KISAH KELAM KEHIDUPANKU

KISAH KELAM KEHIDUPANKU
Hotel 1


__ADS_3

Diki mengajakku untuk mengikutinya. Tetapi aku menolak, aku merasa malu dan sangat takut apa yang tidak ku inginkan terjadi. Sering aku mendengar kasus penggrebekan pasangan di hotel dan diamankan ke kantor polisi. Entah berapa lama aku memikirkannya. Sadar ku dari lamunan, aku mengerutkan keningku, hatiku seperti terbakar . Aku memperhatikan pegawai wanita itu memberi tatapan suka kepada Diki. Ya, Diki mempunyai tubuh tinggi dan badan yang berisi, kulitnya yang putih dan juga wajahnya yang tampan membuat wanita lain yang menatap pun terpukau oleh pesonanya. Tanpa fikir panjang, aku mendatangi Diki dan langsung merangkul pinggangnya. Aku memberi tatapan sinis kepada pegawai wanita itu. Ku tunjukkan , aku lah pemiliknya. Selesai sudah Diki melakukan cek in. Aku mengikutinya menuju kamar no XX. Diki membuka pintu kamar tersebut, dan memintaku untuk masuk. Aku menurut semua yang dikatakan Diki.


Diki segera menyusul ku dan mengunci pintu itu. Hati ku berdebar-debar, Diki mulai mendekati ku.


Diki : Simpan dulu yang tas sama sepatu nya disitu (menunjuk sebuah meja).


Diki merebahkan tubuhnya diatas kasur.


Setelah aku membuka sepatu dan menyimpan tasku. Diki menatapku tajam, dan mulai menggodaku.


Diki : Sini yang dekat Kakak (menepuk kasur tepat disampingnya)


Raya : Aku takut kak, nanti kita digrebek gimana?

__ADS_1


Diki : (tertawa kecil) kamu ini, sempatnya mikir kesana . Sudah sini, kan ada Kakak. Kakak yang akan tanggung jawab apapun yang terjadi .


Aku mulai mendekati Diki, dan berbaring tepat disampingnya. Tak menunggu waktu yang lama, Diki langsung mendekatkan wajahnya dengan wajah ku. Dia mulai mencium ku, aku pun mulai terbuai oleh sentuhannya. Dia melumat habis bibirku, sampai nafasku tersengal karena kehabisan nafas. Rasa belum puas Diki mendapatkan bibirku, kini dia mulai naik ke atas tubuhku. Membuka kancing bajuku, dan melakukan aksi nya dengan sangat buas. Aku sangat geli tetapi aku juga menikmatinya. Nafas kami sudah tidak beraturan.


Diki terus saja mencumbu seluruh tubuhku, dari leher hingga kakiku disentuhnya. Tak tau sejak kapan , tak ada lagi pakaian yang menempel ditubuh ku. Hilang sudah rasa malu ku, hilang sudah segala kerisauan hatiku sebelumnya.


Diki sangat lembut memperlakukanku, dia membenamkan wajahnya di dada ku. Aku yang sebelumnya sangat takut, kini menjadi ingin. Ingin lebih dekat dari ini, ingin bersatu dengannya, dengan kasih cinta kami. Diki semakin turun dan membenamkan wajahnya tepat di ************ ku.


Dia naik lagi menindih ku, terasa berat badannya. Dia membisikkan di telingaku, "Sudah siap sayang?"..


Aku pun tak menjawab, tapi juga tidak menolak yang dia lakukan.


Segera ia turun dari ranjang, aku hanya memperhatikan dan terpesona oleh tubuhnya.

__ADS_1


Dia membuka baju dan menurunkan celana nya . Tak pernah ku bayangkan, akan sejauh ini aku melakukan dengannya.


Kini, kami benar-benar menyalurkan nafsu ini.


Diki melakukan dengan sangat pelan dan hati-hati. Dia tak ingin menyakitiku. Ku rasakan dengan memejamkan mataku, aku mengerutkan kening ku karena rasanya sangat sakit. Diki tetap saja melakukannya hingga akhirnya aku merasa ada sesuatu yang pecah. Ya, aku kehilangan kesucian ku. Diki tersenyum bahagia menatap ku.


Semua yang awalnya ia lakukan dengan sangat lembut, kini menjadi brutal. Rasa perih pun tak ku rasa lagi karena kenikmatan yang ia berikan. Cukup waktu yang lama dan menguras tenaga, sampai dititik puncak Diki menarik dan mengeluarkan cairan diperut ku.


Aku lihat dia memejamkan mata seperti merasakan sensasi tersendiri. Setelah itu merebahkan tubuhnya di samping ku. Aku mencium pipi nya, dan berdiri meninggalkannya ke kamar mandi yang tersedia didalam kamar ini untuk membersihkan diri.


Tak cukup disitu, aku fikir setelah ini kami akan segera pulang. Ternyata Diki menyusulku ke kamar mandi, dan..


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2