
Tak henti aku memikirkan apa yang akan Damian lakukan padaku. Jika pun harus terjadi mungkin aku tak akan menolak, karena aku juga merindukan kenikmatan itu. Pikiran mesum ku semakin liar, sepertinya aku terlalu jauh membayangkannya hingga tak menyadari mobil Damian telah terparkir di halaman rumahnya.
"Ayo turun" ucap Damian.
Aku langsung turun mengikuti nya.
Damian membuka pintu rumahnya yang terkunci, "sungguh besar dan mewah sekali rumah ini " aku berdecak kagum.
Damian mempersilahkan ku masuk, dia mengajak ku ke lantai atas rumahnya.
"Main dikamar ku aja ya" ucapnya padaku dengan tatapan liar.
" Disini aja kak, aku takut ada orang yang lihat nanti jadi salah paham" jawab ku menolaknya.
Tanpa basa basi dan izin ku, Damian langsung mengangkat tubuh ku yang mungil ini. Dia menggendong ku menaiki tangga rumah nya dan membawa ku ke 1 ruangan , ya ini adalah kamar Damian. Kamar dengan nuansa biru, semua terlihat sangat rapi dan bersih.
Damian merebahkan diriku ke atas ranjang nya dan ikut berbaring di samping ku.
"Tadi kamu godain aku kan, sekarang kamu harus pertanggung jawabkan perbuatan mu !" Ucap nya sambil menarik tangan ku dan diletakkan di atas juniornya.
"Haha, apaan sih kak? aku cuman main-main gitu aja kali, gak mau yang lebih kok" jawabku.
__ADS_1
"Tadi cuman main-main aja, sekarang kita harus main beneran" Damian langsung naik ke atas tubuh ku.
Sebenarnya aku sudah tak sabar menginginkannya juga. Tetapi aku tak mau terlihat begitu gampangnya didapatkan.
"Jangan kak, aku bukan siapa-siapa mu. Aku gak mau melakukan nya dengan orang yang gak cinta sama aku" ucapku lirih .
Sepertinya Damian tak memperdulikan perkataan ku, dia terus saja mencumbu leherku. Baru saja aku membuka mulut ingin berbicara lagi, ia langsung melumat bibir dan menghisap lidah ku.
Aku tak dapat menolaknya, kali ini Damian lah yang sangat liar.
Nafas kami mulai tak beraturan, suhu badan Damian terasa sekali panas saat menempel di kulit ku. Pandangan mata nya memancarkan keinginan yang lebih dari ini.
"Kak, antar aku pulang yaa" pinta ku lirih .
"Iya sudah, kamu turun duluan ya" jawab Damian sambil mengelus rambutku.
Aku tahu dia sedang menahannya, tetapi aku tak ingin semua rencana ku gagal karena nafsu ku sendiri.
Aku segera turun dan menunggu di halaman rumahnya.
Belum sempat Damian keluar, datanglah 1 mobil dan langsung parkir di samping mobil Damian.
__ADS_1
Aku hanya mematung memperhatikan mobil tersebut, tak lama keluar lah wanita paruh baya cantik dengan penampilannya yang modis.
" Kok di luar aja, Damian nya ada didalam? " ucap wanita itu.
Belum sempat aku menjawab, keluarlah Damian, "Mama tumben sudah pulang jam segini?" Tanya Damian.
"Iya, ada berkas mama yang ketinggalan. Mau ambil itu aja ,setelah itu mama balik lagi ke toko" Jawabnya.
"Oh iyaa ma, kenalin ini teman ku namanya Raya "
Aku pun tersenyum dan mengulurkan tanganku pada Mama Damian, "Saya Raya tante "
"Saya mama nya Damian, ya sudah mama tinggal ke dalam dulu ya. Mama buru-buru" Ucapnya sambil menepuk bahu ku lembut dan pergi meninggalkan kami .
"Ayo kita berangkat sekarang " ucap Damian.
Aku mengikuti nya masuk kedalam mobil.
Sepanjang perjalanan, kami sudah tak banyak bicara. Mungkin karena kami canggung setelah apa yang baru saja terjadi .
Bersambung...
__ADS_1