KISAH KELAM KEHIDUPANKU

KISAH KELAM KEHIDUPANKU
Hotel 2


__ADS_3

Aku tak menyangka Diki ikut masuk ke kamar mandi bersama ku. Tetapi aku tak terlalu memperdulikan kehadirannya. Aku sibuk membersihkan diriku, ku putar keran shower dan membiarkan air mengalir ditubuh mungil ku ini . Aku merasakan sesuatu yang hangat menempel dipunggung ku. Lagi lagi Diki memeluk ku dari belakang, hingga tak ada jarak 1inci pun pada tubuh kami. "Apakah dia menginginkannya lagi?" gumam ku dalam hati. Diki membisik ditelinga ku, " kakak gak akan lepaskan kamu yang, kakak sudah terlanjur dalam cinta sama kamu" ujar nya sembari mencium leherku .


Aku hanya terdiam, aku merasa senang sekali mendapatkan diri dan cinta seutuhnya dari Diki. Aku percaya semua yang dia katakatan pada saat itu. Dia lah yang pertama, aku akan berjuang untuk mempertahankan hubungan ini, apapun rintangannya . Ku sambut lembut pelukannya, aku membalikkan tubuh ku berhadapan dengannya. " Berjanji lah kak, jangan pernah tinggalkan aku apapun yang terjadi, kita perjuangin semua bersama" aku memeluknya. Setelah membersihkan diri, aku menggunakan handuk baju yang tersedia dihotel ini. Segera menggunakan pakaian sekolah ku dan bersiap untuk pulang kerumah. Tetapi belum sempat aku memakainya , Diki menarik lembut tanganku untuk segera naik ke kasur kembali, "Ayo kita bermain sekali lagi" ucap nya. Aku pun menuruti segala kemauannya karena aku juga menikmati rasa itu, rasa yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Setiap sentuhannya, memiliki sensasi tersendiri untuk ku. Sampai sudah dipuncak permainan ini, aku merasakan hentakan yang dahsyat dari Diki "Aaaaahhhhhhh" desahnya.


Tiba-tiba menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh ku. "Astagaa, kenapa didalam?" ucap ku panik karena Diki tak menarik untuk mengeluarkannya. " Maaf sayang, Kakak mau memiliki mu seutuhnya. Kakak akan tanggung jawab apapun yang terjadi" Ucap nya ditelingaku. Masih terdengar suara parau nya karena lelah. Aku membiarkannya berbaring di kasur. Aku pun membersihkan diri lagi, fikiran ku jauh melayang. " Bagaimana jika nanti aku hamil? aku masih sekolah , walaupun sebentar lagi aku lulusan, itupun aku harus lanjut ke SMK. Oh Tuhan, Aku pasrah apapun yang terjadi , hanya ini semua yang membuat ku tenang sejenak melupakan beban masalah ku di rumah " ucap ku dalam hati.


Setelah itu, kami pun menggunakan pakaian masing- masing dan bersiap untuk pulang. Terlihat jelas raut wajah ku yang penuh dengan keresahan. Diki mendekati ku dan mengusap kepala ku lembut " Sudah sayang, gak usah dipikirin yah. Bentar lagi kamu juga lulus sekolah, jika terjadi sesuatu padamu aku akan bertanggung jawab. Aku mencintaimu" ujar Diki dengan lembut dan mencium kening ku.

__ADS_1


Aku tak dapat berkata-kata lagi. Kami pun keluar kamar dan aku menunggu Diki di parkiran karena ia harus mengurus administrasi.


Tak lama ia menghampiri ku, "Mau beli makanan dulu kah yang bawa pulang ke rumah?" menawarkan padaku. " Gak usah kak, kita langsung pulang ke rumah aja ya. Sudah ke sorean ini takut di cari ayah" jawabku.


Diki pun menuruti kemauan ku, kami pun melakukan perjalanan. Sesampainya di rumah, Diki langsung pamit pulang. Ya , karena aku tak pernah mengizinkan untuk singgah. " Hati-hati ya, kalo sudah sampai rumah langsung kabarin " ucapku pada Diki.


Ayah sudah menunggu ku di ruang tamu. Ayah melihat aku diantar oleh Diki , tatapan tajam itu membuat lutut ku gemetar ketakutan. Sebisa mungkin aku mengontrol ekspresi wajah ku agar tidak ketahuan.

__ADS_1


"Kerja kelompok dimana kamu jam segini baru pulang?" tanya ayah padaku dengan nada tinggi. " Di rumah Gita yah, temen yang lain juga baru pulang. Aku minta jemput Diki tadi tapi langsung pulang ke rumah kok " jawab ku pelan.


Ayah mengeluarkan handphone nya, dan meminta nomor telepon Gita pada ku.


Aku terkejut bukan main . Sepertinya alasan ku tak cukup kuat meyakinkan nya.


Aku mengeluarkan handphone dan memberikan nomor Gita pada Ayah.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2