
**Malam pun tiba, para sanak saudara dan teman-temanku sudah berkumpul di rumah .
Jantungku rasanya berdebar-debar, ini pertama kalinya keluarga ku akan bertemu langsung dengan keluarga Damian.
Tak lama menunggu, datanglah 2 mobil parkir dihalaman rumah ku. Keluarga ku keluar untuk menyambut kedatangan mereka dan mempersilahkan masuk**.
"Banyak sekali yang mereka bawa, bukan kah ini hanya tunangan?" gumam ku dalam hati.
Aku hanya mengikuti proses pertunangan yang dipandu orang tertua kami.
Setelah keluarga Damian menyatakan maksud kedatangannya kemari, orang tua ku menerima lamaran mereka untuk menjadikan ku calon mantunya. Waktu dan tanggal pernikahan tentu belum ditentukan karena kami masih sama sama sekolah.
Keluarga Damian memberikan barang-barang yang mereka bawa dan meminta kami untuk bertukar cincin.
Teman-temanku sibuk sekali mengabadikan momen ini, aku tersipu malu dilihat semua keluarga.
Setelah Damian memasangkan cincin di jari ku, kini saatnya aku yang memasangkan cincin di jari Damian juga. Setelah proses tukar cincin selesai, kami semua membaca doa yang dipandu oleh orang tertua dari keluarga ku.
Tak hanya itu, ada 1 lagi proses yang dilakukan oleh mama Damian.
"Nak ini hadiah dari mama untuk kamu, mama pakaikan ya " ujar mama Damian seraya memberikan 1 kotak perhiasan emas yang isinya adalah kalung dan gelang, aku terkejut dan senang bukan main.
__ADS_1
Teman-temanku menahan diri untuk tidak heboh, padahal sangat ku yakin mereka harusnya saat ini sedang berteriak-teriak.
Mama Damian pun segera memasangkan kalung dan gelang tersebut .
"Makasih yaa tante" ujar ku seraya tersenyum.
"Sama-sama nak" jawab mama Damian sambil mengelus kepalaku lembut.
**Proses pertunangan kami berjalan dengan lancar , bibi ku juga menangis terharu karena melihat perlakuan keluarga Damian padaku yang sepertinya sangat menyayangiku.
Kini saatnya untuk makan bersama, keluarga ku sibuk mengeluarkan apa yang sudah mereka persiapkan dari tadi pagi. Aku dan Damian tak banyak bicara, aku sangat terpukau melihat penampilannya malam ini*.
"Kamu sangat cantik malam ini dek" ujar Damian memecahkan lamunan ku.
" Bisa aja" ucap Damian sambil menyenggol ku karena malu juga tentunya hehe*.
**Setelah kami semua makan, keluarga Damian berpamitan untuk pulang. Tak lupa mereka mengucapkan terima kasih atas jamuan malam ini.
Kami semua bersalaman, aku juga mencium tangan Damian. Rasa hati ingin memeluk, tapi apalah daya hehe*.
"Besok kita jalan ya" ujar Damian membisik di telinga ku .
__ADS_1
"Jemput aja bos" jawabku menyetujui* .
Mereka semua masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan halaman rumah ku.
Keluarga dan teman-temanku sibuk membereskan piring dan mangkok sisa makanan tadi.
"*Nah gitu dong, ada guna nya juga kan kalian datang hehe " ujar ku bergurau dengan teman-temanku.
"Ayo kita ke kamar Raya aja yok" ujar Dinda.
Mereka pun langsung masuk kamar ku duluan dan aku menyusulnya.
"Ih bagus banget ini Ray!" ujar Gita seraya memegang cincin , gelang dan kalung yang di berikan.
"Sesuai harga " jawabku singkat sedikit sombong.
"Eh liat ni, bagus kan aku fotonya" ujar Silvi memperlihatkan hasil jepretan nya saat proses pertunangan tadi.
"Eh liaat pang, upload upload" tambah Vina .
Mereka langsung meraih hp masing-masing dan berlomba upload secepatnya .
__ADS_1
"Jangan lupa tag aku " pinta ku pada mereka* .
Bersambung...