
Sepanjang perjalanan aku tak bisa membuang jauh pikiran tentang Diki, bagaimana bisa dia datang lagi setelah sekian lama meninggalkan ku tanpa alasan yang jelas.
"Dek" suara Damian memecahkan lamunanku.
"Eeeh, iyaa kak kenapa?" jawabku gugup karena terkejut.
"Kamu gak papa? kok gak kaya biasanya?"
"Gak papa kak, mungkin sedikit kecapean aja ini.. tapi gak papa kok. aman aja " jawabku seraya tersenyum meyakinkannya.
Damian kembali fokus mengemudikan mobilnya. Tak berapa lama sampailah kami di sebuah cafe, dari luar sudah terlihat nuansa romantis didalamnya.
"Kita makan disini aja ya, lagian disini kita juga bebas kalo mau nyanyi sekedar nyumbang lagu. Siapa tau adek mau nyanyi" ujar Damian padaku.
"Romantis ya kak tempatnya, cahaya lampu nya remang-remang begitu. Kelihatan aja kah makanan kita kak? " jawabku kagum sekaligus bingung karena tak pernah ketempat ini sebelumnya.
"Hehehe, kamu ini dek. Ayok sudah masuk, kita lihat makanannya kelihatan atau enggak" jawab Damian terkekeh karena kepolosan ku.
Kami pun segera masuk setelah Damian memarkirkan mobilnya.
Damian memilih meja tepat di depan panggung, jiwa ku bergejolak ingin segera naik panggung tersebut melepaskan semua beban di hati ku.
Salah satu pengunjung naik ke panggung dan menyanyikan sebuah lagu, semua mata tertuju padanya. Semua pengunjung menikmati sekali lagu yang dibawakan oleh wanita cantik itu . Some one like you - Adele, ini adalah salah satu lagu favoritku, sesekali aku ikut bernyanyi terbawa suasana di cafe ini .
"Bagus ya kak suaranya" ujar ku pada Damian tanpa mengalihkan pandanganku pada wanita yang sedang bernyanyi itu.
"Kalo kamu yang naik di atas situ, pasti lebih bagus dek" ujar Damian.
"Abis ini ya, aku mau naik" jawabku.
Damian pun tersenyum dan mengusap kepalaku lembut.
Seraya menunggu pesanan makanan yang telah Damian pesan, aku memutuskan untuk bernyanyi setelah wanita itu turun.
Suara sorak dan tepuk tangan memenuhi seluruh ruangan ini setelah wanita tersebut selesai menyanyikan lagu.
Kini saatnya aku yang naik dengan penuh pesona ku.
Aku minta diiringi oleh pemain alat musik di atas panggung, aku memilih lagu Nike Ardila - Bintang Kehidupan. Lagu ini sangat populer di jamannya hingga saat ini. Dentingan alunan musik sudah terdengar, aku mulai masuk pada posisiku sebagai penyanyi.
Jenuh aku mendengar
Manisnya kata cinta
Lebih baik sendiri
Bukannya sekali
Sering 'ku mencoba
__ADS_1
Namun 'ku gagal lagi
Mungkin nasib ini
Suratan tanganku
Harus tabah menjalani
Jauh sudah langkahku
Menyusuri hidupku
Yang penuh tanda tanya
Kadang hati bimbang
Menentukan sikapku
Tiada tempat mengadu
Hanya iman di dada
Yang membuatku mampu
Selalu tabah menjalani
Malam-malam aku sendiri
Tanpa cintamu lagi
Ho-u-wo-o-o-o-o
Hanya satu keyakinanku
Bintang 'kan bersinar
Menerpa hidupku
Bahagia 'kan datang
Jenuh aku mendengar
Manisnya kata cinta
Lebih baik sendiri
Bukannya sekali
Sering 'ku mencoba
__ADS_1
Namun 'ku gagal lagi
Hanya iman di dada
Yang membuatku mampu
Selalu tabah menjalani
Malam-malam aku sendiri
Tanpa cintamu lagi
Ho-u-wo-o-o-o-o
Hanya satu keyakinanku
Bintang 'kan bersinar
Menerpa hidupku
Bahagia 'kan datang
Ho-ho-ho
Malam-malam aku sendiri
Tanpa cintamu lagi
Ho-u-wo-o-o-o-o
Hanya satu keyakinanku
Bintang 'kan bersinar
Menerpa hidupku
Bahagia 'kan datang
Lagu telah usai, sorak ramai dan tepuk tangan sungguh membuatku bahagia.
"Lagi, lagi, lagi...." itulah yang ku dengar.
Tapi aku tetap memutuskan untuk turun , baru beberapa langkah aku menuruni anak tangga panggung tersebut tiba-tiba ada seseorang yang langsung memelukku.
"Dikiiiiiiiiiiiiii" teriakku kaget mencoba melepaskan pelukannya , tapi apalah daya pelukannya begitu erat. Suasana yang awalnya ramai sorak gembira, kini hening mencengkam saat Damian menghampiriku dan langsung menarik paksa Diki.
Buuuuuggggg...... Hantaman keras dari Damian mendarat pada muka Diki.
Bersambung....
__ADS_1