KISAH KELAM KEHIDUPANKU

KISAH KELAM KEHIDUPANKU
Broken Home


__ADS_3

Segera ayah menelpon Gita. Tak menunggu lama Gita pun mengangkat nya.


Ayah : Halo assalamu'alaikum. Betul ini Gita?


Gita : Waalaikum salam. Iya betul saya gita, maaf ini siapa ya?


Ayah : Saya ayah nya Raya. Apa betul tadi kalian kerja kelompok?


Gita : Oh , iya om. Tadi kami kerja kelompok. Teman-teman yang lain juga baru pulang ni.


Ayah : Oh iya sudah. Terimakasih info nya. Assalamualaikum.


Gita : Waalaikum salam.


Telepon pun berakhir. Aku bernapas lega mempunyai teman yang sangat bisa untuk di andalkan. Aku sudah mengantisipasi ini akan terjadi, jadi aku meminta Gita untuk melakukan kebohongan drama seperti ini. Ya, kami memang sering bertukar nama jika akan berbohong kepada orang tua masing-masing. Hehe, cukup mucil ya kami.

__ADS_1


Aku pun masuk kamar setelah selamat dari ayah. Beban ku kembali menghampiri, hanya diluar rumah bersama teman dan pacar aku dapat bahagia tertawa lepas. Di rumah ini, aku kembali menjadi Raya yang pendiam tak banyak bicara. Bahkan, untuk keluar kamar pun bisa dihitung hanya beberapa kali.


Aku lebih senang menghabiskan waktu ku dikamar.


Bukan tanpa alasan aku menjadi seperti ini. Gaya berpacaran ku sudah melewati batas, pergaulan ku bebas. Aku mempunyai 5 teman yang sangat dekat. Ya , kehidupan dan pergaulan mereka juga tidak jauh beda dengan ku. Kami menjadi gila karena keadaan di rumah kami.


Aku sangat tertekan karena sikap ayah yang terlalu menekan ku tidak boleh bergaul dengan siapa pun. Rumah tangga ayah dan ibu sudah tak harmonis. Pertengkaran yang ku dengar setiap hari, semakin membuat ku frustasi. Aku di tuntut menjadi anak yang berprestasi, tetapi mereka tak memberikan kesempatan untuk otak ku berfikir. Aku kehilangan kasih sayang, aku kehilangan kebahagiaan yang aku miliki di saat masih kecil. Hehe, aku merindukan masa itu. Masa dimana aku dimanja, berjalan saat weekend bersama keluarga, makan bersama di atas meja makan, canda tawa dalam rumah. Kini, semua hanya lah kenangan. Entah tempat tinggal ini masih pantas atau tidak disebut dengan rumah. Tak ada sedikit pun cahaya kebahagiaan didalamnya, sekalipun bercanda bersama juga tak lagi pernah ku dengar. Aku mencari kebahagiaan ku sendiri, entah jalan itu benar atau salah. Aku hanya ingin menikmati nya di luar rumah. Jika ayah dan ibu bertengkar, aku hanya menutup rapat pintu kamar ku. Ku ambil silet di laci ku, dan ku gores kan di tanganku. Tak ada rasa sakit yang ku rasa. Tangis ku pecah , dada ku terasa sesak menahan sakit hati ku karena keegoisan mereka. Kapan semua akan berakhir? kapan mereka akan mengerti bahwa ada hati yang tersakiti jika mereka bertengkar? Aku benci kehidupan ku, aku benci!


Seketika mataku terasa berat, aku merebahkan tubuh ku di kasur.


"Sudah malam sayang, tidur gih. Besok kamu sekolah jangan sampai telat bangun" pesan Diki.


"Iya kak, kakak juga ya tidur besok kan harus kerja. Harus makin semangat yaa kerja nya . I love you " balasku.


" Iya sayang, i love you too " Diki mengakhiri pesannya.

__ADS_1


Aku pun merasa hari ini lelah sekali, aku tertidur dengan sangat nyenyak sampai esok pagi.


------------------------------------------------------------------------


Pagi hari aku bangun, ku cek handphone dan tak ada pesan dari Diki. "Mungkin dia belum bangun" gumam ku.


Aku pun mengirimkan pesan kepada Diki " Selamat pagi sayang, selamat beraktifitas. Hati-hati ya kerjanya" pesan singkat ku terkirim.


Aku bersiap untuk pergi ke sekolah.


Sesampainya di sekolah seperti biasa aku hanya berkumpul dengan 5 teman ku.


Mereka pun ingin tahu kemana aku dibawa Diki berjalan kemarin. Ya, aku hanya menceritakan bahwa aku makan bersama Diki setelah itu kami pulang. Hihi, aku masih menutupi nya. Karena jika aku memberi tahu kepada mereka bahwa aku ke hotel, mereka akan menanyakan setiap menit yang kami lakukan. Dan tak akan berhenti sebelum mendapatkan jawaban yang mereka inginkan wkwk.


Tak terasa jam pulang sekolah telah tiba. Ku cek kembali handphone ku. Tetapi tak ada balasan dari Diki. Hatiku mulai gelisah, "apakah dia akan meninggalkan ku setelah mendapatkan apa yang dia mau? " gumam ku cemas.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2