KISAH KELAM KEHIDUPANKU

KISAH KELAM KEHIDUPANKU
Sakit


__ADS_3

Setelah mengantarku, Damian langsung pamit untuk pulang.


Aku segera masuk ke kamar ku. "Badan ku rasanya tidak nyaman, apa ini karena aku menahan nya?" pikir ku.


Malam pun tiba, Damian menghubungi ku duluan kali ini. Sungguh perubahan yang sangat drastis, ia selalu mencari pembahasan agar percakapan kami tak berakhir.


Namun karena aku tak enak badan, aku mengakhiri pesan kami.


"Kak, aku istirahat duluan yaa. Kakak jangan begadang, selamat malam " pesan ku terkirim.


"Kok tumben de sudah mau tidur jam segini, kamu baik-baik aja kan?" balas Damian, sekarang dia memanggil ku "adek" hihi, 1 langkah maju lagi.


" Hem, enggak papa kak, cuman sedikit gk enak badan aja"


" Ya sudah, kamu istirahat yaa. Kalo ada apa-apa cepat hubungi kakak" perintahnya.


"Siap bos " jawabku singkat mengakhiri percakapan.


Keesokan hari nya, aku merasa tubuhku menggigil. Ya aku demam, kepala ku sangat pusing sekali. Tetapi aku tetap harus berangkat sekolah karena sebentar lagi ujian semester 1, sudah banyak absen ku karena bolos sekolah.


Aku bersiap ke sekolah dan meminta ayah untuk mengantar ku.


"Ayah, hari ini diantar aja yaa" ucap ku pada ayah.

__ADS_1


"Kamu sakit? " tanya ayah.


"Enggak yah, cuman sedikit pusing aja . Sayang nanti di absen kalo gak masuk"


Ayah pun segera bersiap untuk mengantar ku.


Sesampainya di sekolah, murid sudah mulai berbaris di lapangan karena hari ini adalah hari senin , jadi kami melaksanakan upacara bendera.


Aku sedikit berlari ke ruang kelas untuk menaruh tas ku, ruang kelas ku sudah kosong.


5 temanku sudah menunggu ku di lapangan, mereka membawakan aku topi dan dasi cadangan mereka. Ya mereka sudah hafal bahwa aku tak akan membawa atribut sekolah ku.


"Tumben jam segini baru datang?" tanya Dinda seraya memberikan topi dan dasi padaku.


"Kok kamu pucet Ray?" tanya Silvi sambil memegang kening ku.


"Gila kamu ya, badan panas kaya gini masuk sekolah. Mau upacara pula" tambah Silvi setelah mengecek suhu badan ku .


"Ayo sudah kita ke UKS, ini hari nya panas banget loh" Ujar Acha mengajak ku.


"Sudah gak papa, sudah mulai juga tu. Kalau kalian masih ribut nanti kita semua jadi di hukum loh" jawab ku lirih.


Memang benar hari ini terik matahari sangat menyengat. Kepala ku yang sudah pusing, semakin menjadi pusing sekali.

__ADS_1


Bendera sudah berkibar, semua murid menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan tangan hormat.


Aku merasakan mata ku mulai berkunang-kunang. Tubuh ku seperti kehilangan pondasi, semakin lama semakin gelap dan aku tahu lagi apa yang terjadi.


***


Aku mencoba membuka mataku, tetapi rasanya berat sekali. Nafas ku mulai sesak, kepala ku sangat pusing dan semua seperti berputar.


Aku mendengar suara gaduh teman-teman ku, aku merasakan tangan ku di gosok-gosok dan aku mencium bau menyengat di hidung ku.


"*Kenapa Raya?" aku mengenal suara itu, ya itu adalah suara Damian.


" Gak lihat kah matamu dia pingsan" jawab Acha kasar.


"Dek, dek. Bangun dek" bisik Damian di telinga ku.


"Tunggu 5 menit, kalau dia belum sadar aku bawa ke rumah sakit dekat sini" ucap Damian sedikit panik*.


Aku mendengar semua yang mereka bicarakan, tetapi aku tak dapat membuka mata dan menggerakkan tubuh ku.


Nafasku semakin berat, kepala ku semakin sakit. Seperti nya asma ku kambuh.


Damian yang melihat ku seperti orang kehabisan nafas, sangat panik dan langsung menggendong ku menuju mobil nya. Tanpa pamit dan izin dari sekolah dia membawa ku ke rumah sakit.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2