KISAH KELAM KEHIDUPANKU

KISAH KELAM KEHIDUPANKU
Bertunangan 1


__ADS_3

Ketika sampai rumah, aku langsung turun dan membantu Damian menurunkan tasku .


"Dek, habis ini kakak mau singgah di toko mama untuk membicarakan pertunangan kita" ujar Damian sambil mengangkat tas ku keluar.


"*Kakak sudah yakin? " tanya ku


"Iya kakak sudah yakin banget, kalo mama setuju malam ini kakak kabarin kamu ya kapan waktunya" tegas Damian.


Aku pun hanya mengangguk, ibu ku sudah menunggu di teras rumah.


"Singgah dulu nak" ujar ibu pada Damian.


"Mau langsung aja bu, masih ada urusan soalnya" jawab Damian.


"Kamu istirahat yaa" tambahnya seraya menatap ku.


Damian pun pamit dengan bersalaman dengan ibuku*.


Aku dan ibuku segera masuk rumah, banyak hal yang ditanyakan ibuku dan aku hanya menjawab seperlunya karena aku lelah sekali.


Ibu menyuruhku untuk mandi terlebih dahulu agar badanku terasa lebih segar, setelah itu baru aku tidur.


***


Malam


Drettt.... dreettt.. Hp ku bergetar, segera ku cek ternyata Damian mengirimi ku pesan singkat.

__ADS_1


"Dek, mama dan ayah kakak setuju untuk melakukan pertunangan kita. Lusa kami akan ke rumah mu sama keluarga yang lain" Pesannya.


Aku segera memberitahu ayah dan ibu ku.


"Ayah, lusa Damian sama keluarganya mau ke rumah untuk ngelamar aku. Mereka mau ngikat hubungan kami dengan pertunangan" ujar ku gemetar.


"Apa gak kecepatan? kamu juga masih sekolah. " tanya ayah terkejut.


"Cuman tunangan aja yah, Damian yang minta . Kalo masalah pernikahannya belum ada pembahasan kami" jawabku meyakinkan ayah.


"Iya udah gak papa, niatnya juga baik . Besok ibu kabarin keluarga yang lain untuk datang kesini dan bantu buat persiapan juga" tegas ibu meyakinkan ayah.


Aku segera memberitahu Damian bahwa ayah dan ibuku juga setuju.


"Kak, aku udah ngomong sama ayah dan ibu tentang maksud kakak. Jadi besok ibu mau datangin keluarga yang lain sama persiapin semuanya" balasan ku untuk pesan Damian tadi.


"Iyaa dek, besok kakak transfer uang ke rekening kamu yah. Gunakan untuk persiapan menyambut kedatangan kami hehe, kakak gak mau karena niat kakak ikat hubungan kita jadi beban untuk ayah dan ibu karena harus persiapkan semuanya" balas Damian.


"Gak papa dek, pokoknya gak boleh nolak. Besok kakak transfer ya, sekarang istirahat gih" tegasnya


"Iya udah kak.. kakak juga istirahat ya . bye". jawabku singkat.


Aku pun langsung tidur karena badan belum sembuh total.


Keesokan pagi nya, ibu sudah bersiap akan pergi ke pasar untuk belanja.


"Bu, mau ke pasar sama siapa?" tanyaku.

__ADS_1


"Naik taksi paling ini ya" jawab ibu.


"Sama aku aja bu, tapi aku mandi dulu sebentar" ujar ku lagi.


"Yaudah sana mandi , ibu juga mau nyatat apa yang mau dibeli dulu. Takut sampai di pasar lupa" tegas ibu.


Aku pun segera mandi.


Setelah selesai mandi , aku berdandan sedikit agar tak terlihat pucat.


Dreettt...Dreett... Hp ku bergetar dan aku segera meraihnya.


"Dek sudah kakak transfer" Pesan singkat Damian.


"Makasih ya kak, ni aku mau ke pasar dulu sama ibu" jawabku.


"Iya dek sama-sama. Kamu hati-hati ya dijalan, jangan ngebut" Balasan Damian.


"Siap boscu" jawabku .


Aku sudah selesai berdandan dan langsung mengajak ibu berangkat.


Ketika di perjalanan aku singgah di sebuah atm, ibu ku sedikit bingung sepertinya.


"Mau ngapain ya kesini? kamu disuruh ayah ambil uang? " tanya ibu.


"Ambil uang tadi di transfer Damian bu, katanya untuk belanja persiapan pertunangan kami. Padahal aku udah nolak, tapi dia tetep kekeh ngasih. Jadi yaudah aku terima aja" jelas ku .

__ADS_1


Aku segera masuk ke atm dan ibu hanya menunggu di parkiran. Setelah memasukkan kartu dan memasukan pin, ku cek terlebih dahulu saldo ku, ternyata Damian mengirimi aku uang 2jt rupiah. Aku terkejut sekali, sebanyak ini Damian mengirimkan. Aku hanya lah keluarga sederhana, jadi seperti tak enak hati menerimanya.


Bersambung...


__ADS_2