
Kami semua mandi dengan sangat gembira, seperti anak kecil yang asik bermain dengan air. Para pasangan kami asik berenang dibawah air terjun, sedangkan aku dan teman-teman ku mandi di dekat bebatuan yang airnya dangkal. Aku tak berani mendekat dengan Damian karena air nya sangat dalam dan aku tak bisa berenang.
Ku lihat Damian mulai menghampiriku, ia mengajakku untuk berenang kebawah air terjun tetapi aku menolaknya.
"Gak berani aku kak, gak bisa berenang" tolak ku.
"Gak papa dek, sini kakak gendong" Ujarnya sembari membalikkan tubuh dan meminta ku menaiki punggung nya.
Sebenarnya aku takut, tapi aku nekat untuk memberanikan diri. Aku pun naik ke punggung Damian dan Damian langsung membawa ku tepat dibawah air terjun.
"Uuhhhh dingin banget disini kak " Ujar ku yang masih memeluk Damian dalam gendongannya.
"Kita gak usah lama-lama yaa, ntar kamu kedinginan . Kakak gak mau sakit mu kambuh lagi "Ujarnya sedikit cemas.
Teman-temanku yang melihat aku bersama Damian dibawah air terjun, langsung heboh meminta pacar mereka untuk melakukan hal yang sama seperti yang Damian lakukan.
Aku dan Damian hanya tertawa melihat mereka.
Setelah puas kami bermain air, kami pun berganti pakaian. Kami sudah membawa kain panjang yang di pegang mengeliling untuk menutupi diri saat berganti .
Setelah semua selesai berganti, kamipun kembali ke lokasi camping.
***
"Pagi ini yang masak aku sama Gita ya" Ujar ku.
"Iyaa nanti sore gantian lagi " tambah Gita.
Teman-teman ku pun setuju.
Setelah Sampai di tenda, para lelaki ada yang sibuk membuat jemuran untuk pakaian yang tadi dicuci. Pacar Gita membawa tali rapiah, ia mengikatkan tali tersebut dari 1 pohon ke pohon lain di bantu pacar Silvi.
Setelah selesai, kami pun menjemur pakaian kami.
"Ayo Git masak, pakai beras yang ku bawa aja dulu pagi ini " Ujar ku, karena kami semua membawa beras masing - masing dari rumah.
__ADS_1
"Iyaa bentar, aku ambil sarden dulu di tas" jawab Gita.
Setelah semua peralatan dan bahan masakan telah siap , kami pun segera mengeksekusinya.
Ternyata memakan waktu yang cukup lama, karena ada drama api mati terus jadi masakan kami lambat matang.
Sekitar 1 jam kami memasak, akhirnya matang juga. Kami memanggil yang lain untuk segera makan, kami sudah menghampar tikar yang dibawa pacar Vina terlebih dahulu.
"Ayo makanan, ni sudah matang masakannya" Ujar Gita memanggil.
"Masak apa kalian? " tanya Silvi.
"Masak nasi sama sarden" jawab Gita.
Tak perlu waktu lama untuk basa-basi , kami semua segera mengambil makanan dan makan bersama.
"Dek, kita 1 piring aja " pinta Damian.
"Oh iyaa kak, bentar yah ku ambilkan dulu " jawabku.
**
Tak terasa hari sudah siang, kantuk mulai menghampiri ku. Ku lihat teman-teman ku ada yang sudah tertidur di tenda dengan pintu yang sengaja dibuka, ada yang sedang asik berpacaran , ada juga yang sedang asik berfoto dibawah pohon.
Aku memutuskan untuk masuk kedalam tenda dan segera tidur. Tak berapa lama aku memejamkan mata, Damian membangunkan ku. Ternyata ia telah memasangkan hammock yang ia bawa. Ia membawa 2 hammock, tentu saja 1 untukku dan 1 untuknya.
Aku pun segera naik ayunan tersebut dan melanjutkan tidurku.
Entah berapa lama aku tertidur, aku mulai merasakan seperti ada yang mengecup bibirku.
"Dek bangun" aku mulai mendengar suara itu dan aku merasakan lagi kecupan dibibir ku.
Aku membuka mataku, ternyata Damian yang membangunkan dan mencium ku.
"Sudah sore ni, ayo bangun kita ke air terjun lagi" Ucap Damian seraya mengusap kepala ku.
__ADS_1
Aku pun langsung turun dibantu Damian, masih dengan muka bantal dan badan lesu aku mengikuti mereka menuju air terjun.
Ternyata datang ke air terjun ini lebih nyaman sore begini. Sangat sejuk dan dingin disini, tak menunggu waktu lama aku langsung terjun ke dalam air bersama Damian.
Setelah semua selesai , kami segera menuju tenda camping lagi.
Hari sudah mulai gelap, sekarang waktunya Silvi dan Vina memasak. Aku dan yang lain hanya menunggu di dalam tenda.
Setelah masakan mereka matang, mereka memanggil kami. Menu malam ini adalah mie goreng dengan telur dadar. Kami segera makan bersama.
Usai sudah makan malam sederhana kami, Silvi dan Vina pun sudah membereskan peralatan yang kotor.
"Malam sunyi ku impikan mu, ku lukis kan kita bersama. Namun tak henti aku bertanya, adakah aku di mimpimu? " Petikan gitar dan lantunan lagu terdengar dari pacar Acha.
Kami yang sangat mengidolakan lagu simfoni hitam ini pun langsung lanjut menyanyikannya bersama.
"Di hatiku terukir namamu, cinta rindu beradu satu. Namun tak henti aku bertanya, adakah aku di hatimu?
Telah ku nyanyikan, alunan alunan sendu ku. Telah ku bisikkan cerita-cerita kelak ku. Telah ku abaikan mimpi-mimpi dan ambisi ku, tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu"
Setelah habis 1 lagu, ada saja yang request lagu lagi untuk melanjutkan nyanyi. Sampai larut malam kami bernyanyi.
"Ayo istirahat dek" Ujar Damian.
"Ayo kak, aku juga capek dari tadi duduk hehe" jawabku sambil tertawa.
"Gaes, aku masuk tenda duluan yaa mau istirahat" ujarku.
"Iya, aku juga yah. Ngantuk tadi gak tidur siang" tambah Dinda.
"Yasudah, kalian duluan aja " jawab Acha.
Kami pun masuk ke tenda, Damian langsung berbaring. Seperti biasa, ia meminta ku untuk segera mendekatinya.
Bersambung...
__ADS_1