansa romantis didalamnya.


"Kita makan disini aja ya, lagian disini kita juga bebas kalo mau nyanyi sekedar nyumbang lagu. Siapa tau adek mau nyanyi" ujar Damian padaku.


"Romantis ya kak tempatnya, cahaya lampu nya remang-remang begitu. Kelihatan aja kah makanan kita kak? " jawabku kagum sekaligus bingung karena tak pernah ketempat ini sebelumnya.


"Hehehe, kamu ini dek. Ayok sudah masuk, kita lihat makanannya kelihatan atau enggak" jawab Damian terkekeh karena kepolosan ku.


Kami pun segera masuk setelah Damian memarkirkan mobilnya.


Damian memilih meja tepat di depan panggung, jiwa ku bergejolak ingin segera naik panggung tersebut melepaskan semua beban di hati ku.


Salah satu pengunjung naik ke panggung dan menyanyikan sebuah lagu, semua mata tertuju padanya. Semua pengunjung menikmati sekali lagu yang dibawakan oleh wanita cantik itu . Some one like you - Adele, ini adalah salah satu lagu favoritku, sesekali aku ikut bernyanyi terbawa suasana di cafe ini .


"Bagus ya kak suaranya" ujar ku pada Damian tanpa mengalihkan pandanganku pada wanita yang sedang bernyanyi itu.


"Kalo kamu yang naik di atas situ, pasti lebih bagus dek" ujar Damian.


"Abis ini ya, aku mau naik" jawabku.


Damian pun tersenyum dan mengusap kepalaku lembut.


Seraya menunggu pesanan makanan yang telah Damian pesan, aku memutuskan untuk bernyanyi setelah wanita itu turun.


Suara sorak dan tepuk tangan memenuhi seluruh ruangan ini setelah wanita tersebut selesai menyanyikan lagu.


Kini saatnya aku yang naik dengan penuh pesona ku.


Aku minta diiringi oleh pemain alat musik di atas panggung, aku memilih lagu Nike Ardila - Bintang Kehidupan. Lagu ini sangat populer di jamannya hingga saat ini. Dentingan alunan musik sudah terdengar, aku mulai masuk pada posisiku sebagai penyanyi.


Jenuh aku mendengar


Manisnya kata cinta


Lebih baik sendiri


Bukannya sekali


Sering 'ku mencoba

__ADS_1


Namun 'ku gagal lagi


Mungkin nasib ini


Suratan tanganku


Harus tabah menjalani


Jauh sudah langkahku


Menyusuri hidupku


Yang penuh tanda tanya


Kadang hati bimbang


Menentukan sikapku


Tiada tempat mengadu


Hanya iman di dada


Yang membuatku mampu


Selalu tabah menjalani


Malam-malam aku sendiri


Tanpa cintamu lagi


Ho-u-wo-o-o-o-o


Hanya satu keyakinanku


Bintang 'kan bersinar


Menerpa hidupku


Bahagia 'kan datang


Jenuh aku mendengar


Manisnya kata cinta


Lebih baik sendiri


Bukannya sekali


Sering 'ku mencoba

__ADS_1


Namun 'ku gagal lagi


Hanya iman di dada


Yang membuatku mampu


Selalu tabah menjalani


Malam-malam aku sendiri


Tanpa cintamu lagi


Ho-u-wo-o-o-o-o


Hanya satu keyakinanku


Bintang 'kan bersinar


Menerpa hidupku


Bahagia 'kan datang


Ho-ho-ho


Malam-malam aku sendiri


Tanpa cintamu lagi


Ho-u-wo-o-o-o-o


Hanya satu keyakinanku


Bintang 'kan bersinar


Menerpa hidupku


Bahagia 'kan datang


Lagu telah usai, sorak ramai dan tepuk tangan sungguh membuatku bahagia.


"Lagi, lagi, lagi...." itulah yang ku dengar.


Tapi aku tetap memutuskan untuk turun , baru beberapa langkah aku menuruni anak tangga panggung tersebut tiba-tiba ada seseorang yang langsung memelukku.


"Dikiiiiiiiiiiiiii" teriakku kaget mencoba melepaskan pelukannya , tapi apalah daya pelukannya begitu erat. Suasana yang awalnya ramai sorak gembira, kini hening mencengkam saat Damian menghampiriku dan langsung menarik paksa Diki.


Buuuuuggggg...... Hantaman keras dari Damian mendarat pada muka Diki.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2