KISAH KELAM KEHIDUPANKU

KISAH KELAM KEHIDUPANKU
Tempat Karaoke 3


__ADS_3

Setelah puas bernyanyi, kami pun cek out dan Damian membayar semuanya.


"Kita mau langsung pulang kak? " tanya ku pada Damian saat menuju parkiran.


"Kita ke toko mama dulu ya" jawab Damian dan aku menyetujuinya.


Sekitar 20 menit perjalanan, tiba lah kami di toko pakaian yang cukup besar. Ada beberapa pegawai yang memakai seragam yang sama.


Aku kagum sekali melihat usaha orang tua Damian yang sukses seperti ini, tak heran jika anaknya tak pernah kekurangan uang.


Pengunjung toko pun cukup ramai, aku mengikuti Damian berjalan kedalam toko. Ternyata mama nya ada di ruangan khusus yang tak sembarang orang bisa masuk.


tok.. tokk.. tokk.. Damian mengetuk pintu ruangan tersebut karena dikunci.


Tak lama mama Damian membuka pintu dan mempersilahkan kami masuk.


"Sibuk ma?" tanya Damian.


"Enggak, cuma lagi rekap pesanan resseler mama aja. Kalian dari mana?" tanya balik mama Damian.


"Habis karaokean di XX ma, trus aku ajak Raya singgah kesini" jawab Damian.


Kami pun banyak berbincang-bincang, aku sangat senang sekali atas sikap mama Damian.

__ADS_1


Jam sudah menunjukan pukul 16.15 , Damian segera mengajakku untuk pulang. Aku pun berpamitan dengan mama Damian dan bersalaman mencium tangannya.


Setelah keluar dari toko, Damian mengajakku untuk makan lagi.


Kali ini ia mengajakku untuk makan sate amang Arman yang cukup terkenal di kota ini.


Damian segera melajukan mobilnya, tak lama sampailah kami di lapak sate tersebut. Setelah memesan 2 porsi sate, Damian juga memesan 3 porsi untuk di bungkus. Aku cuek saja karena pikirku untuk ia makan di rumah bersama ayah dan mama nya.


Setelah sate pesanan kami diantar ke meja, kami segera makan dan rupanya Damian habis duluan daripada aku.


"Habiskan dek" ujar Damian seraya menyedot minumannya.


"Iya kak, ni juga sudah mau habis" jawabku.


Yeah, selama bersama Damian aku tak pernah keluar uang seribu pun saat berjalan, entah berapa uang yang sudah ia keluarkan untuk diriku.


Aku sudah selesai makan dan kami pun segera melanjutkan perjalanan.


Sesampainya di rumah , Damian memberikan bungkusan sate itu padaku.


"Loh, kok dikasih ke aku kak?" tanya ku terkejut.


"Iya kakak beli emang buat orang di rumah" jawab Damian sambil tersenyum.

__ADS_1


"Untuk ayah sama ibu dek" tambahnya lagi karena aku masih bengong.


"Makasih ya kak, jadi makin gak enak ngerepotin gini" ujar ku salah tingkah.


"Kamu nih dek, kaya sama siapa aja lagi" jawabnya kesal.


"Iya iya kak, makasih ya sayangku" jawabku merayu.


"Iya sama-sama, ya sudah kakak pulang dulu ya. Kamu mandi terus istirahat , ingat jaga kesehatan" ujar Damian sambil menyentil hidungku.


"Iya iya bos, hati-hati yaa pulangnya. jangan ngebut, lusa kita udah masukkan sekolah . Gak bisa jalan lagi dong" ujar ku merengek.


"Siapa bilang gak bisa? masih ada waktu malam kan? hehe" jawab Damian seenaknya.


"Lusa kita berangkat bareng ya, kakak jemput kamu" tambahnya lagi.


Aku pun hanya mengangguk menyetujuinya.


Damian pun pulang , aku segera masuk rumah dan meletakkan bungkusan sate di atas meja makan.


Aku segera mengambil handukku dan mandi, ku rasakan nikmatnya air mengalir ditubuh ku. Seketika aku teringat lagi pada Diki, aku teringat apa yang telah kami lakukan. Aku menangis sejadinya di kamar mandi, "kenapa? kenapa harus ada bayangannya lagi?" Gumam ku lirih tapi penuh emosi seakan tak terima ia hadir dalam ingatanku.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2